
"kenapa kau tidak menjawab?,kau tidak mencintaiku?.."
"Tu... Suamiku?, Istirahatlah!, sebaiknya anda istirahat sekarang yah!"
"Aku tidak mau Istirahat!,aku menginginkanmu...,aku hanya menginginkan mu sepenuhnya...!"
Aku rasa aku harus meminta bantuan ke Danu untuk menghadapi Tuan Muda yang sedang mabuk ini...
Ayana mencoba mengambil ponselnya yang berada di atas meja lampu samping ranjang, ia berusaha menghubungi Danu meminta bantuan.
"Apa yang kau lakukan dengan benda itu?,
"Tidak,aku tidak melakukan apapun,a..aku hanya"
"Praagghh" ponsel sudah terbanting di atas lantai.
"Tuan Muda kenapa anda malah membanting ponselnya?"
"Muach..,"Kecupan langsung mendarat di bibir Ayana secepat kilat.
"jangan memanggilku Tuan Muda!, aku tidak suka mendengarnya..., harus berapa kali aku katakan kepadamu Ayana?... harus berapa kali?...aku juga tidak suka dengan benda itu... kenapa benda itu mengganggu ku...aku tidak suka....aku juga tidak suka."
Dia benar-benar tidak waras, ponselku sampai hancur begitu...
bagaimana aku menghadapinya sekarang,apa tidak ada yang bisa membantuku kali ini?..
Ayana langsung berdiri,Ia ingin mengambil apapun itu yang bisa menyadarkannya dari mabuknya.
"Kau mau kemana?,sudah ku bilang jangan pergi...?"
Menarik tangannya kembali dan menghempaskan tubuh istrinya ke ranjang.
"Tu... suamiku aku hanya ingin..."
"Ingin apa?, ingin menghindari ku?, ingin menjauh dariku?, ingin pergi dariku? ingin meninggalkanku? kenapa?.. kenapa Ayana?"
Rey memejamkan matanya sambil menempelkan batang hidupnya ke hidung Ayana, kedua dahi itu saling bertemu, Ayana terdiam melihat sikap suaminya yang begitu terpuruk kali ini.
Apa barang-barang yang ia banting itu adalah botol minuman keras...
"Ayana..?"panggil-nya yang begitu pelan.
"hm...?"
"Aku mencintaimu...aku mencintaimu...aku mencintaimu... Ayana!"
Suara pelannya langsung menyayat menusuk ke jantung, membuat jantungnya semakin berdegup kencang.
Ayana belum mengatakan sepatah katapun, ia hanya terbelalak menatap lekat wajah suaminya.
Tuan Muda langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Ayana, seolah-olah dia sedang menahan hasratnya sejak tadi.
Bibir Ayana masih terkunci,ia terdiam menatap suaminya.
__ADS_1
membuat Rey yang sudah mengecup bibirnya sejak tadi, mulai memberikan gigitan kecil agar mulut istrinya terbuka.
"Aw.." Mulut mungilnya dan mulut suaminya itu pun sudah bersatu.
Rey mulai ******* bibirnya dengan penuh kelembutan, setiap sentuhan yang di berikan Rey kali ini sangatlah lembut dengan penuh perasaan cinta mungkin.
kedua lidah itu pun saling menjulur menikmati percintaan ini, sepertinya Ayana sudah mulai tergoda dengan sikap dan sentuhannya.
keduanya bermain-main lama disitu, Ayana mulai memejamkan matanya, sepertinya Ia mulai terhipnotis dengan perlakuan Rey yang begitu lembut.
Hingga akhirnya gigitan kecil di bibirnya menyadarkannya kembali,
"Su.. suamiku..!"
Jari telunjuknya mulai bertugas membungkam mulut Ayana agar tidak berbicara,
Ciumannya semakin memanas,Rey sudah tertutup oleh hawa nafsu dan cintanya kali ini,ia mulai menjalar ke leher Ayana,lidah dan bibirnya terus bermain-main disitu,
Tangan itupun sibuk bekerja mencari-cari keinginannya.
"Tu...suamiku..?"
"Hmm...?"jawab Rey tak berkutik dari posisinya.
"A...a... aku pe..pengin pipis!"
Rey malah tersenyum menatap Ayana, Ia mengangkat tubuhnya dan bergegas membuka gaunnya merahnya itu,gaun merah yang sudah berantakan dan terbuka lebar sejak tadi.
apa yang dia lakukan...dia benar-benar tidak ingin melepaskan ku...
"Tenanglah, aku akan mengantarmu ke kamar mandi...kau sangat cantik... muach...!"lagi-lagi kecupan bibirnya mendarat,Rey benar-benar bersikap seperti orang yang sedang harus cinta kali ini.
Ayana berdiri mematung mendengar jawaban suaminya yang sudah hampir menelanjanginya.
Setelah tubuhnya polos, Tuan Muda memeluk pinggangnya erat, menerkam bibirnya kembali dan mengarahkan langkahnya ke kamar mandi.
Dia benar-benar mengantarku ke kamar mandi..aku kira dia akan memberiku kebebasan walaupun hanya sedikit....
"Suamiku... biarkan aku ke kamar mandi sendiri!"
Tuan muda menghukum Ayana tanpa ampun kali ini,ia tidak mendengarkan apa yang di ucapkan Ayana.
Inilah hukuman untuk mu Ayana, yang telah berani berselingkuh di depannya,ya.. walaupun atas dasar salah paham, namun lihat itu?, Tuan Muda terlanjur menggila karena dirimu.
Rey begitu menikmati percintaannya tanpa terkecuali dan tanpa waktu untuk Ayana menenangkan diri sekalipun.
Mendudukkan istrinya di atas kloset duduknya, bagaimana dia bisa bersikap seperti ini, justru ini membuat Ayana semakin merinding dan berdebar, rasa kebeletnya hilang menatap wajah suaminya yang sedang menunggunya dan menatapnya lekat.
tangannya mencoba menutupi kepemilikannya yang terlihat indah itu, matanya mencoba menghindari tatapanya, entah kenapa ia merasa malu sendiri.
kenapa jadi seperti ini sih..
"A...aku ingin anda.."
__ADS_1
"kau menyuruhku untuk meninggalkanmu?,..aku tidak akan meninggalkan mu!,kau belum pipis juga?"
"Aku tidak jadi pipis...!, tapi aku ingin kita pulang!"
"pulang...?, pulang kemana?.. bukankah ini rumahku?"
Rey masih menatap Ayana dengan tingkah yang terlihat aneh.
"kau sangat cantik Ayana... kau sangat cantik... aku mencintaimu, jangan pernah pergi dariku..!"
Rey memeluk erat tubuh istrinya, dengan senyuman dan matanya yang sayu itu.
Ia mulai melepaskan bajunya sendiri, memperlihatkan dada bidangnya di hadapan Ayana.
"Aku ingin kita bercinta hari ini,aku mencintaimu..!"
Tatapan penuh kelaparan, menatap setiap lekuk tubuh Ayana, ia menyergap tubuh Ayana dengan pelukan erat dan memberikan beberapa kecupan ****** di leher dan area dadanya.
Ayana mencoba meronta-ronta melepaskan cengkeramannya sekaligus merasa geli.
"suamiku...le.. lepaskan aku!"
"Aku tidak akan melepaskan mu!, sebelum kau memenuhi keinginanku"
Tuan muda mengangkat tubuh Ayana dan Kembali menidurkannya di atas ranjang,ia benar-benar menggila dan tidak akan melepaskan Ayana karena sudah tertutupi oleh hawa nafsu dan rasa cintanya kali ini.
Tuan muda sudah memposisikan tubuhnya di atas ranjang menatap Ayana lekat seraya berkata.
"Ayana...aku mencintaimu... berikan aku seorang anak!,maka aku tidak akan melepaskanmu untuk selamanya!,aku berjanji pada diriku sendiri,kau selamanya akan menjadi istriku... istri yang sangat aku cintai"
mulai bermain-main dengan bibirnya lagi, membuat Ayana terbelalak mendengar perkataannya itu.
Ini memang sebuah perkataan yang berarti besar, namun Ayana belum yakin dengan ucapnya, karena keadaannya yang mabuk membuatnya terombang-ambing dengan perasaannya sendiri.
"Aahh.."sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya dengan seketika membuatnya membuka mulut dan menyadarkannya dari lamunan.
"Aku mencintaimu..muach...muach"mencium pipi Ayana
Ayana menggigit bibirnya kelu, menahan apa yang sedang ia rasakan, getaran yang ada di dalam tubuhnya semakin ia rasakan oleh kekuatan suaminya yang sedang bekerja itu.
Keduanya bertugas lama, saling berpacu merasakan getaran dan sentuhan satu sama lain,
"ke..ke.. kenapa anda me...mencintaiku?"sambil mencengkram seprei ranjangnya, karena Tuan Muda masih melakukan aksinya.
mendengar ucapan istrinya membuatnya memperlambat gerakannya.
"kamu cantik.. muach, kamu baik.. muach,kamu selalu melayaniku dengan baik... itu membuatku jatuh cinta padamu... Ayana!"
"bukankah perjanjian pernikahan kita hanya dua tahun, kenapa anda malah mencintaiku?"
"perjanjian itu hanya Felly yang buat,aku tidak berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan menikahi mu selama dua tahun, itu bukan keinginanku,itu keinginan Felly, tapi jika aku sudah terlanjur mencintaimu bagaimana...aku mencintaimu Ayana...aku mencintaimu.. muach... muach...jangan menyuruhku untuk melepaskan mu!, karena aku tidak bisa..."
Kecupan hangat Tuan muda di berikan kepadanya dimana-mana,ia benar-benar memberikan rasa cinta dan kasih sayang penuh kepada Ayana,
__ADS_1
keduanya masih di antara sadar dan tidak karena terpacu dengan percintaan mereka.