
"Tuan Muda, cukup!,apa yang anda lakukan?"
Ayana yang sangat kaget melihat Rey yang datang secara tiba-tiba dan langsung menonjok pipi Arga begitu saja dengan hebat.
Pukulan keras mendarat sekali lagi di pipi Arga "Argh" terikkan Arga yang terhempas ke lantai.
"Cukup!, Hentikan!.."
Ayana yang langsung berteriak kembali melihat tuan mudanya yang sudah mengepalkan tangannya kembali dan akan menghempaskan nya ke pipi Arga lagi.
Rey yang mendengar teriakkan istrinya langsung menurunkan tangannya kembali tidak jadi memukulnya.
ia langsung mencengkram erat kerah baju Arga dengan tatapan tajamnya.
Ayana hanya menangis menggigit tanganya sendiri sambil menatap keduanya yang sedang ber-cengkeraman.
"Apa kau tidak mempunyai akal dan pikiran?, beraninya kau menyentuh istri orang, dimana otakmu,Apa kau tidak punya Otak hah, beraninya kau menyentuh istriku!...."
Rey dengan sangat marah berbicara menatap tajam Arga.
"Apah, Istri anda?, bukanya anda yang merebut kekasihku..., bukankah dia adalah kekasihku!, Kenapa anda malah menikahinya hah?" Arga dengan sangat beraninya mengatakan hal ini.
"Cih..,berani sekali kau menjawabku?, dengarkan baik-baik!,aku tidak pernah merebut siapapun!.., apalagi kekasih orang!, Kekasihmu sendiri yang menyerahkan dirinya kepadaku,dia sendiri yang menyerahkan dirinya kepadaku,kau tidak percaya tanyakan saja padanya!"
Arga yang mendengar terbelalak menatap Ayana yang masih menangis dengan tajam.
"Apa kau tidak dengar juga,aku tidak pernah merebut siapapun, karena aku tidak akan pernah miskin akan wanita,kau mengerti!,dan ingat, dengar baik-baik!,kekasihmu sendiri yang menyerahkan dirinya kepadaku,jadi jauhi dia,kau karyawan baru bukan?, jangan melebihi batasan mu!, kalo tidak aku tidak akan segan-segan memecatmu pergi dari kantor ini,kau mengerti!"
Rey langsung melepaskan cengkeramannya,
ia terlihat sangat marah dan langsung berdiri menyeret Ayana keluar dari ruangan itu.
"Ayo kita keluar!.."
Ayana hanya bisa terdiam menatap Arga dengan kesedihan yang ada di matanya,.
Arga yang sedang kesakitan menatap kepergian Ayana sambil memegangi bibirnya yang sedang berdarah itu,rasa sakit yang ia rasakan kali ini, tidak sesakit apa yang sedang ia rasakan di hatinya ini.
Ayana.. sepicik itukah dirimu? sehingga kau menyerahkan dirimu sendiri kepada iblis sepertinya,apa alasannya Ayana,apa?...
apa dia rela meninggalkanku demi dirinya yang kaya raya ini,dia lebih memilihnya dari pada diriku,apa rasa cintanya kepadaku telah hilang,hanya karena memilih orang yang lebih kaya raya ini ..?
"Argh.."
Teriakan Arga yang masih di dalam ruangan itu sambil menendang fasilitas kantor yang ada di depannya, karena ia marah terbawa emosi dan suasana.
Ayana tetap mengikuti langkah Rey yang terus menariknya dengan kesal,
ia juga masih terisak sehabis menangis,ia hanya terdiam karena ia tahu siapa yang bersalah akan posisi ini..
__ADS_1
Rey langsung membawanya ke salah satu ruangan yang gelap dan hanya tersisa mereka berdua.
kenapa dia membawaku kemari,apa yang akan ia lakukan kepadaku, apa dia akan membunuhku sekarang..
Ayana yang sudah merasa takut, langsung semakin takut dan gemetaran melihat wajah tuan mudanya yang terkena percikan sinar lampu terlihat sangat marah kepadanya.
Rey langsung melepaskan gandengannya dan menghempaskan tangannya begitu saja karena kesal.
Menatapnya tajam, mengalihkan pandangan kembali sambil menarik nafas panjang pelan-pelan.
Ayana semakin menyengkrut karena ketakutan tidak berani menatap wajahnya sama sekali.
Rey yang sudah semakin kesal langsung membuang barang-barang yang ada di meja ruangan itu, menghempaskan semua barang kelantai, sambil marah-marah di hadapan Ayana.
"kau..!,beraninya kau melakukan hal ini di belakangku,apa kau benar-benar ingin menghancurkan harga diriku di hadapan semua orang hah?...,apa kau sungguh tidak waras, kau melakukan hal ini di dalam kantorku, beraninya kau melakukan hal ini lagi!, beraninya, beraninya Ayana!...."
Suara Rey yang semakin kesal dan langsung melempar sebuah barang yang ada di tangannya.
"brakk..."
Ayana yang menjadi kaget saat mendengarnya
"Maaf.., ma..maafkan aku tuan muda,ak...aku tidak sengaja,melakukan hal ini tuan muda,aku benar-benar tidak ingin melakukannya, maafkan aku hiks..hiks..,.."
Ayana yang langsung tertunduk,ia juga terus menangis tidak mampu menahan beban yang sedang ia rasakan ini, terlebih lagi jika berada di sampingnya kehidupannya serasa telah hilang dan sirna begitu saja.
"Kau tahu...?, bukankah kau sudah berjanji kepadaku,kau tidak akan berhubungan dengan siapapun selama kau masih terjerat bersamaku, tapi kenapa?, tapi kenapa kau berani melakukannya lagi Ayana?, kenapa?"
Rey yang sangat merasa kesal langsung ikut menunduk menatap wajahnya.
"Aku tidak melakukannya tuan muda,aku ingat akan janji ku...,ta..tapi dia yang melakukannya,bukan aku,aku tidak berani melakukannya, maafkan aku tuan muda, maafkan aku...hiks..hiks.." Ayana yang menangis kembali dan semakin terisak.
"Iyah, kau memang tidak melakukannya, tapi kau melayaninya bukan,bukankah itu sama saja!"
Ayana yang sudah berbicara baik-baik dan meminta maaf kepadanya semakin merasa kesal mendengar perkataannya.
"Apa tuan muda pernah memikirkanku?,apa tuan muda pikir tenaga perempuan dan tenaga laki-laki itu sama?..., bagaimana caranya agar aku bisa melawannya?,jika dia sudah mendesak ku, sedangkan tenaganya lebih besar dari pada aku, bagaimana tuan muda, bagaimana?"
Ayana yang tidak tahu lagi harus menjawab apa padanya,dia hanya bisa menangis sambil menundukkan kepalanya.
Rey yang merasa tidak tega melihatnya menangis seperti ini, langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ingat baik-baik!, mungkin aku memaafkanmu kali ini, tapi jika kau melakukannya sekali lagi!, aku tidak akan pernah memaafkan mu!, jadi jangan melakukan apapun melebihi batasan mu di hadapan semua orang, terlebih lagi di dalam kantorku ini...kau mengerti!"
Ayana yang mendengar ucapannya langsung mengusap air matanya,dan menganggukan kepalanya.
"Tapi kenapa?"
Ayana yang tiba-tiba bertanya kembali dan membuat Rey terdiam memandang nya.
__ADS_1
"Tapi kenapa anda begitu marah kepadaku?, bukankah sehabis dua tahun anda akan melepaskan ku,dan aku akan bebas kan tuan muda,?,Kenapa anda semarah ini kepadaku?, bukankah Jika aku dekat dengan siapapun seharusnya anda tidak peduli,dan kenapa Anda sangat marah?, apa anda tidak bisa di bicarakan dengan baik-baik!, lagian tidak ada orang yang melihatku dengannya kecuali anda kan?"
Tuan muda semakin melotot tajam mendengar perkataan Ayana.
Iyah...kau ingin tahu...karena tadi aku merasa kesal melihatnya, kenapa aku merasa sangat kesal kau bersentuhan dengan orang lain..
bahkan aku sendiri tidak bisa mengendalikan emosiku ini...
"kau bertanya seperti ini kepadaku hah?, bukankah kau yang bersalah, dengarkan aku baik-baik kau sedang terikat denganku sekarang!, jaga baik-baik reputasi ku dan nama baikku!,kau mengerti tidak!"
Rey semakin kesal langsung menarik tangannya kembali keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangannya.
Ayana langsung menghapus air matanya, menutupi wajahnya yang sedang memerah sehabis menangis.
Tuan Muda terhenti, memberhentikan langkahnya tepat di depan dua pengawal yang sedang berjaga di depan ruangannya.
Tamparan keras satu persatu langsung mendarat ke pipi kedua pengawal tersebut.
Ayana begitu kaget dan terbelalak melihat tingkah laku suaminya yang memulai kekerasan kembali.
"Apa kau tidak bisa berjaga dengan benar, bagaimana bisa kau membiarkan orang yang ada di sampingku ini kabur begitu saja,apa kalian tidak bisa berkerja hah?"
Suara tuan muda yang terlihat marah kembali melihat kedua pengawal yang sedang berjaga tenang di depan pintu ruangannya ini.
"Cukup Tuan Muda, kenapa anda menampar mereka?, bukankah ini kesalahanku!,jika anda masih ingin marah-marah, maka lampiaskan semuanya kepadaku, jangan salahkan mereka, ini salahku tuan muda,ini salahku, jangan lampiaskan kepada mereka semua,aku mohon!...."
Ayana yang tidak rela jika Suaminya ini menyalahkan orang yang tidak bersalah.
"kau sudah sadar sekarang?, inilah akibat dari semua kesalahan yang telah kau lakukan hari ini,jika kau tidak ingin melihatnya seperti ini, maka jangan pernah melakukan kesalahan lagi yang dapat membebani orang lain!, kau mengerti?"
Ayana langsung menganggukkan kepala mendengar perkataannya, karena ia sudah pasrah dari pada masalah semakin panjang lebar.
Reyhano langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya yang diikuti oleh Ayana
Felly yang sedang duduk santai di sofa langsung melihat kehadiran suaminya dan istri keduanya.
"Ayana, kau dari mana?"
Tatapan tajam Felly yang ikut menatapnya tajam.
"Aku hanya ingin mencari udara, sebentar Nona"
"Dengarkan baik-baik Ayana, jangan pergi kemanapun tanpa seizin suamiku,apa lagi mencoba untuk kabur, karena kau tidak akan bisa melakukannya, mata-mata suamiku sangatlah banyak,ia tersebar di berbagai penjuru,sejauh manapun kau berlari kau pasti akan tertangkap juga Ayana".
Lihat manusia gila yang satu ini, siapa juga yang akan kabur,lelaki perempuan sama saja ga ada otak,
huh.. mau sampai kapan,aku akan hidup seperti ini..
Ayana yang hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Felly
__ADS_1