Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Calon Kakak Ipar


__ADS_3

Semua masih terbengong menatap keduanya yang sedang berpelukan erat.


Siapa wanita itu, bagaimana bisa dia terlihat sangat dekat dengan Nona Ayana,


Raut wajah Danu terpampang jelas sedang mengerutkan dahinya bertanya-tanya.


"Kau mengenalnya?"Bisikan Danu ke Bayu.


"Tidak, namanya saja aku baru tahu setelah mendengar Nona memangilnya!"


"Cih...kau ini bagaimana si..membawa orang tapi tidak tahu identitasnya!"Danu menggelengkan kepalanya merasa begitu heran dengan Bayu.


"Sayang,dia siapa?"pertanyaan Tuan Muda menyadarkan keduanya yang sedang berpelukan lama.


"Sayang perkenalkan, dia Siska sahabat lamaku!,aku tidak menyangka aku bertemu denganmu hari ini!"Ayana yang terlihat tersenyum senang.


Reyhano juga ikut senang melihat istrinya yang begitu bahagia.


"Aku juga,kau tahu Ayana aku sangat merindukanmu!,kau benar-benar hilang kontak dan pergi entah kemana?,kau benar-benar membuatku cemas!"


Siska tak bisa menahan haru sampai menitikkan air mata.


"Maafkan aku!, ponselku rusak waktu itu,jadi aku kehilangan nomor ponsel mu!, kebetulan aku belum mencatatnya di buku waktu itu, sudahlah! kenapa kau malah menangis....?"


"Aku benar-benar merasa kalau semua ini mimpi Ayana!"


"Sudahlah jangan menangis!,kau memang tidak berubah!, masih cengeng seperti dulu!"memeluk erat sahabatnya kembali.


"Tapi bagaimana bisa kau kesini?"


Ayana Baru sadar, bagaimana bisa sahabatnya tiba-tiba berada di rumah suaminya ini.


"Aku yang membawanya Nona"


Sahut Bayu yang melihat Siska terdiam bingung menjawabnya.


Mereka semua langsung duduk di sofa ruangan, Reyhano tak lepas dari putranya dan duduk di samping Ayana.


"Wah benarkah?,apa sahabatku ini berkerja di kantor?"


"Iya, katanya dia pekerja Baru Nona!"


"Kau tahu sayang!,aku bekerja di kantormu dulu karena Siska,dia yang mencarikan pekerjaan untukku waktu itu,aku bekerja di kantormu kerena ikut dengan kakaknya waktu itu"


Aku tak menyangka Ayana sudah menikah dan mempunyai anak, terlebih dia adalah istri Dirut, aku benar-benar ikut bahagia jika kau bahagia Ayana...


Tapi sungguh aku tidak menyangka kau secantik ini sekarang...


Siska terdiam menatap sahabatnya yang terlihat tersenyum senang di samping suaminya.


"Wah benarkah?, kalau begitu Terimakasih Siska?"Rey sudah terseyum senang.


"Hah?"Siska merasa bingung.


"Terimakasih?"Tanya Ayana bingung.


"Iyah karena dia termasuk orang yang telah membantuku untuk bertemu denganmu!"


"Cih...kau ini!"


Ayana terseyum menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya ini.


"Ooee... ooee..!"Suara Tuan kecil yang sudah berbunyi mungkin dia merasa takut dengan suara banyak orang.


"Hust....hust... hust"Rey yang mencoba menangkannya dan mengayun-nya pelan.


"Sepertinya dia kaget, karena tidak terbiasa mendengar suara banyak orang!,sini sayang biar aku saja yang menggendongnya!"

__ADS_1


Rey langsung memberikan Reyfan kepada istrinya, setelah berada di tangan ibunya Reyfan terdiam dan anteng sekali.


"Wah ternyata Tuan kecil hanya ingin bersama mamahnya...!"Bayu yang tersenyum mengatakannya melihat tingkah sang baby.


"Apa maksudmu?, dia berarti tidak ingin bersamaku begitu...?"Rey yang merasa tersindir.


"sepertinya begitu Tuan Muda!, lihat!,bahkan Tuan kecil terseyum menatap ibunya,dia takut kepada bapaknya..!"


"Bayu... beraninya kau?"melempar bantal sofa ke arah Bayu kerena merasa kesal.


"Ampuni aku Tuan Muda,aku hanya bercanda!"


melindungi dirinya dari lemparan bantal Tuan Muda dan menyelinap ke punggung Danu.


"Tentu saja aku tidak akan mengampuni mu!,kau benar-benar membuat hatiku terluka!"


mengambil bantal kembali dan akan melemparkannya ke arah Bayu.


"Cih lebay sekali!"Bayu yang sudah tertawa.


"Apa kau bilang!"


"Apaan sih sayang!, sudah bercandanya!"


Ayana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya, begitu pula Danu dan Siska yang merasa terhibur.


"Itu Bayu membuatku kesal!"


"Maafkan saya Tuan Muda!, putra Anda juga terlihat begitu tampan, beneran!"Memujinya kembali.


"Sama seperti aku kan?"Rey yang merasa hilang emosi dan terseyum kembali.


"Tidak!, lebih terkesan mirip Nona Ayana!"


"Bayu!"


Ayana pun juga merasa terhibur,ia senang sekali melihat tingkah suaminya yang emosional.


"Sudah sayang!, hentikan!, jangan dengarkan perkataan Bayu!,dia akan semakin meledek mu nanti!"


"Tapi dia mirip aku kan?"Masih tidak terima.


"Iya...iya tentu saja sayang!, mirip siapa lagi, orang kamu bapaknya!,udah pasti jelas mirip kamu yang tampan ini!"


"Tuh kau dengar!"menatap Bayu sinis


"Cih!.. pemaksaan!, baiklah ampuni saya Tuan Muda, saya mengalah!"


Melihat Rey yang sudah melotot membuat Bayu pasrah untuk meledeknya.


"Ting tong"Bell berbunyi pertanda seseorang datang ke rumah.


"Siapa?,apa kau membawa seseorang lagi?"Tanya Tuan Muda yang menengok ke arah tangga dari lantai atas ke lantai bawah.


"Tidak Tuan Muda!,aku hanya membawanya saja!,kita bukan pergi ke hajatan, yang membawa banyak orang!"


"plak..plak..plak"Suara langkah kaki seseorang naik ke lantai atas.


Semua orang menghadap ke arah tangga menunggu kehadirannya.


"Sepertinya Tuan Muda!"Danu yang merasa itu adalah kembaran Tuan Muda.


"Tapi terdengar ada suara perempuan?"Bayu ikut menimpali.


"Siapa tahu Kak Ray bawa calon kakak Ipar!,iya kan!"


"Wah benar juga!"Bayu setuju dengan pemikiran Nona Ayana.

__ADS_1


Semuanya menanti,


Tentu saja yang datang adalah kakak Tuan Muda, Rayhano tentunya,ia membawa seseorang perempuan yang terlihat cantik dan elegan.


"Kenapa kalian memandangku seperti itu?"


Wah ada dua orang yang sama,dia benar-benar sama bagaimana aku bisa membedakannya,


Siska terbelalak melihat keduanya yang begitu mirip dan sama,hanya pakaiannya saja yang terlihat berbeda.


"Kau membawa siapa?"


Tanya Reyhano penasaran melihat seorang perempuan yang mengikutinya dari belakang.


Sementara pendangan Danu tidak berhenti menatap kedatangan keduanya.


Ray langsung menggandeng tangannya dan mendekat ke arah mereka semua yang sedang duduk.


Danu masih terdiam melihat perempuan yang di bawa oleh Tuan Mudanya ini,


Sedangkan perempuan itu pun begitu kaget dengan kehadiran Danu yang tidak terduga di rumah ini


Kenapa harus dia yang di bawa kemari..


Danu menatap perempuan itu lama, sementara perempuan itu ikut menatap Balik Danu.


Danu, bagaimana bisa aku bertemu dengan mu disini..


Danu langsung beranjak berdiri,


"Danu kau mau kemana?"Tanya Bayu yang kaget melihat Danu yang tiba-tiba berdiri.


"E'... aku ada urusan sebentar!, nanti aku juga akan kembali!"Danu langsung pergi meninggalkan ruangan begitu saja.


"Tumben sekali!, kenapa dia terlihat Aneh sekali!"


"Biarkan saja Bayu!,kau tahu sendiri dia itu orang sibuk!"Pembelaan Tuan Muda yang membiarkan Danu pergi meninggalkan tempat.


Wanita itu pun terdiam melihat kepergian Danu, sepertinya mereka saling mengenal satu sama lain, ataukah lebih dari sekedar mengenal.


jadi penasaran?,


"Perkenalkan, dia Calon Tunangan ku Rey!,dan rencananya sebentar lagi kami akan menikah,aku membawanya kemari untuk mengenalkannya kepada mamah!"


"Wah benarkah?, syukurlah kalau begitu!,aku ikut senang mendengarnya!"


Kok kayanya yang jomblo aku doang ya,


Si Danu kira-kira udah punya pacar belum,


Batin Bayu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ia yang merasa kesepian setelah menjomblo sekian lama.


"Wah benarkah Tuan Muda!,aku juga ikut senang mendengarnya!"Bayu yang ikut tersenyum Bahagia.


"Dia siapa?,apa dia kekasihmu?"Tanya sepontan Ray yang melihat perempuan duduk di samping sofa Bayu.


"Oh..,bukan!, dia rekan kerjaku, maafkan Tuan Muda!, dia memang selalu seperti itu!"menatap ke arah Siska.


"Untuk apa meminta maaf!,aku tidak salah apapun ya kan?"Ray yang menyangkal menatap Siska.


Siska hanya tersenyum menjawab perkataan Tuan Ray.


Apa hubungan Danu dengan keluarga ini,apa ia begitu dekat dengan Ray...


kenapa dunia ini begitu sempit hingga aku bertemu dengannya di rumah ini...


Wanita itu terlihat terdiam memikirkan sesuatu, wajahnya terlihat begitu pias melihat kepergian Danu.

__ADS_1


__ADS_2