Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Rajin bekerja


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat tak terasa Ayana sudah bekerja di kantor Febri cho Company City dalam waktu seminggu,


Ia sudah terbiasa sekarang mulai dari bangun pagi, masak untuk sarapan, dan langsung bersiap siap untuk berangkat ke kantornya,ini kebiasaan yang akan ia lakukan setiap hari.


Demi kehidupan dan membayar uang sewaan kontrakan ia harus bekerja lebih rajin dan giat lagi.


Turun dari ojek online pas di depan gerbang kantornya,ia langsung memasuki gerbang dan menganggukan kepalanya kepada Scurity dengan sopan yang sedang berjaga di pos Scurity nya.


"Ayana..?"


Nada yang melihat Ayana baru berangkat dan langsung saja menghampirinya, kebetulan ia juga baru saja nyampai di kantor.


"Nada, tumben kamu baru berangkat biasanya jam segini sudah standby di ruangan"


Ayana dan Nada bahkan sangat akrab kali ini, keduanya sangat kompak dan konsisten dalam melakukan pekerjaannya.


"Iya aku sengaja, kadang kala yah kalo kepagian tuh sepi ga ada teman"


Nada yang merasa sepi karena biasanya ia selalu berangkat paling awal untuk mengecek seluruh ruangan kantor, otomatis semua kariawan belum berdatangan hanya ada beberapa dan para satpam yang sudah berada di kantor itu.


Mereka berdua yang sedang asik mengobrol sambil berjalan melewati halaman dan jalanan kantor untuk menuju ke dalam gedung kantor tersebut.


"Tin tin tin....." suara keras mobil yang baru saja klakson memecahkan pembicaraan mereka berdua.


"Awas Ayana.."


Teriak Nada yang langsung menarik Ayana karena hampir saja terserempet mobil mewah.


"Hati-hati Ayana"


Nada yang langsung berbicara kepada Ayana sambil menganggukkan kepalanya menghadap ke mobil tersebut.


"Kau tidak papa kan?"


Nada yang bertanya kembali karena melihat Ayana yang berwajah tegang.


"Tidak aku tidak papah,aku hanya kaget saja"


Ayana yang berbicara kepada Nada sambil menghadap ke arah mobil mewah yang sangat mengkilat itu dan hampir menyerempetnya tadi.


"kau tau itu mobil siapa?"


Nada sambil menatap ke arah mobil tadi yang parkir di depan gedung kantor.


Ayana menggelengkan kepalanya sambil melihat seseorang pemuda tampan berkemeja putih yang memegang jasnya turun dari mobil.


"itu mobil Presdir kita, dia Itu Tuan Muda pemilik perusahaan ini dan lelaki yang sangat Tampan itu, itu adalah bos besar kita"


Bisikkan Suara Nada yang memberi tahu kepada Ayana, sambil menunjukan jarinya ke arah Lelaki tersebut.


Namun karena posisinya yang lumayan jauh ia hanya melihat sekilas wajah Tuan Muda yang samar-samar masuk ke dalam gedung kantor di ikuti oleh beberapa pengawalnya.


Ayana benar-benar bersemangat kali ini,ia sudah sangat rajin dan baik dalam melakukan pekerjaannya.


Nada yang menjadi seniornya pun kagum kepadanya,


melihat Ayana yang berusaha keras dalam bekerja dan melakukan dengan sangat baik dan rajin, bahkan ia tidak berhenti bekerja Sebelum jam Istirahatnya datang.


"Ayana sudahlah istirahat, jangan terlalu cape dari tadi aku perhatiin kamu belum duduk sama sekali"

__ADS_1


Nada yang melihat Ayana terus bekerja dan membersikan kaca-kaca yang ada di ruangan kantor.


"bentar, tanggung Nad, sebentar lagi aku Istirahat kok"


Ayana yang begitu semangat sampai lupa akan waktu istirahatnya.


Baru kali ini aku melihat pekerja serajin dia,Ayana aku salut sama kamu..,kamu sangat rajin dan berbeda..


"iya sudah jangan lupa Istirahat Ayana aku tinggal dulu sebentar,kamu sangat rajin sekali"


Nada yang pergi meninggalkan Ayana menatap dengan senyuman kagum kepadanya, dan memberikan tanda jempol tangan atas pekerjaannya seminggu ini.


Jam makan siang datang,Ayana yang sedang duduk menyendiri di pojokan ruangan sambil menatap ponsel yang ia pegang,


makanannya pun masih tergeletak di sampingnya belum ia sentuh sama sekali.


Membalas chatingan teman-teman kampusnya yang menanyakan tentang kabarnya bagaimana sekarang, di samping itu ada rasa bahagia yang menyelimuti dirinya karena teman-teman kampusnya selalu memberinya support dan tidak sombong kepadanya walaupun keadaan yang seperti sekarang.


Ayana termasuk tipe anak yang di sukai banyak orang,selain cantik ia juga pendiam dan baik pada semua orang.


Tapi di samping itu ia juga merasa rindu yang selalu menyelimuti dirinya karena merindukan suasana kampus dan merindukan teman-temannya.


Setiap kali dia terdiam ia akan selalu teringat dengan kejadian yang menimpa hidupnya, kerinduan bersama teman-temannya dan begitulah Ayana yang tidak ingin terbengong lalu mengingat semuanya, ia ingin bekerja dan bekerja agar dia tidak terus mengingat-ingat semaunya,


Kadang dia merasa sepi dan sedih rasanya ia ingin kembali seperti dulu, namun takdir sudah berkata lain, perlahan ia relakan dan ikhlaskan atas semua yang telah menimpa dirinya, walaupun kadang masih teringat dan menangis namun ia tetap berusaha untuk tetap tegar dan bersemangat dalam melewati kehidupan yang pait ini.


"Ayana kok kamu ga makan?"


Kinar teman cleaning servis-nya yang langsung menghampirinya karena melihatnya sedang sedih dan menyendiri.


"Aku tidak lapar.."


"ada apa,apa ada masalah ayo ceritakan kepadaku mungkin jika kau menceritakannya akan mengurangi beban pikiranmu"


Kinar yang juga sedikit akrab dengannya.


"tidak papa, aku baik-baik saja Kin,aku hanya ingin menenangkan diri"


Ayana yang langsung menarik nafas panjangnya.


"iya sudahlah lah, tapi jangan lupa makan yah?" Kinar.


"Iya makasih Kinar,aku pasti akan makan"


Ayana yang langsung membuka bungkusan makanannya,tapi ia sungguh tidak berselera kali ini,kerinduan yang ia rasakan merebut rasa nafsunya menghilang begitu saja


Kinar yang masih memandangnya, bertanya tanya kepada dirinya sendiri apa yang sebenarnya ia pikirkan dan membuatnya sedih sampai tidak jadi makan siang.


"Aku mohon ceritakan kepadaku,apa yang sedang kau pikirkan aku tidak tenang jika melihatmu begini"


Kinar yang benar-benar ingin mengenal lebih dekat Ayana.


"Huuh..."


Ayana menghela nafasnya sambil mengusap air mata yang masih membasahi matanya.


"Apa kau tahu kejadian besar di tengah kota dua Minggu yang lalu"


Ayana yang mulai berbicara,dan Kinar mengingat-ingat kejadian apa yang terjadi

__ADS_1


"Ditengah kota, itu bukanya habis terjadi kecelakaan beruntun kan, yang ada beberapa orang tewas langsung di sana".


Kinar dengan kerasnya berbicara memandang Ayana dan memberikan apa yang ada di ingatannya.


"iya begitulah, begitulah yang terjadi di sana.. semua Anggota keluargaku lenyap di sana"


Ayana yang meneteskan air matanya kembali tak kuasa menahan apa yang ia rasakan sekarang, Kinar yang kaget dan terbengong menutup mulutnya, apa yang baru saja ia katakan ia merasa kasian dan sedih melihat Ayana yang menangis kembali mengingat semua kejadian itu.


"Maafkan aku Ayana!, aku tidak bermaksud untuk mengungkit kembali lukamu,aku ikut berduka cita yah,aku benar-benar tidak tahu, maafkan aku".


Kinar yang langsung memeluk Ayana dan menenangkannya,


ia benar-benar merasa kasian terhadapnya,ia juga ikut merasa sedih mendengarnya.


Suasana sudah membaik,kini saatnya semua kariawan kantor melanjutkan pekerjaannya.


Kali ini Kinar benar-benar mengikuti terus langkah Ayana, ia ingin sekali dekat dengannya.


Melakukan pekerjaan pun bersamaan, ia juga merasa bersalah karena mengingatkan lukanya kembali dan membuatnya menangis lagi.


"Ayana kamu disini,eh Kinar.. kamu di sini juga?"


Nada yang sedang mencari-cari Ayana dan kebetulan bertemu dengan Kinar yang akrab juga dengannya.


"iya kakak senior ada apa"


Kinar yang selalu mengajak bercanda setiap kali berbicara dengan Nada.


"Aku sedang mencari Ayana,.."


"Aku..?"Ayana


"iya Ayana,aku ada urusan sebentar, ini masalah keluarga jadi aku harus pergi dan pulang ke rumah sekarang, tapi aku kan ada tugas buat beresin ruangan Tuan Muda aku mohon kamu yang menggantikan aku yah,ini aku udah bikinin surat izin untuk masuk ke ruangnya"


Nada Sambil memberinya selembar kertas berisi surat izin untuk masuk ke ruangan Tuan Mudanya.


intinya ini ruangan pemilik perusahaan,jadi tidak sembarang orang boleh keluar masuk tanpa izin.


"Tapi jika aku tidak bisa gimana?"


Ayana yang langsung gemetaran mendengar kata Tuan muda.


"kamu bisa kok Ayana,hanya kamu harapanku kali ini... Kinar tidak akan mau jika aku memberi tugas ini"


Nada yang langsung hafal dengan sifat Kinar,Kinar pun langsung tersenyum mendengarnya, sedangkan Ayana mencoba untuk mengiyakan perintahkan-nya.


"Kamu pasti bisa Ayana,hanya bersih-bersih dan beres-beres seperti biasanya, namun harus berhati-hati dalam melakukan pekerjaan ini, itu saja pesanku berhati-hatilah dan jangan sampai melakukan kesalahan"


Nada langsung meninggalkan mereka berdua setelah mendapat persetujuan dari Ayana,


"Ayana...tenang saja, jangan tegang, yang penting kamu harus berhati-hati yah" Kinar.


"iya, tapi kenapa kamu tidak mau"


Ayana yang penasaran dengan sikap Kinar


"Aku hanya takut dan Grogi saja, apalagi ini ruangan pemilik perusahaan,Aku yakin kamu pasti bisa".


Kinar yang memberinya semangat agar mau melakukan pekerjaan ini.

__ADS_1


__ADS_2