Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Jalan-jalan 2


__ADS_3

Setelah selesai dengan Urusan makanya, Tuan Muda langsung menggandeng Ayana untuk keluar dari restoran,ia sama sekali tidak mempermasalahkan soal Kejadian di restoran tadi.


Tampak wajah salah satu pelayan yang pias dan sedikit menjauh karena takut, Namun Ayana senantiasa memberikan senyuman manisnya yang ia tebarkan ke pada para pelayan.


"Bersyukurlah kamu, untung Nona muda sangat baik,jika tidak...mungkin kamu sudah di pecat dari restoran ini, sebenarnya aku sangat takut tadi melihatnya, tapi aku langsung lega mendengar perkataan Nona muda!"


Kata salah satu pelayan yang melihat kejadian tadi dengan pelayan yang bersangkutan setelah melihat Nona muda dan Tuan mudanya pergi.


"Iya aku juga sangat bersyukur, selain cantik, Nona itu sangat baik,aku jadi bersyukur banget,aku sudah sangat takut dengan kemarahan Tuan Muda tadi,tapi syukurlah hal baik masih mengintari ku" Pelayan itu merasa lega dan sangat bersyukur.


****


"Sebaiknya kita pergi ke butik!,kau harus ganti baju, sekalian kita beli-beli baju di sana"


"Tapi kenapa harus ke butik? kenapa gak ke toko biasa saja?"Ayana tipe orang yang sederhana dan tidak suka menghambur-hamburkan uang.


aku ajak ke butik, bukannya dia senang malah menawar...


"Bukannya di butik itu lebih bagus"


"Iya sih tapi kan mahal,aku hanya tidak ingin merepotkan anda!"


"Ayana?" Tuan muda yang tampak kesal.


"Jangan bilang seperti itu!,aku ini suamimu... kenapa kau selalu bersikap seperti itu!"Entah kanapa Tuan Muda merasa sangat kesal dengan ucapan Ayana yang merasa tidak enak itu, padahal Tuan Muda adalah suaminya.


"e... maaf!, maksudku jangan berbicara seperti itu...aku ini suamimu, sudah menjadi kewajiban ku untuk menyenangkan mu!"Suaranya yang lebih terdengar lebih rendah dari yang sebelumnya.


Sejak kapan Anda mudah berbicara maaf Tuan Muda,aku rasa kewibawaan mu sedikit menurun di hadapan Ayana.


"Iya.. iya maaf!"Sahut Ayana pelan.


Tak terasa mobil sudah terparkir di parkiran butik, Tuan Muda langsung mengajak Ayana masuk ke dalam butik..,


"Selamat datang Tuan Muda,Nona,selamat memilih!"Sapa salah satu pelayan yang ada di depan pintu masuk.


Tidak ada sahutan dari keduanya, melainkan hanya anggukan kepala untuk menjawab sapaan mereka.


Menelusuri ke salah satu deretan baju yang terdapat di ujung sebelah kanan, terdapat banyak dress cantik di situ,


Rey langsung memilih salah satu baju itu dan menyuruh Ayana untuk memakainya.

__ADS_1


"Pakailah ini!, habis itu baru pilih baju yang kau mau"


"Iya..Iyah baiklah"


Ayana langsung pergi ke ruang ganti dan mengganti bajunya di sana,


kenapa baju yang ia berikan kepada ku aku selalu menyukainya, warna-warnanya juga selalu seperti selera ku, warnanya tidak terlalu cerah dan mencolok..


Batin Ayana sambil memandangi dirinya di depan cermin.


Tuan muda senantiasa menunggunya di sofa tamu, melihat penampilan Ayana yang begitu cantik membuatnya terpesona dan tidak berkedip memandangnya.


"Kau suka baju itu atau mau ganti yang lain?"


"Tidak usah..., maksudku yang ini saja!"


"Iya sudah, sekarang pilihan baju yang kau mau.."


Rey langsung menggandeng tangan Ayana dan mendekat ke arah baju yang berderet.


Ayana hanya terdiam, ia belum memilih baju-bajunya, melihat baju-baju yang begitu mewah dan banyak membuatnya bingung untuk memilih.


" Mana yang kau mau Ayana?apa kau belum memilih juga?"


"Iyah sudah, biarkan aku saja yang memilih"


"Manager kemarilah!"


Rey orang yang tidak sabaran dan tidak suka menunggu,ia langsung saja memanggil manager butik untuk mengemas baju-baju pilihannya.


"Saya beli ini semua!,dua jam lagi salah satu supir saya akan kemari mengambil baju-bajunya,ini kartu nama saya...ambilah!,saya sedang buru-buru!"


menunjuk beberapa deret baju dan menyuruh manager untuk menyiapkan semuanya sambil memberi kartu nama.


semua..?,apa dia tidak waras...


Langsung menggandeng tangan Istrinya dan segera keluar dari dalam butik.


"Tapi itu...itu terlalu banyak suamiku!"


Dia ini berbeda sekali dengan Felly, dia saja selalu minta yang banyak saat membeli baju,Tapi ini malah menawar aku jadi bingung dengannya..

__ADS_1


"Tak apa!,biar kau tidak cepat bosan istriku..!"


Langsung membawa istrinya masuk ke dalam mobil, dan menyuruhnya untuk segera duduk.


"Apa Anda ada urusan mendesak di kantor?"


Melihat suaminya yang terlihat terburu-buru membuatnya tidak sabar untuk bertanya, terlebih dengan ucapannya saat berbicara dengan manager butik tadi.


"Tidak!"


"loh.. bukanya tadi anda bilang..."


"muach...diam!, bukanya aku sudah bilang aku akan mengajakmu jalan-jalan, lihat jam berapa ini!"


Satu kecupan manisnya telah menbukam mulutnya yang terlalu banyak bicara itu, waktu yang sudah semakin sore membuat Rey terburu-buru untuk mengajaknya ke suatu tempat.


Membuat jantungnya berdegup kencang dan terdiam mengunci mulutnya.


bisakah dia berhenti untuk menciumku satu hari saja...


"Dimana tempat jalan-jalan yang kau inginkan?"


"Terserah kau saja.."


"Oke baiklah!,tapi jangan salahkan aku jika kau tidak menyukai tepatnya!"


Rey langsung mengemudi mobilnya dan putar balik memotong jalan,entah kemana ia akan pergi yang jelas hanya pikiran dan hatinya yang tahu.


memang kau akan membawaku ke mana,apa kau akan membawaku ke tempat yang menyeramkan...


Tak lama kemudian mobil terparkir di area taman alun-alun kota, terdapat baliho besar yang tertulis "Wonderful City Park", dimana tempat ini adalah wisata bermain untuk semua masyarakat yang ingin mendatanginya.


Ayana tercengang melihat tempat ini, dimana sejak dulu ia ingin sekali pergi ke tempat seperti ini, Terlalu banyak tugas sekolah dan pekerjaan kuliah membuatnya jarang untuk datang ke tempat seperti ini, bahkan mungkin bisa di hitung ia pergi ke tempat ini mungkin hanya satu atau dua kali waktu dulu bersama keluarganya,


itu pun mungkin sudah berapa tahun yang lalu, dimana dia baru menginjakkan kaki di Sekolah Dasar.


"Bagaimana tempatnya kau suka?"melihat istrinya yang masih terdiam mematung memandangi baliho dan poster besar yang ada di tempat pintu masuk taman bermain.


Aku tahu Ayana...,kau sangat menginginkan untuk pergi ke tempat seperti ini bukan, Untung saja aku menemukan buku keberuntungan itu di laci meja,jika tidak aku tidak tahu apa keinginan mu semuanya..


Waktu itu saat Ayana mabuk berat,Rey menemukan buku harian istrinya di dalam laci dekat ranjangnya.

__ADS_1


Saat itu ia ingin menyimpan gunting yang di gunakan Ayana untuk marah-marah, namun Rey menemukan buku itu dan sedikit tertarik untuk membukanya, melihat tulisan tangan Istrinya yang begitu cantik dan sebait kata yang begitu menarik membuatnya tertarik untuk menyimpannya.


Sejak saat itu Ayana memang kehilangan buku hariannya,namun ia juga lupa kapan terakhir kali ia pegang dan simpan.


__ADS_2