
Ruangan yang sangat indah dan bersinar, dengan Kilauan lampu berwarna-warni menghiasi sekitar area pesta,..
Canda dan tawa terdengar di mana-mana.
Tampak orang-orang yang bolak-balik berdatangan, datang ke acara pesta ulang tahun Nona mudanya.
Ayana sibuk menghias dirinya di dalam kamarnya, setelah memakai gaun yang diberikan oleh suaminya lewat tangan kanannya Danu,
Ia langsung bercermin melihati dirinya sendiri, menatap wajahnya sendiri, terdiam... teringat nasib yang sedang ia jalani saat ini.
Gaun ini bagus sekali, pasti harganya sangat mahal..
Sambil memutarkan tubuhnya sendiri, gaun terlihat sangat cocok dan melekat pas di tubuhnya.
Kenapa aku harus ikut pesta, sebenarnya aku merasa sangat lelah hari ini, rasanya teringin aku membaringkan badanku di atas ranjang..
Setelah selesai ber-make-up Ayana kembali duduk di tepi ranjang, terdiam dan termenung rasa lelahnya membuatnya malas bergerak malam ini..
Ibu..aku rindu, keluargaku...aku sangat merindukan kalian semua,
Membayangkan kembali tentang kebersamaan bersama keluarganya, Rasanya sangat indah dan menyenangkan jika kehidupannya kembali seperti dulu lagi..
Pesta ulang tahun ini mengingatkannya Kepada keluarganya, bagaimana dulu saat ia merayakan ulang tahun bersama keluarganya,canda,tawa dan senyum mereka masih terngiang-ngiang di kepalanya, membuatnya semakin rindu dan kembali meneteskan air mata..,
"Kapan aku akan tersenyum, menikmati keindahan dunia ini,apa nasibku akan selalu seperti ini sekarang..."
"aku benar-benar merasa sampah, aku hidup sendiri, aku kesepian,ibu... aku rindu..hiks..hiks.."Ayana yang tidak bisa menahan tangisnya.
Sedangkan di dalam kamar Tuan Mudanya, terdapat pasangan yang romantis, Tuan Muda yang sedang memeluk erat pinggang istri pertamanya, sedangkan Felly juga memeluk erat leher suaminya, keduanya bertatapan saling tersenyum satu sama lain.
"Selamat ulang tahun sayang, bahagia selalu.. muach..."ciuman manis mendarat di kening Felly.
Felly langsung merasa berbunga-bunga menerima sentuhan dari suaminya itu.
"Terimakasih sayang,kamu terlihat sangat tampan malam ini!, tapi bukan hanya malam ini saja, memang setiap hari pun kau terlihat sangat tampan, aku mencintaimu sayang... muach..."
Felly yang langsung membalas ciuman suaminya di bibir dengan senyuman manjanya, keduanya langsung saja berciuman bibir, tentunya dengan senyuman bibir manja Felly membuat Tuan Muda sendiri tergoda.
Penampilan Nona Felly malam ini sangatlah elegan, kemewahan selalu melekat di tubuhnya,ia merasa...ia adalah bidadari sendiri, paling cantik dan paling memukau malam ini seperti seorang ratu, tapi apakah Tuan Muda akan lebih terpana setelah melihat penampilan Ayana nanti,
"Sayang ayo kita keluar sekarang!,para tamu sudah berdatangan dan menunggu di bawah"
"Iya sayang baiklah"
Keduanya langsung menuju ke lift yang ada di dalam rumahnya untuk turun ke ruang bawah.
Ruang bawah sekaligus ruang utama adalah ruangan besar yang di gunakan untuk berpesta malam ini.
Tak lupa rangkulan tangan Felly yang selalu melekat di lengan suaminya, penampilan Tuan muda yang cool dan Tampan pun semakin terpancar dengan baju kemeja berlapis Jaz yang ia kenakan.
Senyuman ceria terpapar di raut wajah keduanya,sambil berjalan meninggalkan lift menuju ke tempat kerumunan pesta..
Semua orang terbelalak dan memandang keduanya yang sedang berjalan mendekati arah mereka.
"Waw.. nona Felly sangatlah cantik malam ini"..
Pujian para tamu yang melihat penampilannya yang memukau itu
****
Ayana masih terdiam di atas ranjang, masih termenung merindukan kehadiran keluarganya,rasa rindunya tiba-tiba semakin membara malam ini, hingga membuatnya benar-benar lemas dan tak berdaya..
ketukan pintu terdengar beberapa saat setelah Ayana merapikan penampilannya itu,
"thok..thok.. thok"
__ADS_1
"Iyah sebentar!"
"Nona anda sudah siap kan?,pesta ulang tahunnya akan segera di mulai Nona,saya harap Nona segera menuju keruang pesta sekarang!". Danu yang menunggu Nona barunya di depan pintu kamarnya.
"Iyah...Iyah..."Ayana mendekati pintu kamar dan langsung membukanya.
Terlihat penampilan yang sangat sempurna di mata Nona mudanya, yang melihat penampilan Danu malam ini...
wah Danu, Tampan sekali malam ini
Batin Ayana yang melihat tampilan Danu yang sangat berbeda dari yang biasanya ia lihat
wah Nona Ayana cantik sekali malam ini, bajunya terlihat sangat cocok di tubuhnya..
Danu yang juga tidak berkedip memandang Nona mudanya.
"Oh..Nona!, selamat malam!, sebaiknya anda segera bergabung ikut ke ruangan pesta!, karena pestanya akan segera di mulai!"
Danu yang berbicara sopan, menundukkan kepalanya sembari memberinya hormat kepada majikannya.
"oh.. iyah Danu.. baiklah, Terimakasih"
"sama-sama Nona"
Ayana langsung menuju ke ruangan pesta, sedangkan Danu berjalan di belakang nona mudanya.
Wah.. meriah sekali,aku belum pernah berada di tempat pesta seperti ini...
Ayana yang memberhentikan langkahnya secara tiba-tiba, membuat Danu kaget dan akan menabraknya.
waduh Nona... hampir saja aku menabrak mu..
Kenapa si Nona?, kenapa dia tiba-tiba berhenti..?.
Danu yang mencoba memperhatikan Nona mudanya dari belakang.
"Ada apa Nona?,apa anda membutuhkan sesuatu?"
"e...Danu bolehkah aku di kamar saja, aku tidak ingin berada di sini.."
"Tapi kenapa Nona?,Anda juga harus mengikuti pestanya, ini adalah perintah Tuan Muda!"
Ini pesta kalian bukan pestaku, lalu apa gunanya aku harus hadir di sini?, menyebalkan sekali lagian aku ini sendirian kan...
"iya sudah baiklah, tinggalkan aku saja Dan!,aku hanya ingin duduk di sini..."
"baiklah Nona, permisi.."
Ayana langsung menghampiri salah satu tempat duduk yang sudah tersedia di tempat pesta, keadaan pesta sangatlah ramai dan tampak wajah semua orang terlihat berseri-seri, hanya Ayana yang terlihat kusut sambil melihati orang-orang yang ada di tempat pesta itu.
Kasian Nona,dia pasti ingin mendapatkan kasih sayang dari Tuan muda.
Danu yang berjaga dari kejauhan,dia di tugaskan untuk memantau Nona Ayana,...
"Hey,apa yang sedang kau pikirkan?" Bayu yang tiba-tiba datang menghampiri Danu dan menepuk bahunya.
"Bayu!...tidak!, aku hanya sedang bertugas untuk menjaga Nona muda di sini, Lihatlah!, aku hanya tidak tega melihat Nona Ayana sendirian.."
Iya juga yah,Nona Ayana kan butuh kasih sayang juga..,Ayo Tuan muda berikan cintamu juga padanya!..
"Apa Tuan Muda yang menyuruhmu untuk menjaganya?"
"iya tentu saja siapa lagi?"
"Sudah ku duga..." Bayu yang langsung tersenyum dan duduk berhadapan dengan Danu.
__ADS_1
"Maksudmu...?"Danu yang sedikit bingung mendengar perkataan Bayu
"kau akan mengetahuinya nanti, intinya jaga Nona muda dengan baik, jangan sampai ia terluka...!"
"Oke baiklah, dengan senang hati!,Apa kau juga baru datang kemari?"
"Iya tentu saja,aku baru saja menyelesaikan proposal usaha hari ini,Jadi aku sedikit telat datang ke pesta".
"iya sudah nikmati ini!, sebaiknya kita bersulang..." Irfan yang langsung menyuguhkan segelas air Juz untuk Bayu.
"waw... thank you"
Bayu langsung menerima gelas itu dan bersulang dengan Danu.
Pembawa Acara langsung membuka inti dari acara pesta tersebut, menyuruh Nona Felly agar segera bertiup lilin.
Setelah itu di lanjutkan dengan acara pemotongan kue ulang tahun.
"huh...Ayo Nona Tiup,Tiup lilinnya!"
Sorakan orang-orang sambil bertepuk tangan.
"Sayang pejamkan matamu, mintalah sesuatu kepada yang di atas!, lalu tiup lah Lilinnya!" Rey yang langsung tersenyum berhadapan dengan Felly yang berbeda di depan meja besar isi kue ulang tahun.
"Iya sayang baiklah"
Felly langsung memejamkan matanya, berdoa,dan meniup lilinnya.
Sorakan dan tawa kebahagiaan semakin terdengar di mana..
Seseru itukah mereka semua hah..?
Ayana yang hanya bisa memandanginya dari kejauhan di tempat dimana ia duduk..
Tuan Muda ikut tertawa bahagia,tanpa sengaja ia melihat keberadaan Ayana yang sedang duduk menatap ke arah suaminya itu
Cantik sekali dia...
Tuan Muda yang tidak berhenti menatapnya.
Cih kenapa juga aku harus bertemu pandangan dengannya, menyebalkan sekali...
Ayana buru-buru memalingkan wajahnya, kerena ia sama sekali tidak ingin menatap wajah yang menyebalkan itu menurutnya.
kenapa aku ingin menatapnya terus si..
Tuan muda yang geram dengan perasaanya sendiri..
Ayana yang merasa risih, langsung saja pergi meninggalkan tempat duduknya, dan mencari tempat duduk lainnya yang lebih bersahabat dengan keadaannya sekarang.
Mau kemana dia?, kenapa juga aku memperdulikannya sekarang,..
Tuan Muda yang terus saja memandangi kepergian Ayana dari tempat duduk yang semakin menjauh meninggalkan pesta.
"Sayang?"
Tidak ada sahutan dari Rey,ia masih terhipnotis dengan pikirannya sendiri.
"Sayang...?"
"Hem..?" Rey yang tampak kaget dengan panggilan istrinya.
"Sayang kamu lagi mikirin apa si?,Ayo bantuin aku potong kuenya!"Felly yang melihat Tuan mudanya sedang melamun tadi.
"Iya sayang!, Ayo sayang kita potong kuenya sekarang!" Tuan muda yang langsung memegang tangan Felly yang sudah bersiap-siap dan memegang pisau itu.
__ADS_1
Sebenarnya dia itu kemana si?, kenapa dia terlihat meninggalkan ruangan tadi..??
Tuan muda yang merasa sedikit gelisah melihat kepergian Ayana begitu saja.