Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Perasaan seorang ibu


__ADS_3

Setelah membersihkan badan Ayana langsung merapikan rambutnya di depan cermin, mengikat rambutnya yang panjang itu dengan tali rambut yang datar dan tidak terlalu menjulang seperti biasanya.


Merasakan suasana kebosanan yang selalu ia rasakan di setiap harinya.


Kesibukannya hanya ketika ada Tuan Muda, yang sudah menjadi suaminya itu pulang kerumah,dia pasti akan selalu sibuk karena terus melayaninya dan menyiapkan semua keperluannya.


Melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar,ia juga tidak tahu akan pergi kemana, namun intinya ia hanya ingin keluar dari kamarnya saja..


Mendapati ibu mertuanya yang sedang duduk di teras Gazebo taman,


Taman yang sangat luas dan indah dengan bunga-bunga yang bermekaran di samping bangunan Gazebo yang ada di taman, membuatnya terlihat semakin indah dan sempurna.


Ayana langsung tersenyum mendekati ibu mertuanya yang tampak sedang membaca buku,


"Ibu,apa aku boleh duduk di sini?"


Ayana yang sudah mendekat dan menghampirinya.


"Eh...Ayana, kemarilah duduklah di samping ibu, justru ibu merasa senang jika kamu kemari sayang.."


"Iya Bu, aku hanya merasa bosan di dalam rumah,Ibu sedang membaca buku apah?, sepertinya serius sekali?".


Ayana yang penasaran akan buku yang di pegang ibu mertuanya itu.


"iya beginilah ibu Ayana...,kadang ibu merasa kesepian sendiri, jadi ibu mencoba menghibur diri sendiri dengan membaca sebuah Novel".


"Novel??,Ibu suka baca Novel?,aku juga suka baca Novel Bu, kadang memang membaca buku Novel itu bisa menghibur diri kita, namun aku juga sudah lama tidak membaca novel".


"Loh kenapa Ayana?"Ibu yang penasaran mendengar perkataannya.


"Kadang cerita Novel itu sangatlah indah, kadang membuat kita senyum-senyum sendiri,namun pada kenyataannya hidup kita tak seindah di dalam Novel, iya kan Bu??"


"iya Ayana,betul sekali ucapan mu!, hidup kita memang tak seindah cerita di dalam novel, tapi ibu yakin kebahagiaan akan selalu bersama kita"


"iya semoga saja ya Bu.."


kenapa aku selalu melihat ibu sendirian yah?, sebenarnya dimana ayah tuan muda?.


"Bu,apa aku boleh tahu satu hal darimu, kenapa ibu selalu merasa kesepian?" Ayana yang bertanya sambil memandangi keindahan taman,ia sendiri juga merasa sangat merasa kesepian karena kepergian semua keluarganya


"kau tahu sendiri Ayana, bagaimana sikap Rey Kepada Ibu,ibu juga tidak tau mau sampai kapan Rey akan terus bersikap seperti ini kepada ibu"


Ibu tuan muda yang langsung duduk sejajar dengan Ayana sambil memandangi pemandangan tamannya yang sangat indah itu.


"Tapi, apa ibu hanya memiliki Rey saja sebagai putra anda?" Ayana yang semakin penasaran.


"Tidak, Ibu masih memiliki satu putra lagi,tapi dia jarang pulang ke rumah karena dia sedang mengejar impiannya di luar negeri"


"oh, begitu ya Bu, maaf yah Ayana banyak tanyanya"


"iya ga papa Ayana,kau adalah menantu ibu, jadi kau berhak tau tentang keluarga ini"

__ADS_1


"Tapi Ayana, keluargamu tinggal di mana?,ibu tidak tahu yang mana keluargamu saat pesta pernikahan berlangsung, karena Rey tidak mengenalkannya Kepada ibu, sebenarnya ibu juga ingin sekali mengenal lebih dekat keluargamu?, tapi Rey benar-benar keterlaluan ia tidak mengenalkan keluargamu Kepada ibu sama sekali.." Ibu yang benar-benar merasa sedih


Jangankan mengenalkannya pada ibu,


Tuan muda menikahiku saja hanya kerena ganti rugi Bu,dia tidak perduli dengan kehidupanku...


entah aku memiliki keluarga atau tidak dia tidak akan perduli Bu,dia hanya ingin menikahiku saja untuk menjadikannya pelayannya baik jasmani maupun rohani,


Bahkan mungkin Ia menganggapku seperti sampah buku bekas yang di pungut-nya di tengah jalan, menikahi orang begitu saja tanpa mengetahui asal usulnya...


Ayana yang mendengarnya langsung terdiam dan tertunduk,


mencoba menenangkan dirinya dan menarik nafas panjang untuk menjawabnya, karena dia pasti akan sedih untuk mengatakan hal ini..


"ee...Ibu tahu..."


Ayana terdiam sejenak dan melanjutkan perkataannya kembali


" semua Anggota keluargaku sudah tidak ada di dunia ini, mereka pergi meninggalkanku karena sudah mendapat panggilan dari-Nya, mereka pergi meninggalkanku saat kecelakaan dua bulan yang lalu di tengah kota itu.."


Ibu tuan muda tercengang diam menatap wajah Ayana yang mulai berlinang air mata,dia terlihat sangat sedih sambil menceritakannya.


"kecelakaan itu....., kecelakaan yang besar itu... melenyapkan semua anggota keluargaku Bu...hiks... hiks..., bukan hanya melenyapkan semua anggota keluargaku Bu, tapi sejak saat kejadian itu..,(Ayana Terisak karena menangis)


"kehidupanku.. kehidupanku juga terasa lenyap Bu,aku merasa kalau aku sudah tidak hidup lagi,aku merasa hidupku inj sudah menghilang...hiks ...hiks...,ini hanyalah ragaku Bu, ragaku saja yang mencoba bertahan hidup dan tak tentu arah.."


Ibu tuan muda yang melihatnya menangis langsung memeluknya erat,


Apa mungkin rasa seperti ini yang di rasakan Rey,ia merasa sangat sedih waktu itu,dan tak terlupakan hingga sekarang..


"Karena Ayana rindu,..Ayana rindu Bu, Ayana sangat rindu.. hemheeem..."Masih menangis tak tahan sedih.


"Ayana juga kesepian Bu, Ayana tak punya siapa-siapa.. hemheeem..hiks..hiks...."Ayana yang semakin terisak menahan tangisnya.


"Ayana,...Ayana...pandanglah ibu!" Perintah mertuanya,


Ayana langsung memadang mata ibu mertuanya sambil menahan tangisannya yang terisak itu.


"Dengar ibu...!,dengar ibu sayang!,jangan menangis...,ibu tahu apa yang kau rasakan,kau sangat kesepian lebih dari apa yang sedang ibu rasakan sekarang!, jangan menangis Ayana!,ibu akan selalu ada untukmu, jangan merasa sendiri sayang, ibu akan selalu ada untukmu, iyah!...,.jangan menangis lagi yah!..ibu mohon!"


Ibu tuan muda yang berbicara serius menatapnya sambil menghapus air mata Ayana yang sudah mengguyur membasahi pipinya itu.


Ayana langsung terdiam, mencoba menghentikan tangisnya,dan menganggukkan kepalanya mendengar perkataan ibu mertuanya.


"Dengarlah sayang..!,selama ini kau sangat bersikap baik kepada ibu,ibu berjanji! ibu bukan hanya menganggapmu sebagai menantu ibu, tapi ibu akan selalu menganggapmu sebagai putri ibu,dan panggillah aku Mamah!,Jika kau menyetujui kalau kau mau menjadi putri ibu!".


Ibu tuan muda yang masih terus menenangkannya dan memeluknya kembali.


Ayana pun menganggukan kepalanya,..


"iya Mah...,Mamah.."

__ADS_1


Ayana yang sangat merindukan pelukan kasih sayang dari mamahnya ini, langsung menangis kembali mengingat pelukan mamahnya yang sangat ia rindukan, pelukan ibunya tuan muda saat ini membuatnya merasa nyaman dan mengingat pelukan mamah kandungnya yang sering ia rasakan.


"Sudahlah sayang, jangan menangis lagi, sebaiknya kamu ikut mamah sekarang!"


Ibu tuan muda langsung berdiri menggandeng tangan Ayana untuk mengajaknya pergi berkeliling jalan-jalan menyelusuri teman.


***"*


Felly yang sudah berpenampilan cantik dan menarik seperti biasanya keluar dari dalam rumahnya,


Ia memanggil salah satu supirnya untuk mengantarnya pergi jalan-jalan bertemu dengan temen-temennya di luaran sana.


Tak sengaja ia berpapasan dengan ibu mertuanya yang sedang bergandengan tangan dengan Ayana, melirik tajam keduanya sambil melihat tangan kedua orang ini yang sedang bergandengan.


Cih,apa apaan...kedua wanita ini, mereka sedang kesepian mencari kebahagiaan ya?,sehingga bergandengan tangan segala...


Felly yang bertemu ibu mertuanya sama sekali tidak menyapanya,apa lagi menunjukan rasa hormat sama sekali tidak,ia bersikap sangat angkuh dan berkuasa sambil melanjutkan jalannya kembali..


"Felly!"


Panggilan ibu mertuanya yang membuat Felly menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah ibu mertuanya.


"Iya ada apa Bu?"


muka sinis yang selalu ia tunjukkan kepada ibu mertuanya.


"Kau mau kemana?,apa kau akan selalu pergi ber-foya-foya dan mengabiskan uang putraku?" Ibu mertuanya yang sudah semakin kesal melihat tingkahnya sehari-hari


*Cih berani sekali ibu tua ini berbicara seperti ini kepadaku,dia pikir dia siapa hah..


lagian putramu kan banyak uang, lalu buat apa aku harus hidup susah, lebih baik aku hidup bersenang-senang kan*..


Felly langsung tersenyum mendengar perkataan ibu mertuanya dan langsung menjawabnya.


"Bu,denger yah!,ibu ga usah urusin urusan Felly deh!, lebih baik ibu sekarang tuh fokus bagaimana caranya mendapatkan hati putra Ibu dulu, setelah itu baru boleh berkomentar kepadaku,ibu mengerti!"


"Felly.."Ibu yang berteriak semakin kesal kepada menantu pertamanya, mendengar perkataannya yang terdengar semakin keterlaluan setiap harinya.


"Apa lagi si Bu?,apa ibu tidak dengar apa yang aku katakan?, belajarlah menjadi ibu yang baik untuk putra ibu!, sebelum menjadi ibu mertua yang baik untuk Felly, he'h ibu mengerti..?"


Felly yang langsung pergi meninggalkan keduanya setelah mengatakan hal serendah ini kepada ibu mertuanya.


"Felly kau benar benar-benar...Ket.."


Ibu tuan muda yang sangat marah langsung terdiam melihat Ayana yang langsung memegang tangannya erat,menghentikan emosinya yang hampir melunjak.


"jangan Mah, Jangan layani dia, karena ini akan membuat hati mamah semakin sakit dan terluka, aku yakin suatu saat nanti mamah pasti bisa mendapatkan hati putra mamah kembali, percayalah Mah, percayalah kepada Ayana!"


"iya sayang, baiklah" Ibu Tuan muda langsung tersenyum mendengar perkataan Ayana.


Ayana menenangkan hati ibu mertuanya,ia juga merasa sakit dan terluka mendengar perkataan Felly Kepada ibu mertuanya yang semena-mena itu.

__ADS_1


Mereka berdua langsung melanjutkan langkahnya untuk pergi menelusuri area keindahan taman sekitar, untuk menghirup udara segar yang luas dan bebas, mungkin hal ini dapat menghilangkan pikiran kacau yang ada di kepala keduanya.


__ADS_2