
Dengan lemas Ayana langsung masuk ke dalam kamarnya, merasakan lelah yang begitu berasa di tubuhnya sambil menutup pintu kamar menyalakan lampunya.
Mendekat ke arah meja rias yang berada di dalam kamarnya,..
"Hah apa ini?,sepertinya ini tempat perhiasan, tapi milik siapa bagaimana bisa ada di sini?.."
Ayana yang kaget mendapati sebuah kotak berwarna merah yang ada di atas meja riasnya.
Membukanya perlahan,..
"kalung...?"
Melihat isi kalung yang berbeda di dalam kotak tersebut,
"Ini kan kalung yang tadi ada di..."
Ayana yang langsung mengingat sebuah kalung ini yang berada di toko tadi, bukankah ini kalung yang sedang di pandangnya tadi,dan mengapa bisa ada di mejanya, pikir Ayana yang sedang bingung.
"Apa tuan muda yang membelinya?..,aku memang melihat dia memperhatikanku tadi, tapi kenapa dia membelikan ku kalung dua semahal ini, untuk apa...?"
Ayana yang terbengong, mengingat dari segi sisi tuan mudanya yang galak itu, terdapat hati baik yang bisa ia lihat belakang ini....
sebenarnya bagaimana sifat tuan muda yang sebenarnya?,dia memang tidak sejahat yang aku bayangkan,...
Ayana yang langsung mengambil kalung tersebut dan memperhatikannya.
Cantik banget ini kalung',apa ini beneran untukku?,tapi aku rasa tidak mungkin....
mungkin tuan muda hanya menaruh kalungnya di sini sebentar.., nanti juga dia akan kemari dan mengambilnya untuk nona Felly...
Ayana langsung menaruh kalungnya dan menutupnya kembali di tempat.
Mengecas ponselnya dan bersiap-siap untuk membersihkan badan, langsung membuka lemari besar bajunya, begitu kagetnya dia mendapati baju-baju baru yang tertata rapi di lemarinya...
"Apa ini?..., kenapa ada banyak baju-baju baru di lemari ku?, sebenarnya ada apa si ini?,apa barang-barang ini semuanya untukku?..."
Ayana yang terdiam menatap gantungan-gantungan baju yang terlihat begitu bagus dan indah,..
*Waw Cantik-cantik sekali bajunya, ini yang tadi berjejer di dalam toko itu kan,tapi aku yakin ini bukanlah untukku..,
bagaimana mungkin tuan muda membelikannya untukku, he'h tidak masuk akal,... jangan mimpi Ayana...ini pasti buat Nona Felly, karena lemarinya mungkin sudah tidak muat karena terlalu banyak baju disana,jadi di taro sini,..ya kan* .
Ayana yang hanya melihat-lihat baju-baju tersebut dan menutup lemarinya kembali setelah mengambil baju gantinya.
Masuk ke kamar mandi dan langsung membersihkan badan...
"Sayang..lihat!, bagus gak kalung yang aku beli tadi, cocok kan jika aku yang memakainya" Felly sambil menunjukan lehernya yang sedang mencoba memakai kalung..
Kalung,apa dia sudah melihat kalungnya bagaimana ekspresinya,aku jadi penasaran..?
Rey yang menjadi terdiam saat di tanya Felly tentang perihal kalung.
"Ih.. sayang aku kan tanya kenapa kamu terdiam?" Felly yang mulai Kesal melihatnya terdiam entah apa yang ia pikirkan.
"oh, iya sayang bagus donk,semua perhiasan yang kau pake itu sangatlah cocok untukmu, tidak perlu di tanyakan dan di ragukan lagi, kau pasti sangat cocok jika memakai apapun.."
"benarkah, makasih sayang, muach.."Felly yang merasa sangat senang dan langsung mencium pipi suaminya.
"iya sudah,sini biar aku pakaikan"
kedua tangan Rey langsung mengambil kalung tersebut dan memakainya di leher istrinya.
"Kau sangat cantik.."
Ucap Rey setelah memakaikan kalungnya.
Felly langsung tersenyum manis menatap wajah suaminya yang sudah memakaikan kalung untuknya.
__ADS_1
"Sudahlah, sebaiknya kita Istirahat,ini sudah terlalu malam!.."
Rey yang langsung memeluk Felly dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang agar segera beristirahat.
Rey mencoba memejamkan matanya agar segera beristirahat, walaupun pikirannya masih berlarian kemana-mana.
"Sayang..?" Felly yang masih membuka mata, menatap Rey yang sudah memejamkan mata di sampingnya itu.
"Hem.."Jawab Rey tanpa membuka matanya.
"Sesuai dengan perjanjian kita?,kau tidak akan mencintainya kan?" Felly yang langsung bertanya kepada suaminya,
langsung saja ia keluarkan isi hatinya,ia merasa tidak tenang karena perkataan teman-teman sosialita-nya yang memberi saran kepadanya membuatnya merasa tidak enak hati belakang ini.
"Deg", jantung Rey yang terasa berhenti seketika,dan langsung berdebar mendengar perkataan istri pertamanya yang membahas perihal tentang Ayana itu.
"kenapa kau berbicara seperti itu, bukankah aku hanya mencintaimu" Rey yang langsung membuka matanya menatap tajam istri pertamanya itu.
"iya sayang,aku tahu, tapi..."
"tapi apa, kamu tidak percaya denganku sekarang?,jika tidak, kenapa kau menyuruhku menikah dengannya?" Rey yang mulai merasa kesal
"Iya sayang aku percaya,maaf..!,ini semua kan demi impian kita" Felly yang langsung memeluk suaminya yang sudah terlihat kesal dengan erat, yang terbaring di sampingnya itu
kenapa aku merasa kesal, kenapa aku merasa kesal ketika Felly mengatakan kalau aku tidak boleh mencintainya,
Ada apa denganku,aku tidak boleh mencintainya,ya aku memang tidak mencintainya..., tapi ada apa dengan diriku,apa aku mulai jatuh cinta denganya....
tidak mungkin,ini tidak boleh terjadi...
Rey yang masih terdiam di pelukan Felly.
"Sudahlah,ayo sebaiknya kita Istirahat ini sudah malam sayang!"
Rey yang memeluknya kembali dengan erat agar keduanya segera tertidur.
Berdiri dari ranjangnya, pergi meninggalkan kamarnya dan langsung menuju ke kamar Ayana.
Mendapati Ayana yang sudah tertidur pulas, sambil memeluk bantal guling-nya, rambutnya yang panjang itu membuatnya terlihat cantik saat ia semakin di pandang,
bibirnya yang tipis terlihat merona berwarna merah muda dan semakin menggoda dengan sebuah titik tahi lalat yang ada di bawah bibirnya.
Membuat tuan muda menelan ludah karena menatapnya terlalu lama.
Apa yang aku lakukan, kenapa aku jadi ingat melihatnya terus-menerus.
Rey yang langsung mengontrol dirinya dan mencoba menahan hasratnya untuk pergi meninggalkannya...
"jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendiri..."
Suara pelan yang di lantunkan dari mulut Ayana yang membuatnya menghentikan langkah,dan nampak wajah Ayana yang sedang menyengkrut karena terbawa mimpi, mungkin dia sedang merasa takut, begitulah yang dipikirkan Reyhano dan langsung mendekat duduk di sampingnya di atas ranjang.
Sebenarnya apa yang selalu ia mimpikan, kenapa dia terlihat tidak tenang saat tertidur.?..
Menatapnya semakin dekat, membuat jantungnya semakin berdebar,ia merasakan getaran aneh yang ada di dalam hatinya.
Ayana yang merasakan ada Kehadiran seseorang di dekatnya, membuatnya terbangun dari tidurnya.
"E'..Tuan Muda, kenapa anda ada di sini?"
Ayana kaget,langsung menyengkrut menatap wajahnya yang sudah sejak tadi menatapnya lekat terlebih dahulu.
"Kau bertanya?,apa kau lupa dengan kewajiban mu?, seharusnya aku yang bertanya!, kenapa kau brisik sekali ketika kau sedang tidur?"
"e'...aku...?, aku tuan muda?.."
Ayana yang merasa bingung.
__ADS_1
Apa aku berteriak-teriak saat tidur karena terbawa mimpi, membuatnya kemari dan menemuiku...
Tapi apakah aku separah itu, saat me-ngigo
Apa dia sudah berada di kamarku sangat lama?
"iyah apa kau tidak bisa tidur dengan tenang?"
Tuan Muda yang semakin mendekat ke arahnya.
"Aku...,maaf tuan muda, aku minta maaf!, mungkin aku terbawa mimpi, maafkan aku karena mengganggumu.."
Ayana yang semakin menyengkrut menghindarinya.
Gila.. kenapa dia semakin mendekat?,dia mau apa lagi si..,
"memaafkanmu bisa saja',asal kau melayaniku dengan baik malam ini!"
Rey yang langsung mencium bibir Ayana dengan lembut dan perlahan, bahkan ia menyingkirkan benda-benda yang menggangu aktivitasnya seperti bantal-bantal di atas ranjang dan melemparkannya begitu saja ke lantai.
dia kenapa?, kenapa dia melakukan selembut ini kepadaku...
gila,.. bagaimana bisa aku menikmati sentuhannya, dasar menjijikan...
Ayana yang langsung tersadar dan mencoba menggerak-gerakkan tubuhnya agar terlepas dari ciumannya.
"Apa kau tidak ingin melayaniku malam ini?" Tatapan Sengit yang langsung tertuju di mata Ayana.
Ayana hanya mengalihkan pandangan tidak bisa menjawabnya, namun tidak bisa menolak permintaannya juga, karena di dalam surat perjanjian tertera bahwa ia harus melayaninya dengan baik dan sepenuh hati.
Ayana masih terdiam,walaupun diam tidak menatapnya,ia tetap berusaha melayaninya,..
membuka bajunya sendiri, seperti orang bodoh yang tidak mempunyai pikiran,
seolah-olah malam ini,ia menyerahkan jiwa dan raganya kepada lelaki di hadapannya itu.
Gila, aku harus melayaninya sekarang, lihat begitu penuturnya diriku, sampai-sampai aku membuka bajuku sendiri di hadapannya...
Ayana tembok saja berkata, dimana kehormatan mu sekarang,..
"Rupanya kau sangat hafal sekali dengan kemauanku yah?" Rey dengan cibiran bibirnya menatap Ayana.
bedebah di kasih hati,malah minta jantung,aku benar-benar ingin sekali menampar ini orang..
Ayana yang mendengar perkataannya langsung merasa kesal dan mengancing kembali bajunya, dan pergi meninggalkannya.
"kau mau kemana?" Rey yang langsung menahan tangan Ayana yang akan pergi meninggalkannya.
"lanjutkan!, apa kemauan mu itu"
Rey yang langsung menarik tangannya dan menidurinya di atas ranjang.
manusia gila, kemauanku dia bilang, bukankah dia yang memintaku untuk melayaninya.
Hal itu pun terjadi kepada mereka berdua, entah apa yang mereka berdua rasakan, intinya keduanya melakukan apa yang harus ia lakukan.
Entah kenapa Rey merasa begitu puas malam ini,
"bersihkan dirimu! dan pakailah kalung yang sudah aku berikan!, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, karena kau juga istriku sekarang,jadi aku harus bersikap adil, selama kau menjadi istriku,kau mengerti!"
kalung,ohh jadi itu beneran untukku..
"Iyah..." Ayana yang masih menundukkan kepalanya tidak berani menatapnya.
Rey yang sudah merasa puas itu pergi meninggalkannya, sambil tersenyum senang entah apa yang sedang ia pikirkan.
manusia gila!, kenapa dia selalu menyuruhku melayaninya setiap hari!,dan kau beraninya kau memberikan tubuhmu sendiri kepadanya...
__ADS_1
Ayana yang langsung bergegas menuju ke kamar mandi walaupun mereka kesal.