
"Jadi kau yang melunasi hutang-hutang keluargaku?,dan mendapatkan rumah ini?"
Ayana,semakin berderaian air mata menatap Rey karena begitu terharu atas kejutan ini.
"Jangan menangis,aku tidak suka melihatmu menangis, Bukan aku yang melunasinya tapi dirimu sendiri,ini semua atas rasa bersalahku Ayana,maafkan aku.. maafkan aku!"
memeluk istrinya dengan erat yang menangis itu.
"Hiks... hiks.." Ayana,sudah terisak di pelukan Rey.
"Maafkan aku Ayana... jangan menangis!,aku mohon!"Mengusap air mata istrinya.
Aku tahu... kau memang baik sejak awal,
sikap dingin mu selalu menunjukkan kepedulian di satu sisi...
aku dapat melihatnya... aku juga dapat merasakannya...,tapi kenapa kau senang sekali membuat aku kesal..
Mungkin jika Tuan Muda mendengar perkataanmu,maka ia akan menjawab, karena kau terlalu imut jika kau merasa kesal Ayana,Rey selalu kepikiran dan kebayang-bayang akan wajahmu yang manis itu.
"Terimakasih... terimakasih telah memberikanku tempat ini...hiks.. hiks...ini adalah kado terindah di sepanjang ulang tahun ku..,aku tidak tahu aku harus mengatakan hal apa lagi Rey... maafkan aku juga!,aku begitu marah waktu itu...aku juga mencintaimu Rey, maafkan aku....aku terlalu terbawa emosi!"
Memeluk suaminya kembali, sungguh mengejutkan bagi Rey, mendengar perkataan Ayana yang mengakui cintainya membuatnya berderai seketika.
"Ini bukan salahmu!,semua ini memang salahku,maaf... maafkan aku sayang!"
Danu yang melihat tingkah keduanya pun merasa terharu dan terseyum, melihat kedua majikannya yang sudah bersatu kembali membuatnya merasa senang dan bahagia.
Pelukan ini semakin hangat dan indah untuk yang pertama kalinya,dimana keduanya sudah saling mengakui rasa cintainya.
"Sudah jangan menangis,kamu rindu dengan rumahmu ini kan sayang?"
"Aku hanya sedih Rey,..aku kira rumahku sudah rusak dan berdebu, ataupun sudah di runtuh kan, atau lagi di beli orang lain,aku benar-benar tidak menyangka rumahku masih seperti dulu dan lebih bagus lagi..."
"Sudah.. jangan menangis!"
Rey menuntun Ayana yang tampak lemas setelah melihat semua ini,
Mungkin ia menjadi rindu keluarganya dengan adanya satu kenang-kenangan rumah yang ia miliki kembali.
Ia begitu merasa senang dan terharu,ia juga melihat bayangan-bayangan Indah bersama keluarganya dulu, membuatnya berderai saat berjalan.
Rumah ini sangatlah terasa hangat, tidak dingin seperti rumah kosong, cat rumah juga terpancar baru, namun warna tetap mengikuti yang sedia kala.
Rumahku....,
ini sangat bersih dan indah sekali...
Suamiku...aku tak menyangka di balik sikapmu yang arogan itu,kau memiliki sikap yang sangat baik hati....
Semua sudah berdiri di ruang tamu, Ayana tidak berhenti menatap sekeliling ruangan ini, membuat berderai kembali karena melihat masa-masa bayangannya dulu bersama keluarga.
Rey merangkul Ayana sambil mengelus-elus bahunya.
"Sudah jangan menangis lagi, kau membuatku ikut merasa sedih!"mengusap air mata istrinya.
Danu yang berdiri mematung pun merasa terharu dan berkaca-kaca, melihat Nona mudanya yang menangis terus.
__ADS_1
"Aku hanya tidak menyangka...hiks...hiks,aku bisa kembali ke sini dan menatap rumah ini lagi..., rumah yang...tidak pernah rela aku tinggalkan sebelumnya, namun aku juga tidak menyangka Rey..kau..kau... memberikanku hadiah sebesar ini, ini adalah hadiah terbesar di dalam hidupku... terimakasih Rey... terimakasih...!"
Pelukan tulus Ayana melekat di tubuh Rey kembali dengan sangat erat.
"Tenanglah!, maafkan aku...karena membuatmu menangis terus Ayana..."Mengelus punggung istrinya dengan halus untuk menenangkan tangisannya.
"Sudah yah!,imana kamarmu?, tunjukkan Kepadaku...aku penasaran Ayana?"
Rey mengalihkan pikiran Ayana yang terus terharu ini.
"Kamarku sangat kecil..., juga...tidak seluas kamar di rumahmu, kamarku juga jelek tidak seperti kamarmu..!"
Ayana yang sedikit malu untuk menunjukannya.
"Benarkah?,aku rasa kehidupan di sini sangat nyaman..!"
Rey menggandeng Ayana ke salah satu kamar di rumah ini, sebenarnya ia sendiri sudah tahu mana kamar Ayana, namun ia hanya pura-pura tidak tahu.
Kenapa dia menuju ke kamarku?,
aku rasa kamarku sangatlah jelek...
"Bukankah ini kamarmu?, kamarmu terlihat sangat nyaman!"Rey sambil tersenyum menghadap ke sekitar ruangan.
Ayana saja terbelalak dengan keindahan kamarnya ini, terdapat satu foto besar di situ, membuat Ayana melotot sekaligus merasa kaget.
"hah?, Kenapa ada foto kita berdua di sini?, dan kapan foto itu diambil?, bukankah kita tidak pernah berfoto sebelumnya?"
"Anak buah ku sangat banyak,mereka tahu bagaimana cara mereka memotret di saat aku berdua denganmu, tapi kau tidak pernah menyadarinya Ayana, anak buah ku itu serba bisa.....!"
"Cih sombong!,menyebalkan sekali kamu ini..., ngambil foto orang sembarangan!"
"Aku hanya mengambil foto Istriku memang tidak boleh hah...?"
mencubit pipinya sesekali.
"Boleh,tapi minta Izin dulu Sayang!"
Eh... maksudku Tuan Muda
Menutupi mulutnya sendiri menyesali perkataanya.
"Kau bilang apa tadi?,aku tidak dengar, ulangi!"Rey yang merasa senang mendengar panggilan Sayang dari Ayana tiba-tiba.
"Tidak, lupakan saja...apaan sih!"
Tersenyum manis menghindari suaminya yang sudah mendekatkan wajahnya.
"Kau bilang apa tadi Ayana?"
"Aku tidak bilang apapun,aku hanya berterimakasih padamu... karena telah memberikan semua ini, terimakasih suamiku..!"Terseyum manis yang di buat-buat karena merasa malu sendiri.
"Aku tidak butuh ucapan terimakasih, tapi berikan aku imbalan yang pantas sekarang,Ayo cium pipiku...!"
"Kau yakin hanya ciuman saja?"sambil mencibirkan bibirnya.
Rey tampak senang mendengar perkataan Ayana yang menawar.
__ADS_1
"Mau lebih!,aku mau lebih banyak nanti malam .."Tersenyum senang.
"Iya sudah pejamkan matamu sekarang!"
Ayana menyuruhnya memejam matanya untuk bersiap-siap di cium, dengan sangat senang Rey memejamkan matanya.
"Tunggu sebentar yah Sayang..!"
Perkataan Sayangnya begitu menggoda, membuat Rey terseyum sambil memejamkan matanya, menantikan ciuman dari Ayana.
Ayana segera keluar dari ruangan kamarnya dan menemui Danu yang sedang duduk di sofa
"Danu temui Tuan Muda!,dia memanggil mu ke kamar!"
Perintah Ayana dan keluar begitu saja, tentunya membuat Danu percaya dan menuruti perintahnya.
Dengan bodohnya Danu menuruti perkataan Nona mudanya dan langsung berjalan menuju ke kamar.
Tuan Muda lagi ngapain?..
kenapa dia memejamkan matanya sambil berdiri?
"Anda memanggilku Tuan Muda?"
Tanya Danu sepontan, membuat mata bulat Rey terbuka lebar.
"Kau... kenapa kau ada di sini?,dimana Ayana?"
"Nona keluar,Nona bilang anda memanggilku Tuan Muda!'
"Cih bodoh!, jadi Ayana mengerjai ku sekarang..."dengan muka kesal pergi meninggalkan ruangan kamar.
Sebenarnya mereka berdua ini sedang apa sih.. Aneh sekali..
apa mereka berdua sedang main petak umpet...
Danu menggarukan kepalanya sendiri merasa bingung dengan keduanya.
Ayana sedang berdiri menatap taman baru yang terlihat sangat indah di samping rumahnya,di penuhi dengan bunga-bunga bermekaran dan berwarna-warni.
Rey sedang berdiri menatapnya juga dari belakang,ia ikut bahagia melihat kebahagiaan di mata istrinya ini.
"Kau merasa senang?"memeluk istrinya dari belakang dan membuat Ayana kaget.
Ayana langsung tersenyum manis menghindari suaminya itu.
"Kau berani mengerjai ku sekarang?"Tanya Rey yang sudah menempelkan kepalanya di bahu Ayana.
"Tidak Suamiku...aku hanya bercanda!"Ayana semakin menyengkrut mereka geli dengan nafas suaminya yang begitu berasa di lehernya.
"Aku tidak suka!,kau membuatku kesal!"
Rey yang tampak lesu menatap wajah istrinya.
"Maaf, Sepertinya aku akan menuruti mu nanti....."
"Nanti malam ya kan?"Rey dengan semangatnya.
__ADS_1
"Nanti ya Tahun depan sayang...!."Balas Ayana dengan senyuman kemenangan, membuat wajah Rey tampak berlipat-lipat.