
Suasana di sini sedang gersang, Kedua orang ini sedang duduk bersama di ruang tamu.
Sidney Australia, iya... kehidupan mereka berdua sehari-hari disini sekarang,
Hidup Mamah Rey di sini bersama saudara kembarnya.
"Aku dengar Rey sudah menceraikan Felly mah!"
"Apah?..,Rey menceraikan Felly,tapi bagaimana bisa itu terjadi Ray, bukankah adik mu itu sangat mencintaiku wanita itu..?"
"Mamah memenang belum tahu masalahnya, intinya kebusukan Felly sudah terbongkar oleh Rey sendiri,aku merasa sangat bersyukur mah, akhirnya Rey mengetahuinya juga!,dulu aku mengira Felly itu baik sebelum mamah menceritakan semuanya, tapi dia lebih jahat dari yang aku bayangkan..!"
Ray sambil menikmati secangkir kopinya.
"Memang apa yang ia lakukanRay?, Ceritakan!,Rey baik-baik saja kan?, dia tidak emosi kan?"
Mamah Rey sangat tahu persis bagaimana keras kepalanya Reyhano, terlebih saat ia sedang emosi,dia akan membanting apapun barang yang ada di depan matanya.
"Mamah pasti tahu sendiri bagaimana sikap Rey,dia sakit berhari-hari karena di tinggal pergi Ayana karena ulah Felly mah"
"Sa.. sakit?,Rey sakit?.."
Ibu Rey sudah mengelus dadanya mengetahui anak kesayangannya sakit.
"Felly membohongi Rey mah, selama ini dia tidak mandul,melainkan dia itu minum pil dan pura-pura memberikan surat keterangan palsu dari dokter tentang kemandulannya,dia melakukan ini hanya karena tidak ingin mempunyai anak dan tidak ingin mengurusnya mah?, bukankah itu sungguh keterlaluan....?"
"Apah?..., Felly melakukan semua itu Ray?,..dia benar-benar keterlaluan, putraku pasti sangat sakit hati di permainan perasaanya olehnya...!"
Ibu Rey tampak sangat kesal mendengar semua ini,dia benar-benar tidak terima mendengarnya.
"Dengan teganya dia melakukan hal ini, bukankah Rey sangat mencintainya?,pasti Rey sangat terpukul sekarang,Lalu bagaimana Ayana, kenapa dia meninggalkan Rey sayang?"
"Ayana mengetahui semua kebenaran tentang Rey dan Felly yang hanya memanfaatkan keturunan dari Ayana mah, pernikahan yang di dasari atas jebakan tentunya ini membuat Ayana sangat marah dan pergi meninggalkan Rey!"
"Iya ampun bagaimana jadi seperti ini sih?...,lalu bagaimana dengan Rey,dia sakit kan?,apa dia baik-baik saja?, sebaiknya Mamah harus pulang, Kasian Rey!...."
"Tenang mah...Tenang!, kejadian ini sudah satu bulan yang lalu!"
"Apah?,satu bulan yang lalu?..."
"semua kondisi sudah membaik!,Ayana sudah berada di pelukan Reyhano, semua sudah baik-baik saja mah, Ayana sudah pulang ke rumah....!"
__ADS_1
"Brakkk... brakk..,kenapa kau baru bilang sekarang?, seharusnya kau bilang waktu itu!, kasian Rey kan...waktu sakit siapa yang mengurusnya coba?..."ibu tampak kesal memukul Ray dengan bukunya.
"Iy...iya iya mah maafkan aku!,aku hanya tidak ingin mamah kepikiran dan minta pulang ke sana!, sedangkan Mamah tahu sendiri, Rey belum juga memaafkan kita mah...!"
"Iya juga Ray,Ia masih marah,tapi mamah benar-benar merindukannya Ray, sudah berapa bulan mamah tidak ketemu dengan Rey, mamah rindu...!"Ibu tampak sedih menundukkan kepalanya
"Aku yakin akan ada penyelamat hubungan keluarga kita ini mah, agar bisa bersatu kembali seperti dulu!,kita kan masih punya Ayana mah, Ayana pasti akan membantu kita untuk membuat Rey mengerti bagaimana posisi kita waktu itu..!"
"Kau yakin?"
"Percayalah mah, Ayana orang yang berhati lembut dan tenang seperti air,hanya ia mampu meluluhkan hati Rey di setiap harinya, dengan rasa cintanya,Rey pasti akan sadar suatu saat nanti!"
Ray memeluk ibu kandungnya yang tampak sedih itu,
layar ponsel tampak berkedip-kedip sejak tadi, namun di hiraukan oleh mamah Rey karena sedang berbicara serius dengan Ray, posisi ponsel juga di silent, jadi tidak terlalu mengguncangkan hati Mamah Rey untuk membukanya.
"Iyah Rey..,mamah juga sangat merindukan Ayana, kira-kira lagi apa dia sekarang?, syukurlah dia mau kembali dengan Rey, hanya dia yang mampu mengerti tentang perasaan mamah selama ini, mamah kangen banget...!"
"Ada kabar baik untuk mamah tentang Ayana...!" Ray sambil mengelus rambut ibu kandungnya dengan lembut.
"Apah?... hiks..hiks.."Ibu Rey merasa sedih dengan semuanya, bercampur rasa rindu dengan masa-masa harum bersama keluarganya dulu.
"Benarkah?, Ayana sedang hamil?..cucu pertama mamah...?" ibu tampak gembira mendengar kabar baik ini.
"Iyah mah beneran!"Ray menganggukan kepalanya berkata jujur.
"Oh Ayana... mamah ingin sekali bertemu denganmu...,!"
"Tenang mah,kita pasti akan bertemu dengan mereka lagi,tenanglah jangan menangis mah...!"
Masih menangis di pelukan Rayhano, melihat ponselnya yang berkedip membuatnya penasaran dan membukanya, tanpa melepaskan pelukan putranya itu.
Ibu Rey tampak terbelalak melihat pesan itu, saking kagetnya dan begitu senang membuat tanganya bergetar hebat, melihat pesan dari putranya yang di nantikan selama ini.
Ia benar-benar tidak percaya sambil terbelalak.
"Ray...pe....pesan.. pesan ini... pesan dari Rey,ma..mamah tidak mimpi kan?"
Ibu Rey tampak terbelalak dan gemetaran begitu senang melihat pesan ini,ini terasa mimpi baginya, membuatnya terbata-bata saat berbicara.
"Pesan?...dari Rey..?"Ray tampak tidak percaya dan mengambil ponsel itu dari tangan ibunya.
__ADS_1
"Rey...?,akhirnya mah,hal yang paling kita natikan terkabulkan juga hari ini...,ini adalah kesempatan tak terduga mah, mamah beres-beres sekarang!, aku akan memesan tiket pesawat!"
"Baiklah sayang... Mamah akan siap-siap sekarang!"
"Terimakasih Ayana,kau adalah menantu terhebat mamah...aku benar-benar ingin sekali memelukmu Ayana!"Ibu tampak sangat gembira berjalan cepat menuju ke kamarnya.
Terimakasih Ayana, terimakasih adikku...kau benar-benar adik ipar yang baiknya tak terkalahkan di dunia ini..
aku tahu itu..kau benar-benar adik ipar terbaikku
Lihatlah Mamah...ia terlihat sangat senang hari ini.. terimakasih Ayana...kau telah mengembalikan senyum ibukku yang manis itu.
*****
Keberangkatan pesawat sekitar setengah jam lagi,..
Ray langsung menghidupkan mesin mobilnya untuk mengantar mamahnya ke bandara.
Tampak wajah ibu yang tampak berseri-seri menaikkan mobil Rayhano.
"Sayang kamu ikut kan?"
"Tidak mah,aku masih ada urusan di sini!, nanti aku akan menyusul jika waktunya sudah tepat!"
"Tapi kan...!"
"Tenang saja mah,Ray sudah terbiasa sendiri kan, lagian jika aku mau pulang aku pasti akan pulang!"
"Iya sudah...baiklah sayang!,kamu berhati-hatilah di sini!, jaga dirimu baik-baik!"
"Iyah....mamah juga hati-hati yah, selamat sampai tujuan, semoga Mamah selalu ada di dalam lindungan Tuhan!"
"Iya sayang Aamiin... hati-hati di sini yah!,mamah pasti akan sangat merindukanmu!"
"Iya mah pastinya!, tenanglah...!"
"Oh... iya Ray, jangan lama-lama menyendiri!, kasih kabar baik untuk mamah!, kapan kau akan menikah?,kau mau menunggu apa lagi!, bukanya semua impianmu sudah tercapai..."
"Iya mah, Rayhano tahu... intinya secepatnya mah!,aku pasti akan secepatnya mencarikan calon mantu yang baik untuk mamah...!"
Sambil tersenyum melajukan mobilnya menuju ke Bandara internasional.
__ADS_1