
Kenapa dia datang se-pagi ini, bukanya dia bilang nanti siang...
Melihat raut wajah suaminya yang kusam membuatnya tidak berani bertanya,ia hanya bisa berbicara di dalam hati karena penasaran sendiri.
Rey terus memandang Ayana yang sedang melepaskan sepatunya itu.
Aku di buta-kan karena cinta,aku tidak tahu mana yang tulus mencintai ku dan mana yang tidak, yang jelas... yang aku tahu aku hanya mencintai Felly karena aku menyukainya,
Bahkan ia tidak pernah melayaniku sepenuhnya seperti Ayana..
Ayana begitu cantik,ia juga sangat baik, tapi kenapa aku melakukan hal ini kepada Ayana dulu....
seharusnya bukan dengan cara seperti ini aku mendapatkannya...
Pandangan suaminya yang terus menatapnya, tentunya membuat Ayana merasa risih sendiri,karena ia juga bingung apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya ini.
Dari pada ia terus terdiam, ia langsung mencoba untuk pergi menaruh sepatunya di rak sepatu,namun sebelum itu, tangan Rey sudah menghalanginya untuk pergi.
"Taruh!"Ayana masih terdiam
"Taruh saja sepatunya!"
Ayana tetap terdiam namun langsung menjatuhkan sepatunya itu di lantai,
Rey langsung menarik tangan Ayana pelan menyuruhnya untuk naik ke atas ranjang.
Ayana terdiam duduk di atas ranjang karena bingung apa mau suaminya ini, Namun Tuan muda memeluk Ayana secara erat dan menidurkannya di ranjang.
Tuan muda terlihat begitu lemas,ia mencoba tidur di bekapan dada Ayana,tak ada suara yang keluar dari mulutnya, hanya tingkahnya yang aneh yang sedang ia tunjukkan ini.
Ayana menatap suaminya sekilas, melihat Rey yang terpejam tiduran di bekapannya, mungkin Rey sedang berusaha menenangkan dirinya kepada sebuah air yang mengalir begitu dingin dan lembut seperti Ayana.
eh..dia ini kenapa si?.. kenapa dia seperti ini,apa ada masalah?..
"Apa anda sakit?"Tanya Ayana pelan.
Tuan muda membuka matanya, namun ia tetap terdiam menatap wajah istrinya yang sedang bertanya itu.
Kenapa kemarahan ku selalu mereda setiap kali menatap wajahnya....
kenapa aku merasa tenang saat aku bersamanya...
Rey menatapnya lama, kemudian mempererat pelukannya ke Ayana, masih tetap mengunci mulutnya dan menenangkan dirinya kembali di bekapan dada istrinya itu.
dia ini kenapa si, kenapa dia bersikap seperti ini.....
****
"Kita ke kantor sekarang!"
Perintah Felly kepada salah satu supir yang ia temui di rumahnya,entah berapa supir yang ada di rumah itu, yang jelas Tuan Muda memiliki banyak supir,
namun yang selalu ia pakai dan percayai dalam segala hal adalah Danu, sekaligus orang kepercayaan dan ketua pengawal Rumah.
__ADS_1
"Baik Nona!"
Supir langsung menjalankan perintahnya untuk mengantar Nona mudanya ke kantor.
Wajah kesal dan terlipat di tunjukkan oleh Felly di sepanjang perjalanan,
Ia terlihat begitu murung sambil memandang ponsel yang sedang ia pegang itu.
Ada apa dengan Rey, tidak seperti biasanya ia tidak membaca pesanku...
*****
"Apa anda sakit?"Ayana,berulang-ulang tanya mebuatnya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
dia ini kenapa si,kenapa aneh sekali...
ia tidak pernah diam seperti ini sebelumnya..
"Aku hanya ingin tidur sebentar saja!"Pinta Rey pelan..,
Tidur??..ini saja baru jam sepuluh pagi...
"Iya...Iyah baiklah!"
Melihat keringat dingin yang keluar di pelipis suaminya itu membuatnya mengusapnya pelan-pelan,Rey benar-benar terdiam mungkin kali ini dia benar-benar terpukul dengan semua ini.
melihatnya terpuruk begini kenapa perasaanku jadi begini si...apa ada masalah di kantornya.
Ayana yang tiba-tiba ingin membelai kepala suaminya itu.
Pikiran Rey menjadi kemana-mana tentang Ayana,
"Apa kau tidak mau hamil untukku juga?" Rey tiba-tiba berbicara, namun masih berada di bekapannya.
"Hah..?"Ayana kaget, bercampur bingung, bagaimana bisa tiba-tiba Rey bertanya seperti ini.
"Lupakan!"Jawab Rey singkat
kenapa dia tiba-tiba membahas tentang kehamilan,apa dia sangat ingin mempunyai anak?...
Dan apa maksudnya tidak mau hamil untukku juga..?
Danu senantiasa terdiam menunggu di depan kamar hotel,ia hanya sedang memastikan tidak terjadi apa-pada pada Tuan mudanya.
Sepertinya tidak terdengar kegaduhan di dalam, apa Nona Ayana adalah pemenangnya sekarang?..
syukurlah jika Nona Ayana dapat menjadi penenang Tuan Muda sekarang
Danu memandang jam yang terus berputar mengintari waktu ke waktu,ia masih merasa tidak tenang sebelum ia bertemu dengan Nona mudanya.
Pesan masuk ke ponsel Danu.
"Pak Danu,Nona Felly sedang menuju ke kantor sekarang!"
__ADS_1
Apah...?,nona Felly sedang menuju ke kantor..
Bayu kan sedang rapat,dia pasti akan mencari kesini jika tidak menemukan Tuan Muda,
"Baiklah, suruh dia menghubungiku setelah di kantor nanti!"
pesan Danu kembali kepada anak buahnya.
Tak lama kemudian ponsel Danu benar-benar berdering, panggilan dari Nona mudanya yang sedang ia nantikan itu.
"Danu!, dimana Rey?" Felly yang tampak sewot dan geram.
"Ada perlu apa Nona mencari Tuan Muda?"Danu yang masih berbicara santai.
"Hey... beraninya kau bertanya balik sebelum kau menjawab pertanyaan ku, Jawab dulu pertanyaan ku sebelum kau berani bertanya balik !"
"Tuan Muda sedang sibuk!,dia tidak ingin di ganggu Nona, sebaiknya Nona pulang saja!"
"Apah?, beraninya kau menyuruhku pulang!,Aku ini istrinya Danu, kau bilang aku ini pengganggu, tidak sopan sekali kau ini....bla..bla...!"
Istri..?,haha... istri macam apa anda ini Nona,
istri yang tidak mau hamil dari suaminya sendiri begitu...
wah..wah sungguh aneh tapi nyata
Danu sudah tidak tahan dengan ocehan Felly lagi,ia ingin sekali mematikan telfonnya.
"Nona sudah selesai?, sebaiknya saya matikan telfonnya!"
Danu langsung mematikan telfonnya begitu saja, membuat Felly semakin memanas.
"Danu..Danu..halo?, Bedebah.. beraninya dia lancang kepadaku sekarang... sejak kapan dia lancang seperti ini.... brengsek!"
Felly yang sudah mengoceh sendiri dan berusaha menelfon Danu lagi.
Lihat kan dia tidak akan berhenti sebelum ia tahu dimana suaminya...
dia pasti akan terus menelfonku...
"Danu!, jawab pertanyaan ku!, atau aku akan memecat mu sekarang juga!"
Beraninya Nona mengancam,...
"Nona pasti tahu kan dimana Tuan Muda, Jika ia tidak di kantor!"
Tak ada jawaban lain selain ini bagi Danu, Karena bagaimana pun Felly masih Nona mudanya,ia juga tidak tahu dengan perasaan Tuan mudanya sekarang, karena Tuan muda sangat mencintai Nona Felly yang ia lihat selama ini.
Entah Tuan Muda akan memaafkan Nona Felly atau tidak, yang jelas Danu hanya tahu Tuan Muda sangat mencintai Nona Felly selama ini.
"Di Hotel?,apa dia nginep di hotel bersama Ayana beberapa malam ini hah?"
"Saya tidak tahu Nona!"Jawab Danu santai.
__ADS_1
Felly langsung mematikan Panggilan,ia merasa sangat kesal dan akan pergi menuju hotel.
Wah,wah, seperti akan terjadi badai besar pada keluarga ini...