Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Seperti Orang Asing


__ADS_3

Selesai mandi Ayana langsung bergegas ke meja makan karena ia merasa sangat lapar.


Walaupun makan sendirian dengan suasana yang sunyi,tapi ini terasa lebih tenang dan hangat bagi Ayana,


dari pada Ia harus berdampingan dengan suami galaknya yang seperti serigala itu hingga membuatnya kehilangan nafsu makan.


Melihat buku-buku yang yang berjejer di sepanjang ruangan keluarga membuatnya tergiur dan segera menghabiskan makanannya untuk mengambil buku tersebut dan membacanya.


Ia begitu penasaran apa isi buku-buku yang berjejer itu, kebetulan membaca buku adalah kegemarannya,..


"Wah... buku-buku Ryhmes Wilson Cho,Ini kan penulis buku-buku terkenal"


Ayana yang tampak gembira mendapati buku-buku itu


"Aku bahkan baru melihatnya sebanyak ini,dari mana buku-buku ini berasal?..bagaimana bisa berjejer sebanyak ini di rumah ini?....aku menemukan bukunya satu aja udah sangat senang di perpustakaan,apa lagi ini ratusan buku yang berjejer wah...ini sungguh seperti mimpi...!".


Ayana, merasa begitu senang sambil melihat satu persatu judul buku itu.


"Wah ceritanya bagus sekali..,aku benar-benar ingin sekali bertemu dengannya,aku benar-benar nge-fans dengannya!,wah sungguh aku ingin sekali memeluknya!"


Ayana yang sudah tergila-gila dengan karya-karyanya itu,


selain menyentuh hati, buku-buku dan tulisannya juga membuat orang dapat bersemangat dan tersenyum-senyum sendiri menikmati hidup.


Ayana langsung duduk di sofa keluarga sambil tertawa-tawa sendiri membaca buku-buku itu,serasa dunia ini miliknya sendiri tidak ada yang dapat mengganggunya hari ini.


Sudah membaringkan tubuhnya kesana kemari, memposisikan tubuhnya dengan benar agar lebih bersahabat saat membaca.


Menikmati dan mengikuti alur ceritanya dengan seksama.


"Ting tong...Ting tong"


Bunyi bell berulang-ulang terdengar nyaring di dalam ruangan.


Sementara bibi pelayan langsung bergegas untuk membukakan pintu.


"Siapa yang datang apa tamu penting..?"Ayana beranjak dari sofa dan sedikit penasaran dengan kedatangan seseorang itu.


Pelayan memasuki ruangan dengan membawa koper besar yang ia seret masuk ke dalam rumah.


"Siapa Bi?...,apa ada tamu yang datang?"


Ayana penasaran dengan koper itu..


"Tuan Muda.., Tuan Muda pulang Non!"


"Hah..pulang?,ini kan baru jam tiga sore, katanya dia gak akan pulang hari ini!"


Ayana yang langsung berlari menaruh buku itu dan kembali ke kamarnya untuk membenarkan diri, karena ia masih memakai baju yang menurutnya jelek, jelas Tuan Muda akan memaki dan mengejeknya setelah melihatnya nanti.


"Non..Non.."


Bibi pelayan yang belum selesai berbicara itu tidak di dengarkan oleh Ayana, karena ia sedang tergesa-gesa memasuki kamar.


"Aduh..aduh..aku harus pakai baju apa nih, padahal aku sudah senang dia tidak akan pulang hari ini, kenapa dia harus pulang si..."


Karena merasa bebas hari ini, jadi Ayana memakai baju biasa yang menurutnya enak di badan,


Ia juga sangat merindukan baju-baju lamanya, namun kedatangan Tuan Muda yang tiba-tiba itu membuatnya terburu-buru untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Setelah selesai berganti pakaian ia langsung keluar dari ruangan kamar untuk menyambut kedatangan Tuan Mudanya,


Bahkan ia sampai berlari dan tak sengaja kakinya terkilir dan menabrak seseorang di depannya.


"Aw..."lelaki itu langsung secepat kilat membekap tubuh Ayana yang hampir saja jatuh dan menatapnya lekat.


Melihat raut wajah suaminya sekilas mebuatnya segera berdiri dan membenarkan posisinya.


"Maaf.. maaf.. Tuan Muda!,aku tidak sengaja...,aku benar-benar tidak sengaja!"Ayana langsung menundukkan kepalanya.


"Apa kakimu terluka?"


Suara hangat Tuan Muda yang langsung menunduk dan mengecek keadaan kakinya yang memerah karena terkilir hingga membuat Ayana terbengong dengan tingkahnya itu.


Ia langsung menggelengkan kepalanya sambil terdiam memperhatikannya sekilas.


Ada apa dengannya kenapa dia tiba-tiba bersikap baik sekali.


Tapi pakaian yang ia pakai bukankah kemeja dan setelah Jaz melainkan kaos dan jaket kulit yang ia pakai,


tentunya ini terlihat sangat aneh, terlebih dengan kaca mata hitam yang ia cantol-kan di kaosnya itu tidak seperti Tuan muda yang biasanya.


Bukannya dia habis ada pertemuan di luar kota, kenapa dia berpenampilan seperti ini, seperti seseorang yang sedang berlibur saja..


ah terserah dia saja lah..,dia kan bos disini.. dia berpakaian apapun tidak ada yang berani berkomentar kan...


"Kenapa kamu terdiam?,apa kakimu baik-baik saja..?"


Suara Tuan muda yang benar-benar lembut terdengar di telinga Ayana tidak seperti biasanya


kenapa?,ada apa dengannya?..


"I..iyah,.aku..aku baik-baik saja Tuan Muda".


"Sini duduklah!,kakimu terlihat memerah!"


Tuan Muda menggandeng tangan Ayana dan mengajaknya langsung duduk di sofa.


"Kenapa kamu terburu-buru apa kamu membutuhkan sesuatu?"


hey... bukannya kau yang selalu minta di sambut saat pulang, tentu saja aku akan menyambut kepulangan mu dan terburu-buru tadi...


"tidak...aku..aku hanya... Aw.. sakit!"


Ayana yang merasakan sakit dari sentuhan Tuan muda yang mengurut kakinya itu.


"Diam lah!,jika di biarkan akan berbahaya!, kerena kakimu sedang terkilir hebat!" Penjelasannya dengan nada lembutnya seperti tadi.


Apa dia dokter, sehingga mengetahui segalanya...


mau sampai kapan ia akan bersikap seperti ini, nanti malam juga kambuh lagi penyakitnya...


*****


"Maaf Tuan Muda ada kabar penting!"


Danu yang sudah masuk ke kamar hotel Reyhano.


Tuan Muda yang baru saja selesai mandi langsung merapikan rambutnya di depan cermin.

__ADS_1


"Ada apa?,apa ada masalah lagi dengan proyek ini?" Rey sambil memakai kaos putih miliknya


"Tidak ada Tuan Muda!, ini masalah rumah!"


"Ada apa dengan masalah rumah?, apa terjadi sesuatu dengan Ayana?" Tuan Muda yang langsung fokus ke arah Danu menatapnya tajam.


"Bukan!, ini masalah Tuan Ray,Ia sudah kembali!"


" Ray..?,Kau sudah kehilangan akal?, jangan mengada-ada kamu!"


Tuan Muda yang tidak percaya dengan ucapan Danu.


"Maaf Tuan Muda!, silahkan cek Cctv rumah Anda,jika anda benar-benar tidak percaya!"


Danu yang memberikan iPad-nya ke Reyhano untuk mengecek rekaman Cctv-nya sendiri.


Sebenarnya Danu di berikan tugas oleh Tuan Muda untuk memantau Nona Ayana di rumah,


Namun berhubung ia kaget melihat keadatangan Tuan Rayhano yang baru saja pulang dari Luar Negeri mebuatnya panik dan gelisah.


Ia langsung terburu-buru menghampiri Tuan Mudanya untuk menyampaikan ini.


"Ray...!,bagaimana bisa dia pulang Tanpa sepengetahuanku,dan kau Danu!,apa kau benar-benar tidak mengetahui tentang ini!"


"Maafkan saya Tuan Muda,saya benar-benar tidak mengetahuinya...!"


Jika Anda saja tidak tahu, apalagi denganku tuan muda...


"Ayana!, lihat dia berpelukan denganya, kenapa kau bisa membiarkan ini semua terjadi, lihat bahkan keduanya bergandengan tangan!,apa dia tidak tahu kalau dia itu saudaraku,apa dia mengira kalau dia itu suaminya...!" Tuan Muda yang benar-benar panik.


"Maaf Tuan Muda,Nona Ayana belum tahu kalau anda memiliki kembaran, Sedangkan Anda sendiri tidak pernah memberi tahu Nona jika anda memiliki kembaran"


" Jika Nona Ayana mengira Tuan Ray adalah suaminya....mungkin itu juga bisa terjadi Tuan Muda, jika wajah Anda sama persis dengan Tuan Rayhano, hanya orang tertentu yang dapat membedakan antara Anda dan Tuan Ray!"


"Lalu apa yang harus kita lakukan!"Tuan Rey yang panik.


"Telfon istri anda dan jelaskan semuanya Tuan Muda!"


"Tidak bisa!,ponsel Ayana kebawa olehku!"


"Apa sebaiknya kita telvon rumah saja Tuan Muda!"


"Percuma!,telvon rumah ada di samping telinga Ray!,jika kita menelfon-nya maka ia yang akan menjawabnya!"


"Kenapa anda tidak memberi peringatan saja kepada Tuan Ray Tuan muda!"


"Bukankah kau tahu sendiri!...dia akan selalu menentang ku,dan lihat saja...jika dia melihatku panik dia akan semakin senang menantang ku"


"Lakukan sesuatu agar Ayana kembali ke kamarnya! sekarang!"


Tuan Muda yang semakin gelisah dan kesal melihat Ayana berpelukan dan bergandengan tangan dengan saudara kembarnya.


"iya... iya baik Tuan Muda!"


Tuan Rayhano adalah saudara kembar dari Tuan muda Reyhano, keduanya memang sangatlah mirip, bahkan mungkin yang dapat membedakannya adalah orang-orang yang terdekat dan tertentu,


Namun hubungan keduanya memang sedikit renggang dan jauh,


setelah lebih dari lima tahun lamanya Tuan Ray pergi... ini baru pertama kalinya Tuan Ray menginjakan kakinya lagi di negara ini.

__ADS_1


__ADS_2