
Mendengar posisi dan keberadaan Ayana tentunya membuat kondisi Tuan Muda sudah kembali normal dan pulih,ya walaupun masih terlihat sedikit pucat dan lemas, tapi yang jelas ia sudah bisa berjalan dan merasa sangat sehat.
Sungguh kekuatan cinta sangatlah besar dan begitu bermakna, seseorang bisa kembali pulih dan bugar dengan ketenangan cinta yang di milikinya kembali.
Ya walaupun belum pasti adanya, namun keberadaan Nona Ayana sekarang ini benar-benar membuat Reyhano merasa tenang dan lega.
Keluar dari jendela kamarnya dan menghirup udara segar untuk yang pertama kalinya,ia merasa begitu lega setelah menghilangnya Ayana kemaren,Tapi kesedihan masih tetap melekat yah, karena keduanya belum juga bersatu.
Menghubungi salah satu supirnya yang ada di rumahnya untuk segera menjemputnya ke Hotel, karena ia akan pulang ke rumah untuk bertemu Felly.
Sebenarnya Reyhano tidak ingin bertemu lagi dengan Felly, namun Tuan Muda harus tetap bertemu dengannya karena ia ingin segera menyelesaikan urusannya itu.
"Kau mau kemana Rey,kau belum terlalu pulih kan?"
Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan dirinya.
"Aku harus pulang ke rumah!,aku harus menemui Felly dan menyelesaikan semuanya,aku sudah memikirkannya dengan baik dan matang, Felly benar-benar keterlaluan,aku tidak bisa memaafkannya lagi!"
"Tapi Rey!, kondisimu kan..!"
"Diam aku sudah sehat tak usah memikirkan ku lagi!, lagian kau juga akan kembali berkerja kan?''
"Iyah aku memang harus kembali ke rumah sakit, menemui pasienku di sana!"
"Iyah sudah, selesaikan urusan kita masing-masing!,aku harus pergi sekarang!"
Sekitar satu jam berlalu akhirnya salah satu supir Tuan Muda sudah berada di depan pintu kamarnya untuk menjemput.
Rey langsung keluar ruangan meninggalkan Kevin yang sedang bersiap-siap itu.
"Pagi Tuan Muda!"Tak lupa sapaan pengawal yang terdengar di telinganya langsung terdengar saat ini keluar dari pintu.
"Kunci pintunya! setelah sahabatku keluar berangkat bekerja dan jagalah tempat ini dengan baik!"
"Baik Tuan Muda!"
Supirnya langsung mempersilahkan Rey untuk berjalan terlebih dahulu, kemudian ia mengikuti langkahnya dari belakang.
Tak ada senyuman yang ada di raut wajah Tuan muda, yang terlihat di mata supirnya adalah wajah datar nan serius yang di tunjukkan Reyhano sambil mengetik ponselnya.
Bahkan Rey tidak mengucapkan sepatah katapun di dalam mobil.
__ADS_1
Mungkin mood bicaranya telah menghilangkan karena ia akan pulang ke rumah menemui istri pertamanya itu.
Tak terasa mobil sudah berada di gerbang pintu masuk rumahnya, satpam dengan senang hati membukakkan pintu rumahnya dan menganggukkan kepalanya memberi hormat seperti biasanya.
Rey langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke lantai atas.
Bahkan sapaan para pelayan tidak di dengarkan olehnya, sepertinya ia terlihat kesal dan marah jika kembali ke rumah ini menemui wanita itu lagi.
Pintu langsung terbuka lebar, Felly yang sedang bercermin merias wajahnya langsung melihat kedatangan suaminya setelah sekian lama itu.
"Rey... akhirnya kau pulang juga?"
Felly langsung mendekat dan merangkul tangan suaminya, ia terlihat begitu senang melihat suaminya kembali pulang ke rumah.
"Jangan berani menyentuhku!"
Suara sinis Rey yang langsung muncul begitu saja, tanpa berani menatap wajah istri pertamanya ini.
oke baiklah, mungkin dia masih marah kepadaku,aku akan menuruti perkataannya, mungkin bentar lagi dia juga akan memaafkan ku kan..
Felly dengan raut wajah kecewa melepaskan rangkulan tanganya.
Felly merasa bersalah sendiri karena ia tidak bisa membayangkan Jika terus di sikapi oleh kemarahan suaminya ini.
Wajah merayu dan tingkah memohon-nya pun sudah tidak di hiraukan lagi oleh Rey, bahkan memandangnya saja tidak.
"Cukup aku tidak ingin mendengar lagi perkataan maaf darimu lagi!"
Reyhano langsung menggapai tangan Felly pelan, membuat Felly semakin kegirangan bahwa suaminya ini pasti akan memaafkan kesalahannya.
Aku tahu Rey,kau sangat mencintaiku,jadi apapun yang aku lakukan pasti kau akan memaafkan aku kan!,
Hati Felly sudah tersenyum kembali saat melihat Reyhano kembali menatapnya, terlebih melihatnya yang sudah menggapai tanganya itu.
"Aku mohon kepadamu! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!,Dan jangan meminta maaf lagi kepadaku!, karena aku sungguh tidak pernah menganggapmu hidup di Dunia ini!"
Tidak menganggap ku hidup di dunia ini,apa maksudnya itu?..
Felly jantungnya langsung berhenti seketika mendengar perkataan Reyhano yang begitu menusuk ini.
"jadi Baca ini dan tanda tangani surat pengadilan ini!, karena aku menceraikan mu sekarang juga!,kau bukan istriku lagi! kau mengerti!"
__ADS_1
Ternyata Rey menggapai tangan Felly hanya untuk memberikan surat dari pengadilan Agama, dimana surat itu adalah surat perceraian antara Rey dengan Felly, sehabis itu ia langsung melepaskan tangannya yang menyentuh tangan Felly itu.
"Rey... Rey aku mohon jangan ceraikan aku!,kau benar-benar ingin berpisah dariku... Rey, jangan lakukan ini!
Felly yang kembali memohon setelah melihat surat yang ada di genggamannya dan memohon penuh kepada Reyhano bahkan ia kembali merangkul tangan Reyhano.
"Cukup!, lepaskan!, jangan menyentuhku aku bukan suamimu lagi!"
"Tapi Rey..Rey..!"Reyhano mengibaskan tangan Felly yang masih melekat di tangannya.
"Kau tidak dengar?,aku menceraikan mu!,aku menceraikan mu!,aku menceraikan mu Felly!"
Dengan tatapan keseriusan dan kemarahan yang di tunjukkan Reyhano Kepada Felly.
"Dan pergilah Dari sini!,bawa barang-barang milik mu dari sini!, dan jangan sampai ada yang tersisa!,satu pun!"
Terlihat Rey sangat serius tanpa bisa di rayu lagi oleh Felly, kecantikannya saat ini tidak ada menarik-menariknya bagi Reyhano.
Sial,dia benar-benar menceraikan ku,aku tidak menyangka ini,
ini pasti karena Ayana,awas saja kau Ayana...
aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia nanti...
"Kau benar-benar menceraikan ku Rey!"
Tanya Felly sekali lagi Karena tidak percaya.
"Pergi dari sini sekarang! sebelum aku memanggilkan satpam untuk menyeret mu keluar!"
Rey benar-benar berdiri tegap tidak bergeming ataupun menyesali perkataanya ini, dia memang begitu sakit hati dan merasa kesalahan Felly ini tidak bisa di maafkan lagi.
Karena jika Felly mencintainya dengan tulus, maka ia pasti akan hamil untuk suaminya, tapi ini apa?,dia hanya wanita tak punya hati yang rela mempermainkan suaminya sendiri.
Ia sangat egois hanya karena ingin hidup bebas dan bersenang-senang Ia tidak ingin memiliki anak jika ini merubah tampilan modis-nya nanti.
"Baiklah!,jika ini kemauan mu!,aku akan pergi dari sini sekarang juga!"Felly melempar surat itu karena merasa kesal
"Aku beri waktu untuk mu satu jam!,kemas barang-barangmu dan pergilah dari sini!"
Reyhano langsung keluar dari kamarnya,ia sudah tidak betah berlama-lama dengan Felly di dalam kamar.
__ADS_1