
Tatapan tajam menatap ke satu arah tanpa berkedip sekalipun,
Suasana yang di penuhi dengan keheningan dan ketegangan, tidak ada yang berani berucap kata duluan kecuali seekor serigala yang sedang menancap, menatap tajam seorang dokter yang sedang berkeringat dingin itu.
"Seberapa dekat kau dengan Felly?".
Masih bersuara datar yang di keluarkan oleh Tuan Mudanya, namun tatapan kemarahan tidak berkutik sama sekali.
"Sa.. saya... sendiri tidak dekat dengan istri anda Tuan Muda!"Dokter yang merasa gemetaran sendiri mengatakannya.
"Lalu apa maksud mu melakukan hal ini?"Tanya Rey ketus.
"Me... melakukan apa Tuan Muda?"Dokter yang semakin gugup.
Sementara Danu dan para pengawal senantiasa mendengarkan tanpa berani berbicara sepatah kata pun.
Kayanya Bayu sendiri sedang meeting room menggantikan posisi Tuan Mudanya yang sedang menghadapi masalahnya itu,
sungguh berat pekerjaanmu Bayu, beginilah nasibmu jika harus menjadi sekertaris dan orang kepercayaan Tuan Muda.
" Brakk..."lemparan amplop kecil ke atas meja yang ada di tengah-tengah sofa mereka duduk.
"Tak usah pura-pura polos!, jelaskan semua ini!,apa maksud semua keterangan ini?!, bagaimana bisa isinya berbeda dari yang aku baca lima bulan yang lalu?"
Rey yang sudah bersuara tinggi menatap tajam sang Dokter, Dokter pun langsung mengambil surat itu dan membacanya.
"Sebenarnya...sa..saya hanya menuruti perkataan Nona Felly Tuan muda!"
"Tak usah bertele-tele!, apa maksud semua ini?, jelaskan!"Rey semakin meninggikan suaranya karena begitu kesal.
"Ba..ba..baik,baik Tuan Muda!"
Dokter mencoba mengambil nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya untuk menjelaskan semua kebenaran kepada Tuan mudanya ini.
"Ini semua atas perintah Nona!,Nona Felly yang menyuruhku untuk melakukan hal ini!,Nona juga yang menyuruhku untuk menyembunyikan hasil tes yang sebenarnya dan menyuruhku untuk mengeluarkan hasil tes baru yang berlawanan dengan ini Tuan Muda!"
"Apah?..,dia sengaja menyuruhmu untuk melakukan ini?"
Rey semakin memanas,bahkan terlihat ia sangat geram sambil mengepalkan tangannya.
"Iya Tuan Muda, setahu saya Nona Felly Tidak ingin hamil dan tidak ingin mempuyai anak!"
__ADS_1
"Di...di..dia tidak ingin hamil dan tidak ingin mempunyai anak dari diriku begitu?"Terlihat mata Rey yang sudah mulai memerah menahan amarahnya.
"Se...sepertinya begitu Tuan muda,Nona Felly tidak ingin mempunyai anak, makanya Nona menyuruhku untuk melakukan ini!"
"Tidak ingin mempunyai anak?,namun kondisi Rahimnya Sehat dan Subur begitu?,lalu bagaimana bisa dia melakukan ini setelah lima tahun lamanya dan tega sekali dia berbohong besar kepadaku?"
Rey semakin kesal berbicara melotot tanpa berkedip mendengar jawaban sang Dokter.
"Nona Felly mengonsumsi obat Pil KB sejak awal pernikahan dengan anda Tuan Muda!"
Felly,kau benar-benar keterlaluan...
Aku tidak menyangka kau melakukan hal sekotor ini kepadaku..
"Seberapa besar bayaran yang kau terima untuk membantu hal se-picik ini?"Rey mencengkram tanganya sendiri menahan amarah.
"Sa...sa..saya di bayar 1 Miliar Tuan Muda!"
"Satu Miliar?.."Tanya Rey kaget.
Sementara Dokter hanya menganggukkan kepalanya sambil gemetaran karena takut.
"Brakk... cetarr.. cetarr..."Semua barang-barang yang ada di atas meja terhempaskan oleh tangan Reyhano.
Membuat semua orang mengerutkan bahunya karena kaget, terlebih tidak ada yang berani menatap Reyhano yang sedang marah besar itu
"Seharusnya kau jujur saja kepada ku sejak awal!,dan kau juga seharusnya tidak memberikanku surat keterangan palsu itu kepadaku, beraninya kau memberikannya kepadaku... beraninya... beraninya Bragghh...?"Hentakan kedua tangannya yang begitu keras ke atas meja, sekali lagi mengagetkan semuanya.
"Ma...maaf..maafkan aku Tuan Muda, maafkan aku anu benar-benar bersalah...!"
Rey masih marah panjang lebar.
"dan kau tahu?, aku juga bisa membayar lima kali lipat lebih besar dari itu!,Tapi apa yang kau lakukan...?..kau bersekongkol dengan istriku hanya demi uang 1 Miliar,aku bisa membayar mu 5 miliar sekaligus,jika seandainya kau berbicara jujur kepadaku waktu itu,tapi apa?...kau juga ikut mempermainkan diriku...!, pergi dari sini!, sebelum aku memecat mu dari rumah sakit!, Sekarang!"
Rey sama sekali tidak ingin memandang dokter itu lagi.
"Maaf, maafkan saya Tuan Muda!,aku mohon maafkan saya!, jangan pecat saya dari rumah sakit, maafkan saya Tuan Muda, maafkan saya...!"
"Apa kau tidak dengar?, pergi dari sini sekarang!,Danu!.." Rey yang sudah berteriak.
Danu langsung bergegas menyuruh Dokter itu pergi dari hadapan Rey,
__ADS_1
Sepertinya Tuan Muda akan marah besar kali ini, sudah nampak jelas dari raut wajahnya yang masam nan kusam.
"Kalian semua pergi dari sini!, Sekarang!"Rey mengusir beberapa pengawalnya yang berdiri di belakangnya itu.
Semua orang pergi meninggalkan ruangan, hanya tersisa Tuan Muda yang sedang terdiam di situ.
Aku tidak menyangka, istri yang aku sayangi selama ini... tidak sudi mengandung anak dari diriku sendiri...
Felly,
"Bragghh... Duarr..."Membuang semua barang yang ada di depan matanya itu.
Felly... beraninya dia melakukan hal ini kepadaku... kenapa.. kenapa.... kenapa
"Bragghh...Duarr... Cetarr!"
Entah barang-barang apa saja yang sudah di lempar Reyhano di dalam ruangan itu,Ia begitu emosi sekaligus rasa sakit yang begitu menusuk di dalam hatinya,
Ingat sekeras apapun batu (Reyhano) akan rapuh jika di tetesi oleh lembutnya tetesan air di setiap harinya seperti (Ayana).
"Semua yang kau minta selalu aku turuti dan aku berikan!,tapi apa balasan mu Felly apa....apa... Arrgh... brengsek.... brengsek.... brengsek.... wanita picik!"
Setelah melempar semua barang-barang yang ada di depan matanya akhirnya Tuan muda jatuh tertunduk ke lantai meratapi dirinya yang telah di bohongi selama ini
Ia merasa begitu bodoh, karena mungkin ia sudah di buta-kan kata cinta waktu itu, sehingga yang di perbuat Felly selalu ia percayai.
****
"Aku yakin Tuan muda benar-benar marah,ia pasti sangat sedih, seorang Nona Felly yang di cintainya selama ini telah berbohong besar kepadanya,Aku tidak menyangka, padahal kasih sayang yang diberikan Tuan Muda kepadanya begitu besar dan tulus,tapi apa?... Nona Felly beraninya kau..."
Danu yang menggerutu di depan pintu dan merasa kesal sendiri mengingat Nona mudanya,
Bahkan Ia tidak berani masuk setelah mendengar kegaduhan yang terjadi di dalam, membuatnya mengurungkan diri untuk menghampirinya,Ia memilih menunggu sampai suasana hati majikannya tenang.
Kemudian ia duduk di kursi yang ada di ruangan itu menunggu Tuan mudanya keluar ruangan, entah sampai kapan?,
yang jelas ia akan tetap menunggunya karena merasa begitu khawatir jika Tuan Muda melakukan sesuatu yang melebihi kendalinya.
Jika seperti ini ujungnya,aku tidak yakin Tuan Muda akan memaafkan Nona Felly...
Aku yakin Tuan Muda akan mengambil tindakan tegas tentang ini, terlebih kebohongan besar yang di lakukan Nona Felly adalah sangat keterlaluan....
__ADS_1