
Balutan gaun pesta berwarna merah maroon yang melekat di tubuh Ayana terlihat sangat menawan,
Baju yang di berikan Tuan Muda semalam lewat tangan kanannya Danu dengan rasa penuh bimbang saat di pakai.
Bagaimana tidak bimbang,Ia selalu dihantui dengan ungkapan perasaan Tuan Muda yang kemaren,
sedangkan baju yang di berikan-nya itu adalah baju yang paling indah yang baru Ia lihat.
kata-kata itu seolah-oleh sudah melekat di telinganya, bahkan selalu terbayang di benaknya, bagaimana Ia mengatakannya dengan sangat serius dan lembut.
Menggelengkan kepalanya sendiri, menyadarkannya dirinya dari lamunan.
Jangan percaya Ayana, kau jangan terhasut dengan perkataanya yang manis itu..
Ayana kembali membenarkan pakaiannya, menatap gaunnya yang penuh keindahan sambil menghela nafas panjangnya keluar dari kamarnya.
" siang Nona!, Anda sudah siap?"
Danu,yang sudah menunggu di depan pintu kamarnya.
"Apa aku telat?"
Tanya Ayana,Ia juga penasaran sepertinya Danu terlihat terburu-buru juga.
Nona Ayana cantik sekali, pasti Tuan Muda akan semakin jatuh cinta nanti..
"Tidak Nona,Tapi Tuan Muda dan Nona Felly sudah menunggu di mobil"
"Hah..?"
Ayana tidak percaya, karena biasanya ia selalu yang menunggu, bukan yang di tunggu.
Keduanya bergegas menuju ke arah mobil, melihat Ayana yang memakai baju merah pemberiannya, membuatnya tidak berkedip dan matanya terus tertuju kepada Ayana sambil menatapnya lama.
Sedangkan Felly tidak terlepas dari rangkulannya,Ia bahkan duduk manis sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya memainkan ponsel.
kenapa aku baru sadar...kalau dia itu sangatlah cantik...
Kali ini Tuan Muda merasa tidak rela jika istrinya harus duduk di depan bersanding dengan Danu.
Seharusnya Ia duduk di sampingku!...
bukan di depanku seperti ini..
kenapa keadaannya yang cantik begini malah di samping Danu si...
Gak sadar yah Tuan Muda!,itu kan ada permen karet satu, yang gak mau lepas dari dirimu..!, Gimana Ayana mau nempel sedangkan ada permen karet yang selalu menghalangi hubungan kalian berdua.
Ratusan orang bahkan mungkin ribuan orang berbondong-bondong datang ke acara Pesta Sejuta Buku.
Semua orang mengantri hanya ingin mendapatkan tanda tangan ataupun ingin berfoto dengannya.
__ADS_1
Hari ini adalah hari besar bagi para Fans Rayhmes,
Karena hari inilah adalah hari dimana Ia menampakkan dirinya dan membuka jati dirinya yang sebenarnya.
Nama Rayhmes Wilson Cho ini adalah nama samaran yang ia gunakannya sebagai seorang penulis populer,
karena kegiatannya yang selalu berpergian ke luar negeri dan posisinya yang juga menjadi Notaris termahal dan terkenal,membuatnya menyembunyikan nama aslinya dari kalangan para Fans dan Netizen,
Jika tidak,maka setiap aktivitasnya pekerjaannya akan terganggu dari kejar-kejaran para Fans dan penggemarnya yang meminta foto dan tanda tangan.
Mobil sudah terparkir di parkiran gedung tempat Acara tersebut di gelar.
Rey dan Felly langsung segera turun dari dalam mobil,tak lupa dengan gaya Felly yang begitu modis dengan gaun berwarna hitam dengan lapisan kain bulu tebal yang melingkar di lehernya,
kaca mata hitam yang ia pakai juga tampak mengkilat mewarnai kesempurnaan tampilannya,dengan balutan lipstik yang berwarna merah menyala juga menambahi keindahan dan pesonanya.
Kini giliran Ayana turun dari mobil,dengan keindahan pakaian anggunnya yang berwarna merah itu justru tidak kalah cantik dari Felly,
Bahkan warna merah itu sendiri adalah warna pilihan Tuan Muda, bisa jadi ini juga bagian warna dari kesukaannya.
Penampilannya yang tidak terlalu terang menyala dan bibir mungil yang berwarna merah muda,itu saja sudah terlihat sangat menawan dan manis saat terseyum,
membuat Tuan Muda tidak berhenti meliriknya dari kejauhan.
Bulu matanya yang lentik,dengan penampilan yang tidak terlalu berlebihan itu adalah prioritasnya.
Baru melihat pemandangan luaran gedung saja sudah terlihat sangat ramai dan megah, tentunya Pesta Sejuta Buku ini pastinya akan sangat meriah.
benarkah ini gedungnya?..,wah besar sekali.. tak heran jika dia sangatlah kaya dan terkenal...
Aku begitu penasaran seperti apa orangnya..
Ayana terdiam memandangi keindahan gedung, rasanya ini adalah mimpi jika ia akan bertemu dengan Rayhmes Wilson Cho sang penulis terkenal itu yang sangat ia gemari.
"Sayang Ayo!,aku tidak sabar masuk ke dalam!"
Felly yang sudah menarik lengan suaminya untuk masuk ke dalam.
Semua orang yang melihat kehadiran-nya langsung menundukkan kepalanya memberi salam dan hormat, serta memberi jalan yang lebar untuknya masuk ke dalam gedung.
"Nona!, Ayo masuk kedalam!" Danu yang melihat Ayana malah terdiam menatap nama besar di gedung itu.
"Eh.. Iyah"Ayana berjalan di belakang Felly dan Rey.
Kapan aku berjalan dan bergandengan tangan denganya,..
Ada apa dengan Rey, kenapa mukanya begitu kusut dan terdiam saat berjalan masuk ke dalam, mungkin Ia sangat ingin berjalan dan bergandengan tangan dengan Ayana sesekali.
Bahkan tempat ini adalah tempat besar yang sukses di sponsori olehnya, nemun tidak ada wajah kebahagiaan yang tertera di wajahnya,
"Hai selamat datang Adiku,aku sangat bahagia akhirnya kau berkenan untuk datang di acara ku, Felly selamat datang di acara ku ini!"
__ADS_1
"Wah...kak, Acara ini meriah sekali, boleh aku melihat-lihat!, sayang... ."Felly, baru melepaskan rangkulan tanganya dari Rey.
"Tentu saja adikku, lihat-lihat lah sesukamu!"
"kamu lihat-lihat aja sayang!,aku harus berbicara dengan Ray sebentar!".
Semua orang terdiam melihat lelaki tampan yang begitu sama dan mirip sedang berjabat tangan tadi.
Para wartawan juga berbondong-bondong untuk memotret dan meliput berita tentang acara Pesta Sejuta Buku itu.
Sedangkan di poster besar di ruangan tersebut terpapar foto lelaki yang sama sedang tersenyum lebar salah satu dari keduanya ini.
"wajahnya begitu sama, sebenarnya yang mana yang penulisannya?, mereka sangatlah tampan,..."suara samar-samar yang terdengar di kalangan para pengunjung yang sedang berdesakan berlomba-lomba ingin melihatnya.
Sedangkan Ayana malah sibuk melihat sekitaran ruangan pesta yang begitu mewah dan megah,
Air liurnya serasa ingin menetes melihat ratusan buku yang berjejer di rak mewah berlapis kaca itu.
Gila yah... menakjubkan sekali, rasanya aku ingin sekali memeluk semua buku-buku ini,ini seperti mimpi bagiku...aku tak pernah menyangka aku menginjakkan kaki di tempat ini...
"Dimana Ayana Rey?,dia datangkan?"
Ray belum juga melihat kehadiran Ayana,ia juga penasaran bagaimana penampilannya hari ini.
Ayana?.. dimana Ayana..?, bukankah dia di belakangku tadi..
"Kenapa?, kenapa kau selalu bertanya tentang Ayana,kau benar-benar menyukainya,kau menyukai istri adikmu sendiri?" Tatapan sinis Rey Kepada kakaknya.
" Cih....Kenapa kau menatapku seperti itu Rey?,biasa saja!, aku hanya seorang kakak yang perduli kepada adik iparnya yang tidak melihatnya berjalan di samping suaminya!"
"Alasan!,Aku peringatkan padamu!, Ayana adalah milikku! jangan berani-berani merebutnya dariku!, ingatlah aku tidak akan pernah melepaskannya"
"Benarkah?,tapi aku tidak yakin kalau Ayana mencintaimu!" Ray menjawab sambil tersenyum penuh dengan percaya diri.
"Ray...!"Rey merasa begitu kesal dengan kakaknya, ia sudah mengepalkan tangannya,jika ini bukan acara besar mungkin Tuan muda sudah menghempaskan kepalan tangannya ke wajah kakaknya.
"lihat istrimu!,dia sangat cantik bukan, sepertinya cocok untuk menjadi seorang model bukuku!"
Ray memandang Ayana dengan penuh senyuman senang di hadapan Rey sendiri.
"Jangan memujinya!,dan aku peringatkan satu kali lagi jaga tatapan mu darinya, jangan melebihi batasan,kau mengerti!"
****
"Nona,mari kita kesana!,kita harus segera memberikan selamat pada Tuan Ray!"
"Selamat?, untuknya..?"
"Iya Nona, mari!"Danu mempersilahkan Nona mudanya.
Ayana agak bingung sih, namun ia mengira memberi selamat atas mengadakan acara Pesta Sejuta Buku dengan lancar.
__ADS_1
Melihat Ayana yang datang dari kejauhan untuk menghampiri keduanya, membuat keduanya sudah semakin bertatapan sengit untuk berebut menatapnya.