Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ke Kantor


__ADS_3

Jemari Rey masih sibuk mengetik keyboard leptopnya,ia terlihat sibuk menyalin beberapa file-file data dokumen yang sedang ia pegang.


Matanya sesekali melirik ponsel, mungkin ia sedang menunggu kabar dari seseorang yang sedang ia kurung di dalam hotel.


Bayu dan Danu sedang bersanding bekerja bersama di sofa ruangannya.


Pekerjaan Bayu yang hidupnya sebagai sekertaris Tuan Muda, tentunya sangatlah sibuk, ia juga sibuk membuat proposal yang harus ia selesaikan hari ini juga.


Danu juga sibuk memantau dan membimbing para Anak buahnya,


"Tuan Muda, Nona Felly sedang menuju kemari!"


"Iya baiklah!"


Tak lama pintu ruangan kantor terbuka, Felly sudah tiba tepat di depan ruangan kerja suaminya.


"Sayang.. aku kangen!"berjalan menghampiri suaminya.


Nona Felly dia datang se-pagi ini?


Bayu yang ikut heran melihatnya.


"kenapa kamu tidak pulang semalam?"


Tanya Felly manja sambil merangkul suaminya yang masih terus bekerja itu.


"Bukanya kau sudah tahu sendiri alasannya?,apa Danu tidak memberitahu?" Tanya Rey yang masih fokus ke layar leptop.


"Sudah sayang,aku tahu...aku hanya bercanda saja"


Sebenarnya alasan apa yang di berikan Danu kepada Nona Felly sehingga dia tidak mempersoalkannya lagi.


Sungguh pintar Danu!,


Begini Danu yang selalu jenius dan menjadi kepercayaan setiap kali Tuan Muda memberinya perintah.


Ia selalu memiliki akal yang sangat cerdik untuk melakukan tugasnya dengan sangat baik dan benar.


"Sayang..?"


"Hmm...?"


"Danu bilang kamu ada pertemuan untuk beberapa hari ini,Dia bilang kamu tidak akan pulang kerumah untuk beberapa malam karena menemui klien besar mu, betulkah itu sayang?"


beberapa hari... bukanya aku hanya menyuruhnya untuk memberi alasan sehari...


benar-benar anak buah yang bisa di andalkan...


"Oh iya tentu saja sayang,aku ada pertemuan klien besar dari luar Negri, dia dan aku bersepakat akan mengadakan meeting malam untuk mengatur pergerakan bisnis yang berjalan pesat ini"


"Tapi sayang,Danu juga menjanjikan ku, katanya setelah urusanmu selesai kamu akan membelikanku perhiasan, bentul kah itu?"


"hah.."Menaikkan alisnya sambil memandangi wajah Danu sebentar


Maaf Tuan Muda,jika tidak begini istri anda tidak akan diam..,


"Oh iya Tentu saja sayang...,aku akan membelikanku banyak perhiasan!..,tapi duduklah dulu aku belum selesai..?"


"oke baiklah"Felly langsung duduk di sofa bersamaan dengan Danu dan Bayu yang sedang bekerja.

__ADS_1


"Pagi Nona"Bayu dan Danu


"Iya pagi.." Langsung fokus ke arah ponsel.


******


Selesai membersihkan badan Ayana langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil baju ganti,


Baju ganti yang serba baru, yang tersedia di lemari kamar hotelnya itu.


"kenapa bajunya model begini semua,apa tidak ada yang lebih panjang dari ini?..."


Ayana berusaha mencari baju yang sesuai dengan seleranya, karena baju yang ada di dalam lemari tersebut dress pendek semua.


Dengan terpaksa ia memakai baju yang ada di dalam lemari itu seadanya, walaupun ini terlihat terlalu ketat dan melekat, namun Ayana tetap memakainya karena hanya inilah yang ia temui saat ini.


"Apa hotel ini juga miliknya?, sebenarnya seberapa kayanya dia ini?..."


Mencoba membuka jendela kamarnya,Tirai kamar yang besar mewarnai keindahan jendela besar tersebut.


Pemandangan yang terlihat dari atas kamar hotelnya tampak indah dan sempurna, posisi gedung yang ada di tengah-tengah kota memperlihatkan kesempurnaan kota yang sedang ia pandang saat ini.


"Thok.. thok...thok"Suara pintu terdengar, langkah kaki mulai memasuki ruangan kamar.


"Permisi Nona, selamat pagi, Ini sarapan untuk Anda Nona!"


seorang pelayan berseragam yang memasuki ruangannya,Ia membawa sebuah nampan yang di penuhi makanan.


Apa Tuan Muda benar-benar akan berusaha untuk membuatku mencintainya...


"Buat ku?"Ayana yang belum pernah mendapat pelayanan sebelumnya.


30 menit,ada waktunya segala?..


"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini?"


"Siapa lagi Nona kalau bukan Tuan Muda!"


Tentu saja dia, siapa lagi ..


"baiklah, Terimakasih"


"Sama-sama Nona, Permisi!"


Ayana mendekati sajian sarapannya, terlihat menu-menu makanan yang sangat enak yang di sediakan oleh pelayan tadi.


Ia mulai menyentuhnya, walaupun nafsu makannya sudah berkurang namun ia mencoba makan sedikit untuk mengganjal perutnya.


kunyahan demi kunyahan masuk ke dalam perutnya, Ayana terdiam mengingat semua perkataan suaminya yang sedang menghantui pikirannya itu.


Aku harus bagaimana?,aku harus bersikap seperti apa..


apa aku harus bersikap baik untuk membantu kakak?,


Melanjutkan suapannya lagi,


Entah kenapa baru sedikit suapan ia sudah merasa kenyang.


*sebaiknya aku melihat dulu seberapa tulus Tuan Muda mencintaiku....

__ADS_1


Aku juga akan melihat dari hal nyata ini.... apa dia benar-benar berusaha agar aku mencintainya atau tidak*..


*****


Rey mengambil ponsel yang ada di samping mouse-nya,ia mencoba bertanya tentang istri yang sedang ia kurung itu.


"Bagaimana Ayana apa yang sedang ia lakukan?"Pesan Tuan Muda masuk ke layar leptop Danu.


"Nona Ayana sedang sarapan pagi, pelayan juga sudah saya atur untuk memberinya waktu 30 menit, agar Nona Ayana sendiri tidak menunda waktu makanya!"


"Bagus!,kerja yang bagus!"


"Tapi bagaimana jika Nona Felly tanya keberadaan Nona Ayana Tuan Muda?"


Danu sedang berpikir matang untuk mempersiapkan jawabannya jika Nona Felly bertanya suatu saat.


"Itu... urusanmu!" Jawab singkat Tuan Muda


Cih,aku kira dia akan memberiku sedikit saran...


Aku tidak pernah tahu bagaimana sikap Nona Felly nanti..... saat mengetahui Tuan Muda sudah jatuh cinta kepada Nona Ayana....


Danu sesekali melirik Nona muda yang ada di depannya yang sedang sibuk memainkan ponsel.


Tuan Muda mendekat ke arah mereka semua,lalu ikut duduk di sofa berdampingan dengan Felly.


"Kau belum selesai Bayu!"


"Sudah Tuan Muda, tinggal mengecek datanya kembali agar tidak ada kesalahan kedepannya.


"Sayang...kau sudah selesai?"Tanya Felly sambil menurunkan ponselnya.


"Sudah"


"Ayo kita jalan-jalan aku sudah lama tidak jalan-jalan denganmu!"


Aku rasa turuti saja Tuan Muda, lagian anak buah mu yang cerdik ini sudah memberimu waktu untuk bermalam bersama Nona Ayana beberapa malam kan...


Bayu yang sudah menganggukan kepalanya, Ia menyanggupi untuk mengantikan posisi Tuan Mudanya sementara saat ada kariawan kantor yang memerlukannya di saat Tuan Muda pergi meninggalkan lingkungan kantor.


"Oke baiklah,Ayo kita pergi sekarang!"Tuan Muda, menggandeng tangan Felly menuruti permintaannya untuk pergi jalan-jalan.


Memandang kedua majikannya yang pergi meninggalkan ruangan.


"Aku tidak tahu bagaimana Nona Felly bersikap saat mengetahui semuanya nanti!"


Bayu berbicara dengan Danu sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.


"Entahlah,ini resiko Nona Felly, dia sendiri yang menyuruh Tuan Muda untuk menikah lagi"


"Lalu bagaimana perjanjian pernikahan Tuan Muda dan Nona muda,jika akhirnya Tuan Muda jatuh cinta begini?"


"Aku tidak yakin jika Tuan Muda akan Rela mengakhirinya, Yang aku yakin adalah Tuan Muda mungkin akan menjadikan Nona Ayana sebagai istri selamanya, terlebih jika ia hamil dan memiliki anak, pasti rasa cinta dan sayang Tuan Muda akan semakin besar bukan?"


"Iya... menurutku juga begitu, lantas kapan badai besar itu akan terjadi dan datang jika Nona Felly sudah mengetahuinya!"


"Entahlah..."


Danu dan Bayu yang sedikit pusing memikirkan masalah majikannya ini.

__ADS_1


__ADS_2