Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Rey vs Ray


__ADS_3

Mobil mewah masuk ke halaman rumahnya di tengah-tengah waktu yang sudah menunjukkan pukul 3 pagi.


Tuan Muda turun langsung dari mobil tanpa meninggalkan sepatah katapun,Ia masih berwajah masam sambil membuka pintu dan meninggalkan pintu yang terbuka lebar begitu saja.


orang yang satu itu.. kenapa si?.... handphone jatuh saja di biarkan,gila karena cinta ya Tuan Muda...


Danu menggelengkan kepalanya sambil mengambil HP Tuan Muda yang jatuh di bawah jok mobil.


langkah kaki Tuan Muda langsung tertuju ke kamar Ayana, mungkin sepertinya Tuan Muda sudah lupa dengan kamarnya sendiri.


Membuka pintu pelan-pelan lalu masuk ke dalam kamar Ayana,


melihat istrinya yang terbaring di atas ranjang langsung melangkahkan kakinya pelan-pelan.


Membuka Jaz dan mencopot dasinya lalu menaruh di tempatnya,


kembali menghampiri Ayana, menatapnya dari samping ranjang dan terdiam lama sambil menaruh kedua tangannya di saku celana.


Ia benar-benar terdiam lama menatap Ayana,terlihat sekali ia sedang memikirkan sesuatu, kira-kira apa yang sedang ia pikirkan!.


Apa dia sedang terpesona melihat gaya tidur Ayana yang imut itu?, entahlah!... hanya Tuan Muda yang merasakan,lalu ia segera keluar dari kamarnya menuju ke ruangan lain.


Masuk tanpa Izin, membuka pintu kamar dengan keras dan membuat Ray yang sedang fokus ke layar komputer langsung beranjak berdiri karena kaget.


"Hey...kau!.., ohh...akhirnya kau pulang juga untuk menyambutku... sudah ku duga!"


Rey tidak menjawab,ia melirik sinis Ray dan menghempaskan tubuh langsung ke sofa.


"Tak usah banyak bicara!, kenapa kau pulang?"


"Aku... merindukan saudaraku!"


"Tak usah bercanda!,apa mau mu?"Menatap tajam Ray.


"Beginikah saudara hah?...yang selalu bertikai ketika sedang bertemu!"


"Jika tak ingin bertikai... maka jangan ketemu!"


Sebenarnya apa si yang membuat keduanya selalu bertikai?, apakah ada kejadian besar di masa lalu, ataukah ada masalah besar yang membuat keduanya renggang?..


Entahlah...


"Apa wanita cantik itu istrimu. ?"Ray yang sudah memulai kembali dengan senyuman senang di wajahnya.


"Sudah ku bilang jangan memujinya!" Rey yang sudah menatap tajam Ray dengan Kesal.


"Kau pulang se-pagi ini?,apa urusan pekerjaanmu sudah selesai..?"


Ray yang selalu berhati tenang dalam menghadapi sikap Rey yang keras dan kaku itu,..


Ia selalu berusaha mendekatkan diri dengan kembarannya agar akur kembali seperti dulu,


Namun selain berusaha untuk mendekatkan hubungannya kembali,ia juga sangat senang meledek saudara kembarnya yang seperti singa itu...,


"Tak usah mencampuri urusanku!,aku peringatkan jangan memuji istriku, apa lagi menyentuhnya!"


Ray semakin tersenyum lebar mendengar ucapan Rey yang terlalu serius itu...

__ADS_1


"Istrimu?.., istri ganti rugi itu!,apa dia mencintaimu?"


Rey langsung berkutik mendengar ucapan Ray yang sedikit menggelitik di hatinya.


"He'h tentu saja!,memang ada wanita yang tidak mencintaiku..?"


"iya...aku tahu...semua wanita memang menginginkanmu, namun karena kau kaya dan berduit,jika tidak!.. memang ada perempuan yang akan menikahi lelaki singa sepertimu!,dan satu lagi apa kau juga mencintainya?"


"Itu bukan urusanmu jika aku mencintainya atau tidak!,Ini adalah kehidupanku, jadi kau tak perlu repot-repot memikirkan hubunganku dengannya!"


"iya betul sekali ucapanmu!, lagian kau juga akan berpisah setelah dua tahun dengannya bukan, sebaiknya... aku menunggu saja setelah kau melepaskannya!"


Ray berbicara tersenyum memandang Rey sambil berdiri meninggalkan sofa menikmati secangkir kopi yang ada di tangannya.


Rey yang mendengar apa maksud perkataannya langsung panas, dan semakin kesal.


"Apa maksudmu?"


"cih..aku yakin kau pasti tahu apa maksudku!"


"Ray!,aku peringatkan kepadamu!, jangan melebihi batasan mu dan membuatku marah!"


"Aku tidak yakin dengan ucapanmu,aku juga tidak yakin dengan ancaman mu!,dari dulu juga ancaman doank kan!, dan selama ini tidak pernah kenyataan kan!"


Walaupun Rey galaknya seperti singa, namun hatinya tetap lembut seperti sutra!... percayalah, karena mungkin hatinya sedang di selimuti oleh Kejadian gelap di masa lalunya.


"Ray.!,..kau benar-benar ingin melihatku marah?"Rey yang sudah berdiri dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"Aku tidak ingin melihatmu marah!,aku hanya penasaran denganmu!,apa kalian berdua saling mencintai?"


Ray yang mendekatkan dirinya kembali dan menghampiri Rey.


Ray yang mendengarnya benar-benar tertawa terbahak-bahak, membuat Rey semakin kesal dan emosi.


"hahaha.. benarkah?,aku benar-benar tidak percaya!, adakah suami istri yang memanggil suaminya itu Tuan muda?,itu pelayan dan majikan atau bagaimana?.."


"Ray.. beraninya kau?"Rey yang sudah sangat emosi dan mencengkram erat baju kembarannya.


"kenapa kau?,apa kau akan menghajar ku?.. silahkan saja aku udah siap?,jika ini yang membuatmu puas!"


Rey langsung menghempaskan tubuh Ray untuk segera menyingkir menjauh darinya.


Bermuka masam dan terlihat marah pergi meninggalkan Ray begitu saja...


"Rey... kenapa kau pergi?"


Rey bahkan tidak mendengarkan ucapan Ray, mungkin ia terlalu kesal saat ini.


"oke baiklah!.. aku tunggu pelepasan mu!"


"Rey..Rey...mau sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini!"


Ray menggelengkan kepalanya sambil memandangi saudara kembarnya yang keluar dari ruangannya.


*****


Terdiam di dalam kamar mandi, menghadap ke arah kaca yang berada di dalam kamar mandi besarnya.

__ADS_1


menatap dirinya sendiri yang di penuhi dengan kemarahan itu, mencuci mukanya lalu mencoba menenangkan diri di depan cermin.


Setelah sedikit mereda, Tuan Muda langsung masuk ke dalam kamar mandi kacanya, menuju ke arah shower dan langsung membasahi dirinya dengan air.


Aku benar-benar tidak bisa menahan perasaanku sekarang,aku benar-benar mencintainya..


Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja..aku tidak bisa membayangkan jika dia akan pergi setelah dua tahun pernikahan ini...


Aku tidak bisa, aku benar-benar tidak bisa!


sial.. ada apa dengan perasaanku.. aku benar-benar terjebak dengan permainanku sendiri hah...


Dan Ray beraninya dia terus terang kalau dia menantikan Ayana.... tidak akan... tidak akan aku lepaskan...


Rey kembali menyiram dirinya dengan tegangan air yang begitu besar, agar kesegarannya dapat pulih kembali.


****


Selepas membersikan badan,Rey sudah memakai kaus biasa dan celana pendeknya yang biasa ia gunakan untuk tidur.


Menghampiri Ayana perlahan dan membaringkan tubuhnya di samping tubuh Ayana.


Waktu sudah semakin pagi sekitar pukul 4:16 menit, Tentunya Rey sangat mengantuk dan lelah.


Pagi datang begitu cepat, Istirahat Ayana yang sudah cukup mungkin membuatnya terbangun dari tidurnya,


Aroma wangi yang pernah ia hirup melintas di hidungnya begitu saja, membuat matanya terbuka selebar-lebarnya,


Nampak gambar merah hati besar yang ia lihat pertama kalinya membuka mata, tentu saja seseorang yang sedang memeluknya erat dan membekapnya di dada.


Entah karena kebetulan atau apapun itu, yang jelas Tuan Muda sedang memakai baju I love you dan bergambar merah hati besar saat ini sambil memeluk Ayana erat.


kenapa dia suka sekali memelukku erat begini,dia pikir tubuhnya sangat harum dan wangi hah..


suka sekali dia menjadikanku bantal guling, dasar menyebalkan..,dan apa ini?..baju lebay yang sedang ia pakai, sungguh aku tidak percaya dia mau memakai baju seperti ini..


Siapa tahu Tuan Muda memang sengaja memakai baju ini untukmu Ayana,


Agar pagi hari kau bangun langsung mendapat tulisan yang indah dari bajunya.


Tapi bagi Tuan Muda, sedangkan bagi Ayana mungkin Tuan Muda salah minum obat semalam.


Kapan dia masuk ke kamarku?, perasaan tengah malam waktu aku terbangun pun...aku masih tidur sendirian..


Ayana berusaha melepaskan pelukannya yang erat itu untuk melarikan diri.


Tuan Muda yang merasa sangat ngantuk hanya bergerak sedikit sambil mempererat pelukannya.


Entah ia sudah tertidur, atau masih pura-pura tidur, intinya jika Ayana memperhatikan raut wajah Tuan muda tadi,nampak jelas ia sedikit tersenyum sambil mempererat pelukannya, namun sayang Ayana tidak melihatnya.


Ayana langsung teringat akan pesan Bayu tadi malam..,


" Nona...,jika Tuan Muda tidur bersama anda malam ini,sebaiknya jangan di ganggu jika ia belum bangun!, karena kondisinya sedang ada masalah dan marah saat pulang!"


Tapi bukanya dia pulang dengan kondisi sangat tenang dan bersikap baik kepadaku,..


Tapi kenapa Bayu mengirim pesannya setelah Tuan muda sudah datang dua jam sebelumnya... Aneh sekali.

__ADS_1


Ayana yang masih terdiam karena berpikir di pelukan Tuan mudanya.


__ADS_2