Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Rahasia Kehamilan


__ADS_3

Ayana terbaring di ranjang rumah sakit.


Dokter sedang mengecek hasil pemeriksaannya terhadap Ayana.


Sementara Tuan Muda sedang menerima panggilan penting di luar ruangan,...


"Bagaimana urusan kantor hari ini,apa semua berjalan dengan lancar?"


"Tentu saja Tuan Muda,semuanya baik-baik saja anda tidak perlu khawatir, Sekarang Anda ada di mana Tuan Muda?"


Tanya Danu penasaran,karena posisinya juga sudah terlalu malam,ia belum mendapat kabar juga dari Tuan mudanya!.


"Aku sedang di rumah sakit, Ayana sakit..,aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengannya.. yang jelas dokter sedang memeriksanya!"


"Apa saya kesitu sekarang Tuan Muda?". Danu yang merasa khawatir terhadap kedua majikannya.


"Tidak usah Danu!,aku akan menyuruhmu kemari jika terjadi masalah!"


Dan masih banyak lagi pembahasan yang di bicarakan oleh keduanya di dalam telefon.


Sesaat kemudian Ayana pun terbangun dari pingsannya, membuka matanya perlahan dan mendapati dirinya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.


Mengingat dirinya yang muntah-muntah membuatnya bingung apa yang terjadi pada dirinya.


Tidak mungkin kan aku benar-benar keracunan...


Dokter pun datang, sambil membawa kertas hasil pemeriksaannya mendekat ke arah Ayana.


"Nona anda sudah bangun!"


"Dok.. Dokter..saya kenapa Dok?"Tanya Ayana penasaran dan sedikit panik.


"Tenang saja Nona,Anda baik-baik saja,dan selamat atas kehamilan Anda!"


"Apah?..ha..hamil?" Ayana yang tercengang.


Aku pasti sudah tidak waras,aku benar-benar lupa tidak minum pil waktu itu.... bagaimana ini... apa yang harus aku lakukan...


"Iya Nona, anda sedang hamil selama 6


Minggu, untuk itu ini kabar baik,anda bukannya keracunan,tapi Anda sedang hamil dan kehamilan Anda sehat Nona...!"


"Dok.. Dokter dimana suamiku?"Ayana yang semakin panik karena belum melihat kehadiran suaminya di sampingnya.


"Sepertinya suami anda sedang keluar sebentar Nona..!"


"Dok... aku mohon!, jangan kasih tahu kabar ini ke suamiku Dok!, Tolong... jangan beri tahu hal ini ke suamiku kalau aku sedang hamil!'


Ayana sambil memegangi tangan Dokternya dan terlihat begitu memohon, sementara Dokter merasa bingung bagaimana bisa seorang istri menyembunyikan kabar ini dari suaminya.

__ADS_1


Dokter masih terdiam ia bingung harus menjawab apa.


"Tapi ke...kenapa Nona,..?


"Dok..aku mohon demi diriku!, demi kehidupanku!,aku mohon dok... Hubunganku dengan suamiku belum jelas!,aku akan memberikan kabar ini pada saat yang tepat...., karena aku dan suamiku.........bla...bla...."


Akhirnya Ayana mencoba menceritakannya kepada sang Dokter tentang hubungan mereka berdua, Dokter pun terdiam dan berpikir setelah mendengar perkataan Ayana.


"Dok.. aku mohon!,kita sama-sama perempuan, Dokter pasti tahu perasaan aku Dok?"Ayana yang terus memohon.


"Tapi Nona... lalu alasan apa yang akan aku berikan kepada Tuan Muda?"


"Apa saja yang penting logis dan masuk akal Dok,demi diriku Dok,aku pasti akan menjaga bayiku dengan baik....!" Ayana yang terus meyakinkan Dokter.


"Baiklah Nona jika ini yang terbaik untuk Nona!"


Dokter langsung masuk kembali ke ruangan pemeriksaan.


Sementara Ayana terdiam sambil memandang langit-langit kamar rumah sakit,


"pertanda apa lagi ini ya Tuhan...,apa nasibku benar-benar akan berada di sampingnya selamanya"


Ayana yang terdiam mengingat perkataan Tuan Muda yang pernah ia dengar dan terus melekat di pikirannya.


Ayana... berikan aku seorang anak,maka aku akan menjadikanmu sebagai istri selamanya......aku tidak akan melepaskanmu....


Aku tidak merasa bahagia bukan berarti aku tidak bahagia atas kabar kehamilanku ini...


Tangan yang satu masih menempel di perutnya, sementara yang satu lagi ia tempelkan di keningnya merasa pusing sambil memejamkan matanya.


Aku akan memberitahu kabar ini jika dia benar-benar mencintaiku...


"Ayana kau sudah bangun?"Tanya Rey yang tak terasa sudah berada di dekatnya itu.


"Hah...anda ada di sini?"Ayana yang sangat kaget.


"Kenapa kau sangat kaget apa kau baik-baik saja?,kau tidak papa kan?,apa masih pusing?.."


Rey yang begitu panik mengecek sana sini suhu tubuh Ayana, mata Tuan Muda yang terlihat panik di mata Ayana terlihat tidak berbohong,ia begitu terlihat gelisah.


kenapa dia terlihat panik sekali...


Ini Tuan Muda sudah lebih tenang Ayana,kau tidak melihat bagaimana paniknya Tuan Muda saat membawamu ke rumah sakit tadi.


Dokter pun langsung keluar dari ruangan pemeriksaannya.


"Dok bagaimana keadaan istriku dok apa dia baik-baik saja?"


Dokter segera mendekat ke arah keduanya, sementara Ayana menatap dokter lekat.

__ADS_1


Baiklah Nona jika ini yang anda mau..


"Nona muda baik-baik saja Tuan Muda!, hanya saja... mungkin Nona muda salah makan dan perutnya itu memang tidak bisa makan sebarang!, untuk itu tolong di jaga pola makannya!..dan ini Vitamin untuk Nona Ayana!"


"Tapi istriku tidak keracunan kan Dok?," Rey yang masih memperjelas keadaan istrinya.


"Tidak Tuan Muda,Nona muda baik-baik saja mungkin ini hanya salah makan, karena lambungnya sedikit bermasalah jika ia terlalu banyak makanan pedas..!"jelas sang Dokter.


"Lalu bagaimana dengan pusing kepalanya Dok!"


"Mungkin ini efek mencengkram dari mual dan nyeri perutnya tadi, jadi menyebabkan pusing kepala sesaat."


Ya ampun Nona... lihat dokter bodoh ini, terpaksa harus berbohong karena membantu Anda....


"Syukurlah kalau begitu,tapi istriku benar-benar tidak papa kan Dok?"


"Tidak, Tenang saja Tuan Muda!, Istri anda butuh istirahat dan jangan sampai dia kecapean!"


"Baiklah Dok, Terimakasih atas Informasinya!"


Tapi kelihatannya Tuan Muda sangat mencintai Nona Ayana...


Batin Dokter yang dapat membaca kepanikan Tuan Muda dari raut wajah dan matanya yang sedikit memerah.


"Iyah Tuan Muda,Nona Ayana juga boleh pulang!, Jangan lupa vitaminnya di minum ya Nona..!"Dokter sambil tersenyum meninggalkan keduanya.


"Iya Dok Terimakasih!"


Hanya tersisa dua orang di dalam ruangan rawat, terdapat mata yang melekat menatap Ayana tajam,


Ayana yang melihatnya langsung berusaha menghindari tatapanya secepat mungkin, sementara Rey mendekat ke arah Ayana.


"Bukankah aku sudah bilang...aku melarangmu untuk memakan makanan jalanan yang sembarangan itu..., karena aku takut hal ini terjadi!,lihat dirimu yang sekarang!,kau baik-baik saja kan?"


Rey membelai kepala Ayana dengan lembut,lalu mencium keningnya sekali, Ayana tidak bisa berkata-kata ia hanya mampu menatap mata suaminya yang terlihat sangat khawatir itu.


"Kita pulang sekarang!,kamu harus istirahat!"


"Iya baiklah!"


Ayana langsung mencoba berdiri dari ranjang, sementara Rey langsung melingkarkan tangannya di pinggang Ayana untuk menuntunnya keluar dari rumah sakit.


Aku tidak tahu mau sampai kapan aku akan menyembunyikan kehamilanku ini, intinya sampai aku benar-benar yakin jika dia benar-benar mencintaiku...


Tapi dia benar-benar terlihat sangat panik


"Kenapa kau menatapku seperti itu?,apa ada hal lain yang kau rasakan?"


Rey merasa heran dengan tatapan Ayana yang lekat namun terlihat ia sedang memikirkan atau merasakan sesuatu menurut pandangan Rey.

__ADS_1


"Tidak.. tidak... aku tidak papah"


Mengikuti langkah kaki suaminya menuju mobil untuk pulang ke rumah.


__ADS_2