
Semua pelayan sedang sibuk mempersiapkan makan malam,menata rapi semua sajian makan malam di atas meja makan.
Ibunya tuan muda sendiri sedang ikut membantu dan mempersiapkan piring makan untuk putranya, bahkan ia memasak makanan sendiri khusus untuk putra tercintanya.
Ibunya tuan muda selalu ingin melayani putranya dengan baik dan melakukannya dengan senang hati walaupun sikap baiknya selalu di campakkan oleh putranya.
Rey yang sudah merasa lapar langsung menuju ke meja makan bersama dengan Felly.
Ibu yang melihat putranya mendekat langsung berbicara semanis mungkin kepada putranya untuk menyuruhnya makan
"Rey, hari ini ibu sudah masak makanan kesukaanmu,ibu harap kau memakannya"
Ibunya tuan muda yang berbicara dengan lembutnya dan penuh harap mendapatkan respon dari putra tercintanya sambil tersenyum.
Reyhano yang mendengarnya hanya terdiam dan berwajah datar, langsung duduk tidak mengucap sepatah katapun mendengar perkataan ibunya itu.
Wanita bodoh,coba saja dekatkan dirimu dengan putramu sendiri,aku semakin senang jika melihat kalian berdua yang selalu seperti ini,aku harap kalian berdua akan selalu seperti ini, dan itu yang akan membuatku semakin senang
Senyuman kebahagiaan Felly yang melukis langsung di wajahnya sambil memandang sinis ibu mertuanya.
Ternyata Ayana sedang berdiri memperhatikan mereka semua dari kejauhan sejak tadi,ia merasa sangat kesal karena melihat seorang ibu yang di perlakukan seperti itu,
sebenarnya apa yang terjadi di antara ibu dan anak itu, kenapa keduanya bersikap sangat jauh seperti itu.
"Nona duduklah segera!, jangan membuat semuanya menunggu!" perintah salah satu pelayan yang ikut berdiri di belakangnya.
"ohh, iya maaf Bi.."berjalan menuju ke meja makan,Ayana berniatan akan duduk di samping ibu mertuanya dan langsung menyapanya selayaknya sebagai menantu yang baik.
"Selamat malam Bu!" menundukkan kepalanya sebentar dan langsung duduk di samping ibu mertuanya.
Kehadiran Ayana kali ini menjadi obat bagi ibu mertuanya yang selalu merasa kesepian itu.
Ia juga selalu merasa hidupnya sendiri tanpa ada yang memberinya rasa kasih sayang kepada seorang ibu.
" ya malam Ayana" Senyuman seorang ibu yang langsung terpapar dengan ketulusan dan kebahagiaan hatinya menatap wajah menantunya, Ayana yang bersikap lain dan sangat baik terhadap mertuanya,ia bersikap sangat berbeda tidak seperti menantu pertamanya yang angkuh dan bersikap seperti seorang ratu.
Ayana sama sekali tidak menganggap Kehadiran suaminya dan istri pertamanya,ia berusaha bersikap biasa saja menganggap bahwa keduanya tidak ada di depan matanya.
Cih, kedua wanita bodoh ini..yang sedang saling menyapa..
Felly yang menatap sinis keduanya.
Tuan muda Hanya memperhatikan sikap keduanya yang terlihat sangat dekat,ia tidak perduli sama sekali seberapa baiknya hubungan mereka berdua.
"Sayang,Ayo sebaiknya kita makan sekarang! akan aku siapkan makanannya" Felly yang langsung mengambil piring dan mempersiapkan makan malam untuk Suaminya.
Felly Langsung melayani tuan muda, sedangkan ibu tuan muda langsung mencoba mengambil makanya sendiri, Ayana yang melihatnya langsung memberhentikannya.
__ADS_1
"ibu,biar aku saja yang akan mengambil makan untukmu Bu!" Ucapan Ayana yang terdengar sangat manis terdengar di telinga ibu
mertuanya dan membuatnya terharu ingin sekali menangis memeluk Ayana.
Lihat saja manusia gila!,kau membenci ibumu sendiri bukan?, aku yang akan membalas rasa sakit ibumu, lihat saja aku yang akan mengobati rasa luka di hatinya, dan aku akan memberikan rasa sayangku sepenuhnya kepadanya, dan hal ini yang akan membuatmu semakin sakit dan membenciku..
Ayana yang membatin sambil mengambilkan makanan untuk ibu mertuanya, sebenarnya ia merasa gregetan dan ingin sekali melempar centong nasi setelah melihat wajah suaminya yang datar itu.
"ibu makanlah yang kenyang, jangan memikirkan apapun, aku yang akan melayani ibu?, katakan saja jika ibu membutuhkan sesuatu!" Ayana yang langsung menyajikan piring yang sudah berisi makanan dan menyajikan dengan sangat baik kepada ibu mertuanya.
"iya makasih Ayana" senyuman ibu yang mulai terlihat kembali di dalam kegelapan meja makan.
Rey langsung menatap kesal keduanya yang bersikap sangatlah manis,
buat apa dia bersikap semanis itu kepada wanita itu..?
Tuan muda yang masih menatap tajam keduanya.
Ayana belum mengambil makanannya sama sekali, melihat kedua orang ini saja sudah membuatnya kehilangan selera,ia hanya mengambil beberapa potong buah yang ada di dekatnya.
"Ayana?, kenapa kau tidak makan?" tanya ibu mertuanya yang melihat piringnya masih kosong.
"ibu tenanglah...!, jangan pikirkan aku,ibu makanlah dulu, aku hanya merasa kenyang!"
Ayana dengan lembutnya berbicara dan tersenyum manis kepada ibu mertuanya.
Reyhano yang mendengar perkataannya langsung menyengkrut kan alisnya sambil berkata di dalam hatinya.
Sudah kenyang...bukankah dia belum makan sejak tadi, bagaimana bisa dia bilang sudah kenyang, kenapa dia selalu menyiksa diri tidak mau makan setiap kali di meja makan, bukankah makanan di sini enak-enak...
cih, Drama...
Felly yang tidak perduli sama sekali dengan sikap kedua wanita yang menurutnya bodoh ini,ia hanya terdiam menikmati makanannya di atas meja.
Ayana benar-benar tidak mengambil makanan sedikit pun,ia hanya mengambil beberapa butir Anggur dan memakannya perlahan, sambil memandang ibu mertuanya dan mencoba memperhatikannya.
ibu terlihat sangat baik, kenapa kedua manusia gila ini bersikap seperti itu kepadanya, lihat saja aku akan bersikap Antonim untuk melawan keduanya...
Sambil mengunyah pelan buah Anggur yang sedang ia makan di dalam mulutnya sambil melamun memikirkan sesuatu, tidak ada selera makan malam baginya,Jika ia memaksakan diri untuk makan malam, hanya akan membuatnya merasa ingin muntah melihat wajah kedua manusia gila itu.
Tuan muda yang sedang makan dan terus memperhatikannya sejak tadi merasa heran dan bertanya tanya kepada dirinya sendiri.
Kenapa dia tidak mau makan,apa dia sedang menyiksa diri,apa dia benar-benar tidak lapar??..
"Sayang apa kamu mau yang lain akan aku ambilkan?"Felly
Rey langsung menggelengkan kepalanya dan mengambil segelas air putih yang ada di dekatnya.
__ADS_1
"Bu,aku sudah selesai makan!, aku akan kembali ke kamarku, permisi Bu!, selamat malam Tuan muda,Nona saya permisi"
Ayana yang berbicara dengan aura malas menatap keduanya dan langsung membalikkan badan meninggalkan ruang makan.
"tunggu Ayana!, tapi kau belum makan kan?"Sahut ibu.
"maaf Bu, tapi aku sudah merasa kenyang" Ayana yang melanjutkan langkahnya kembali menuju ke kamarnya.
dia bilang sudah kenyang, bukankah dia hanya memakan beberapa biji anggur,apa yang membuatnya tidak mau makan??..
Tuan muda yang masih memandang dengan raut wajah kesalnya menatap kepergiannya penuh rasa penasaran.
Malam sudah semakin larut, Tuan muda yang belum tertidur langsung menuju ke kamar Ayana seperti biasanya,
Ayana yang masih tidur terlentang di atas ranjang, merenungi tentang kehidupannya yang sekarang ini sambil memandangi langit-langit kamarnya,rasa rindu kepada keluarganya pun selalu ada dan tercipta di setiap harinya.
Tuan muda yang masuk secara tiba-tiba mebuatnya kaget dan membuatnya beranjak duduk dari tidurnya.
"Tu..tu tuan muda kenapa anda kemari?"Ayana yang sangat kaget melihat kehadiran-nya di tengah malam dan ia langsung menyengkrut menutupi dirinya dengan selimut.
kenapa, kenapa dia kemari,apa dia mau melakukannya lagi..?
Ayana yang sudah merasa ketakutan sendiri mencoba mundur menjauh darinya.
"kenapa kau belum tidur,apa kau sedang merasa kelaparan?" tanya sengit tuan muda yang langsung mendekat ke arahnya.
bukanya ini diriku, terserah aku lah...mau tidur atau tidak, lalu apa urusanmu,apa kau pikir aku sedang kelaparan hah..
Ayana yang merasa kesal, mengalihkan pandangan mencoba semakin menjauh darinya,ia bahkan tidak menjawab pertanyaan suaminya itu.
"kenapa kau terdiam, ayo jawab apa kau sedang membuat masalah?kau akan membuat dirimu sakit dan sengaja tidak makan malam bukan?" Tuan muda yang langsung menahan tangan Ayana yang berusaha menghindar darinya.
"lepaskan tanganku tuan muda,ini bukan urusan anda kan?,bukankah aku makan atau tidak ini juga bukan urusan anda dan lagi pula tidak ada tulisan yang tertera di selembar kertas perjanjian itu kalo aku tidak boleh tidak makan" Ayana dengan pintar menjawab pertanyaannya.
berani sekali dia menjawabku seperti itu..
"oh kau berani melawanku sekarang!,ayo katakan kenapa kau tidak makan?" Rey yang semakin memegang erat tangan Ayana.
"lepaskan. aku tuan muda,apa anda sedang berusaha menyiksaku sekarang?,sudah cukup!,aku makan atau tidak itu bukan urusan anda kan,?, jika saya tidak lapar apa anda akan terus memaksaku untuk makan malam?" Ayana yang langsung berkaca kaca karena sudah merasa lelah dengan semuanya, masih terus mencoba melepaskan genggaman erat di tangannya.
Rey yang hanya terdiam melihat wajahnya yang sudah memerah berkaca-kaca karena akan menangis
"Apa anda tidak dengar tuan muda, lepaskan tanganku!, jika anda terus menyiksaku begini kenapa kau tidak membunuhku saja, lepaskan tanganku". Ayana yang langsung menangis menatapnya dengan sangat kesal.
membunuhnya dia pikir aku ini gila.
Tuan muda langsung melepaskan tangannya dan pergi meninggalkannya keluar kamar, mengambil sebuah roti dan sebotol minuman yang ada di tangannya dan langsung kembali ke kamar Ayana.
__ADS_1
"Makanlah!, jangan sampai kau tidak makan dan membuat ku marah dan menyiksamu" menaruh roti dan minuman di dekat mejanya dan pergi meninggalkannya keluar kamar kembali.