
Waktu terasa berjalan begitu lama, Ayana sudah merasa sangat bosan berada di dalam kamar.
Ia hanya menghabiskan waktu untuk berguling-guling di dalam kamar, bahkan ia sudah bolak balik dan mondar-mandir kesana-kemari mencari kesibukan,
Tapi ia tidak menemukan kesibukan apapun.
Memandang sebuah ponsel yang sedang ia pegang itu,
Apa aku harus menghubungi Tuan Muda sekarang...
Mencoba membuka ponsel dan membuka kontak yang ada di ponsel,
"hah... kenapa isi kontaknya cuma dua orang ini,apa tidak ada orang lain yang bisa aku hubungi selain mereka berdua...siapa yang menamainya Suamiku?.."
Ayana, menggerutu setelah melihat isi kontak ponselnya yang hanya tertulis, Suamiku dan Danu, kemudian menghempaskan ponselnya kembali ke ujung ranjang.
Mencoba menonton TV, melihat beberapa Cover film dan menggesernya kesana kemari, mencari yang menurutnya menarik dan menyenangkan.
"Thok... thok..thok"
Ketukan pintu terdengar kembali, langsung terdengar suara seseorang masuk ke dalam kamarnya.
"Permisi Nona,ini ada banyak cemilan sehat dan makanan lainnya untuk menemani anda menonton film!,Ini juga ada Ice cream Nona!, silahkan di nikmati!"
"Tunggu sebentar!"
menghentikan langkah pelayan yang akan pergi meninggalkan ruangan kamarnya.
"Iyah..ada apa Nona?"
Pelayan bingung sambil menunggu Nona mudanya berbicara, kira-kira apa yang akan di tanyakan,(pikirnya)
"Apa kau sangat sibuk?"Tanya Ayana sambil duduk di pinggiran ranjang.
"Sibuk tidak sibuk itu tidak penting Nona,yang penting jika Nona muda membutuhkan saya saya akan selalu ada!"
"Wah.. benarkah,kalau gitu temani aku di dalam kamar!"
aku tidak mungkin lancang jika aku harus mengiyakan keinginan Tuan Muda secara langsung...
"E... untuk itu aku tidak bisa Nona,jika tanpa Izin dari Tuan Muda!"
Apa semuanya harus ada Izin darinya?, menyebalkan sekali...
"Kalau begitu Tunggu sebentar!, aku akan menghubungi suamiku...!"
"Baik Nona!"
Apa aku harus menghubungi lelaki sialan itu sekarang juga.
Ayana masih memegang ponsel dan memandangnya lama, Karena ia enggan untuk menelfon suaminya yang seperti serigala itu.
*Apa sebaiknya aku telfon Danu saja??.
Tapi percuma jika ia juga menjawab ku untuk bertanya kepada suamiku sendiri*..
*****
"Sayang kita mau makan siang apa?"
"Terserah kamu saja"
Felly tak lepas dari rangkulan tanganya,ia berjalan mengelilingi Moll bersama Reyhano.
Felly sibuk menengok kesana kemari mencari Restoran yang menurutnya berselera hari ini,
Apa yang di lakukan Ayana saat ini,apa dia sudah makan..
__ADS_1
Tuan muda yang tak lepas dari pikirannya yang terus memikirkan Ayana,
Ia berulang-ulang mengecek ponselnya untuk memastikan pesan atau panggilan yang masuk dari istri keduanya itu, namun sayang,sejak tadi tidak ada panggilan yang masuk ke ponselnya.
Kenapa dia tidak memberiku kabar sama sekali...apa dia benar-benar membenciku,
Begitulah yang terlintas di pikiran Tuan Muda, hingga membuatnya terdiam dalam lamunan.
"Sayang... apa ada masalah?"
"Hm..e.. tidak!"
"Aku kira kau melamun sejak tadi?"
"Tidak,aku hanya melihat seseorang tadi,Tapi dia sudah menghilang, mungkin aku salah orang..!"
Memasuki restoran yang sudah di pilih Felly dan makan siang.
Sehabis makan siang, Felly dan Tuan Muda masih berjalan-jalan menyelusuri area Moll.
Sambil melihat-lihat beberapa toko yang terlihat menarik dan berkilau.
"Sayang mampir ke toko itu yuk!"
Melihat toko aksesoris yang begitu ramai membuat Felly tertarik untuk menghampiri toko tersebut.
"Wah itu lucu banget tuh sayang!,aku mau!"
Felly menunjuk salah satu gantungan didinding yang tampak menarik di matanya.
Orang-orang pun sedang ramai-ramainya memilih yang di pajang di toko tersebut.
"Kamu mau yang itu sayang?"Rey menunjuk benda yang di tunjuk Felly, memang benda itu tampak lucu dan menarik.
"Iyah ambilin..!"Sahut Felly manja.
Tuan Muda merasakan kalau ada getaran ponsel di sakunya,namun ia tetap melanjutkan mengambil benda tersebut.
"Ini yang kau mau?"
Tanya Tuan Muda sambil memberikan barang itu.
Setelah itu baru mengecek ponselnya di sakunya.
Ayana....
Tuan Muda yang tampak kaget melihat panggilan tak terjawab dari Ayana.
Apa dia baik-baik saja..
Rey bimbang, sampai akhirnya Ayana menelfon kembali untuk yang kedua kalinya.
"Sayang...yang itu, yang itu.. ambilin!"Felly melutik kembali tangan Rey yang sedang sibuk memegang ponsel.
"Hah..?"
"Ambilin itu?"
"Tapi"
"ambilin sayang, ambilin!"Pinta Felly tidak sabar.
"entar!"
"Sekarang... aku mau sekarang!"Felly memaksa, sampai akhirnya panggilan Ayana berakhir.
****
__ADS_1
"Lihat...,aku di suruh memanggilnya jika aku membutuhkan sesuatu...apaan,dia tidak memiliki waktu sama sekali untukku"
Ayana menggerutu sendiri dan merasa begitu kesal dengan suaminya itu, sampai ia sendiri lupa dengan kehadiran seorang pelayan yang masih menunggunya.
"Nona?"
"Eh... maaf,e... pergilah!, Terimakasih atas semuanya!"
"Sama-sama Nona!"
Mau sampai kapan aku akan hidup seperti ini,mau sampai kapan dia akan mengurungku,dia pikir aku ini burung apah.. di kurung seperti ini..
menyebalkan... menyebalkan... menyebalkan..
"Brakkk!"
Ayana merasa begitu kesal, sampai ia lupa karena sudah melempar ponsel yang ada di tangannya itu ke lantai
"Gawat...ponselku, maksudku ponsel Tuan Muda!"
Ayana terbelalak ia begitu kaget saat melihat ponsel yang sudah terkapar di lantai dan menghantam dinding tadi.
matilah aku...apa yang harus aku lakukan,dia pasti akan memarahiku nanti,itu ponselnya... bagaimana ini...
Ayana bergegas menghampiri ponselnya yang sudah ia hempaskan tadi.
Posisi ponsel itu mati, retakan terpapar di layar ponselnya,
Aduh bagaimana ini...apa yang harus aku lakukan...aku pasti akan di penggal nanti malam...
Ayana dengan wajah piasnya, memandang ponsel.
*****
Felly sudah selesai dengan urusan belanjaannya,ia langsung menuju ke kasir untuk membayar aksesoris yang sudah ia beli itu.
Sedangkan Tuan Muda begitu gelisah melihat 2 Panggilan tak terjawab dari Ayana.
Ia sedikit menjauh dari Felly dan mencoba untuk memanggilnya kembali.
"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif....bla..bla.."
Membuat perasaan Rey semakin gelisah dan mencoba menghubunginya kembali.
Namun jawaban tetap sama, nomer yang di pegang istrinya itu sedang tidak aktif.
Apa dia marah..?
Atau dia kenapa-kenapa?.
Rey semakin gelisah dan panik,Ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.
Nah..Nah..kan panik!.. rasain tuh!, Susah kan Rey punya istri dua?,makanya jangan boros-boros satu aja Napa....
(Author-nya greget sendiri).
Apa yang harus aku lakukan sekarang?,apa aku harus menghampirinya?,apa terjadi sesuatu padanya.
Rey semakin panik dan mencoba untuk menghubungi Anak buahnya untuk memastikan tentang istrinya Ayana.
"Sayang...ayo kita ke toko itu!"
Felly sudah merangkul tangan Rey yang fokus ke arah ponsel.
"Tunggu sayang, sepertinya aku ada urusan mendesak!, sebaiknya kita pulang ke rumah dan aku akan segera kembali ke kantor setelah itu!"
"benarkah..?,Iya sudah baiklah, yang penting Kamu udah membelikan aku ini!"
__ADS_1
Memandang tentengan yang sedang ia pegang sambil tersenyum menuruti perkataan suaminya untuk pulang ke rumah.