Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Suasana Kantor!


__ADS_3

"Bagaimana Vin kondisi Tuan Muda?"


Danu yang sangat merasa khawatir dengan keadaan Tuan mudanya.


Ia langsung bertanya kepada Kevin, dokter sekaligus Sahabat dekat Tuan Muda yang baru saja pulang dari luar negeri.


"Kondisi badannya sangat melemah,apa Tuan Muda belum makan apapun sejak kemaren hah?,ia juga kekurangan cairan,dan imun kekebalan tubuhnya juga sangat melemah kau ini bagaimana si, lihat kondisi tubuhnya ngedrop begini!"


Rey terbaring dengan cairan infus yang sudah melekat di tubuhnya.


"Iya betul sekali...dia belum memakan apapun sejak kemaren!"


"Kau ini bagaimana si!, bagaimana kau diam saja melihat Tuan muda yang seperti ini!,kau ini tangan kanan yang gak becus yah!,apa kau tidak bisa menjaga teman ku dengar baik? hah.... brakk..." Kevin yang sudah menimpuk Danu dengan buku agendanya.


"Hey gila yah?,main nimpuk orang sembarangan!,menyalahkan ku lagi!,kau tahu sendiri bagaimana Tuan Muda!, aku harus bagaimana,aku sudah berusaha mencarinya kemana-mana!"


"Aku tidak mau tahu!,apa kau mau menunggu Tuan mudamu sekarat baru kau akan bertindak begitu?, cepat cari Nona Ayana sekarang sampai ketemu!,aku juga penasaran bagaimana dia itu sampai-sampai membuat Tuan Muda menggila begini!"


"Hey kau menyuruhku pergi?,lalu siapa yang akan menjaga Tuan Muda?"


"Kau pikir aku ini apa?, setan?, sudah...aku yang akan merawat Tuan Muda dan menjaganya,kau pergilah dan cari Nona muda sampai ketemu!"


"Aku rasa...aku mengundang mu kemari malah membuatku gila"


"Kau bilang apah tadi?"Kevin pura-pura tidak mendengar gerutu Danu.


"Tidak lupakan saja!"


Danu pergi dengan tatapan sinisnya,ia pergi untuk mencari Nona Ayana demi Tuan Muda kesayangannya ini.


Rey...Rey...aku benar-benar tidak menyangka kau mau menyiksa dirimu sendiri seperti ini...


Bukankah kau selalu cuek dengan wanita sejak dulu....


Kevin benar-benar menjaga Tuan mudanya,ia duduk di sebelahnya,ia berharap sahabatnya ini segera sadar.


*****


Hari ini nada benar-benar berangkat siang ke kantor,ia tidak perduli dengan resikonya, karena menurutnya menjaga Ayana adalah hal yang paling penting baginya sekarang ini.


kasihan banget Ayana,dia sedang hamil begitu malah di sakiti,aku saja yang melihatnya mual-mual terus sejak pagi jadi tidak tega meninggalkannya sendirian...


Rasanya aku gregetan!, ingin sekali aku menampar dan menjambak rambut Tuan Muda....


Sesampainya di lingkungan kantor Nada langsung lewat ke pintu belakang, ia menuju ke ruangan Istirahatnya untuk mengganti pakaian kerjanya.


Mendapati ruangan yang kosong tanpa orang satupun di dalamnya membuat Nada tercengang.


Loh...pada kemana ini?,apa jadwal kantor sangat padat?, sampai-sampai tidak ada yang sedang istirahat sama sekali...


Tiba-tiba ada suara langkah kaki yang tergesa-gesa menghampiri ruangan itu.

__ADS_1


"Huh..huh.."Kinar mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Ada apa si?,apa ada masalah?" melihat Kinar yang terengah-engah membuatnya menaikkan alisnya.


"Syukurlah aku kesini kau sudah datang!, aku mencarimu sejak tadi!,ada berita yang mencengangkan Nada, berita yang sangat waw...!"


"Berita apaan sih?, kau dari mana?,dan kemana semua orang ini?"


Nada tentunya semakin penasaran dan Heran melihat tingkah Kinar yang sangat serius.


"Nah itu dia, semuanya sedang heboh tuh di papan pengumuman, Ayo kita kesana!"


"Ada apa si sebenarnya?, jangan membuatku semakin penasaran deh!"


"Sudah, ayo cepetan!"


Kinar terus menarik tangan Nada keluar ruangan dan menuju ke tempat papan pengumuman yang sedang ramai di tempat resepsionis kantor.


"Wah 1 Miliar?,bisa kaya mendadak aku ini!"


"Kira-kira Nona pergi kemana yah?"


"Ini benar-benar menakjubkan sekali"


Suara-suara orang yang berkerumun memenuhi ruangan.


"permisi, permisi"


"Lihatlah!, kau baca dengan seksama!"Kinar yang sudah gregetan.


Nada menuruti perkataan Kinar,ia mulai membaca dengan serius dan mengamatinya.


"Sa..sa..satu miliar?"Nada yang langsung menelan ludahnya sendiri.


"Lihat Apa Tuan Muda sudah gila hah?, bukanya ia mencari Ayana sendiri malah menyuruh banyak orang, mentang-mentang dia kaya apa?,dia tinggal duduk dan menanti kepulangan nona Ayana hanya dengan melempar uang begitu?, semuanya ia gunakan dengan uang enak saja, tidak segampang itu!"


Kinar entah kenapa bukanya senang dengan hadiahnya malah merasa sangat kesal.


"Iya betul juga apa kata kamu!, Tuan Muda tega banget yah!, Hanya ingin mendapatkan Ayana dengan gampangnya dia mengeluarkan uang satu miliar, dia pikir mendapatkan Ayana hanya dengan uang satu miliar itu mudah apah?, jangan harap!"


Nada yang ikut geram.


"Iyah pokoknya aku tidak terima ini, seharusnya Tuan Muda mencari setengah mati sampai Ayana ketemu baru melakukan hal ini kan!, menyebalkan sekali dia ini!... Brakkk..."


Kinar langsung mencabut dan menyobek-nyobek kertas sayembara itu karena merasa kesal.


Semua orang yang melihatnya tercengang


"Ki.. Kinar?,..."Nada yang kaget melihat tingkah Kinar ini.


Kinar pun tidak sadar diri atas apa yang sudah ia lakukan.

__ADS_1


Gila kenapa aku menyobeknya?..


Tiba-tiba ada tangan panjang yang menarik tangan Kinar yang memegang robekan kertas sayembara itu.


Gawat!.. Pa Danu?...


Nada semakin kaget melihat Pa Danu yang menarik tangan Kinar begitu saja, sepertinya ia terlihat marah melihat kinar yang menyobek kertas pengumuman itu.


hah...pa Danu matilah aku, kenapa dia menariku kencang begini... pasti dia sangat marah apa yang telah aku lakukan ini...


"Pa Lepaskan!,apa yang anda lakukan?"Kinar yang sudah gemetaran sendiri.


Danu langsung mengibaskan tangannya setelah membawanya menjauh dari kerumunan.


"Kau berani bertanya kepadaku?, justru aku yang bertanya!, apa yang kau lakukan?, beraninya kau menyobek-nyobek kertas sayembara itu?"Danu dengan tatapan matanya yang begitu tajam menatap Kinar.


Gila yah ini orang ganteng...tapi menyeramkan sekali si.., bagaimana bisa aku berhadapan dengannya,mana badannya... ya ampun kekar sekali...,


"Hey apa yang sedang kau pikirkan?"


Bentak Danu membuat Kinar kaget dan menundukkan kepalanya.


matilah aku beraninya aku menyobek kertas itu, dimana si pikiranku ini,aku harus bilang apa donk!...


"Maaf pa aku tidak sengaja!"Tidak ada kata lain yang berani di ucapan Kinar.


"Tidak sengaja, benarkah?,mau aku pecat dari kantor ini sekarang?"Danu berkata semakin serius.


Apah?...Pecat?, tidak!,mau bagaimana kelanjutan hidupku nanti tanpa pekerjaan ini...


"Jangan Pa!.. jangan!, jangan pecat saya!, saya hanya kesal kepada Tuan Muda, bagaimana dia melakukan sayembara dengan mudahnya tanpa memikirkan perasaan Ayana,dia kan kasihan!, kenapa Tuan Muda tidak pergi mencarinya sendiri dan malah bersantai mengandalkan sayembara ini!"


"Bagaimana dengan mudahnya kau menyebut nama Ayana tanpa panggilan khusus?,apa kau teman dekatnya waktu itu?"


"Ak...aku hanya memangilnya sesuka ku pa,toh lagian jika aku memanggil namanya kan mumpung orangnya gak ada,jika ada barulah di hormati!"


jawaban ngasal yang Kinar gunakan itu.


Danu langsung mendekatkan wajahnya dan menyenderkan Kinar ke tembok, membuatnya tiba-tiba berdebar seketika.


"ingat baik-baik!, jangan pernah berani melakukan hal ini lagi!, Tuan Muda bukannya tidak ingin mencari Nona,Tapi ia sedang kritis!, karena mencari Nona Ayana dari pagi sampai pagi tanpa minum ataupun makan!,ia sedang sakit keras hanya karena menginginkan Nona Ayana untuk kembali!kau mengerti!"


Danu dengan tatapan tajamnya meninggal Kinar yang mematung terdiam setelah mendengar perkataannya...


Aduh kenapa jantungku berdegup kencang tadi setelah aku bertatapan dengannya...


eh...gila yah!,apa yang aku katakan!


Dia itu ngomong apa tadi?, Tuan Muda kritis?...


Kinar mencoba mengingat-ingat kembali ucapan Danu tadi!.

__ADS_1


__ADS_2