Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Lelaki Misterius


__ADS_3

Hari baru, hari ini Ayana pergi bersama Rey suaminya untuk menemaninya pergi ke kantor,


Bukan hanya istri keduanya saja yang ikut, melainkan istri pertamanya yang mengajak Ayana agar ikut bersamanya pergi ke kantor,


Tidak ada penolakan dari Ayana,karena tugasnya adalah hanya mengiyakannya dan melakukan apa pun perintah dari keduanya.


Ayana duduk di bangku depan bersanding dengan supir Danu, sedangkan Felly dan tuan muda sendiri berduaan di bangku belakang.


Gaya romantis keduanya selalu di tunjukkan dimana-mana,baik di kantor,di depan semua orang maupun di hadapan istri keduanya,..


Menjijikan bukan,...


Ayana bukan Iri melainkan enek jika melihat keduanya yang bermesraan tanpa rasa malu itu.


Setelah sampai di kantor, Rey dan Felly turun terlebih dahulu, keduanya langsung menuju ke dalam gedung kantor sambil bergandengan tangan,


sedangkan Ayana mengikuti keduanya dari belakang bersama dengan Danu,..


Kenapa tuan muda bersikap dingin sekali kepada Nona Ayana, bukankah dia juga istrinya,


aku sebenarnya merasa kesal sendiri jika nona baru selalu di perlakukan seperti ini.


Danu yang masih mengikuti mereka bertiga dan tetap terdiam mengikuti langkah mereka.


Semua karyawan hanya bisa berkomentar di dalam hatinya,ada yang membenci istri keduanya dan ada juga yang memihak kepada Istri keduanya.


Karena biasanya istri kedua lah yang termasuk inti dari pokok permasalahan dalam pernikahan.


Namun kali ini Ayana sangat berbeda, ia justru tidak ingin masuk kedalam kehidupan yang penuh dengan teka-teki ini.


Hidupnya harus terjerat di antara sepasang kekasih, apalagi di jadikan yang kedua,hal ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan dan terpikir di pikiran Ayana.


****"


Nada yang sedang bekerja sama bersama Kinar membersihkan lorong kantor, langsung menoleh ke arah empat orang yang sedang berjalan tersebut...


"Nad..Nad lihat tuh!.. ada bos besar bersama istrinya, sepertinya istri kedua juga di bawa"


Nada langsung mendekat ke arah Kinar, mereka berdua begitu penasaran sambil mencuri-curi pandang menghadap ke empat orang yang sedang berjalan itu..


Nada.. Kinar..


Ayana yang sudah melihat Nada dan Kinar langsung memandangnya sebentar, lalu menundukkan kembali kepalanya, karena bingung ia harus bersikap bagaimana.


mereka berdua pasti kaget jika melihatku yang begini sekarang...aku sangat merindukan kalian, kalian pasti akan membenciku melihat aku yang menjadi istri kedua tuan muda seperti ini...


Ayana hanya mampu menunduk dan menahan rasa rindu ingin bersama bareng mereka,


Namun Ayana juga malu akan kedudukan dan posisinya sekarang,


ia sendiri merasa seperti wanita hina yang sedang berjalan di tengah-tengah orang-orang yang suci, begitu malu dan tak punya harga diri karena menjadi istri kedua dari seorang laki-laki yang bahkan baru ia temui.


begitulah yang Ayana rasakan sambil berjalan.


"Pagi Tuan Muda,Nona Felly,..."


Sambutan dari Kinar dan Nada.


Kedua pasangan yang bergandengan tangan itu hanya menganggukkan kepala, menjawab sapaan dari Nada dan Kinar.


Tak lama kemudian Ayana dan Danu melewati keduanya.


"Pagi Nona Ba.... Ayana" Panggilan pelan yang muncul di mulut Nada, Kinar pun ikut terbengong melihat Nona baru tersebut.


Ayana tersenyum memandang Keduanya diam dengan mata berkaca-kaca.


Mereka bertiga bertemu pandangan,Ayana hanya bisa menatap mereka dengan rasa sedih dan rindu,

__ADS_1


Penampilan Ayana yang sangat cantik dan elegan membuat Nada dan Kinar di buat pangling sendiri..


"Pagi juga pa Danu" keduanya yang sedang tercengang langsung terdiam memperhatikan Nona Ayana yang sedang berjalan menjauhi mereka.


Apa mereka sahabat Nona Ayana dulu, dari tatapannya terlihat mereka bertiga sedang berinteraksi bersama..


"Ayana?...,dia benar-benar Ayana Kinar,bener apa dugaan kita, itu Ayana kan..?,aku tidak percaya!..." Nada yang langsung riang melihati keberadaan Ayana sekarang.


"iya benar kan?,dia yang menikahi Tuan muda waktu itu,aku yakin itu,tapi kenapa dia hilang kontak dan pergi begitu saja,apa sejak menikah dengan tuan muda,ia meluapkan kita Nar"


Nada yang senang, sekaligus sedih melihat Ayana yang sudah bersikap berbeda dari sebelumnya.


"Aku tidak tahu Nad, mungkin dia benar-benar berubah semenjak menikah dengan tuan muda,tapi aku masih bingung juga,bagaimana Ayana bisa menikah dengan tuan muda yang sudah beristri itu.." Kinar yang tidak menyangka dengan Kehadiran Ayana yang sudah menjadi istri pemilik perusahaan.


"Entahlah, tapi aku yakin dan tetap percaya kepada Ayana,kalo semua ini ada alasan di balik semuanya".


"Iyah pikiranku juga begitu"


Kinar dan Nada yang masih menatapnya sampai masuk ke dalam ruangannya.


Danu langsung menaruh barang-barang tuan mudanya dan menaruhnya di dalam ruangan lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Ayana langsung bertugas menata barang-barang tuan mudanya dan merapikannya di meja kerjanya.


Sedangkan keduanya sedang bersantai di atas sofa, sambil duduk bermanja-manja.


sesekali Rey hanya melirik istri keduanya yang sedang bekerja..


Ayana hanya diam, melirik keduanya pun tidak,ia hanya fokus melakukan pekerjaannya.


"Sayang,sebentar lagi aku kan ulang tahun, kamu akan mengadakan pesta besar seperti biasanya kan"


Felly yang berbicara semanis mungkin sambil memainkan kancing kemejanya.


"e'... pesta gak yah?" Reyhano yang melayani istrinya dengan sepenuh hati, sambil membelai rambutnya.


Reyhano langsung tersenyum dan memberikan ciuman hangat di keningnya..


"tentunya Sayang!,aku pasti akan mengadakan pesta besar-besaran untukmu". Reyhano sambil menatap istrinya dengan penuh senyuman.


"benarkah sayang,oh.. makasih" Felly yang begitu senang langsung mencium bibir suaminya dan suaminya pun membalas ciumannya, keduanya benar-benar bermesraan di dalam ruangan.


Ayana yang melihatnya merasa sangat jijik, menggelengkan kepalanya dan langsung keluar ruangan begitu saja.


"Nona Anda mau kemana?" tanya kedua penjaga yang berjaga di depan ruangan tuan mudanya.


"Saya lapar,saya hanya ingin keluar sebentar, tuan muda sudah tahu kok kalau saya pergi!"


"Iya sudah baiklah!, hati-hati Nona!"


Ayana yang langsung berjalan meninggalkan mereka semua, ia hanya ingin menghirup udara dan menenangkan diri sebentar, walaupun ia tidak tahu kemana ia akan pergi.


buat apa coba...,buat apa aku harus menemani kedua mahluk menjijikkan itu,..


Dia hanya berjalan sambil terdiam dan melamun entah apa yang ia sedang pikirkan,


ketika dia sedang berjalan tiba-tiba ada yang menarik tangannya begitu saja dan membawanya pergi menjauh dari lorong..


"Siapa kau lepaskan"


Ayana yang mencoba untuk kabur dari lelaki misterius yang tiba-tiba datang ini, yang memakai jaket hitam dan menutupi wajahnya menghindari tatapanya.


"kau tidak mendengarkan ku?, lepaskan!, siapa kau?, lepaskan!..." Ayana yang sudah menangis karena takut dengan lelaki misterius ini


Siapa lagi dia, siapa lagi yang akan jahat kepadaku si,dia ini bukan orang jahat kan..


Ayana yang sudah berdebar dan ketakutan karena lelaki ini membawanya ke suatu ruangan.

__ADS_1


"Apa kau tidak mendengar ku?, lepaskan!..., kenapa kau membawaku kemari?,.. lepaskan!" Ayana yang semakin berteriak karena ketakutan.


Lelaki yang membawanya semakin risih mendengar perkataannya dan langsung memojokanya ke tembok,


membuka penutup kepala dan membuka masker hitam yang ia pakai di mukanya, menatapnya lekat dan memulai berbicara.


"Aku,kau tak mengenalku?" Arga yang langsung menahan tubuhnya, karena Ayana yang mencoba untuk melepaskan diri darinya.


"Arga.., Kenapa kau melakukan ini lepaskan aku!"


"Tidak aku tidak akan melepaskanmu"


"Lepaskan aku Arga...!,jangan melakukan hal ini kepadaku,kau akan mendapat masalah nanti,aku mohon lepaskan aku Arga,aku mohon...!" Ayana yang merasa gregetan tapi berbicara pelan.


Ayana semakin menangis, menatap wajah kekasihnya,dan memalingkan pandangannya kembali karena dia benar-benar tidak ingin kehilangan Arga,jika dia terus menatap wajah Kekasih tercintanya itu ia akan sulit untuk melupakannya.


"lepaskan?, jawab aku!, kenapa kau menikah dengannya,kenapa kau menghiyanatiku Ayana, kenapa?"


Arga yang benar-benar sangat sakit hati melihat kekasihnya bersanding bersama yang lain.


Ayana hanya terdiam tidak mampu berkata-kata,ia bahkan hanya mampu meneteskan air matanya..


"jawab aku Ayana!, kenapa kau menikah dengannya?,bukankah aku ini kekasihmu?,dan kenapa kau mau menikah dengan orang yang sudah beristri?, jawab Ayana!, jawab!..."


Arga yang semakin kesal menatap Ayana yang masih terdiam dan menangis itu.


Ayana semakin menangis terisak, tidak mampu menahan deraian air matanya mendengar suara Arga yang begitu marah kepadanya.


"Arga lepaskan aku!, sudah... lupakan aku!,aku bukan Kekasihmu lagi!, aku kekasih orang, lupakan aku Arga, lupakan!....."


Ayana yang sudah melemas tidak bisa menjawab apa-apa, hanya berusaha melepaskan genggaman tangannya.


"Tapi kenapa Ayana?, kenapa kau seperti ini?, katakan apa yang terjadi padamu?, kenapa kau menghiyanatiku Ayana, kenapa?"


Arga yang semakin kesal tidak mengerti dengan perkataan Ayana.


"Karena inilah kehidupanku Arga, inilah hidupku yang sekarang, lupakan aku!, lepaskan aku dan lupakan aku!... hiks.. hiks.."Ayana yang semakin berusaha melepaskan diri dari kekasihnya itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tahu kau tidak akan melakukan ini kepadaku!....,kau tidak akan berani Ayana!, pasti ada sesuatu yang terjadi kepadamu... iya kan?,, katakan Ayana kenapa?, jawab aku.. Ayana!" Arga


"iya kau tahu sendiri, aku tidak akan berani melakukan hal ini kepada mu...!,jika bukan karena suatu alasan,maka jika kau sudah mengetahuinya lepaskan aku...!, aku tidak bisa menjawab mu Arga!...,aku tidak bisa!, lepaskan aku..!, lupakan aku dan maafkan aku Arga,aku yang telah berani melakukan hal ini kepadamu,maafkan aku Arga , lepaskan... hiks.. hiks...!"


Ayana yang semakin menangis menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Arga,ia begitu terpukul jika memandang wajah kekasihnya.


"Ayana Jawab aku!.., jangan menangis begini!...,aku mohon katakan hal yang sebenarnya kepadaku!, ada apa Ayana?,apa yang sudah terjadi pada dirimu?.."


Arga yang langsung memegang kedua pipinya mengusap air matanya yang membasahi pipinya dan mencoba berbicara tentang sambil menatapnya lekat.


Ayana terus menggelengkan kepalanya, menatap wajah Arga sebentar dan benar-benar tidak mampu menjawabnya.


"Maafkan aku Arga, maafkan aku..hiks.. hiks.." Ayana yang masih menangis sambil menggelengkan kepalanya kembali.


"Ayana,hey....tatap aku!, katakan yang sebenarnya bagaimana kau bisa melakukan ini?"


Arga yang benar-benar tidak tega melihatnya menangis,ia juga tahu sifat asli Ayana,dia adalah wanita yang begitu baik baginya.


"Maafkan aku, lepaskan aku yah!... lepaskan!,ja...ja.. jangan memaksaku untuk menjawabnya Arga!,.. lepaskan dan lupakan aku..!.."


Suara pelan Ayana yang sudah semakin melemas dan ingin pergi meninggalkannya.


Arga yang benar-benar tidak bisa menahannya langsung mendesaknya dan mencium bibirnya yang sedang menangis bersandar di tembok itu.


Arga apa yang kau lakukan,apa kau gila, lepaskan,.


Ayana yang mencoba melawannya dan melepaskan ciumannya itu,.


Tapi sebelum itu, seseorang lelaki datang dan langsung menonjok wajahnya berulang-ulang dan menghempaskan tubuh Arga hingga jatuh terhempas ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2