Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Aku harus bagaimana


__ADS_3

Semuanya terdiam di dalam ruangan kantor, Tuan muda sedang fokus ke layar leptopnya,


Felly juga sedang sibuk memainkan gadgetnya di sofa ruangan, dan sedangkan Ayana sendiri,sedang sibuk merapikan berkas-berkas kantor yang terlihat berantakan menurutnya.


Ketukan pintu terdengar keras di pintu ruangan, Ayana yang mendengarnya langsung bergegas membukakan pintu untuk orang tersebut.


"Iyah..ada apa pa Danu...?"


Danu yang tiba-tiba datang ke depan ruangan sambil membawa satu kotak barang di bekapan tangannya.


" Siang..Nona Ayana!, ini ada paket buat Nona Felly, tolong Nona berikan kepadanya!" Danu yang langsung memberikan kotak tersebut kepada Ayana,ia langsung menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan tempat.


Sedangkan para pengawal yang berada di depan ruangannya pun terlihat sangat menghormati Danu,


mereka menundukkan kepalanya dan memberi hormat kepada Danu tadi,tidak sengaja Ayana sendiri turut memperhatikan tingkah laku mereka semua.


Apakah Danu itu pemimpin mereka?, kenapa dia terlihat sangat di hormati, pantas saja Danu terlihat sangat cool dan berotot, selain tampan..tapi menurutku dia sangat baik..


Ayana yang masih terdiam menatap punggung Danu dari belakang yang pergi meninggalkan ruangan sambil tersenyum tipis menatap Danu.


Tampak tatapan sinis juga terlihat dari raut wajah para pengawal yang sedang ikut memperhatikan Nona mudanya,


Ayana yang melihatnya langsung menundukkan kepala dan langsung segera menutup pintu ruangan.


gila, manusia-manusia di sini benar-benar menyeramkan, aku tidak tahu mau sampai kapan aku bisa bertahan dengan keadaan seperti ini...


tatapan pengawalnya saja terlihat mematikan seperti itu..


"paket siapa Ayana?"Felly yang masih berada


di sofa


"Ini paket Anda nona"


"baiklah, berikan kepadaku!"


Ayana langsung berjalan mendekat ke arah Felly untuk memberikan paket tersebut,


"bukain dong!" Felly dengan seenaknya bersikap


Wanita ini benar-benar menyebalkan,cuma tinggal buka paket saja menyuruhku,manja sekali


"baik Nona!"


Ayana langsung duduk dan mencoba membuka paket dengan perlahan dan hati-hati,ia harus melakukannya dengan sabar dan ikhlas, karena jika dia merasa kesal,maka ia sendiri yang akan merasa lelah.


"Apa isinya?"Felly yang masih menatap ke arah ponselnya sambil bertanya.


"Isinya undangan Nona"


"Hitung!,ada berapa undangan yang ada di dalam kotak itu!"


sabar Ayana,sabar,kau hanya butuh bertahan sekarang, setelah kurang dari dua tahun kau pasti akan bebas..


"Iya baik Nona"


seenaknya saja dia menyuruhku seperti ini!,apa dia pikir dia ini ratu..


bukankah dia yang berulang tahun kenapa harus aku yang menghitung undangannya, jangan bilang aku juga yang harus membagikannya kepada seluruh karyawan kantor..


mana banyak banget lagi..

__ADS_1


Ayana yang menahan rasa kesalnya, langsung mencoba menghitung undangan itu..


" Ada berapa undangannya?"


"Semuanya undangan ini,ada seribu nona"


gila.. undangan ulang tahun saja seribu orang,apa Tuan Muda akan merayakannya secara besar-besaran hah,


Beginikah hidup orang kaya...,


penuh dengan kesenangan..


"Iya sudah, berikan kepada Bayu dan suruh dia untuk membagikan undangan ini ke seluruh karyawan kantor!"


"Iya baik Nona" Ayana langsung berdiri dari duduknya.


Tunggu!, aku kan tidak tahu kalau Bayu itu ada di mana?...


"Tapi Bayu ada di mana Nona?,saya tidak tahu dimana ruangannya?" Ayana yang terlihat bingung.


"Jam segini biasanya dia ada di ruangan marketing,kamu cari saja ruangan marketingnya!"


"Sudah sayang!, biar aku saja yang menemui Bayu!,aku yang akan memberikan undangan itu kepadanya"


Entah kenapa hati Tuan Muda merasa tidak tega melihat Ayana yang terus-terusan di suruh- suruh oleh istri pertamanya.


"Tapi sayang...gak usah biar Ayana saja!, kenapa kamu bersikap begini,apa kau membelanya?"


"siapa yang membelanya,aku hanya akan ke ruangan marketing,ada dokumen yang harus Bayu cek dan selesaikan sayang"


"Tapi...kamu gak keberatan kan Ayana?"


"Tidak Nona, dengan senang hati''


"kau tetap menyuruh Ayana!,bagaimana kalau dia salah masuk ruangan,semakin memperlambat waktu perayaan pestamu sayang, bukankah pestamu akan segera di adakan nanti malam"


"iya sudah sayang baiklah"


Felly langsung memberikan kotak undangan itu kepada suaminya yang akan pergi meninggalkan ruangan menemui Bayu itu..


**"**


"Nih, bagikan seluruh undangan ini untuk pesta nanti malam ke seluruh karyawan kantor!" Tuan Muda yang langsung datang begitu saja,melempar kotak ke meja hingga membuat Bayu yang fokus ke layar leptop langsung kaget.


"wah!,saya kaget tuan muda!, baiklah secepatnya.. akan saya bagikan ke seluruh karyawan kantor!"


"huh..." Tuan muda mendesah menarik nafas panjang sambil duduk menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan kerja Bayu.


Ada apa dengan Tuan Muda?, kenapa belakangan ini tuan muda terlihat begitu lesu, sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan?...


Bayu langsung mendekat ke arah Tuan muda yang sedang duduk di sofa sambil memegangi keningnya itu.


"Ada apa tuan muda?, apa terjadi masalah?"


Bayu yang sudah mengenal lama tuan mudanya itu, tentunya ia tahu akan apa yang sedang tuan muda rasakan,dari sikap saja Bayu sudah sangat hafal bahwa ada sesuatu yang di pikirkan Tuan mudanya.


"Tidak,..." jawab Tuan Muda yang sudah memejamkan matanya


"Apa anda... sedang tidak enak badan Tuan Muda?"


"Tidak Bay, aku hanya sedang bingung,aku harus bagaimana ini, bagaimana jika aku ini tertarik kepada Ayana...."

__ADS_1


"Apah?".Bayu langsung merasa kaget dengan ucapan tuan mudanya.


benarkan dugaan ku,aku yakin tuan muda bisa tertarik kepada Ayana, selain cantik dia juga yang terus melayaninya setiap hari, bagaimana mungkin dia tidak tertarik..


"kalau menurutku Tuan muda, jika anda mencintai istri anda itu wajar-wajar saja,dia kan istri anda.."


ya bukanya istri itu memang harus di cintai Tuan Muda


"aku tahu bukan itu maksudku!,aku hanya tidak ingin aku mencintainya...!" Tuan Muda yang masih saja memegangi kepalanya dan memejamkan matanya.


Bagaimana bisa begitu tuan muda,jika anda sudah tertarik padanya bagaimana?,Anda saja tidak bisa menahannya, lalu aku harus bagaimana?..


"Tapi bagaimana dengan perasaan Tuan Muda sendiri,apa anda sudah tertarik padanya?"


"Entahlah..aku tidak tahu, belakang ini..aku merasa aneh dengan diriku sendiri, pikiranku selalu memikirkannya, bahkan aku selalu merasa kesal setiap kali Ayana berdekatan dengan orang lain,coba jelaskan apa itu??"


jelas-jelas anda tertarik kepadanya,lalu apa lagi yang harus aku jelaskan tuan muda..


"Tapi menurutku... anda memang sudah tertarik kepadanya Tuan Muda"


"Tidak, itu tidak boleh!,aku tidak mau!.."


*Lah bagaimana bisa begitu,anda benar-benar menentang perasaan anda sendiri Tuan muda!, silahkan saja jika anda bisa..


lalu aku harus bagaimana*..??


"Itu hanya Anda yang bisa melakukannya sendiri Tuan Muda"


"Lalu bagaimana caranya?"


"Singkirkan Nona Ayana dari kehidupan anda sekarang Tuan Muda!"


"Apah?, menyingkirkannya?, bagaimana bisa?,aku saja belum mendapatkan impianku!, lalu bagaimana bisa aku menyingkirkannya,apa kau sudah gila,aku saja baru menikahinya satu bulan,dan menuju dua tahun itu kan masih lama,itu namanya tidak seperti perjanjian dimana aku denganya" Tuan Muda yang merasa tidak terima dengan keputusan ini.


lah memang itu jalan satu-satunya,jika anda tidak mau,aku harus bagaimana Tuan Muda,jika anda tidak mau ya sudah nikmati saja setiap harinya jika anda mau anda semakin mencintainya..


"Itu jalan satu-satunya Tuan Muda,jika Anda tidak segera menyingkirkan Nona Ayana,maka...bisa jadi rasa cinta anda akan semakin mendalam kepadanya!" Bayu yang berharap Tuan mudanya mengerti akan kata-katanya itu.


Tuan Muda langsung terdiam,ia langsung memikirkan perkataan Bayu yang menurutnya benar itu, tapi ia baru membayangkan kepergian Ayana saja sudah tidak rela,


Ia justru membayangkan wajah cantik Ayana ketika tidur, ketika tersenyum, ketika makan dan tingkah lakunya yang melayaninya dengan baik selama ini,


menyiapkan keperluannya, melayaninya terlebih dahulu sehabis pulang kerja,baik mencopot sepatunya atau pun menyiapkan peralatan mandinya.


"Tapi bagaimana dengan Felly,ia tidak akan melepaskannya sebelum kita mendapatkan impian kita,aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan, seharusnya sejak awal aku tidak melakukan ini dan mengambil keputusan yang salah ini!"


"Ini semua sudah terjadi Tuan Muda,semua keputusan ada di tangan Anda!, lagian jika Anda tetap mencintainya itu tidak salah, bukanya anda juga menikah resmi dengan Nona Ayana?, Ikuti saja apa kata hati Anda Tuan Muda!, lagian Nona Ayana terlihat sangat cocok dengan Anda,lalu buat apa Anda harus mengakhiri pernikahan Anda denganya?, lagian jika Anda sudah mendapatkan impian Anda,anda akan tetap berhubungan dengannya kan walaupun sudah berpisah?"


Tuan Muda Jangan ceraikan Nona Ayana, diakan baik, lagian kasihan Nona baru, bagaimana kehidupanya nanti tanpa kehadiran Anda...


Tuan muda yang masih saja terdiam kira-kira apa yang sedang ia pikirkan, Bayu hanya berharap kehidupan Nona mudanya tidak akan seburuk yang ia bayangkan nantinya.


Aku harap,anda tidak pernah tega melakukan hal ini kepada wanita polos sepertinya Tuan Muda..


"Sudahlah aku pikirkan nanti saja!, dan lakukan tugasmu dengan benar!" Tuan Muda beranjak berdiri akan meninggalkan ruangan.


"iya baiklah Tuan muda" Bayu yang langsung mengiyakannya dan menundukkan kepalanya memberi hormat sebelum ia meninggalkan ruangnya.


Pikirkanlah dengan baik tuan muda,aku harap anda akan mengambil keputusan yang benar dan tetap menjadikan Ayana sebagai istri Anda yang selalu mendampingi Anda..


karena jika aku perhatikan dia yang selalu melayani anda dengan baik di bandingkan dengan Nona Felly...

__ADS_1


Bayu yang masih menatap kepergian Tuan mudanya.


__ADS_2