
Rey masih merampas bibir Ayana tanpa ampun,
Ia tak perduli dengan tingkah Ayana yang terus melawan dan memberontak.
Sejak tadi ia benar-benar mengunci tubuh Ayana di atas ranjang.
Rey tidak membiarkan Ayana lepas dari genggamannya.
"Lepaskan!"
Ayana yang sudah terengah-engah karena terlalu cepek melayaninya terlalu lama.
Ia masih berusaha untuk berdiri mencoba pergi meninggalkannya.
"Aku tidak akan melepaskanmu!"Rey, masih terus menahan tangannya dan benar-benar melarang Ayana untuk pergi.
"Apa si maksud Anda?, sebenarnya apa si mau Anda?, kenapa anda selalu melakukan hal ini kepadaku?, kenapa... kenapa Tuan Muda?... kenapa?"
Ayana yang sudah sangat kesal meladeninya.
"Karena aku menginginkanmu!"
Ayana masih menatap tajam suaminya,ia belum mengerti apa maksud perkataannya.
"kau tidak mengerti juga?, kemarilah!"
Tuan Muda yang menarik tubuh Ayana kembali secara paksa dan merebahkannya ke atas ranjang.
"Aku tidak mau!, lepaskan!, sudah cukup!..., Lepaskan Tuan Muda!,apa yang anda lakukan..?"
Rey kembali beraksi menciumnya lagi dan tangannya sudah berulah menelusup masuk ke pinggang Ayana,
Kondisi tubuhnya kembali terkunci oleh tubuh suaminya yang kekar itu.
Tanganya mulai menjalar ke punggung istrinya dan akhirnya menemukan apa yang sedang ia cari-cari, melepaskan kancing pengikat kepemilikan Ayana secara paksa.
Memainkan apa yang ingin ia mainkan,tak perduli dengan penolakan istrinya,ia ingin melepaskan seluruh perasaanya yang sedang ia rasakan sekarang juga.
lelaki gila... lelaki brengsek!.. dia benar-benar akan melakukanya di sini... di tempat ini,dia benar-benar kehilangan akal....dia tidak mengaca tempat...
Ayana terus memberontak dan melakukan teriakan penolakan dalam yang hanya di dengar oleh suaminya karena mulutnya terkunci oleh mulut suaminya.
Merasakan sentuhan tangan suaminya yang terus memainkan area sensitif miliknya membuatnya tersekip mereka geli bercampur kesal.
Tenang saja Ayana, Rumah sakit ini miliknya, pengawal juga senantiasa berjaga di depan!, tidak akan ada yang dapat menganggu kalian berdua kok,jika kalian benar-benar ingin bercinta di ruangan itu.
Ruangan ini juga terlihat sangat berbeda kan, terlihat seperti kamar biasa tidak seperti ruangan rawat lainnya,
Ini lah orang kaya yang selalu mempunyai tempat dimana-mana.
__ADS_1
"Aku sudah memberimu waktu lama untuk beristirahat!,aku tidak bisa menunggunya lagi Ayana!"
Bisik Tuan Muda sembari memberikan kecupan hangat di leher Ayana,
membuat perasaan Ayana campur aduk sambil mencengkram seprai ranjangnya terdiam kaku.
Harapan untuk kabur darinya sudah tidak ada, dengan posisi baju yang sudah berantakan dan pengikat kepemilikannya yang sudah terlepas itu membuatnya menatap suaminya dengan penuh kebencian.
Keringat dinginnya mulai bercucuran, jantungnya mulai berdebar kencang melihat tingkah suaminya yang terus mendesaknya.
Rasa gemetaran tak luput dirasakan olehnya,
Hampir seluruh leher di cium dan di jelajahi oleh suaminya itu, Tuan Muda benar-benar tidak bisa menahan hasrat dan perasaannya sekarang.
Ia ingin memiliki Ayana seutuhnya malam ini.
Mulai membuka kancingnya perlahan, tangannya mulai menyusuri dan melepaskan bajunya dengan perlahan,
Ayana terdiam menggigit bibirnya sendiri dan mencoba memejamkan matanya tidak ingin melihat wajah suaminya yang terlihat menggila itu.
Sebenarnya luka yang ada di kaki Ayana tidak terlalu parah dan tidak terlalu dalam,Ia pingsan melainkan syok melihat kedua orang yang sama persis di depannya.
"Apa anda benar-benar gila Tuan Muda?, Anda akan melakukan ini di tempat seperti ini?"
Ayana berbicara sambil memejamkan matanya,ia masih berharap ia bisa selamat dari tingkah suaminya ini.
"Kenapa?,ini akibatnya jika kau terus memanggilku Tuan Muda,aku tidak segan-segan melakukan hal ini dimana pun kita berada!, jangan membuatku gila jika kau tidak ingin melihatku gila!"
dia bukan manusia,dia benar-benar bukan manusia.... apa aku sedang melayani seorang iblis kali ini....
Ayana tidak mungkin berani berteriak karena ia tahu akan posisinya sekarang,
Ia tahu posisi dan keberadaanya sekarang.
Ia menahan seluruh apa yang ia rasakan sambil menyengkrut-kan tubuhnya karena merasa geli bercampur segalanya.
Setelah puas bermain-main di situ, Tuan Muda langsung menunju ke bagian utama yang seharusnya mereka kerjakan.
Dengan cepatnya Tuan Muda sudah bertelanjang bulat,
Membuat Ayana terus menggelengkan kepalanya setelah melihat suaminya sudah memposisikan tubuhnya dan bertelanjang bulat itu,
matanya pun sudah menggenang penuh dengan air mata ingin menangis.
"Aahh..."Ayana langsung menyumpal mulutnya dengan tanganya sendiri setelah merasakan sesuatu masuk ke dalam tubuhnya,ia benar-benar belum mempersiapkan diri tadi.
Tuan Muda melakukannya dengan penuh cinta sambil menciumi kening Ayana yang terlihat berkeringat, mengusap dan membelai kepalanya dengan lembut.
Desahan Yang baru saja di dengar Tuan Muda selama ini, membuatnya semakin bersemangat dan bergairah.
__ADS_1
Entah sudah berapa desahan yang di dengar oleh Tuan Muda kali ini,
Entahlah hal itu terjadi berapa menit, puluhan menit atau pun berjam-jam kita tidak tahu...
Apapun yang di lakukan Tuan mudanya itu memanglah suaminya, dimana Rey menikahi Ayana dengan sah dan secara resmi.
Walaupun Ia terikat akan perjanjian,
Namun jika Tuan Muda berkeinginan untuk meneruskan pernikahan ini,
Maka Ia hanya perlu menyobek seluruh kertas perjanjian itu untuk mendapatkan Ayana sepenuhnya.
Namun yang menjadi penghalangnya saat ini adalah istri pertamanya sendiri.
Tak pernah terbayangkan jika dirinya sendiri Terjebak oleh permainannya sendiri, Dimana Tuan Muda yang awalnya hanya memanfaatkan Ayana, kini malah benar-benar mencintainya dan bahkan ia kesusahan untuk mengontrol emosi dan perasaanya sendiri.
"lepaskan aku, biarkan aku pergi! kenapa anda selalu melakukan hal ini kepadaku!.. lepaskan!.. apa anda benar-benar sudah gila yah?.."
Ayana yang semakin berteriak karena sudah tidak sanggup lagi melayaninya.
Tuan Muda langsung membungkam mulut Ayana dengan tangan.
Mungkin semua orang yang berada di rumah sakit benar-benar mendengar teriakannya.
Hanya saja Danu dan pengawal yang berjaga di depan pintu hanya berdehem dan cuek dengan apa yang terjadi di dalam.
Pendengaran dan telinga para pengawal termasuk Danu seperti sudah terbiasa dan kebal.
Sesaat, setelah Ayana terdiam, perlahan Rey mulai mendekat ke arah telinganya, Ayana sudah terdiam menghentikan berontak-kanya karena sudah terlalu lemas, Rey pun mulai berbicara perlahan.
"Karena aku menginginkanmu Ayana!,aku mencintaimu!,aku tidak bisa melepaskanmu!,aku tidak bisa kehilanganmu"
Suara pelan namun menghantam, Ayana yang mendengarnya hanya terbelalak tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.
Ini terasa mimpi baginya,
Sementara Tuan Muda masih menahan tubuh Ayana dan menatapnya lekat penuh dengan rasa cinta.
Tidak ada tanda-tanda kebohongan dari matanya, terpancar pandangan kejujuran dari mata Tuan mudanya.
Tuan Muda juga sangat sadar apa yang ia lakukan dan katakan,
mungkin jika mengungkapkan perasaannya, ia akan merasa lebih tenang.
Ia hanya perlu memperbaiki sikapnya terhadap Ayana istrinya agar lebih lembut dan lebih baik lagi.
Keduanya saling berpandangan melepaskan lelah setelah bekerja dari tadi.
Ayana belum juga percaya dengan ucapan suaminya,ia bahkan masih berusaha mengontrol dirinya sendiri,mengatur nafasnya yang masih terengah-engah dan terdiam memandang suaminya itu.
__ADS_1
Entah apa yang di rasakan Ayana dan bagaimana perasaannya kali ini kita tahu,
kira-kira setelah mendengarnya langsung dari mulut suaminya yang sedang di bencinya itu hatinya bergetar gak yah..?..