
"Berani sekali dia menamparku dua kali,ini begitu sakit..."
Felly terus memegangi pipinya yang terasa sakit bekas tamparan dari Ayana, pipinya juga Nampak memerah,
Ia ditinggal Reyhano begitu saja, karena Rey akan mencari Ayana yang pergi meninggalkannya itu.
"Aku yakin Rey akan memaafkan ku tentang masalah ini!, Karena aku juga sangat yakin kalau dia itu sangat mencintaiku, apapun yang aku lakukan dia pasti akan kembali dan memaafkan aku..!"
Dengan PD-nya Felly mengatakan ini kepada dirinya sendiri,ia benar-benar tidak punya hati kesalahan sebesar ini masih ia anggap enteng olehnya.
****
Berjalan tak tentu arah,ia masih ingin sekali menangis sekencang-kencangnya,tapi masih ia tahan sebisa mungkin,
Ia tidak boleh lemah, ini adalah pelajaran baginya, karena semua ini juga sudah terjadi menurutnya.
Ayana masih berjalan mengikuti langkah kakinya,ia berjalan menuju gang kecil yang ada di tengah kota, karena ia ingin menghindari keramaian kota dan polisi udara.
Ia juga harus mencari tempat tinggal,entah itu kontrakan atau pun kost-an, yang penting ia sedang berusaha mencari tempat tinggal saat ini.
Tak lama setelah itu,baru melangkahkan beberapa langkah kakinya ia sudah terhenti karena merasa pusing dan gemetar,
Ia mencoba terus berjalan, namun pandangan matanya mulai buram dan tak jelas, sampai akhirnya ia menabrak seseorang dan jatuh pingsan.
Terbaring di ranjang rumah sakit, Terdapat dua orang yang sedang menunggunya sadar saat ini,
Orang itu tampak cemas, seorang perempuan yang mondar-mandir kesana-kemari menunggunya sadar.
"Apa kau sangat dekat dengannya?"Tanya seorang laki-laki yang bersamanya saat ini.
"Iya kita sangat dekat!,dulu aku dan dia teman dekat waktu bekerja di kantor, namun tidak tahu kenapa takdir merubahnya dan menggantikannya sebagai Nona muda di kantorku!"
Jawab Nada yang tadi berpapasan dengan Ayana di jalan dekat kontrakannya,
dan pada saat itu juga Ayana jatuh pingsan, kebetulan ia sedang berjalan dengan Alan kekasihnya.
"Maksud mu...dia memiliki hubungan dengan bos besar di kantormu?"Tanya Alan yang sedikit bingung dengan perkataan pacarnya ini.
"Bukan hubungan lagi sayang!,dia itu juga sudah menjadi istrinya!"
"Wah benarkah?,tapi kenapa Nona muda berjalan kaki sendirian dan tidak ada yang mengantarnya,bukanya Tuan Muda itu kaya raya dan sangat banyak anak buahnya?"
Alan heran walaupun ia tidak pernah bertemu dengan Tuan Muda, namun ia sering mendengar namanya di berbagai media tentang humornya yang kaya raya tak terhingga itu.
"Entahlah aku juga tidak tahu,kita tanyakan saja nanti setelah ia sadar sayang!"
__ADS_1
Nada langsung duduk di samping pacarnya dan menatap Ayana yang masih terpejam di atas ranjang.
"Kenapa kau tidak menghubungi Tuan Muda saja?"
"Iya kali sayang...,mana mungkin aku punya nomer orang nomor satu itu, bertemu aja jarang, apalagi berbicara dan meminta nomor ponselnya, sungguh mustahil..!"
"Lalu apa kau juga tidak punya nomor anak buahnya satu saja?"
"Tidak,aku hanya punya nomer kawan-kawan kantor kelas bawah, itupun tidak semuanya!".
Nada dan Alan berharap Nona mudanya agar cepat sadar dan pulih, agar bisa di ketahui kenapa ia sampai jalan sendirian dan pingsan seperti ini.
Sambil menunggu pemeriksaan Dokter,Alan keluar untuk membeli makan, karena Nada merasa sangat lapar dan letih.
Seharusnya Keduanya pergi untuk makan siang, namun takdir berbeda,
keduanya harus bertemu Nona mudanya dan harus menyelamatkannya dari pingsannya, karena menurut mereka ini jauh lebih penting dari urusan mereka.
"Sayang jangan lupa beliin buat Kinar Juga yah!, soalnya dia mau kesini jenguk Nona muda!"
"iya sayang baiklah Tunggu sebentar!"jawab Alan sambil keluar dari ruangan kamar rumah sakit.
Ada apa dengan Nona muda?, kenapa dia berjalan sendirian dan tidak ada yang mengawalnya?...dan kenapa dia sampai pingsan seperti ini?
apa dia kabur dari rumah..?
"Nada!...Nona baik-baik saja?"Kinar yang muncul dari balik pintu dan masuk mendekati Nada.
"Entahlah Kinar... aku juga masih menunggu hasil pemeriksaan Dokter!"
"Nona Ayana cantik banget, tapi kenapa dia bisa pingsan seperti ini?,apa dia baik-baik saja,dan dimana Tuan Muda kenapa dia sendirian?"
Kinar yang ikut merasa khawatir melihat keadaan Ayana yang terbaring begini,
"Entahlah Kin,aku juga tidak tahu, intinya ceritanya panjang seperti yang aku ceritakan tadi,aku bertemu dirinya di jalan dan ia langsung jatuh pingsan begitu saja,Untuk masalah Tuan Muda aku juga tidak tahu,apa kau punya nomor ponselnya untuk menghubunginya?"
"Cih...aku?"
"kau yang sebagian ketua saja tidak punya apa lagi aku, ketemu aja enggak!"
"Tapi setidaknya kita itu punya nomor anak buahnya untuk menghubungi Tuan Muda, Tuan Muda pasti sedang bingung mencari Nona!"
Suara Nada dan Kinar yang begitu berisik membuat Ayana merasakan kehadiran banyak orang di tengah-tengah tidurnya.
"Sebaiknya kit..kita...Nona...Nona sadar!"Kinar yang melihat Ayana terduduk dari ranjangnya begitu riang dan gembira.
__ADS_1
"Aku dimana?"Tanya Ayana pelan sambil memegangi kepalanya, ia juga belum melihat kehadiran kedua Teman Dekat ini.
"Apa Nona tidak papa?"
"Nona baik-baik saja kan?, sekarang...Nona ada di rumah sakit!"
Kinar dan Nada langsung merasa lega dan menghampiri Nona mudanya untuk menjelaskan semuanya.
"Rumah sakit?"
Ayana yang kaget langsung mencoba membuka matanya lebar-lebar, karena ia teringat terakhir kali ia berjalan menabrak seseorang dan setelah itu tidak ingat lagi apa yang ia lakukan setelah itu.
"Nada...Kinar!"
Ayana tambah kaget sekalipun senang,rasa pusingnya mereda seketika melihat kehadiran keduanya yang berada di sampingnya itu.
"Iya Nona...,senang bertemu dengan anda!"Nada begitu sopanya menganggukkan kepalanya menatap Ayana dengan penuh rasa rindu dan menghormatinya.
"Saya juga Nona!, senang sekali bertemu dengan anda!" begitu juga Kinar sama persis tingkahnya dengan Nada.
"Cukup!, kalian jangan seperti ini!, jangan panggil aku Nona muda lagi!, aku tidak suka mendengarnya,aku hanya ingin kalian memangil aku Ayana seperti dulu lagi!"
"Ta..Tapi kan anda adalah..."
"Apa?,aku hanya manusia biasa yang bodoh akan segalanya!,jadi panggilan aku Ayana selayaknya teman kalian dulu!"
Ayana merasa kesal kembali setelah mendengar kata Nona muda,ia teringat akan semuanya hari ini.
"E... maafkan aku!,seharusnya aku berterimakasih dulu Kepada kalian yang telah membawaku ke mari,aku malah mengoceh gak jelas!"
Ayana, merasa bersalah kepada keduanya karena langsung mengoceh gak jelas.
"Aku tahu Ayana,aku sangat senang mendengarnya!, ternyata kau masih sama seperti yang aku kenal dulu!"
Nada yang begitu senang dengan sifat Ayana yang selalu merendah, bahkan ia masih bersikap sama seperti dulu layaknya seorang teman ini begitu membuatnya senang dan langsung memeluknya begitu saja.
"E...maaf!, maaf aku... aku lancang!"Nada yang sudah kelewatan.
"Aku sangat senang, bukankah aku sudah bilang aku sangat senang dan jangan membuatku bersedih dengan perkataan kalian yang terlalu menghormati ku,peluklah aku sekarang!, aku mohon..!"
Ayana yang kembali berkaca-kaca matanya, ia juga ingin sekali di peluk seperti ini tadi.
"Benarkah boleh?"Tanya Nada ragu.
Ayana langsung menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Nada,
__ADS_1
Kinar yang tadinya tercengang dengan sifat Nona mudanya pun langsung merasa senang dan ikut memeluk erat Nona mudanya sebagai rasa kangen mereka setelah bertemu sekian lama.