
"Katakan kepadaku?,apa yang terjadi sebenarnya?"
Sambil membersihkan tangan suaminya yang berdarah itu.
Ayana begitu penasaran mengusap air mata yang membasahi pipi suaminya.
"Yang... yang menabrak papah dulu, itu... itu Felly dan kakaknya, dan dia kabur melarikan diri setelah kejadian itu,aku benar-benar baru tahu soal ini..."
"Apah?, Felly?"Ayana begitu kaget.
"Iyaa Ayana, ter..ternyata yang aku nikahi dulu itu,itu adalah seorang yang terlibat akan meninggalkannya Papah ku sendiri ,aku benar-benar tidak terima ini,aku benar-benar tidak terima semua ini!"
Pantas saja Rey begitu sangat terpukul kali ini, tapi tidak sepantasnya dia melakukan hal ini, tidak sepantasnya kau menghukum dirimu sendiri sayang..
"Tapi bukankah Felly masih kecil?"Tanya Ayana bingung.
"Felly sudah berumur 12 tahun waktu itu,dia memang masih di bawah umur!,tapi bukan itu maksudku,aku membencinya karena ia bersama kakaknya kabur dari kecelakaan itu, sedangkan kakaknya bukannya berumur 20 tahun seharusnya ia bertanggung jawab kan?,dia juga sudah dewasa?"
"dan lebih jahatnya lagi ia menggantikan kesalahannya dengan supir pribadinya sendiri!,dan dengan teganya ia membayar supir itu dan menghidupi keluarga selama bertahun-tahun selama ia di penjara...,"
"ternyata ia berhenti menghidupi keluarga supir itu setelah lima bulan yang lalu, berarti bukankah selama ia menikah denganku dia itu tahu kan kalau dia bersalah?...,tapi bagaimana dia malah terus menyembunyikan ini kepadaku,dan anehnya lagi dia selalu minta uang 10 juta setiap awal bulan,dan ternyata ia memberikan uang-uang ku kepada supir itu setiap awal bulan yang sepuluh juta itu!, Danu sendiri yang sudah bertanya kepada supir itu untuk menjelaskan semuanya!,dan ia juga yang mengatakan semua ini berati Ayana.... bukankah aku sendiri yang sudah menyelamatkan orang yang telah menabrak Papah ku itu?... Iyah kan?"
Kenapa permasalahan ini semakin rumit sih?..
Ayana tidak bisa berkata-kata,tapi tingkah Felly ini memang benar-benar keterlaluan,jika selama ini yang membiayai orang yang di penjara itu adalah Tuan Muda sendiri,anak dari yang di tabrak,maka itu artinya Tuan Muda sendiri yang menyelamatkan Felly dari jurang kehidupannya.
"Tenanglah!, tak perlu di sesali,kita ambil kebaikannya dari semua ini, semua sudah terjadi Sayang!, serahkan semuanya kepada kantor polisi, dan mulai sekarang tenangkan jiwa mu, pejamkan matamu sekarang!"
Reyhano haya bisa terdiam mendengarkan perkataan Ayana yang sedang berusaha untuk menenangkannya ini.
Ia pun menutup matanya mengikuti arahan Ayana yang sedang membujuknya ini.
"Tarik nafas panjang!, hilangkan pikiranmu yang membuatmu berantakan Rey!, setelah kau merasa tenang, buang nafas mu perlahan!"
Ayana menatap suaminya yang sedang terdiam memejamkan matanya menarik nafas panjang dan membuang nafas secara perlahan!,
Kemudian ia mulai membelai kepala suaminya dengan lembut dan hangat, mengelus-elus alis itu dengan lembut.
__ADS_1
"Kesalahan tetaplah kesalahan!, semua orang pasti menerima hukuman atas kesalahannya masing-masing,jika bukan kita yang menghukum mereka... maka Tuhan yang akan berkehendak!, serahkan semuanya kepada Tuhan, setelah itu... serahkan masalah ini ke kantor polisi tentang masalah Felly sayang!, jangan melukai dirimu sendiri hanya karena kesalahan orang lain....aku mohon"
Mengelus wajah suaminya yang begitu tampan terpejam.
Ayana masih membelai kepalanya memberinya ketengan yang begitu hangat bagi Rey, rasanya Ayana seperti sedang mendongeng kan cerita untuk Reyhano,ia masih berbicara panjang lebar!.
"Do'akan papah semoga Ia tenang di alam sana dan di terima di sisinya!,masa lalu adalah masa lalu, dan itu juga akan tetap menjadi masa lalu...,itu tidak akan berubah Rey!, jadi biarlah masa lalu yang pahit ini menjadi pelajaran bagi kita!..., jangan membuat dirimu terusik dan tidak tenang"
"pandanglah ke depan jangan menengok ke belakang..!, biarkan yang berlalu itu berlalu, jika kau sangat membenci Felly maka jangan di ingat-ingat tentangnya, ingatlah aku,aku yang akan ada dan akan selalu bersamamu!, Muach.....aku mencintaimu Reyhano!"
Rey terseyum membuka matanya lebar-lebar,
"Tentu saja,aku akan merasa tenang... jika aku mengingatmu Sayang...!"Mengelus pipi Ayana dan menatapnya lekat.
Reyhano merasa sangat tenang mendengar perkataan-perkataan Ayana,ia juga sudah terseyum dan merasa haru mendengar perkataannya yang begitu sejuk saat di dengar, terlebih akhir kalimat Ayana yang membuatnya sangat bahagia.
"Muach..."Balasan Reyhano kembali yang mencium keningnya setelah membuka matanya.
"Aku juga sangat mencintaimu...!,aku juga sangat mencintaimu Ayana..!, kenapa kau ini terlalu baik jadi seorang perempuan...?, membuatku tidak bisa kehilanganmu!.."Masih
mengelus-elus pipinya dan menatap lekat mata istrinya.
memeluk istrinya erat.
"Ingatlah Rey!, kontrol emosi mu!, jangan melakukan apapun yang dapat merugikan dirimu sendiri!,pahami dan selesaikan semua masalah dengan baik dan ketenangan diri!, jangan marah-marah seperti ini,aku benar-benar tidak suka melihatnya..., terlebih melihatmu terluka begini, aku benar-benar merasa sangat khawatir!,aku mohon kamu jangan mengulanginya lagi yah?"
memeluk erat suaminya juga.
"iya sayang!, maafkan aku, maafkan aku..!"
Ibu Rey juga sangat khawatir tentang putranya itu,
langsung berjalan ke arah kamar Ayana,ia masih berdiri di depan kamar, namun ia merasa ragu untuk masuk ke dalam.
Sebenarnya ia merasa sangat khawatir terhadap putranya yang begitu marah-marah tadi.
Ia hanya ingin menemui putranya sebentar saja, paling tidak ia hanya ingin memastikan bagaimana keadaannya sekarang,apa dia benar-benar sudah tenang atau belum.
__ADS_1
Apa aku yakin ini tidak papa,jika aku ingin masuk dan melihat putraku sebentar...
Ibu masih merasa begitu canggung dengan sikap putranya sendiri, walaupun sudah semakin membaik di setiap harinya, namun ia masih merasa berat untuk menemui putranya sendiri.
Apa aku yakin kalau Rey itu sudah memaafkanmu?...
Bertanya-tanya sendiri karena ragu dengan perasaannya sambil menghadap ke arah pintu kamar.
"Thok..Thok.. Thok.."ketukan pelan langsung terdengar di dalam ruangan.
"Itu pasti mamah!,jika ia datang kemari makan berbicaralah dengan tenang Rey!, jangan membuat mamah khawatir,mamah pasti merasa sangat khawatir kali ini!"
"Iya Ayana baiklah!"
Ayana langsung berjalan ke arah pintu kamarnya untuk membukakan pintu.
"Eh... mamah, Masuklah!"Penuh kelembutan Ayana berbicara dengan ibu mertuanya ini
"Terimakasih sayang!"
ibu tersenyum dan langsung masuk ke dalam kamar untuk menemui Reyhano.
"Rey apa kau tidak papah?"Tanya ibu pelan karena sedikit tidak berani.
"Tidak mah,aku tidak papah, aku mungkin terlalu emosi tadi!'
Keduanya berbicara baik satu sama lain,ibu Rey hanya bertanya apa saja yang sedang ia khawatirkan kepada putranya, tidak lebih.
*****
Tanpa di perintah pun Danu sudah tahu apa yang harus ia lakukan, tanpa pikir panjang dan bertele-tele ia langsung menyuruh semua anak buahnya untuk mencari di mana keberadaan Felly berada.
Semua anak buahnya memencar ke seluruh penjuru kota untuk mencari dimana keberadaan Felly.
Lihatlah Felly!,
Aku pasti akan mendapatkan mu, tidak akan aku biarkan kau lolos dari incaran ku kali ini...
__ADS_1
Danu mengemudi mobilnya berserta beberapa polisi yang ikut bersamanya dan menyamar sebagai orang biasa, agar mudah untuk mendapatkan Felly nantinya.