
"Nada?"
Ayana masih menyenderkan kepalanya di bahunya.
"Iya Nona..e... Ayana!"
"Sebenarnya aku ingin berbelanja membeli baju hari ini, tapi kenapa tiba-tiba kepalaku terasa pusing!"
Suara Ayana pelan sambil memejamkan matanya di bahu Nada.
"Ayana?...kau tidak papa?"
Tanya Nada semakin merasa khawatir dan langsung mengecek suhu tubuh Ayana.
"Sepertinya kamu demam Ayana!, badanmu panas sekali!, tidurlah!,tidurlah di pangkuanku...!"
Nada langsung mengelus kepala Ayana yang terbaring di pangkuannya.
"Ayana apa yang terjadi padamu?,....kau baik-baik saja kan?, jangan bilang kau sakit!, karena aku benar-benar tidak bisa membiarkan mu sakit jika kau jauh dariku...!"
Tuan Muda semakin cemas, bahkan matanya mulai memerah dan berkaca-kaca, setelah mendengar semua ini rasanya ia ingin sekali bertemu dengan istrinya sekarang juga.
Iya... aku harus menemuinya!, karena aku tidak bisa membiarkannya sakit,aku tidak bisa begini terus,jika Ayana harus jauh dari diriku...aku tidak bisa...
Rey,sudah berdiri dari duduknya, karena ia ingin pergi ke Apartemen menemui istrinya itu.
Namun langkahnya terhenti seketika mengingat perkataan Kinar, yang menyuruhnya untuk memberi waktu ketenangan untuk Nona Ayana dan jangan membuatnya stress ataupun banyak pikiran!, karena ini semua akan mempengaruhi kandungannya.
Rey....ini belum juga sehari Ayana pindah ke Apartemen kau sudah gelisah begini... padahal Ayana saja belum sampai ke Apartemen.
lalu bagaimana kalau ia sudah pindah nantinya,aku pasti benar-benar tidak betah menahan perasaan ini!,aku sangat ingin bertemu dengannya,aku ingin sekali mengelus perutnya walaupun hanya sekali...
"Nona muda demam?,apa anda bercanda Nona!?"
Supir pun tidak percaya mendengar ucapan Nada.
"Tidak pak..!,Suhu badan Nona Ayana sungguh panas!, kakinya juga sangat dingin!,Aku rasa kita harus bawa Nona ke rumah sakit sekarang juga!"
"Tidak usah!,aku tidak papa...!,aku hanya pusing sedikit!, jangan membawaku ke rumah sakit!,aku tidak suka bau rumah sakit!,aku mohon,aku hanya tidak ingin aku mual-mual di sana nanti!,aku hanya butuh istirahat dan tidur kok!."
"Tapi Ayana..."
__ADS_1
"Aku mohon!".
Ayana menjadi tidak enak diri melihat kondisi dirinya sendiri, ia hanya terus merasa ia menjadi beban bagi yang lain, bahkan ia benar-benar merasa tidak enak hati dengan kebaikan Nada dan Kinar.
Panggilan masuk langsung masuk ke ponsel salah satu supirnya itu, tentu saja, panggilan ini dari Tuan muda kepadanya.
Tuan Muda yang sudah semakin gelisah dan khawatir itu.
Nah Tuan Muda kan,aku yakin Tuan Muda pasti sangat khawatir sekarang ini...
Buru-buru supir itu langsung mengangkat panggilan masuk darinya, karena ia juga sedang menunggu keputusan Reyhano.
"Iyah siap!,baik Tuan muda"
Pasti supir itu pasti sudah mengabari Tuan Muda, aku hanya penasaran apa yang ia katakan kepada Tuan Muda?
"Bagaimana ini Pa?, Nona Ayana tidak mau ke rumah sakit?,"
Tanya Nada yang sudah terlalu cemas itu.
"Kita langsung ke Apartemen saja Nona,dan Dokter akan datang kesana dengan segera!".
"Iya sudah baiklah!,kau tidak apa-apa kan Ayana?..., Tunggu sebentar yah, sebentar lagi kita akan sampai di Apartemen Kinar,dan Dokter yang akan datang ke sana, untuk memeriksa mu!"
Mobil sudah berada di pintu masuk utama Apartemen, supir dengan segera memarkirkan mobilnya di tempat khusus punya Tuan Muda itu.
Nada menuntun Ayana ke lobby utama, sudah ada Kinar yang menanti kedatangannya di situ.
Kinar yang melihat Ayana sangat pucat di tuntun oleh nada langsung segera menghampirinya.
"Ayana kau kenapa?...Ayana kenapa Nada?, Kenapa dia pucat sekali...?"
Kinar ikut cemas.
"Ayana Demam Kin!"
"Sudah-sudah aku tidak papa,aku hanya butuh istirahat saja!"
Sahut Ayana pelan dengan raut wajah yang pucat itu.
"Apa supirku sudah menghubungi dokter tadi?"Tanya Kinar yang pura-pura kaya itu.
__ADS_1
"Sudah!, supir mu sudah menghubungi Dokter tadi, katanya dia akan segera kemari!"
"Baiklah!, ayo Nona aku bantu, maksudku Ayana!"
Kinar ikutan menuntun Ayana menuju ke ruangan Lift untuk menuju ke lantai atas.
*****
"Bagaimana urusan kantor?, apa semuanya sudah beres?"
Melihat Danu yang sudah kembali ke rumah Rey langsung bertanya dengan wajah yang sangat gelisah kali ini, karena begitu merasa khawatir dengan Ayana.
"Sudah Tuan Muda!,Bayu juga sedang mengadakan meeting room saat ini!"
"Ayana Demam!,apa yang harus aku lakukan Danu?apa aku harus menemuinya sekarang juga?"
"Nona sakit Tuan Muda?"Danu pun terbelalak menduakannya .
"Iyah apa yang harus aku lakukan?,aku benar-benar tidak bisa jauh darinya,aku ingin sekali bertemu dengannya, aku tidak bisa begini terus!,apa sebaiknya kita pergi ke Apartemen sekarang?"
"E'....Aku tidak melarang Anda Tuan Muda!, tapi ini demi kebaikan Nona Ayana, sebaiknya Tuan Muda bersabarlah dulu!, sampai kemarahan Nona muda benar-benar mereda!,Tapi anda sudah memanggil dokter kan Tuan Muda?"
"Iyah sudah!,aku sudah menyuruh Kevin untuk datang ke Apartemen ku!,aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,jika jauh darinya aku benar-benar tidak tenang!"
Aku tahu Tuan Muda,rasa cintamu sekarang begitu besar, makanya kau sangat khawatir!
Terlebih lagi Nona sudah mengandung Anak anda....
Aduh kenapa aku jadi ikut sedih begini yah?.. melihat Tuan Muda gelisah,aku jadi tidak tega melihatnya begini..
"Apa anda ingin sekali bertemu Nona Ayana hari ini?"
"Iya tentu saja!,aku sangat ingin bertemu dengannya,dia sedang mengandung anakku...dan sekarang dia demam seharusnya aku berada di sampingnya bukan?"
"Baiklah!, kalau begitu... aku yang akan mengantar anda ke Apartemen nanti malam!, Tenang saja Tuan Muda!, anda pasti akan bertemu dengan Nona muda malam ini, walaupun anda hanya bisa menemui Nona Ayana saat ia sedang tidur?, tidak papa kan Tuan Muda?, nanti saya yang akan memberi tahu Kinar dan Nada untuk memberi tahuku setelah Nona Ayana sudah tidur?...".
"Iya baiklah!,itu pun aku sangat senang!, yang penting aku ingin melihat Ayana walaupun hanya sebentar...,aku hanya ingin memastikan kedaanya saja,aku benar-benar merindukannya.....!"
Seorang Reyhano yang angkuh dan dingin itu bisa luluh hanya karena rasa cintanya terhadap Ayana.
Bahkan Rey tidak pernah serendah ini sebelumnya,ia selalu serba bisa, apapun yang ia inginkan selalu terpenuhi dengan uang dan hartanya,tapi kalau masalah Ayana ini lah yang sangat sulit baginya,
__ADS_1
Uang,harta, bahkan rasa cintanya sendiri belum bisa merebut hati Ayana, hanya karena kebohongan yang ia tanam sejak awal.
Mungkin ini pelajaran bagimu Rey, bersabarlah jika kau benar-benar mencintainya maka tunjukkan dan perjuangkan Rey demi anak mu dan Ayana, jangan pupus Rey!, tumbuhkan terus rasa cintamu itu!.