
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, matahari pun sudah condong ke arah barat, pantulan cahaya matahari yang berwarna orange membuat suasana kantor semakin sepi..
Namun pemandangan kota terasa lebih indah dan asri saat di pandang, semilir angin santai menerpa tiap helaian rambut Ayana,
Ia yang sedang berdiri di balik jendela kaca ruangan kantor suaminya, menunggu kepergian suaminya entah kemana ia pergi, hari-hari yang penuh kebosanan beginilah yang ia rasakan.
Aduh bagaimana bisa aku ketiduran tadi, kira-kira Tuan Muda tadi masuk ke ruangan gak yah....
Ayana yang sedang mengetuk-ngetuk jari telunjuknya karena ketiduran dan ia baru saja bangun, sambil menenangkan diri di depan jendela kaca kantor.
Ternyata ada sosok laki-laki yang terdiam dan memperhatikannya sejak tadi di depan pintu ruangan.
Mataku benar-benar tidak dapat di kendalikan, kenapa aku ingin sekali terus-terusan menatapnya,
kenapa juga dia semakin cantik jika semakin di pandang.
"ehem ehem.."Rey pura-pura batuk dan langsung masuk ke ruangan, membuat Ayana terperanjat Karena kaget.
"e'... Tuan Muda"
"Ayo kita pulang sekarang!"
"Iya baiklah!"Ayana bergegas membereskan barang-barang untuk pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan, Tuan Muda benar-benar terdiam sambil menyanggahkan tanganya, tidak ada suara yang ia keluarkan dari mulutnya,
Sesampainya di rumah pun ia langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa menengok kanan kiri,ia benar-benar berjalan fokus ke depan.
dia kenapa?,apa dia marah karena aku tadi ketiduran di kantor...,
Ayana bergegas mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah dan terus mengikutinya dari belakang.
Masuk ke dalam kamar, Rey langsung membanting kan tubuhnya ke sofa sambil memejamkan matanya.
Sementara Ayana terdiam menaruh barang-barang dan terus melayaninya.
Setelah selesai mencopot sepasang sepatunya dan menaruhnya,ia langsung ganti haluan seperti biasanya untuk mencopot baju kemejanya.
Apa dia sakit,
Ayana yang mencopot kemejanya sambil memandangi wajah suaminya yang terpejam itu,
Rey langsung membuka matanya dan begitu pas seketika berpapasan dengan mata Ayana yang sedang menatapnya itu.
Ayana langsung grogi dan menghindari tatapanya.
"Kenapa kau memperhatikanku?,apa kau mulai menyukaiku?"Rey sambil menaikkan alisnya menatap tajam Ayana.
cih PD sekali dia...
"Tidak, saya tidak sedang memperhatikan Anda!"Ayana yang menjadi gemetaran saat melanjutkan mencopot kancing kemejanya.
"Benarkah?"Rey tersenyum sinis lalu memeluk erat pinggang Ayana, hingga membuat Ayana terjerembab jatuh ke dada bidangnya.
__ADS_1
orang ini benar-benar gila apa?,apa yang sedang ia lakukan si...
"Apa alasanmu memilih pernikahan ini?"Bisik Rey di telinga Ayana.
Ayana terus berkutik mencoba melepaskan pelukannya,
Apa maksud pertanyaannya, kenapa dia tiba-tiba menayakan soal ini kepadaku...
dan kenapa dia terus memelukku erat seperti ini si...
"Kenapa kau terdiam?,kau tidak mau menjawab juga?, katakan apa alasanmu!"Rey semakin mempererat pelukannya.
"A.. aku, karena aku...aku tidak bisa membayarnya Tuan Muda!"
"Jika Alasanmu begitu!, kenapa kau tidak memilih di penjara saja?"
Manusia gila yah,siapa coba yang mau di penjara bertahun-tahun...
"Karena aku..aku tidak ingin hidup di penjara Tuan Muda,aku ingin hidup bebas menghirup udara!"
"he'h,apa kau yakin dengan menikahi ku.. kau akan menghirup udara dengan bebas?, atau karena kau menyukaiku sejak awal,oh... atau tidak karena kau memandang harta dan kekayaan ku yah?".
Apa si maksudnya,dia pikir aku ini mata buaya apa,
"Walaupun aku tidak bisa menghirup udara dengan bebas, setidaknya aku akan hidup bersama anda sedikitnya dua tahun,itu akan lebih ringan bagiku, dan maaf tuan muda saya sama sekali tidak tertarik dengan harta dan kekayaan Anda!"
benarkah?,...aku tidak percaya, memang ada wanita yang tidak tertarik denganku...
Tuan muda terdiam langsung menatap tajam Ayana.
apa si maunya, kenapa dia mendesaku begini, terus.. jika aku tertarik padanya kenapa?,dia mau apa ?,dan siapa juga yang tertarik dengan manusia sepertimu..
"Tidak!"
"Benarkah?"Rey semakin memeluknya erat karena benar-benar merasa kesal.
"Tidak!,... aahh...awh...aahh..."Ayana yang tiba-tiba menjerit kesakitan, dan terlihat begitu kesakitan.
Padahal Rey hanya memeluknya erat secara wajar.
"Kau ..kau..kau kenapa?" Rey yang menjadi panik dan melepaskan pelukannya.
Ayana berdiri kaku sambil memegangi perutnya, membuat Rey tercengang dan panik melihat istrinya yang sedang kesakitan itu
"Kau...kau kenapa Ayana?"Rey berdiri memegang bahunya dan semakin panik, melihat Ayana yang terus mendesah memejamkan matanya karena kesakitan.
Melihat darah yang mengalir di kaki Ayana membuatnya semakin kaget dan panik,
"Ay..Ay.. Ayana kau..kau..kau kenapa?"Tuan Muda yang melihat darah yang mengalir di kaki Ayana semakin panik dan terbata-bata,
Tak lama kemudian justru Ayana malah jatuh pingsan di pelukannya.
"Ayana... Ayana" Tuan Muda menepuk-nepuk pipiya Ayana yang terlihat pucat seketika.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Rey langsung menelfon Danu untuk datang segera dan memanggilkan dokter.
***
"Ada apa lagi Dan?"Bayu yang sedang makan malam bersama Danu ikut bingung melihat wajah Danu yang terlihat panik itu.
"Tu.. Tuan Muda butuh Dokter sekarang!, kita juga harus kesana sekarang!"
"Dokter?,apa Tuan Muda sakit?"
"Tidak,aku tidak tahu.., intinya Tuan Muda menelfoku dengan keadaan panik dan berteriak,(Panggilan Dokter sekarang!, panggilkan Dokter sekarang juga!)"
Begitulah teriakan Tuan Muda di dalam telefon dan langsung mati begitu saja, suara Tuan Muda benar-benar terdengar panik dan khawatir.
"Huh..Ada apa lagi ini?,Ayo cepat... kita kesana sekarang juga!"
Bayu langsung mengakhiri makan malamnya bersama Danu dan langsung bergegas menuju ke rumah Tuan Muda.
"Ada apa dengan Tuan Muda,apa terjadi sesuatu padanya?"
"Entahlah...Apa kau sudah memanggil dokternya?"
"Sudah..Tenang saja,dia juga sedang menuju ke rumah Tuan Muda!"
Bayu dan Irfan yang ikut panik di dalam perjalanan.
Mobil nyampe di halaman rumah, sesaat setelah itu mobil sang Dokter pun datang,..
Mereka semua langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Tuan Muda dengan segera.
Ayana sudah terbaring di atas ranjang, sementara Tuan Muda sedang berbolak - balik menggigit jarinya sendiri Karena mereka panik dan khawatir terhadap Ayana.
Ada apa dengannya?, kenapa dia sampai berdarah seperti itu?..
"Tuan Muda..Anda kenapa Tuan Muda?"
Danu yang langsung masuk secara panik di ikuti Bayu dan sang Dokter.
"Kau kenapa lama sekali?, Cepat periksa Istriku sekarang!, kenapa dengan Istriku, cepat periksa sekarang!"
Tuan Muda yang terlihat panik dan sangat kesal karena mungkin menunggu kehadiran Dokter dan yang lainnya yang terlalu lama.
Dokter langsung bergegas menghampiri Ayana yang terbaring di atas ranjang itu, Sedangkan Bayu dan Danu terbelalak kaget dengan keadaan Nona mudanya.
"Nona Ayana..?"Bayu yang masih tercengang.
"No..No..Nona!, kenapa dengan Nona Tuan Muda?"
"Entahlah!,aku tidak tahu.. dia pendarahan dan pingsan di hadapanku,Apa dia akan baik-baik saja?,dia akan baik-baik saja kan?"Tuan Muda yang terus menatap istrinya yang terbaring di atas ranjang sambil berkaca-kaca.
Rasa Cinta dan Rona cemasnya benar-benar ia tampakkan,
"e'. maaf Tuan Muda, saya akan memeriksa Nona secara detail!, jadi Mohon untuk semuanya Tunggu di Luar!, Tapi kalau untuk Tuan Muda boleh menunggu di sini!karena Anda adalah suaminya!"
__ADS_1
"Sudah periksa Dia!, dan pastikan Istriku baik-baik saja!,kita semua akan menunggu di Luar" Tuan Muda yang merasa tidak tega melihat istrinya yang terbaring di atas ranjang.