
"Menjebak ku?,apa maksudnya menjebak ku?"
Tanya Ayana menatap keduanya tajam,ia begitu penasaran akan perkataan keduanya yang membingungkan ini, walaupun matanya basah ia bertanya begitu serius kali ini.
"Ay.. Ayana....ak..aku.."Rey yang mau menjawab terbata,dan langsung di sambar oleh Felly begitu saja.
"Aku memang menyuruh Rey menikah lagi Ayana...,kau tahu untuk apa?,aku menyuruh suamiku untuk menikah lagi dengan wanita lain hanya untuk mendapatkan anak darinya!"
"Dan kau tahu..,Rey telah membohongimu selama ini, berlian yang kau pecahkan itu adalah berlian palsu,ia memanfaatkan keadaan ini agar dapat menikah denganmu!, sebenarnya berlian itu adalah berlian palsu bukan yang asli dan yang asli ada di dalam lemari pajangan yang berlapis kaca dan emas, mungkin kau sangat polos waktu itu, sehingga gampang di bohongi oleh Rey, seharusnya kau berpikir jika itu berlian asli tidak mungkin di taruh begitu saja di atas meja, karena kau sangat polos jadi aku menyetujuinya jika Rey akan menikah denganmu selama dua tahun!"
Ayam yang mendengarnya tidak bisa berkata-kata, dirinya begitu kaku tidak bisa mengatakan sepatah katapun,
Derai air mata langsung mengalir begitu saja tak tertahan,
Setelah mendengar ini semua rasanya dada Ayana begitu sesak dan sakit, sambil menatap suaminya tajam.
"Ay.. Ayana ak..aku.."
"Plakkk.."
Tamparan keras mendarat di pipi Reyhano, rasa yang di rasakan Ayana begitu sakit dan mendalam, membuatnya tak tertahankan lagi.
"Dasar Serigala!"Ayana yang begitu marah.
Kau pikir kau akan menang Rey..
Felly memandang suaminya yang di tampar oleh Ayana,ia merasa menang karena Ayana pasti akan pergi meninggalkan Reyhano.
Wah tak di sangka Nona Ayana begitu pemberian, bahkan baru kali ini ada yang berani menampar Tuan Muda.
Danu terbelalak, namun ia sudah siap akan apa yang terjadi nantinya,ia juga mengira akan seperti ini ujungnya,
Namun sikap Ayana yang lemah lembut tak terlihat lagi sekarang, hanya kemarahan yang di saksikan Danu saat ini lewat kedua matanya itu.
"Plakkk..."
Tamparan keras yang sama juga mendarat di pipi Felly, Membuat Felly ikut memegang pipinya yang memerah karena tamparan Ayana,ia juga merasa terkejut karena Ayana berani menamparnya.
Wah sekarang tinggal Nona Felly,Nona Ayana benar-benar hebat, mereka berdua memang salah Nona,dan sepantasnya mereka berdua mendapatkan ini,
__ADS_1
Aku tahu apa yang di rasakan Nona Ayana sekarang...
"Wanita Iblis tak punya hati!, sebagai seorang istri seharusnya kau melayani suamimu dengan baik!,bukan menyuruh suaminya untuk menikah lagi,dan membuat kebusukan begitu banyak seperti ini!, Plakkk..."
Tamparan keras mendarat lagi di pipi Felly.
"Rasa sakit mu belum seberapa dengan rasa sakit ku sekarang!,mungkin kalian berdua adalah makhluk paling kejam yang pernah aku temui di dunia ini!"
Ayana langsung pergi meninggalkan keduanya, namun tangan Rey mencoba untuk menghalanginya pergi,
"Jangan berani menyentuhku!, Lepaskan!,"Suara sinis Ayana yang tidak ingin menatap suaminya lagi.
Bahkan baru kali ini juga Reyhano melihat Ayana semarah ini.
"Tidak Ayana!, jangan pergi...aku mohon tetaplah di sini!"
"Plakkk..."Tamparan keras mendarat lagi di pipi Rey.
"Melarang ku pergi setelah melakukan hal sepicik ini kepadaku!, Lelaki tak tahu malu!, lepaskan!"
Ayana langsung mengibaskan tangan Tuan mudanya,la lalu pergi meninggalkan keduanya dan melewati Danu tanpa ada kontak mata karena begitu kesal.
Rey mau mengejar Ayana,namun tangannya di tahan oleh Felly,
"Kau mau kemana Rey?" Tanya Felly ketus menahan kepergian suaminya.
"Jangan menyentuhku!, Wanita gila,aku gak menyangka kau melakukan hal ini kepadaku!"Rey terus menatap Felly dengan penuh kemarahan.
"Danu kejar Ayana!, jangan biarkan dia pergi dari diriku!"
Tanpa menjawab Danu langsung bergegas menuruti perkataan Rey.
"Aku tidak akan rela Rey,jika kau akan bersatu dengan Ayana!"
"Ini semua karena dirimu wanita gila!,semua kemauan mu sudah aku turuti sepenuhnya,tapi apa yang kau lakukan,aku tidak pernah tahu kau sebusuk ini"
Keduanya masih cek-cok, Felly tidak mau mengalah akan semua ini,Rey juga bersalah atas semua ini, atas kebohongan yang ia lakukan kepada Ayana.
sedangkan Felly tidak rela jika harus kehilangan suaminya ini,ia sedang mencoba berbicara dengan Reyhano untuk mempertahankan hubungannya.
__ADS_1
Benarkah dia masih berharap hubungan keduanya akan baik-baik saja setelah ini,tapi semuanya terlihat tidak menyakinkan, karena Rey benar-benar merasa hancur kali ini.
Ayana berlari dari kamar hotelnya itu, terlihat ia yang tidak bisa menahan air mata lagi,
Kemudian terus berjalan menuju ke salah satu Toilet hotelnya.
Tentunya membuatnya bersimpangan dengan arah Danu yang terus berlari menyusul Nona mudanya.
Nona Ayana kemana?, kenapa cepat sekali perginya...
Danu sudah tidak melihat kehadiran Nona Ayana lagi,ia langsung menuju ke lift untuk menyusul kemanapun Nona mudanya pergi.
Aku harus kemana mencari Nona muda, sepertinya Nona muda terlihat sangat terpukul,aku takut terjadi apa-apa padanya...
kemana perginya, kenapa sudah tak terlihat di sini?..
Danu sudah menghadap kesana kemari melihat ke sekeliling Hotelnya, tapi ia tidak menemukan Kehadiran Nona mudanya di sana, ia hanya melihat para penyewa dan penghuni hotel yang bolak balik kesana kemari melakukan aktifitasnya.
Melihat sebuah taksi yang melintas dan ada seseorang penumpang perempuan yang masuk ke dalam kendaraannya membuat Danu mengira itu adalah Nona Ayana.
Ia bergegas menuju ke parkiran dan mengambil mobilnya untuk mengikuti taksi itu.
*****
"Hiks...hiks...hiks.."
Ayana menangis begitu sedih ia merasa sangat di permainan sekarang,
perasaannya hancur lebur sakit tak terkira, dadanya benar-benar begitu sesak menahan tangisnya sejak tadi.
"Aku tidak menyangka.... Tuan Muda begitu jahat kepadaku..., kenapa dia tega melakukan hal ini kepadaku... hiks.. hiks..., kenapa di saat dia membuat ku kagum lalu dia menjatuhkan ku sesakit ini,apa dia benar-benar mempermainkanku selama ini dan ucapan-ucapannya kemaren itu adalah kebohongan juga... hiks... hiks... tega sekali...kamu tega... lelaki bajingan tidak tahu diri...aku benci...aku benci..."
"Aku juga tidak menyangka,rasa takut dan tertekan ku selama ini itu berasal dari kebohongan...aku tidak mengira ini..aku tidak mengira...hiks...hiks,aku begitu menghormatinya dan melayaninya karena rasa bersalah yang selalu menyelimuti diriku selama ini, tapi apa.. semua ini hanya kebohongan....gila.. kenapa?, kenapa?... kau tega melakukan ini kepadaku di saat aku mulai mencintaimu Tuan Muda.... kenapa?... kenapa?...hiks.. hiks.."
"Aku harus pergi dari sini sekarang juga,aku tidak ingin bertemu dengannya lagi... dia begitu jahat..."
Ayana menangis di dalam Toilet,ia begitu terpukul dan tersakiti, menatap matanya sendiri di depan cermin yang tampak membengkak.
Membuatnya segera mencuci wajahnya dengan air, sepertinya ia harus segera pergi jauh dari hotel ini,
__ADS_1
Entah kemana ia akan pergi,yang jelas ia butuh penenangan dirinya,