
Udara pagi yang terasa begitu segar, Ayana mencoba mengambil nafas panjang menghirup udara segar di pagi hari ini...
Berdiri di depan teras rumah sambil membawakan sebuah tas dan keperluan suaminya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor,
Menunggu Danu yang sedang mengeluarkan mobil dari garasi.
"Sini nona berikan saja kepadaku! biar aku saja yang menaruhnya"
Danu mengulurkan tanganya Kepada Ayana untuk mengambil barang-barang tuan muda yang masih ada di tangannya.
"Oh baiklah...makasih ya Danu"Ayana yang langsung memberikan semua barang kepada Danu,
"iya sama-sama nona"
Ayana masih tetap berdiri menunggu di depan teras rumah sambil melihat-lihat lingkungan sekitar yang terlihat begitu indah, menunggu keberangkatan suaminya untuk pergi ke kantor.
Turun melewati lift, keduanya keluar dari ruangan utama menuju teras rumah dengan romantis,tangan Felly yang terus merangkul dan bersikap manja seperti biasanya Kepada tuan muda.
"Sayang hati-hati di jalan yah,muach muach.." Felly langsung mencium pipi suaminya di hadapan Ayana, sambil berkata di dalam bekapannya..
"Aku akan selalu menunggu kepulangan mu sayang,dah hati-hati di jalan"
tapi aku sama sekali tidak ingin menunggu kepulangannya,jika dia pulang telat itu lebih baik bagiku,..?
batin Ayana yang mendengar perkataan istri pertamanya.
Ayana benar-benar tidak memperdulikan keduanya sama sekali,ia masih terdiam memandangi area sekitar yang sangat indah, tidak tertarik dan tidak ingin tahu dengan keromantisan keduanya
"iya sayang, muach.. muach" Ciuman pipi balik di pipi Felly yang diberikan tuan muda.
Tuan muda memang melayani Felly sepeti ini,namun kali ini matanya tertuju kepada wanita lain yang masih berdiri di sampingnya yang menunggunya sejak tadi,...
Keduanya hanya bertatapan sebentar, Ayana yang malas hanya terdiam sambil memandangi mobil yang akan ia tumpangi.
Tuan muda langsung masuk ke dalam mobilnya, Felly pun langsung masuk ke dalam rumah setelah melihat suaminya masuk ke dalam mobil.
Aneh sekali sikap tuan muda pada istri keduanya,
kenapa tuan muda tidak mencium pipi nona Ayana juga,bukankah dia juga istrinya,ya walaupun istri ganti rugi, tapikan dia juga istrimu tuan muda, sebagai suami kan harus tetap bersikap adil..
Danu yang hanya bisa membatin dari lubuk hatinya.
Ayana masih terdiam memandangi mobil yang berjalan mundur meninggalkan teras rumahnya...
Tuan muda yang masih terus memandangnya dari dalam mobil, memperhatikan istri keduanya yang masih berdiri menunggu kepergiannya.
__ADS_1
"Danu,kamu yang bertugas untuk mengetahui semua hal tentang istri keduaku kan?"Tuan muda yang memulai berbicara dan memecahkan keheningan di dalam mobil.
"iya tuan muda, saya juga sudah mengetahui tentang kehidupan dan latar belakangnya nona Ayana.."
"bagaimana kehidupan dan latar belakangnya?,aku ingin tahu!"
kenapa tuan muda tiba-tiba ingin tahu....
iya memang betul si,sebagai suaminya kan seharusnya mengerti dan tahu latar belakang istrinya,masa ini enggak, bagaimana si...
"Danu,apa kau dengar aku?"
Tuan muda yang sudah memposisikan tubuhnya dan bersiap-siap mendengar jawabannya sejak tadi, namun Danu malah terdiam entah apa yang sedang ia pikirkan.
"ohh maaf tuan muda, saya kurang konsentrasi tadi" Danu.
"Apa dia dari kalangan orang yang punya?"Tuan muda yang penasaran dengan latar belakang istrinya sendiri.
"Nona bukan dari kalangan orang yang punya tuan muda,namun nona Ayana berasal dari kalangan orang yang cukup"
"Tapi kenapa dia bekerja menjadi cleaning servis, bukanya dia dari keluarga yang berkecukupan?"
"karena kehidupannya kali ini sudah sangat jauh berbeda tuan muda"
"bagaimana bisa begitu,apa saat dia bekerja dia masih kuliah?"
"hah...!,memang dimana tanggung jawab orang tuanya,apa mereka semua tidak memiliki rasa kasih sayang?, kenapa orang tuanya diam saja,melihat anaknya yang sudah berhenti kuliah?, bahkan, hanya tinggal satu semester lagi,apa mereka semua yang menyuruhnya untuk berhenti kuliah?".
Tuan muda yang tiba-tiba merasa kesal sendiri mendengar penjelasan Danu tentang istri keduanya.
Kenapa anda marah-marah tanpa sebab Tuan muda, mungkin jika takdir berkehendak lain Nona Ayana juga masih kuliah kali..
"bukan mereka yang menyuruhnya tuan muda,tapi memang karena takdir dan keadaan yang membuatnya harus berhenti kuliah".
"kau sebenarnya bicara apa si Danu?, memang keadaan apa maksudmu, takdir apa si maksudnya?".
Tuan muda yang sebenarnya tidak mengerti apa maksud perkataan Danu yang sejak tadi terus berulang-ulang dan membuatnya tidak mengerti, sekaligus merasa gregetan.
"Maafkan saya tuan muda, maksudku...kini mereka tidak lagi bersama,Nona Ayana harus menjalani kehidupan pahit ini sendirian, karena Nona sudah tidak lagi bersama mereka,dan nona Juga sudah kehilangan mereka untuk selamanya"
Danu yang juga merasa sedih mengetahui hal ini, tentang pahitnya kehidupan nona baru,ia juga tidak tega melihat nona muda harus berpisah dengan tuan muda setelah dua tahun mendatang.
"Tidak lagi bersama?, apa maksudmu mereka semua mengusir Ayana dari rumah?, memang kesalahan apa yang dilakukan Ayana, sehingga mereka mengusirnya dari rumah?"
*Ah.. kenapa aku jadi salah perkataan begini si, lebih baik akan aku jelaskan secara to the points saja kepada tuan muda,
__ADS_1
tapi perasaanku benar-benar tidak enak jika harus memberi tahunya secara langsung, lagian tuan muda biasa tidak perduli kan dengan nona baru*...
"bukan mereka yang mau berpisah tuan muda, tapi karena Tuhan lah yang telah berkehendak menakdirkan mereka semua untuk berpisah, kehidupan Nona memang sungguh pahit,nona Ayana harus mengalami kehidupan pait yang bertubi-tubi, tidak ada yang memberinya semangat,di tambah lagi,ia sampai melakukan kesalahan kepada anda dan harus menikahi anda selama dua tahun, sehabis berpisah dengan anda, dan saya tidak tahu bagaimana kehidupannya selanjutnya".
Tuan muda semakin menyengkrut mendengar perkataan Danu,
"Danu cukup!,maksudmu apa maksud kehidupan pahit itu,dan takdir yang memisahkan mereka itu apa sih maksudmu?, katakan dengan jelas!" Tuan muda yang sudah semakin penasaran dan merasa kesal.
"baiklah tuan muda akan saya jelaskan sekarang,Apa tuan muda tau insiden kecelakaan yang ada di tengah kota bulan lalu, yang sempat viral dan menggegerkan media massa itu?"
"Kecelakaan?..,lalu apa hubungannya dengan ini?, kenapa kau malah semakin berbelit-belit begini,ayo cepat katakan ada apa si sebenarnya?" Tuan muda yang semakin di buat penasaran oleh anak buahnya sendiri dan langsung merasa pusing mendengar kata kecelakaan.
"kecelakaan itu adalah kecelakaan yang terjadi kepada keluarga Nona Ayana tuan muda"
"Apah...?" Rey yang langsung kaget mendengar perkataannya,ia sebenarnya ingin berhenti mendengar perkataan kecelakaan ini tapi ia masih penasaran akan kehidupan istri keduanya
"semua keluarganya tewas di tempat dan tidak ada yang tertolong sama sekali,jika saja Nona Ayana ikut dengan keluarganya berpergian waktu itu, mungkin saja nona juga sudah tidak ada di dunia ini,tapi untung saja nona Ayana sedang berkuliah waktu itu jadi nona adalah satu-satunya orang yang selamat di keluarga ini"
Tuan muda yang mendengarnya langsung terdiam kaku, Jantungnya berdebar kencang, dadanya begitu terasa sesak seakan-akan nafasnya akan berhenti,ia juga teringat akan kejadian masa lalunya yang begitu pilu dan pahit yang masih begitu terasa sampai sekarang..
Kenapa tuan muda terdiam,apa dia tertidur mendengar ceritaku?, aku kan tidak sedang mendongeng?...
Danu yang begitu penasaran langsung melihat ke arah kaca sepion yang ada di depan atas kepalanya itu.
Melihat tuan muda yang sedang memegangi dadanya langsung panik.
"Tu...tuan muda,Apa yang terjadi pada anda??"
"Dan,Dan..Bukain aku minum!" Tuan muda yang berbicara pelan menahan rasa sesak yang ada di dadanya.
Danu yang panik langsung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan langsung membukakan botol air mineral untuk tuan mudanya.
kenapa tuan muda jadi begini,apa tuan muda juga ingat tentang kejadian dulu,aku benar-benar tidak ingin menggores lukanya kembali, tapi tuan muda sendiri yang bersikeras untuk mengetahui latar belakang istrinya..
Rey langsung menyenderkan tubuhnya dan di bersabar di bangku mobil, terlihat wajahnya yang pucat, sambil menarik nafasnya cepat...
Menenangkan dirinya sejenak, terdiam entah apa yang ada di pikirannya,
"Maafkan saya tuan muda,saya tidak bermaksud untuk.."
"sudah cukup,Apa maksudmu Ayana hidup sebatang kara sekarang?"
Tuan muda yang merasa masih lemas dan masih duduk tersandar, seperti seorang yang sedang melamun, sambil bertanya kepada Danu.
"iya tuan muda, hidup nona sekarang memang sebatang kara, satu Minggu setelah kejadian itu nona Ayana datang ke kantor anda untuk berkerja agar bisa nyambung kehidupanya,dan setelah dua Minggu kejadian itu berlalu, nona juga melakukan kesalahan dan harus menikahi anda, pastinya ia merasa sangat tertekan dengan semua ini, rumah kenangan bersama keluarganya juga di sita untuk melunasi hutang-hutang keluarganya,dan pastinya rasa sedih yang sangat mendalam yang di rasakan nona muda waktu itu"
__ADS_1
Tuan muda terdiam mendengar perkataannya tanpa berbicara sedikit pun,namun dari raut wajahnya terlihat kalau ia sedang memikirkan sesuatu.