Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Nasib Felly.


__ADS_3

Felly sedang mondar-mandir kesana-kemari di dalam ruangan kamar barunya.


Ia memang menginap di sebuah Apartemen kecil miliknya, yang tentunya harga Apartemen ini sangat terjangkau dan dari kalangan biasa saja.


Tidak seperti Apartemen Reyhano yang harganya super waw dan tentunya sangat mewah, namun ini berbeda jauh tingkatnya dari yang ia huni biasanya.


Barang-barang pun seadanya, hanya ada satu kamar disitu ukuran sedang, tidak luas seperti lapangan bola yang ada di rumah Reyhano.


Rasakan Felly, salah sendiri udah bagus di kasih kehidupan layak dengan penuh kemewahan tapi kau sia-siakan,ini lah akibatnya...


"Sialan..!, tak pernah aku bayangkan aku harus tinggal di tempat seperti ini,aku juga mampu menyewa Apartemen yang mewah, namun jika aku menyewa Apartemen yang mewah lalu bagaimana aku bisa hidup Nanti jika uang di ATM ku aku gunakan tiap hari...."


"Reyhano benar-benar keterlaluan!, tega sekali dia menceraikan ku...,aku yakin ini pasti semua karena Ayana...awas saja kau Ayana aku pasti akan membekas mu..!"


"Aku harus segera mencari pengganti Reyhano... tidak mungkin aku terus hidup seperti ini terus... setidaknya aku punya pacar yang kaya,jadi aku bisa porotin tuh uangnya...,jika aku kembali ke rumah,aku pasti akan di gampar oleh Mamah Karena telah menyia-nyiakan si Rey....mamah pasti akan menyalahkan ku,karena aku telah berbohong hanya karena tidak ingin hamil, lagian siapa yang mau hamil coba... bukankah melahirkan itu menyakitkan, terus menyusui setiap hari.., lalu aku juga harus mengurusnya... dan tidak bisa tidur dengan tenang setiap malam kan .. mana aku mau...,!"


Felly seperti wanita yang benar-benar tidak memiliki hati dan pemikiran, bukankah setiap wanita yang sudah berpasangan itu sangat menginginkan untuk mempunyai keturunan.


Lalu untuk siapa harta dan kekayaannya nanti?.....


bukanya setiap harta yang dimiliki orang tua itu selalu menurun kepada anak,lalu bagaimana jika Reyhano tidak memiliki keturunan mau di kemana kan hartanya yang melimpah ruah itu.


"mana panas banget lagi... lama-lama aku tidak betah di sini, aku benar-benar tidak bisa hidup seperti ini....aku harus mencuci baju sendiri,nyapu,ngepel aku benar-benar tidak bisa.... aku pasti akan gila hidup seperti ini terus...."


Felly langsung melempar sapu yang ada di tangannya,ia benar-benar merasa kesal hari ini.


Ponsel berdering seketika di atas meja riasnya, Felly yang melihatnya langsung mengerutkan dahi merasa ragu untuk mengangkatnya...


Sial...Syafira menelfonku lagi...


aku harus bilang apa?...jika mereka semua mengajakku keluar untuk bersenang-senang...dan ber-sosialita *bagaimana?...


Terus nanti teman-teman ku tahu... kalau aku ini sudah janda bagaimana?


oh aku pasti akan gila dengan semua ini*...


"Halo..."Mencoba menenangkan dirinya dan mengangkat telfon dengan santai seperti biasanya.

__ADS_1


"Halo Felly, Nanti kita ketemu di caffe biasa yah!,ada hal penting yang harus kita bicarakan,kita semua akan membahas tentang liburan ke luar kota Minggu depan!!"


Li... liburan, Tidak mungkin kan aku menolak tawaran ini, lalu bagaimana teman-teman ku nanti, jika tiba-tiba aku menolak ajakannya ini, bisa-bisa harga diriku menurun... sialan...


"iya...Iyah oke baiklah!,aku akan ke sana sekarang!,bay..!"keduanya menutup telepon.


"oke baiklah, kalau begitu aku turuti kali ini,dari pada harga diriku menurun di hadapan teman-temanku nanti,


sebaiknya aku pergi ke sana sekarang...".


Felly meninggalkan sapunya di lantai, ia langsung bersiap-siap dan merias diri secantik mungkin seperti biasanya.


Kali ini ia langsung turun ke parkiran Apartemen dan mengambil mobilnya, biasanya ia selalu di antar oleh seorang supir,tapi kali ini tidak,ia memakai mobil lamanya dan menyetir sendiri,


ia juga sedang memikirkan alasannya nanti jika teman-temannya mempertanyakan hal ini, kenapa dia memakai mobil lamanya yang jarang sekali ia pakai sebelumnya, bahkan terakhir kali ia memakainya juga ia tidak ingat.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan melintasi jalan raya yang penuh dengan keramaian kota.


lama kelamaan jalan mobilnya semakin melambat dan terus melambat, membuat Felly panik dan gelisah.


Tapi mobil benar-benar berhenti dan tak berfungsi lagi,


"Apa ini beneran mogok hah?,sial...jika mogok matilah aku...aku harus bagaimana?..,masa aku harus naik taksi sampai ke Caffe hah?,...Oh...No.., is not good!.. sialan!"


Felly langsung turun dari mobilnya dan merasa sangat kesal, bahkan saking kesalnya dia sampai menendang mobilnya sendiri.


"Lalu bagaimana sekarang,aku harus naik taksi ke Caffe,lalu bagaimana dengan teman-temanku yang melihatku nanti, tidak mungkin kan seorang Felly itu naik taksi..., setidaknya aku sekarang ini bawa mobil Alphard!,bukan bawa mobil butut seperti ini...!"


Mau tidak mau Felly harus datang ke Caffe dengan naik taksi,jika ia tidak bisa hadir!,


ini malah akan membuat semua teman-temannya semakin bertanya-tanya kepadanya karena tidak hadir.


karena biasanya itu, Felly yang selalu mengajak teman-temannya keluar cari makan dan berkumpul,serta ber-sosialita.


Mau sampai kapan kau akan hidup seperti ini Felly?,apa kau kuat?..


aku rasa tidak, suatu saat nanti pasti ia akan menggunakan kecantikannya untuk merebut hati para lelaki, lelaki yang kaya dan banyak harta tentunya.

__ADS_1


Entahlah ia akan menjadi orang seperti apa satu bulan kemudian.


Sebuah taksi tampak dari kejauhan akan melintasi jalan yang ada di depannya itu.


Sementara mobilnya ia tinggal di pinggir jalan,


Ia juga segera menghubungi montir untuk mengecek keadaan mobilnya sekaligus menyervis mobilnya.


Semenjak Rey mengusir dan menceraikannya, hidup Felly benar-benar terasa begitu hambar dan selalu di lumuri dengan amarah dan kekesalan di setiap harinya.


Yang biasanya ia hanya bisa perintah, sekarang melakukan sendiri dan serba sendiri, bahkan wajahnya tampak begitu kesal di dalam mobil taksi,ia juga merasa sangat panas karena pertama kalinya menaiki mobil taksi.


Tak terasa mobil sudah terparkir di depan Caffe, sangat kebetulan berpapasan dengan mobil temanya yang akan di parkiran itu.


Namun Felly sendiri tidak menyadari dan ia langsung saja Turun dari mobil membayar taksi.


"Felly..."Panggil salah satu temannya yang merasa ragu, karena seorang Felly menaiki sebuah taksi.


"Eh... Sintia,"


Gawat kan aku ketahuan naik taksi lagi


"Bagaimana kau bisa naik taksi?"tanya Sintia heran


"Oh..a..aku hanya sengaja kok!, aku hanya ingin merasakan bagaimana suasananya naik taksi,Danu lagi mengantar suamiku ke luar kota,dan aku juga tidak mau supir yang lain, jadi aku mencoba naik taksi lah buat pengalaman..!,lagian naik mobil sendiri bosen kali,!"


"Ohh.. gitu.."


"iya... lagian nanti juga pulang dari Caffe aku di jemput kok, tenang saja!,Ayo kita masuk!, teman-teman kita pasti sudah menunggu di dalam.


walaupun Sintia merasa aneh dan heran, tapi kali ini ia tetap percaya kepada Felly,


yang jelas di matanya,


ia hanya tahu Felly ini istri Tuan muda dan belum di ceraikan olehnya.


Entahlah kebohongan apa saja yang Felly utarakan di dalam Caffe untuk menutupi dirinya yang sekarang, yang jelas ia masih tinggi hati dengan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2