Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Kepergian Felly


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Semuanya siapa-siapa untuk berangkat,


Ayana langsung memasuki kamar Tuan Mudanya untuk mengambil dan membawakan barang-barang seperti biasanya.


Danu pun sudah stand by memanasi mobilnya sambil memasukkan koper besar ke dalam bagasi mobil.


Ayana yang melihatnya pemasaran akan koper itu..


koper siapa itu,apa Tuan Muda mau pergi?


pantas saja sepagi ini dia sudah sangat rapi ...


Ayana langsung menaruh barang-barang di dalam mobil sambil menunggu Suaminya dan Felly.


"Pagi Nona"Danu yang melihat Nona mudanya mendekatinya.


"Apa Tuan Muda mau pergi?"


"Tidak, Yang pergi bukanlah Tuan Muda tapi Nona Felly Nona"Danu yang menjawab se-ramah mungkin.


"Oh..gitu yah"


Nona Felly mau kemana?, kenapa dia membawa koper sebesar itu?,


sebenarnya aku ini penasaran... tapi tidak enak jika harus berulang-ulang bertanya kepada Danu..


"Apa nona baik-baik saja?"Danu yang melihat Nona mudanya sedang terdiam.


"hm,em..aku baik-baik saja Danu"


"Semalam Nona terlihat sangat pucat, hingga membuat Tuan Muda benar-benar panik, dan terlihat sangat gelisah, bahkan ia meninggal pesta kurang lebih satu jam hanya untuk menemani anda Tidur Nona"


"Apah menemaniku tidur...?"Ayana merasa kaget karena ia tidak mengingat apapun tentang semalam.


Tuan Muda sangat panik dan gelisah! benarkah?...,tapi aku tidak percaya, mungkin dia hanya akting di hadapan semua orang..


sebenarnya apa yang terjadi semalam?.. bagaimana bisa aku tidak mengingat apapun?, Tuan Muda menemaniku tidur..?,tapi aku benar-benar tidak mengingat apapun..


Tapi kenapa aku sendiri masih memakai baju pesta sampai pagi, bukanya dia selalu...hi apa yang aku pikirkan..


"Iya Nona, anda terlihat sangat lemas dan...."


"Dan ayo kita berangkat sekarang!" Tuan Muda dan Felly yang sudah datang dari arah pintu rumah.


"oh iya baiklah Tuan muda".


"Maaf Nona,masuklah!, kita harus berangkat sekarang!"


aku benar-benar penasaran, padahal aku ingin mendengar penjelasan Danu tadi...


Semua langsung masuk ke dalam mobil, suasana terasa sunyi seperti biasanya di bagian depan kemudi, Ayana hanya terdiam memandangi pemandangan jalanan kota yang tampak ramai, sedangkan Danu sibuk menyetir, dan yang di bagian belakang sedang sibuk bermesraan.


"Sayang apa tanganmu baik-baik saja?, kenapa kau sampai terluka seperti ini? bukanya kau tidak pernah se-ceroboh ini?,boleh aku melihatnya apa lukanya dalam?"


"tidak sayang!, ini tidak papa, ini hanya luka kecil, setiap orang pasti punya kecerobohan kan". Tuan Muda yang mencoba menenangkan Felly seraya melirik Ayana masih terdiam tidak bergeming.


Dia terdiam hah?,apa dia benar-benar tidak mengingat apapun tentang semalam,apa dia tidak sadar sedikit pun tentang luka ini..


"Tapi kamu tidak papa kan sayang sepertinya ada bercak darah di perbannya aku takut lukamu dalam"Felly yang peduli kepada suaminya.


bercak darah...luka?, darah hah?... darah yang ada di belakang pintu itu darah siapa?..Apa itu darah Tuan Muda,

__ADS_1


Tapi apa yang Tuan muda lakukan di kamarku, sehingga ia harus berdarah dan terluka semalam?...


Ayana yang menjadi terdiam dan teringat akan bercak darah yang ada di belakang pintu kamarnya.


"Aku tidak papa sayang,ini hanya luka kecil!, tenanglah!, aku bukanlah anak kecil,aku ini suamimu!, percayalah padaku luka seperti ini itu begitu kecil bagiku...!"Rey langsung merangkul Felly erat.


Ayana menaikkan alisnya saat mendengar perkataan Tuan Mudanya, namun ia masih bertanya-tanya dan memikirkan tentang darah yang ada di balik pintu kamarnya.


Tak terasa mobil sudah memasuki pintu masuk lobby bandara internasional,Danu langsung memarkirkannya ke tempat yang sudah ia ketahui.


Tampak beberapa teman-teman Felly yang sudah menunggu di lobby dan menanti kedatangan Felly.


Semus temanya melambaikan tangan dengan penuh kegembiraan menyambut kedatangan Felly.


Penampilan semua teman-teman Felly tampak modis dan modern tidak kalah juga dengan penampilan Felly, Namun jika di bandingkan mereka semua memang kalah tanding dengan penampilan Felly,


"Sayang jaga dirimu baik-baik!"Rey yang langsung mencium kening Felly dan memeluknya sebentar sebelum istrinya pergi.


"Iya sayang,aku pasti akan menjaga diriku dengan baik!,kamu juga yah, jaga dirimu baik-baik!"Felly yang langsung mencium pipi kiri suaminya.


"Iya sayang baiklah!"Tuan Muda sambil tersenyum dan menyuruhnya pergi.


Danu langsung bersiap siaga membawakan koper Nona Felly dan membawakan semua barang-barangnya menuju ke lobby,


Sedangkan Ayana Terus mengikuti keduanya dari belakang layaknya seperti seorang Asisten.


Apa Nona Felly pergi bersama teman-temannya?...


Tapi kemana?, kenapa Tuan Muda tidak ikut?


"Sayang lima belas menit lagi pesawat ku berangkat!, Semangat dalam urusan kantor sayang!, aku pergi dulu yah!, muach..."Felly yang menghampiri suaminya kembali untuk berpamitan.


"Iyah pergilah!.."


Ia dan teman-temannya akan merayakan Reuni bersama dan sekalian merayakan ulang tahun Felly dengan berjalan-jalan keluar Negeri untuk berlibur.


Kenapa hanya Nona Felly saja yang pergi?, kenapa manusia gila ini tidak ikut juga,jika dia ikut aku pasti akan merasa tenang walaupun hanya sebentar...


Tuan Muda langsung membalikkan badannya untuk kembali ke parkiran, Danu dan Ayana yang berada di belakangnya langsung mengikutinya dari belakang.


"Apa Bayu sudah berada di kantor?"


"Oh sudah Tuan Muda!,Bayu sudah berangkat ke kantor satu jam yang lalu".


"iya sudah, Cepet kita berangkat sekarang!"Tuan Muda yang tampak buru-buru ke kantor karena akan mengadakan rapat koordinasi kantor.


Mobil sudah terbuka dari kuncinya, Tuan Muda langsung saja masuk ke dalam mobil tanpa memandang Ayana sama sekali,


Ayana yang merasa bingung langsung saja masuk ke tempat duduk seperti biasanya di mana ia duduk di depan di samping kemudi, sedangkan Tuan Muda berada di belakang sendirian.


Sial, berani sekali dia duduk di depan!..


Apa dia tidak ingin duduk bersama ku sama sekali hah...?


Bukankah aku ini Suaminya?


Tuan Muda yang langsung menatap tajam Ayana dari belakang.


kenapa Nona tetap duduk di sini?, bagaimana dengan perasaan Tuan Muda nanti.


Danu yang sudah sangat hafal dengan sikap Tuan Mudanya dan langsung saja mengerti dari tatapan Tuan Muda yang terlihat dari kaca mobil itu.

__ADS_1


"Ayana!" Panggilan Tuan Muda dengan tatapan tajamnya itu.


"Iya Tuan Muda!,apa anda memerlukan sesuatu?"Ayana yang tampak kaget.


Tuan Muda hanya memanggilnya dan tidak menjawab pertanyaan Ayana kembali,ia hanya menatap dengan raut wajah yang sedikit masam.


"Nona,tempat duduk anda bukan disini tapi di belakang!"Danu yang mencoba menyadarkan Nona mudanya


"Hah..., Oke baiklah!"Ayana yang melihat Danu langsung memberikan isyarat dengan gerakan matanya menyuruhnya untuk pindah kebelakang secepatnya.


Ya mana aku tahu kalau aku suruh duduk di belakang bersamanya...


bukanya itu tempat Nona Felly..


lagian manusia ini juga tidak menyuruhku untuk duduk di belakang kan..


Ayana menarik nafas panjang sambil membuka pintu belakang karena bersiap-siap untuk duduk di samping suaminya yang seperti serigala ini...


Tuan Muda yang melihatnya masuk hanya menatapnya sebentar tanpa bersuara...


kenapa dia selalu menggodaku dengan tatanan rambutnya dan bibirnya yang mungil itu, kenapa dia pandai berbadan sekarang...


"Ini pegang ponselku!"


"Iya baiklah Tuan!"


Ayana yang menerimanya dengan menundukkan kepalanya tanpa berani menatap mata suaminya yang sedang menatapnya tajam itu.


Tuan Muda langsung menjatuhkan kepalanya di pangkuan Ayana begitu saja tanpa berbicara hingga membuat Ayana kaget.


Sebenarnya tingkah Tuan Muda ini hanya ingin menatap wajah istrinya yang sedang tertunduk itu,ia ingin melihat tatapan kembali dari istrinya.


"Bangunkan aku, setelah sampai di pintu masuk kantor,kau mengerti!"Rey yang langsung menatapnya tajam,


"iya baik Tuan!"Ayana yang masih mengalihkan pandangannya ke berbagai arah.


"Aku berbicara dengan dirimu!,kau berbicara dengan siapa?"Rey yang langsung merasa kesal karena melihat mata Ayana yang belum juga menatapnya.


menyebalkan sekali dia mentang-mentang mataku menghadap ke arah lain,aku harus berbicara menatapnya begitu,


Lebih baik menatap Danu,dari pada menatap wajah mu Tuan Muda...


"Iya baiklah Tuan Muda,saya akan segera membangunkan Anda setelah sampai di pintu masuk kantor nanti"Ayana yang langsung bertatap langsung dengan matanya, setelah puas Rey langsung memejamkan matanya agar tertidur di pangkuannya.


Aku harus apa?,apa aku harus diam saja seperti patung?,apa aku harus membelai kepalanya perlahan,


Iyah sudahlah!,aku belai saja kepalanya dari pada aku kena masalah nantinya...


Ayana yang langsung mencoba menyentuh kepala suaminya perlahan walaupun agak sedikit gemetaran Karena baru pertama kali ia menyentuhnya tanpa di suruh.


Ia hanya akan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Apa dia mau membelai kepalaku, agar aku tertidur pulas..?


Cepat lakukan!.. cepat lakukan saja...aku ingin merasakan sentuhan dari tanganmu..


Tuan Muda yang tetap terdiam memejamkan matanya, namun sambil tersenyum di dalam hatinya.


Melihat suaminya yang tetap terdiam di sentuh olehnya, membuatnya langsung membelai kepalanya dengan lembut dan perlahan.


Tuan Muda memang sangat tampan, tapi hatinya begitu buruk bagiku...

__ADS_1


Ayana yang tanpa sadar memperhatikan suaminya yang sedang tertidur itu.


__ADS_2