
Ayana keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju baru yang di belikan suaminya itu.
Tampak baju yang sangat pas dan indah melekat di tubuhnya.
Kenapa warnanya sangat pas dengan seleraku, bajunya juga tidak terlalu mencolok..
Batin Ayana sambil mendekat ke arah meja makan,.
"Wah semuanya sudah beres?,baru aku mau bantu!.."
Ayana,melihat makanan begitu banyak di meja makan yang tertata rapi.
"Wah Nona...eh Ayana,kau cantik sekali hari ini!"
Nada yang melihatnya langsung memujinya.
"Iya Nih, makasih ya Kinar atas bajunya,aku hanya heran kenapa warna dan ukurannya terlihat sangat pas di badanku, semua itu juga termasuk warna kesukaanku, tidak terlalu cerah dan mencolok!"
Tentu saja serba tahu Ayana, yang beli saja suamimu...
jelas saja sebenarnya aku ini tidak tahu apapun.
"Wah benarkah?.... berarti Kinar memang hoki dalam memilih selera orang!"
Nada langsung menimpali agar tidak terlihat kaku.
"Tantu saja Kinar...,tapi mungkin ini hanya kebetulan Ayana!".
"Lalu apa yang akan kalian lakukan hari ini?"
"e'.. tidak ada apapun,aku hanya menyelesaikan tugas skripsi hari ini, kalau kau Nad?"Kinar sambil duduk langsung di kursi makan.
"Tidak ada juga,hari ini kita ngapain yah?"
"Bagaimana kalau kita Nonton film?"Kinar yang merasa bosan dengan dunia barunya yang seketika menjadi orang kaya ini.
"Film?.., enaknya itu Film apa?"
"Romantis lah yang penuh drama ,kan seru tuh hehe...!"Kinar sambil tertawa mengambil piring makanya.
Ayana sudah berselera makan,ia pun ikut mengambil piring makanya,
Dan makan bersama di meja makan.
*****
Mobil sudah memasuki parkiran kantornya.
Sudah beberapa hari ini Tuan Muda tidak masuk ke kantor karena Urusan dan sakit.
Tapi kondisinya sudah sehat dan bugar sekarang, hanya hatinya saja yang belum pulih dan terasa rapuh tanpa kehadiran Ayana di sisinya.
Ia berjalan memasuki pintu masuk gedung kantor sambil memegang iPad-nya,dan tak sengaja..
__ADS_1
"BBRRAKK.."
iPad-nya jatuh ke lantai seketika.
ya ampun gila yah,aku menabrak Tuan Muda
Seorang karyawan kantor yang menabrak bos besarnya langsung terbelalak dan begitu gelisah,
jantungnya berdetak begitu kencang karena merasa sangat takut akan kemarahannya yang seperti serigala itu.
"Tu... Tuan Muda!... Maafkan saya... maafkan saya Tuan Muda... saya benar-benar tidak sengaja..!"
Karyawan itu langsung menunduk sambil mengambil iPad-nya yang tampak retak layarnya.
Tak sengaja memang benturannya ke layar terlalu keras tadi.
Matilah aku... mimpi apa aku semalam,...aku pasti akan di pecat dari kantor ini..
Karyawan itu hanya mampu menundukkan kepalanya tidak berani menatap Tuan Muda Reyhano yang sedang menatapnya itu.
Rey masih terdiam menatap karyawan itu.
sedangkan Danu yang melihatnya terbelalak dan tidak berani mengucapkan sepatah katapun,
Tuan Muda baru datang sudah ada yang bikin masalah,
aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti... sepertinya Tuan Muda akan marah-marah seperti biasanya....
Danu pun hanya terdiam dan menyaksikan.
mereka semua hanya berbicara berbicara di dalam hati mereka.
matilah kau Dito, bagaimana kau bisa menabrak Tuan Muda...apa kau tidak bisa berhati-hati saat di kantor.
lihatlah... mana iPad-nya jatuh lagi.... pasti akan terjadi badai,aku benar-benar tidak ingin melihatnya.
Para karyawan pura-pura tidak melihatnya.
"Maafkan saya Tuan Muda!,saya tidak sengaja...saya terburu-buru tadi!"
"Kenapa kau berlari begitu di dalam kantorku..?"Tanya Tuan Muda yang datar tanpa bergeming.
"Sa.. saya.. sedang terburu-buru Tuan Muda!, istri saya... istri saya masuk ke rumah sakit,dia akan melahirkan!,saya mohon maafkan saya Tuan Muda,saya benar-benar tidak sengaja menabrak anda tadi karena saya sedang terburu-buru...!"
"Pergilah!, temani istrimu!"
Perintah Tuan Muda yang singkat tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi,ia bahkan langsung mengambil iPad-nya dan berjalan kembali memasuki ruangan lift,ia juga sudah melihat layar iPad-nya retak tapi kali ini ia biasa' saja.
Karyawan kantor itu hanya terdiam bengong ia tidak menyangka Tuan Muda sebaik ini dan tidak marah-marah seperti biasanya.
Bahkan keyakinannya yang akan di pecat itu pupus seketika.
Tuan Muda tidak marah kepadaku...dia tidak memecat ku kan?...apa aku sedang bermimpi??..
__ADS_1
"Pergilah!, Tunggu apa lagi!, istrimu butuh kehadiranmu sekarang!"
Danu mepuk bahunya dan menyadarkannya dari lamunan karyawan itu.
"Aa...aku tidak akan di pecat kan pa?"Tanya kariawan yang begitu ketakutan dan memastikan.
"Pergilah Tuan Muda tidak akan memecat mu, pikirkan istrimu!,dan jangan memikirkan hal yang lain!"
jawab Danu sambil tersenyum dan segera mengikuti langkah Tuan Muda.
Wah Tuan Muda benar-benar berubah sekarang,aku tidak menyangka kesalahanku kali ini baik-baik saja,aku kira dia akan memarahiku seperti dulu lagi...
Dito akhirnya merasa lega dan meninggalkan lingkungan kantor untuk menyusul istrinya yang sudah berada di rumah sakit.
Ia merasa begitu takut ketika menabrak dan sampai menjatuhkan iPad Tuan Muda tadi.
Kesalahan dua kali yang pernah ia lakukan sebelumnya,dulu ia juga menjatuhkan iPad Tuan Muda karena ketidak sengaja-an,
Namun Rey begitu marah besar sampai-sampai ia mencaci maki lelaki ini dengan perkataan kasar,
"Bodoh...apa kau tidak bisa melihat, ceroboh sekali kamu...lain kali melakukan sesuatu itu pakai matamu bukan pake kaki kau mengerti...
jika kau ceroboh seperti ini lagi aku pecat kau dari kantorku!,
dasar karyawan tak berguna..."
Waktu itu Tuan Muda marah, karena sedang sakit hati di duakan oleh Nadin, sehingga amarah melonjak begitu saja kepada Dito tanpa terkontrol.
Namun Dito sangat Sabar, karena dia butuh pekerjaan ini setelah meminang istrinya untuk hidupnya sehari-hari, jadi cacian dan kemarahan Tuan Muda adalah pelajaran baginya.
Namun Dito tetap sadar akan kecerobohannya itu,ya... walaupun iPad-nya dulu tidak sampai retak seperti sekarang, makan-nya ia mengira akan di pecat dan di beri peringatan oleh Tuan Muda.
Tapi akhirnya nasib baik menghampirinya, Tuan Muda tidak marah sama sekali,ia justru menyuruh Dito untuk segera pergi.
Bagaimana Tuan muda terlihat sangat tenang tadi, bahkan aku tidak melihat adanya kemarahan di matanya...
Apa ia sudah berubah...?
Danu yang sudah berada di belakangnya menuju ke lantai atas dengan menggunakan lift.
Jika Ayana akan melahirkan nanti,pasti aku sangat panik dan berlarian sepertinya...,aku tidak perduli dimana aku berada, yang jelas aku akan berlari untuk menemui Ayana dan menemaninya melahirkan...
Dia pasti sangat senang... anak yang ada di kandung istrinya akan segera lahir,ia pasti juga sangat panik, mendengar istrinya yang akan melahirkan itu...
Sebelum marah-marah Reyhano pun sudah Tahu di mana posisi lelaki itu sekarang, semua kecerobohan pasti ada alasannya baik banyak pikiran ataupun sedang terjadi masalah.
Ia pasti merasa sangat khawatir dan gelisah karena istrinya akan melahirkan makan-nya dia terlihat terburu-buru...
Kejadian tadi sungguh mengingatkannya dengan istrinya Ayana yang sedang hamil, makanya rasa kemarahan di hatinya tidak ada, hanya karena teringat Ayana istri satu-satunya itu.
Ayana kau sungguh merubah segalanya hanya karena mengingat nama mu dan dirimu saja sudah membuat hati Reyhano luluh.
Aku benar-benar merindukan mu Ayana...,
__ADS_1
Rasanya terdiam itu lebih menenangkan hati bagi Rey,ia juga tidak perlu marah-marah jika ia mampu membeli ratusan iPad dalam sehari.