Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Nama untuk Rey Junior


__ADS_3

"Sayang bagaimana kalau kita namai putra kita Reyfan!"


"Reyfan?"Ayana tampak berpikir sejenak mendengar perkataan suaminya, sementara Rey menganggukan kepalanya sambil mengelus rambut istrinya lembut.


"Sama-sama Rey berarti?"


"Iya kan jadi kembaran sama Papahnya gimana?"


"Bagus juga sih, tapi kalau aku manggil Rey dua-duanya nengok donk?"


"Iya kalau gitu jika kita panggil putra kita dengan singkat!,kita panggil saja ia Fan?, kalau mau lengkap Reyfan kalau mau lebih lengkap lagi Reyfano Febri Cho gimana?"


Ayana terseyum menatap sang buah hati dan suaminya.


"Apa kau suka nama itu?"mengelus pipi suaminya pelan.


"Suka, sangat suka!,apa kau juga sayang?...muach!" mencium dan menatap putranya yang menggemaskan itu.


"Dia diam saja!, sepertinya dia juga suka dengan nama yang aku berikan!, ya kan sayang?"Sambil menunjuk putranya yang sibuk menyedot ASI.


"Iihh... jelas-jelas dia sedang minum susu!, mana mungkin juga dia menjawab,dia kan belum bisa ngomong Rey...!"Mengelus pipi putranya yang masih merem melek menyedot ASI.


"Tampan sekali kamu Reyfan. .."Ayana merasa bahagia dan terus terseyum mantap putranya.


"Kaya Papanya kan?"Rey tidak mau kalah dari putranya.


"masih tampanan putraku Reyfan!, hehehe..."


wajah kusut yang di tunjukkan Reyhano kepada istrinya.


"Bercanda!, kalian berdua sama saja kok!...Tapi baiklah!, aku akan setuju jika kau memberinya nama itu!,jika kau suka aku juga suka sayang!, nama itu juga terdengar sangat bagus Rey!"


"Baiklah, kalau begitu besok kita akan mengadakan tasyakuran atas kehadirannya dan atas mama yang kita berikan untuknya juga!"


"Kau akan mengadakan acara seperti apa sayang?, jangan melakukan hal-hal yang tidak di perlukan dan tidak seharusnya kita adakan!"


"Tenganlah, aku akan menyuruh Danu untuk ke panti asuhan besok, sekalian membagikan sovenir untuk kelahiran putra kita sayang!, aku juga akan memberikan sumbangan atas syukuran pemberian nama untuk Putra kita!".


"Wah benarkah?,Muach...aku mencintaimu!"Ayana yang begitu senang dengan pemikiran Rey,ia merasa begitu setuju.


"Aku yakin kau tidak suka dengan acara pesta kan?, lagian kau kan belum sembuh sayang?"


"Pesta itu tidak penting sayang!, yang penting itu doa-doa untuk putra kita yang baik-baik saja seperti keselamatan dan kesehatan itu saja sudah cukup!, asalkan ia bahagia selalu nantinya!"


"Iyah sayang aku mengerti itu!"mencubit hidung istrinya sesekali.

__ADS_1


"Memang Kamu mau menyumbang apa sayang?"


"Kamu maunya apa?"Rey malah tanya balik


"Kan kamu yang nentuin!'


"Aku maunya yang enteng saja!,kalau uang bagaimana?,apa kau setuju?,kan kalau uang gampang tidak ribet memilih barang-barang!"


"Iya boleh!,aku setuju!,betul juga apa kata kamu!, lagian yah sayang....aku juga tidak tahu seberapa kayanya dirimu!, yang jelas aku hanya berpesan!, berbagilah kepada orang yang lebih membutuhkan!, karena semua itu bukan lah hak mu sepenuhnya!, melainkan orang-orang di luaran sana yang tidak mampu dan lebih membutuhkan!..."


"Tentu saja!,aku akan menuruti perkataan mu Ayana!, karena dia adalah putra kita yang pertama,jadi aku akan memberikan sumbangan kepada 30 yayasan panti asuhan senilai 50 Miliar gimana?"


"Hah...?"Ayana terdiam kaku mendengar perkataan suaminya,Perkataanmu benar-benar membuat Ayana tercekik Rey.


"Kenapa?, apa itu terlalu sedikit?"Tanya Rey dengan muka datarnya.


bagaimana bisa dia bilang 50 miliar itu sedikit,apa suamiku tidak waras..


"Se...sekaya it..itukah di...dirimu?.."Membuat Ayana terbata-bata.


"Tidak Juga, mungkin itu hanya beberapa persen saja dari pendapatan ku pertahun,apa itu terlalu sedikit?, bilang saja jika terlalu sedikit!,akan aku tambah!"


"Terserah kau saja Rey!,aku...aku akan mengikuti arahan mu...!"Sudah sangat bingung Ayana harus menjawab apa kepada suaminya ini, sementara ia saja tidak tahu seberapa kayaknya suaminya.


"kenapa hidup kita terasa membosankan sekali Nad!"Kinar yang menundukkan kepalanya di atas leptopnya.


"Iyah yah!, semenjak kita keluar dari cleaning servis, hidup kita menjadi anggur-angguran begini!"


"Bagaimana kalau kita kerja saja?,aku bosan begini terus!"


Kinar yang merasa begitu bosan dengan semua ini.


"Gila yah!, Tuan Muda melarang kita untuk bekerja kan!, lagian kita sudah berjanji padanya kalau kita akan fokus kuliah setelah di biayai kuliah olehnya sampai lulus!"


"lagian tinggal satu semester lagi kan?,jika kita sudah lulus kita juga akan bekerja di kantornya bukan?, nikmati saja hidup kita yang anggur-angguran begini, untuk mempersiapkan diri kita nantinya ketika sibuk bekerja di kantor Tuan Muda ya kan?..."


"iya sih tapikan kita bosen!"Kinar masih menyangkal.


"bagiamana kalau kita jalan-jalan!aku juga merasa sangat bosan suruh belajar terus!"


Sepertinya hidup Kinar dan Nada begitu baik sekarang ini, mereka berdua mendapatkan kehidupan yang layak dan fasilitas yang sudah di penuhi oleh Tuan Muda untuk keluarganya,


Berkat kebaikan mereka kepada Nona Ayana sejak awal,membuatnya mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuan muda yang merasa berterima kasih kepada mereka berdua.


Waktu itu terus berjalan,

__ADS_1


Melihat istrinya yang berjalan meninggalkan ranjang membuatnya bertanya karena peduli.


"Kamu mau kemana sayang?"


"Aku pengin ke kamar mandi!"


"Baiklah aku antar!"


Menuntun istrinya menuju ke kamar mandi,gaya jalan Ayana juga tampak sangat pelan, karena hari ini baru hari ketiga dimana hari persalinannya kemaren, otomatis daerah kewanitaan yang ia miliki masih terasa begitu sakit.


"Pelan-pelan!,"


mendudukkan istrinya dengan sangat lembut ke atas kloset,ia senantiasa menunggu Ayana yang sedang buang air itu.


"Jangan menatapku seperti itu!,aku jadi malu!"


melihat suaminya yang tak berhenti menatapnya.


"Aku hanya tidak tega melihatmu begini!"


"Tenanglah!, ini sudah menjadi qodrat Wanita untuk begini!,aku baik-baik saja sayang!, semua wanita juga pasti akan merasakan hal seperti ini juga kan?"


"Iyah!,Muach...cepat sembuh!"Mencium kening istrinya dengan penuh rasa sayang dan senyuman manisnya.


Hari sudah menjelang sore,ibu Reyhano sedang mempersiapkan alat mandi untuk sang baby boy.


Ayana sedang memperhatikan Ibu mertuanya juga yang sedang membantu mengurus buah hatinya ini.


Ayana terus memperhatikan ibu mertuanya sambil belajar untuk kemandiriannya nanti.


"Ayana?, Apa kau sudah merencanakan nama yang cocok untuk cucuku ini?"Sambil mengganti pokok sang baby boy.


"Sudah mah!, Papahnya Juga yang memikirkannya!"


"benarkah?, siapa nama yang di berikan Rey padanya?"


"Rey memberinya nama Reyfan mah!"


"Reyfan?"


"Iyah mah!,kalo nama lengkapnya Reyfano Febri Cho!,ya...aku juga bingung jika aku memanggil Rey mereka berdua pasti akan menengok ke arahku nantinya!,jadi Rey menyuruhnya untuk memanggilnya Fan saja. ..!"


"Iya.. Ayana betul juga apa katamu!, baiklah kalau begitu aku akan memanggilnya Fan! iyakan Reyfan....!"


Sambil mengusap lembut dahi cucunya yang lembut itu sambil menggunakan minyak-minyak khusus bayi.

__ADS_1


__ADS_2