
Setiap hari suasana keluarga ini semakin membaik,mulai dari Reyhano yang mau berpamitan kepada ibunya saat berangkat kerja, hingga senyuman dan anggukkan Rey setiap kali berpapasan dengan ibunya.
Senyuman ibu mulai terlihat di setiap harinya, tidak ada kesedihan lagi dimatanya, melainkan hanya tangisan haru air mata kebahagiaan.
"Makanlah Rey!, mamah sudah buatkan sop iga untukmu"
"Iya mah? baiklah!,mamah sudah makan?"
Tanya Rey balik sambil mengambil minumannya di dalam kulkas, walaupun keduanya masih canggung namun lebih baik jika keduanya mau berbicara satu sama lain.
"Sudah sayang, tinggal kamu dan Ayana...!"
"Iya sudah mah,aku makin nanti saja,aku juga sedang menunggu Ayana!"
"iya sudah kalau begitu mamah mau ke kamar Rey!"
"Iya mah".
mamah pasti sangat terluka dengan sikapku selama ini, aku benar-benar minta maaf...,
Maafkan aku mah...
*****
Hari berganti,
Rey sedang serius menatap leptopnya, sepertinya ia sedang sangat sibuk pagi ini.
Bayu juga sama sedang duduk berdampingan dengan Danu menatap leptopnya masing-masing,
Mereka sedang bersama di dalam satu ruangan.
Danu sedang memantau anak buahnya yang sedang bekerja di luar kota,ia juga memastikan keadaan kantor cabang Tuan Muda yang lainnya.
Ponsel bergetar...
"Ddrrrttt....."Panggilan masuk ke ponsel Danu.
Terdapat kata Kantor Polisi di situ.
Kantor polisi, tumben sekali...apa ada masalah?...
Danu tanpa pikir panjang langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo...?"
Hening sejenak,
tampak muka serius yang sedang di paparkan oleh wajah Danu!.
"Apah?.. Herman kabur dari tahanan?"Danu yang tampak kaget.
Tuan Muda Juga terbelalak mengalihkan pandangan ke arah Danu.
"Apah Herman?"Bayu menghentikan jarinya yang sedang mengetik di keyboard leptopnya menatap Danu lekat penuh dengan tanda tanya.
"Bagaimana bisa Terjadi?..."
"bla....bla...."Orang yang berada di dalam telpon langsung menjelaskan kepada Danu, tentang Herman yang kabur dari dalam penjara.
Herman adalah orang yang sudah menabrak Tuan besar,Ayah dari Tuan muda Reyhano sampai meninggal itu,ia melarikan diri saat terjadinya kecelakaan.
Namun dirinya yang kurang beruntung akhirnya tertangkap oleh tawanan polisi dan para Anak buah Tuan Muda yang melacak secara detail dari pelat mobil dan hingga alat bukti lainnya baik rekaman Cctv-nya di jalan yang merekam Kejadian mobil itu.
"Apa yang terjadi Dan?"Tanya Tuan muda begitu serius.
"Herman kabur dari tahanan, karena di Kapolsek telah terjadi kebakaran, jadi Herman dapat meloloskan dirinya dengan adanya insiden ini!"
__ADS_1
"Kebakaran?, bagaimana bisa?"Bayu tampak kaget mendengarnya.
"Entahlah aku tidak tahu!, yang jelas apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Sudah intinya kita harus bergegas sekarang!,Danu!, perintahkan seluruh anak buah mu untuk mencari Herman sekarang juga!...,dan jangan sampai ia lolos lagi!, karena setelah ia melarikan diri dari kecelakaan maut itu, aku benar-benar tidak terima dan tidak akan memaafkannya, karena dia tidak bertanggung jawab atas apa yang telah menimpa Papah!"
"Baik Tuan Muda,saya akan segera menanganinya sekarang!"
"Berani-beraninya dia melarikan diri,apa dia tidak waras?"Gerutu Bayu ia merasa kesal sendiri mendengarnya.
Danu sudah memberikan tugas kepada seluruh anak buahnya, bahkan Anak buahnya secepat kilat menyiapkan mobil mereka masing dan memencar mencari Herman di sekitar daerah kantor polisi di mana Herman di tahan.
"Beraninya dia kabur di saat hukuman pidana belum selesai, sudah baik aku tidak membunuhnya saat aku menangkapnya setelah kabur dari tabrak lari, sekarang berani sekali dia kabur!"
Rey menggenggam tanganya begitu kesal.
"Tunggu... apa ini termasuk rencana paman juga setelah menjebak Papah lalu menyuruh seseorang untuk menabrak papah?"
Rey semakin menggenggam tanganya merasa sangat kesal,ia begitu benci kepada paman sekarang, setelah ia mengetahui kebenaran ini.
"Danu perintahkan kepada seluruh anak buah!, mereka harus segera menangkap Herman, karena aku ingin mengetahui kebenaran di balik semua ini,apa yang ia lakukan ini atas dasar kesengajaan atau memang kecerobohannya?...,aku benar-benar penasaran jika ini menyangkut tentang kelicikan Paman!"
"Baik Tuan Muda, saya juga akan segera mengintrogasi tentang kejadian ini, permisi Tuan Muda!"
"Semangat Danu semoga kau dan anak buahnya berhasil menemukannya!"
Memberikan senang untuk Danu yang sedang berjalan meninggalkan ruangan.
Hari sudah semakin sore, setelah selesai dengan urusan kantor,Rey langsung beristirahat dengan Bayu di sofa kerjanya.
Keduanya sedang menantikan kabar dari Dabu dan yang lainnya.
"Bagaimana Bay? apa Danu sudah mengabarimu..?"
Tanya Tuan muda yang terlihat gelisah itu.
"Belum Tuan Muda,aku juga sedang menunggu kabar darinya!"
"Positif thinking saja Tuan Muda, Danu sangat hebat bersama anak buahnya,aku yakin dia akan segera menangkap Herman!"
"Iyah semoga saja!".
"Sebenarnya bukan Bedebah itu yang aku tunggu!,namun kebenaran di balik semua ini,aku curiga jika Herman menabrak Papah karena kesengajaan atau atas suruhan orang lain"
"Itu mungkin saja Tuan Muda,aku juga menjadi penasaran!"
Dengan berbagai strategi dan Detektif profesional yang ada dan beberapa komando polisi dengan anjing pelacakannya yang bekerjasama dengan kawanan Danu berhasil menangkap Herman yang berusaha kabur.
Kabar yang baik ini langsung Danu sampaikan kepada Tuan mudanya yang sudah menunggu itu.
Tuan Muda yang sudah mengerti tentang kabar ini, langsung segera menuju ke kantor polisi bersama Bayu.
"Pa aku mohon lepaskan saya pa!, bukan saya yang Bersalah!,... Tolong cabut tuntutannya Pa.. tolong bebaskan saya pa!"
Herman sangat memohon kepada Danu.
"Hey apa kau gila?,kau sendiri yang sudah mengaku tentang kesalahan mu dan sekarang kau bilang kau tidak bersalah?, apa kau tidak waras?"
Danu yang begitu kesal mendengar ucapannya.
"Pa aku mohon!,izinkan aku bertemu dengan keluarga saya pa, kondisi keluarga saya sedang terpuruk saat ini!, ampunilah saya!"
"Hey apa kau tahu apa kesalahan mu?, seharusnya kau bertanggung jawab dan tidak melarikan diri waktu itu!, pasti Tuan Muda tidak akan menjebloskan mu ke penjara!"
Itu tidak mungkin pa, karena sebenarnya bukan aku yang menabrak Tuan Besar...
"Tapi pa,aku mohon ampuni saya, kasihanilah saya,saya rindu dengan keluarga saya pa,aku mohon...!"
__ADS_1
"Kapten!,kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?"Danu yang terlihat sangat jijik untuk mengurus orang sepertinya.
"Baik pa!"
Kedua polisi yang berdiri di samping Danu langsung bergerak memborgol tangan Herman untuk di masukkan ke dalam penjara kembali.
"Tunggu Danu!"
Tuan Muda yang sudah datang dan menghentikan langkah kedua polisi itu yang membawa Herman.
"Tuan Muda!"
Danu menunduk kepala memberi hormat kepada majikannya seperti biasa.
"Tuan Muda aku mohon ampuni saya!, bebaskan saya Tuan Muda,saya benar-benar tidak kuat lagi, Izinkan saya untuk menemui keluarga saya Tuan Muda!, tolong saya!"
Herman yang sudah memohon dan berlutut.
"Hey, setelah kau berani kabur, sekarang kau minta tolong dan ampunan dari ku apa kau tidak waras?"
Tanya Rey sinis sambil memegang dagunya dengan marah.
"Bebaskan saya Tuan Muda, saya mohon ampuni saya, keluarga saya sedang terpuruk sekarang!, bebaskan saya Tuan Muda... saya mohon ampuni saya!"
Herman yang begitu memohon dan menitikkan air matanya sambil berlutut.
"He'h... tidak akan!"
"Saya mohon Tuan Muda!"Masih memohon
"Masukkan dia ke dalam penjara sekarang!"
"Tuan Muda saya mohon!"
Rey berpikir sejenak dan menangkan dirinya terlebih dahulu.
"Oke baiklah... aku akan membebaskan mu dari penjara!, asalkan kau mau menjawab dengan jujur atas semua pertanyaan ku!"
"Baik..baik Tuan Muda saya akan jujur!"
"Bersumpah lah!"
"Saya bersumpah!, sa..saya tidak akan berbohong!"
"Kalau gitu aku tanya kepadamu!" Rey memegang dagunya kembali dan menatapnya sinis.
"Apa kau sengaja menabrak Papah ku, atau tidak!"
"Tidak Tuan Muda!"
"Apa maksud katamu tidak?,kau tidak sengaja begitu...?"
Matilah aku,apa sebaiknya aku jujur saja sekarang, lagian wanita itu tidak menghidupi keluarga selama lima bulan ini kan...
"Oke.. oke saya akan jujur,bukan saya yang menabrak Tuan Besar,aku hanya mengantikan posisi majikanku yang telah menabrak Tuan Besar karena mendapat bayaran uang yang sangat banyak...!"
"what?, apah?.."
"Maksudmu?"Danu dan Bayu ikut geram.
"Yang menabrak Tuan Besar Bukan aku, tapi majikanku,aku hanya menggantikan posisinya saja,dia menawariku uang miliaran untukku, waktu itu aku sangat membutuhkan uang banyak untuk biaya operasi Istriku Tuan Muda...,jadi aku memutuskan untuk menerima tawaran Majikanku dan menggantikan sebagai pengganti orang yang menabrak Tuan Besar waktu itu!".
"Katakan siapa orang itu?,siapa majikan mu yang brengsek itu hah?"Rey semakin marah metap Herman.
"O.. orang... orangnya!"
"Katakan!, tak usah bertele-tele!" Teriak Tuan Muda.
__ADS_1
"Di..di..dia...dia orang yang pernah hidup bersama anda Tuan Muda!"
"Apah?"Rey begitu kaget mendengarnya.