
ya ampun...,ini orang kenapa gak bangun-bangun si, sebaiknya aku bangun saja dulu...aku sudah lelah menunggunya bangun...
Sudah lebih dari satu jam Ayana menunggunya bangun,hari juga sudah semakin siang,membuat Ayana sudah tidak betah lama-lama bersamanya.
Mencoba melepaskan pelukan tangannya perlahan,
Aku harap dia tidak bangun.... jangan bangun.. jangan bangun...
Ayana berusaha se-pelan mungkin untuk mengalihkan tanganya, menatap suaminya yang masih terpejam diam, membuat jantungnya semakin berdebar Karena takut ia akan bangun.
mau sampai kapan dia akan tidur bersama ku seperti ini,dan Felly... kenapa dia gak pulang-pulang...
Setelah ia terlepas dari pelukannya ia langsung mencoba turun dari ranjang perlahan juga.
Namun kakinya saja masih menggantung di tepi ranjang dan belum sempat ia napak-kan kakinya ke lantai sudah ada tangan yang mencegahnya dari belakang.
"Kau mengganggu tidurku!"Suara pelan yang ia dengar langsung setelah Rey memegang tangannya.
gawat dia bangun lagi...
"Anda... sudah bangun Tuan Muda?"Ayana yang mencoba bersikap tenang sambil menengok ke arahnya.
Tuan Muda menatap Ayana dengan mata sayu yang memerah karena kurang tidur.
"Aku ingin tidur, kemarilah!"
Suara Rey pelan tidak seperti biasanya dan menarik tangan Ayana pelan.
maksudnya dia menyuruhku untuk menemaninya begitu...
Mau tidak mau Ayana kembali menghampiri dan membaringkan tubuhnya di sampingnya, walaupun jaraknya sedikit jauh dari Rey sekarang, yang penting ia sudah menuruti perkataannya.
"Jangan jauh-jauh!"Suara pelannya keluar lagi dari mulutnya,namun kali ini sambil memejamkan matanya.
Ayana semakin mendekat ke arah Tuan Muda,Ia langsung saja memeluk erat pinggang istrinya kembali, namun kali ini ia terlihat lemas, seolah-olah ia hanya menumpang-kan tangan di atas perut Ayana.
Nafasnya terdengar terengah-engah membuat Ayana sedikit menyengkrut memperhatikannya.
Butiran-butiran keringat mulai terlihat di bagian pelipis Tuan Muda,
Ada apa dengannya?,apa dia sakit?
Ayana yang sedikit khawatir langsung saja menempelkan tangannya ke dahi suaminya tanpa izin.
Panas..,apa dia sakit..
Tapi kenapa aku jadi khawatir begini si... seharusnya aku tidak memperdulikannya bukan...
Ayana terbelalak menatap suaminya yang terdiam menatapnya juga, namun matanya terlihat lemah dan hanya membuka tutup bolak balik matanya yang terlihat memerah itu.
"Apa anda sakit Tuan Muda?"
"Hmm"Jawaban lirihnya.
"Tunggu sebentar Tuan Muda!,akan saya ambilkan obat dan kompressan!"Ayana yang langsung bergegas berdiri dari ranjang.
Tuan muda langsung menahan tangan Ayana kembali, untuk menghalanginya pergi.
__ADS_1
"Tak perlu..!, Jangan keluar!.. aku hanya ingin tidur..!, kemarilah!" Masih menahan tangan Ayana sambil berbicara pelan.
"e..iya..iya..Iyah"Ayana mendekatkan dirinya kembali.
aku bingung dengannya...
apa selembut inikah serigala ketika sedang sakit...
aku benar-benar tidak menyangka...
Ayana langsung membelai kepala Tuan Muda dengan lembut dan mengusap keringatnya yang bercucuran keringat,karena hanya inilah yang bisa ia lakukan sekarang,
Sementara Tuan Muda membekap kan diri di dada istrinya yang sedang di peluknya itu sambil memejamkan mata.
Tak lama kemudian Tuan Muda benar-benar tertidur pulas di pelukan Ayana..,
Ayana bingung dengan perasaannya sendiri, kenapa dia merasa khawatir dan tidak tenang melihatnya begini, padahal selama ini Tuan Muda selalu semena-mena terhadap dirinya.
"Dan kemarilah ke kamarku!, bawakan obat deman dan kompressan untuk Tuan Muda!,aku tidak boleh keluar kamar!"
Apa Tuan Muda beneran sakit,atau ia hanya pura-pura agar istrinya tidak keluar kamar,dan agar Nona Ayana juga tidak bisa bertemu saudara kembarnya itu...
"Baik Nona,tunggu sebentar!" Balas Danu dan langsung menjalankan tugasnya.
Tak lama setelah itu Danu langsung datang ke kamar Nona Ayana, Ia mengetuk pintu pelan sebelum masuk ke dalam kamarnya sebagai rasa hormatnya kepada majikannya.
"Pagi Nona!,ini yang Nona butuhkan!"
Sambil menaruh peralatan di dekat meja Nona mudanya.
"Tunggu Nona, akan saya cek keadaan Tuan Muda"
Danu langsung menghampiri Tuan Mudanya yang masih memejamkan mata di atas ranjang, mengecek suhu di dahi dan bagian lehernya.
Lumayan panas....apa tuan muda beneran sakit.... mungkin ia kecapean dan kurang tidur semalaman.
Danu yang masih terdiam dan memikirkan sesuatu menatap ke arah Tuan mudanya.
Sesaat kemudian Mata Tuan Muda terbuka lebar dan memberikan kedipan mata berulang-ulang dan memejamkan matanya kembali.
Cih Tuan Muda ini benar-benar membuatku khawatir yah...... baiklah jika ini maunya..
"Nona...!"
"Iyah, bagaimana Danu apa kita bawa ke dokter?"
"Tak perlu Nona, sepertinya Tuan Muda kecapean dan kurang tidur semalaman, sebaiknya Nona temani Tuan Muda sampai sembuh di dalam kamar ini,dan jangan keluar kamar tanpa Izinnya!,Nona temani saja dan jika Nona membutuhkan sesuatu maka Panggil lah saya Nona!"
"Tapi jika dibiarkan,aku takut..."
"Jangan takut Nona muda, Tuan Muda akan baik-baik saja jika anda benar-benar memperhatikannya!"
Cih justru itu... aku tidak ingin memperhatikannya.. makannya aku menyuruhmu membawanya ke dokter...
"Kalau gitu...saya permisi Nona,dan saya sarankan, anda jangan sampai ke luar kamar jika Tuan Muda sedang sakit!, karena Tuan Muda butuh perhatian penuh ketika sedang sakit!"
Cih...Apa hubungannya jangan keluar kamar dengan perhatian penuh...,jika dia sedang tidur, boleh kali aku keluar kamar sebentar...
__ADS_1
lagian kan sumpek kali di sini terus...
Danu langsung keluar kamar,
Ayana langsung mendekat dan mengompres kepala Tuan Muda dengan lembut dan pelan.
"Minum... aku ingin minum!"
Suara pelannya sambil memejamkan matanya.
"Iya iya tunggu bentar!, akan aku ambilkan,apa anda mau sarapan Tuan muda, biar bisa minum obat?"
Tuan Muda menggelengkan kepalanya,ia terlihat sangat lemas dan benar-benar terlihat sakit beneran.
baru kali ini aku melihatnya sakit...,dia lebih terlihat seperti manusia dan bukan seperti serigala...
Ayana segera mengambil air minum yang ada di samping ranjang di atas meja lampunya,
memberikannya dan menyuapinya dengan pelan-pelan.
"Sudah..aku ingin tidur!.."
Tuan Muda yang langsung membaringkan tubuhnya dan memeluk erat istrinya kembali.
Tidur...tinggal tidur... kenapa harus tidur denganku...
****
Ray yang sudah terbangun langsung ke luar dari kamarnya menuju ke ruang keluarga dan duduk dengan sebotol teh yang sedang ia genggam sambil fokus ke arah ponsel.
"Kenapa sepi sekali?,apa mamah belum pulang juga?.."
Ray yang sedang menggerutu menghadap ke sana kemari dan mendapati Danu yang sedang fokus ke arah leptopnya.
"Dimana Majikanmu yang seperti singa itu?"Ray yang menghampiri Danu yang sedang berkerja itu.
"Tuan Rey masih tidur Tuan Muda!"Danu yang senantiasa sopan menjawabnya.
"Ti.. tidur?,tumben sekali... bukanya ia tidak pernah bermalas-malasan sebelumnya!"
"Tuan Rey juga perlu istirahat Tuan Muda, mungkin dia sangat kecapean kemarin!"
"Aku titip Adiku Danu!,aku tidak tahu mau sampai kapan ia akan bersikap seperti ini..dan soal istri keduanya siapa namanya?"
"Namanya Ayana Tuan Muda!"
"Dengan cara apa lagi dia mendapatkannya?,apa dia memperlakukan Ayana dengan buruk?, sehingga sepertinya Ayana terlihat sangat takut denganku kemarin,aku yakin Tuan mudamu tidak memberi tahunya kalau dia memiliki kembaran kan?"
"Iya tentu saja Tuan Muda,Tapi sepertinya Tuan Rey juga sangat mencintai Nona Ayana".
"iya aku bisa melihatnya dari sikapnya, untuk itu mungkin jika aku menggunakan Ayana untuk menggoyahkan hatinya dari sikap buasnya ini mungkin bisa saja ia bisa berubah,dan dimana Felly?,apa dia sedang bersenang-senang?"
"Iya betul sekali Tuan Muda,anda sudah tahu sendiri bagaimana Nona Felly!"
"Rey ini benar-benar keterlaluan, kenapa dia selalu memanjakannya secara berlebihan..!"
Keduanya masih berbincang-bincang lama di dalam ruangan, sepertinya Tuan Ray dan Danu terlihat lebih akrab ketimbang dengan Rey yang jarang berbicara berdua itu.
__ADS_1