Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Kedatangan Rey


__ADS_3

Ponsel bergetar,tanda pesan masuk ke ponsel Kinar, Kinar yang sedang membaca buku dan melihat ada pesan masuk langsung membukanya.


"Tuan Muda akan datang nanti malam!,ia hanya ingin melihat keadaan istrinya,tapi ketika Nona Ayana sudah tidur!,kau bilang saja kepadaku setelah Nona Ayana sudah tidur nanti...!" pesan Danu itu.


Kinar langsung melutik Nada yang duduk di sebelahnya dan menyuruh untuk membaca pesan itu.


Nada pun langsung menganggukkan kepalanya, menyetujui isi pesan itu.


"Baiklah Pa Danu!,saya akan segera menghubungi anda ketika Nona Ayana sudah tidur nanti!" Balas Kinar.


Ayana cepat sembuh yah,aku benar-benar tidak tega melihatmu begini...


Kinar, hanya mampu menatap Ayana yang masih memejamkan mata itu.


*****


Malam pun tiba kini saatnya Tuan Muda bersiap-siap untuk pergi ke Apartemennya.


Danu pun sudah stand by menunggu di ruangan bawah tempat biasanya ia duduk.


Rey, sudah sangat rapi dengan pakaian kemejanya,ia langsung Turun ke bawah menemui Danu.


"Belum ada kabar dari Apartemen kan?"


Rey sudah merasa tidak sabar untuk bertemu dengan Istrinya,dia bukan hanya sangat merindukan Ayana, namun ia juga merasa sangat khawatir dan gelisah sekarang ini, makanya ia tidak sabaran untuk berangkat lebih awal ke Apartemen, terlebih dengan kondisi Ayana yang sedang demam itu.


"Belum Tuan Muda, sepertinya Nona Ayana belum tidur!


"iya sudah!.., sebaiknya kita mampir ke resto dekat Apartemen lebih dulu!, sambil menunggu kabar dari mereka...sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu!"


"Iya sudah, baiklah Tuan Muda!,


Keduanya langsung berangkat menuju ke tempat tujuan.


Waktunya Ayana makan malam,


Ia memakan makanan yang di ambilkan oleh Nada,


Ia masih mengunyah makanan satu persatu suapan yang di berikan Nada kepadanya.


"Ayo habiskan Ayana!,ini tinggal dikit kok!"


Nada dan Kinar yang menemaninya makan malam dan menyuapinya dengan penuh kesabaran.


Pekerjaan yang baru ini membuat mereka belajar akan keadaan wanita yang sedang ngidam.


Apakah mereka akan seperti ini nantinya,Kinar dan Nada membayangkan imajinasi mereka masing-masing di pikirannya.


Ayana tiba-tiba berhenti mengunyah makanannya,ia Menatap Nada dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa Ayana?,kau pengin minum?"


tanya Nada penasaran,


"Apa kau ingin muntah?"Tanya Kinar yang melihat Ayana mencoba menutupi mulutnya.


Ayana langsung menganggukkan kepalanya dan turun dari ranjang begitu saja,ia tidak bisa menahannya terlalu lama, Ayana benar-benar merasa enek dan ingin muntah.


Ia berlari ke kamar mandi dan muntah di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Huek..huek..."


kenapa hamil aku yang kedua begini banget si....?,mana kepalaku pusing banget lagi...


Ayana yang masih mencoba mengeluarkan isi perutnya kembali di dalam kamar mandi.


"Ay.. Ayana kau tidak papa!"


Nada dan Kinar yang menunggu di depan pintu kamar mandi.


Setelah merasa sedikit lega Ayana langsung menarik nafas perlahan, menenangkan dirinya sebentar untuk kembali ke kamar.


"Sehat-sehat nak!, cukup mamah saja yang begini,demi dirimu mamah pasti kuat...!"


Ayana mengelus perutnya pelan,ia juga sudah merasa tidak karuan ingin sekali kembali ke atas ranjang.


"Ayana kau baik-baik saja kan?"


"Aku...aku hanya..."


Tubuh Ayana yang sudah melemas dan langsung pingsan di pelukan Nada.


"Ay... Ayana... Ayana kamu kenapa?.. Ayana..?"


"Ayana..ya ampun...Ay..?"


Nada dan Kinar terlihat sangat khawatir dan berulang-ulang mengecek suhu tubuhnya.


"Badan Nona muda masih sangat panas.., sepertinya Nona pingsan!"Kinar, melihat Ayana yang terdiam memejamkan matanya.


"Iya sudah, sebaiknya kau telvon Tuan Muda sekarang,dia akan kemari kan?"Bisik Nada


Tuan muda dan Danu sedang duduk di bangku restoran menunggu makanan pesanan mereka datang,


Tampak seorang pelayan yang berjalan menghampiri meja makan mereka, sepertinya makanan pesanan mereka sudah datang.


Namun ponsel Danu berdering, tampak panggilan dari Kinar di situ, yang mendahului datangnya seorang pelayan.


"Halo...."


Danu, mendengarkan dengan serius sambil mengerutkan dahinya.


"Apah..Nona pingsan?"


Tuan Muda yang mendengarnya langsung terbelalak menatap Danu yang berbicara kaget itu


"Iya sudah aku akan ke sana sekarang!"


Keduanya mematika panggilan.


Bahkan pelayan yang datang mengantarkan makanan tidak di perduli-kan oleh keduanya.


"Apa yang terjadi?, Ayana pingsan?"


"Iya Tuan Muda, sepertinya kondisi Nona Ayana belum membaik!"


"Iya sudah kita kesana sekarang!"


"baik Tuan Muda!"

__ADS_1


Pelayan yang sedang menaruh makanannya menjadi bingung melihat keduanya yang akan pergi meninggalkan meja makan.


"Ini saya bayar yah!,dan makanannya buat kamu saja!,kita ada urusan mendadak!"


"Pa..pa..Tapi pa?, kembaliannya?"


"Buat kamu saja!"


Jawaban Danu sambil meninggalkan restoran mengikuti langkah Tuan Muda yang terburu-buru.


Ayana semoga kau baik-baik saja.., jangan sakit begini ...aku mohon....sehat lah...


Terlihat raut wajah Tuan Muda yang begitu gelisah di dalam mobil,tak lama kemudian mobil sudah sampai di area masuk Apartemen, kebetulan jarak antara restoran dan Apartemen itu tidak jauh,hanya di tempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit dari restoran.


Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran keduanya langsung menuju ke lantai atas.


"Bukakan pintu,saya sudah di lift Apartemen!"


Pesan Danu singkat,membuat Kinar langsung terburu-buru mendekat ke arah pintu.


Melihat Tuan muda yang sudah berada di depan pintu,Kinar langsung membukakkan pintu untuknya.


"Silahkan Tuan Muda!, Silahkan Pa Danu!"


Reyhano langsung menuju ke arah kamar,ia tidak berbicara apapun raut wajahnya nampak jelas sedang gelisah.


Melihat penampilan Kinar yang terlihat berbeda membuat Danu sedikit melirik dan terseyum sedikit


Kinar yang melihatnya jadi terdiam memegangi gagang pintu sambil menatap Danu kembali.


"Kenapa anda menatapku seperti itu?"Tanya Kinar heran.


Apa aku terlihat cantik,


Dengan PD-nya Kinar berkata seperti itu di dalam hatinya.


"Kali ini kau terlihat seperti perempuan!"sambil tersenyum sinis.


Jawab Danu singkat dan langsung menuju ke arah sofa untuk Istirahat, sementara Kinar sedang merasa geram sambil menatap orang yang tadi menyindir atau memuji tidak tahu, yang jelas ia merasa gregetan mendengar perkataannya itu.


Kali ini aku terlihat seperti perempuan dia bilang?...


brarti kemaren dia menganggapku seperti apa coba?...


"Hey kau mau membuat Nyamuk masuk?,tutup pintunya!,kau tidak punya kerjaan apa?'


Danu yang melihat Kinar sedang masam memandangnya, sementara ia sendiri sedang tersenyum menatap ponsel.


Sepertinya dia tidak merasa berdosa setelah mengatakan hal itu kepada Kinar.


Cih apa dia itu pemarah?, tidak bisa di ajak bercanda sama sekali...,


wajahnya terlihat kusut sekali...


Danu yang sebenarnya ingin sekali tertawa melihat wajah Kinar yang sangat kusut seperti jemuran yang belum di setrika.


"Iya..iya Pa Danu!"


Jawaban Kinar yang tampak tidak ikhlas sambil menutup pintu kesal.

__ADS_1


__ADS_2