
Terdiam di suatu tempat, tempat yang tampak indah dan nyaman, apalagi kalau bukan Taman.
Yah..,Taman adalah tempat paling nyaman untuk menghibur dan menenangkan diri, terlebih dengan balutan keindahan dan kehangatannya yang menyempurnakan suasana dengan sayup-sayup angin yang semilir membuat Danu merasa lebih nyaman di sini.
Sebuah taman kota yang banyak di kunjungi banyak orang, namun ia duduk terdiam sendirian di tempat yang sepi di sebuah bangku panjang,
mungkin ia memang sengaja mencari tempat seperti ini buat mencuci matanya.
Melihat sekelilingnya, orang-orang tampak berpasang-pasangan dari kejauhan membuatnya menatap lama mereka semua.
Mungkin ia teringat akan masa lalunya bersama kekasihnya dulu.
Menatap ke layar ponselnya sesekali,
ribuan followers yang mengikutinya terasa tidak ada arti baginya sama sekali.
Banyaknya pengikut wanita yang men-DM dan bertanya-tanya tentang dirinya ia biarkan begitu saja, hanya demi satu orang yang ia nantikan selama ini.
Tapi harapan ini pupus seketika,setelah melihat kehadiran-nya bersama orang lain, entah kenapa rasanya begitu sakit sampai tidak bisa berkata-kata.
Menatap sebuah kotak cincin yang ada di genggamannya yang pernah ia rencanakan dua tahun yang lalu.
Cincin pasangan yang begitu indah dan berkilauan berlapis berlian berwarna putih, sangat indah tentunya jika terus di pandang.
Entah cerita apa yang ada di balik cincin pasangan itu,ini membuatnya terdiam memandang kotak itu dan menatapnya lama.
*Mungkin harapanku sudah berakhir,dia memang benar-benar sudah melupakanku,
Harusnya sejak awal aku mengerti akan semua ini, tapi kenapa?... dengan bodohnya aku malah menunggunya*...
Kemana pikiranku..
aku memang tidak memiliki pikiran... bodoh... dasar bodoh.... harusnya aku mengerti sejak awal
Saking kesalnya Danu sampai melempar kontak cincin itu begitu saja,
"Aww..."tampak jeritan seseorang dari arah kotak cincin yang ia lempar.
Danu terbelalak mendengar jeritannya.
Berdirinya seseorang yang sedang santai memakai headset di balik semak-semak bunga di taman membuatnya terbelalak.
"Hey...kau gila!, kenapa kau berani menimpuk...ku...!"
Suara perempuan itu melemas dari nada tingginya, melihat seseorang yang ingin ia marahi dan membuatnya kesal karena ia telah di timpuk, menjadi melemas saat menatapnya sambil mencopot headset yang masih melekat di telinganya.
"Pak Danu?"Begitu kagetnya Kinar sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat ter-timpuk oleh benda yang baru saja ia ambil dari tanah
Kotak perhiasan,...
Apa maksudnya melempar kotak beginian kepadaku...
"Kinar, bukannya itu Kinar?"Melihat penampilan Kinar yang begitu berbeda dari biasanya membuat Danu begitu pangling menatapnya.
Kini Kinar terlihat lebih cantik dari yang biasanya,ia tampak berambut pendek dan lurus sebahu.
Sangat rapi dan terlihat seperti perempuan!,
Dimana ia selalu mengingat-ingat perkataan Danu yang memujinya terlihat seperti perempuan saat ia memakai dress yang melekat di tubuhnya,iya walaupun sepertinya ini lebih menjerumus ke arah meledek atau cacian bagi Kinar.
Namun perkataan itu justru membuat Kinar berubah penampilan dan memperbaiki dirinya yang selalu cuek akan penampilan dan acak-acakan.
__ADS_1
Biasanya ia selalu berpenampilan ala kadarnya, dengan celana panjang yang ketat dan baju yang ia gulung di lengannya,
Rambut panjangnya yang lurus ia Ikat menjulang tinggi,tampak galak bukan?, terlebih lagi dengan sepatu datar bertali yang ia miliki,
seperti itulah penampilannya sejak dulu.
Tapi kini ia terlihat begitu berbeda dan tampak lebih kalem dari biasanya.
Wajahnya yang polos itu juga tampak berias oleh berbalut mek-up yang transparan di wajahnya.
Bagiamana bisa dia membuang kotak seperti ini ke kepalaku...
Kinar yang merasa kesal langsung berjalan menghampirinya.
"Apa yang pak Danu lakukan? anda sengaja melempar ku dengan ini?"
Berbicara dengan kesal sambil menunjukkan benda yang ada di tangannya kepada Danu yang masih terdiam menatapnya,
ia masih memegangi bagian kepalanya yang terasa sakit.
Sebenarnya di dalam hati Kinar ia merasa kaget dan begitu senang karena bertemu dengan Danu hari ini,ia juga benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Danu pada hari ini juga, namun karena ia telah di timpuk olehnya membuatnya merasa kesal.
"Apa yang kau lakukan disini?"
malah bertanya balik dan duduk di tempat duduknya kembali,raut wajahnya terlihat kusut dan tidak bersemangat.
"Tak usah bertanya!, bukannya meminta maaf!, malah balik bertanya!"Kinar yang merasa sangat kesal denganya.
"Maaf aku tidak sengaja!"menatap lurus ke depan tanpa memandang wajah wanita itu lagi.
Ada apa dengan pak Danu kenapa dia terlihat kusut sekali..
"Apa yang kau lakukan disini?,apa kau tidak punya kerjaan?"Tanya Danu kembali dan masih fokus menghadap ke depan.
Memberikan kotak itu sambil memegangi jidatnya yang terlihat memerah.
"Buang saja!,aku tidak membutuhkannya!"
"Di buang?,apa ini tidak ada isinya?"Kinar merasa begitu heran karena yang ia pegang adalah kotak perhiasan.
Lalu mencoba mengintipnya untuk memastikan, begitu kagetnya dia melihat sepasang cincin yang terlihat berkilau.
"Haa.."Menutup mulutnya yang akan bersuara itu.
Apa dia tidak waras, bukanya ini cincin Tunangan asli, ini terlihat cincin lamaran kan?
Merasa ragu dan mencoba untuk melihatnya kembali.
Iyah beneran, ini memang cincin, cincin pasangan kan..
"Ini cincin anda pak?"Tanyanya begitu penasaran.
"Sudah aku bilang!, buang saja jangan banyak bertanya!"Danu dengan raut wajah datarnya menghadap ke depan tampak memikirkan sesuatu.
"Tapi kenapa di buang pak?"masih tidak terima dengan perintahnya.
"Apa harus aku ulangi apa perkataanku?"
Danu yang sudah merasa semakin malas untuk membicarakan cincin ini.
"Tidak.. tidak!, aku pasti akan membuangnya!"menyembunyikannya ke dalam tasnya, melihat wajah Danu yang begitu serius berbicara membuatnya merasa takut untuk bertanya kembali.
__ADS_1
Ada apa dengan dirinya kenapa dia terlihat kusut sekali....
Kinar masih berdiri terdiam menatapnya yang terdiam juga menghadap ke depan membuatnya membalikkan badan untuk pergi.
Sepertinya ia sedang sangat serius dan tidak ingin di ganggu,
"Kau mau kemana?, duduklah!"Perintah Danu sepontan melihatnya yang pergi meninggalkannya, membuatnya tersenyum terlebih dahulu dan terus membalikkan badannya.
"duduklah!"
kedua kalinya dia berbicara dan membuat Kinar mendekat dan duduk di sampingnya.
"Apa kau punya plester?"Tanya Danu membuangnya bingung dan mencoba untuk mencarinya di dalam tas.
Apa dia terluka?, kenapa dia meminta plester?, perasaan dia terlihat baik-baik saja...
Kebetulan ada satu plester di dalam tasnya, dengan diam ia memberikannya kepada Danu, karena dia juga bingung untuk apa Danu meminta plester sedangkan dirinya tampak terlihat baik-baik saja.
"Apa Anda terluka?"Tanya Kinar langsung karena begitu penasaran dengan dirinya.
Namun Danu terdiam tidak menjawab pertanyaan Kinar sambil membuka bungkus plester itu,
lalu dengan lembut ia menempelkan plester itu ke jidat Kinar yang tampak memerah akibat timpukan-nya.
Untukku... dia melakukan ini untukku...
Kinar begitu kaget melihat tingkah Danu saat ini,jatungnya terasa berdetak begitu kencang merasakan sentuhan Danu yang menempelkan plester di jidatnya.
"Maafkan aku!, mungkin aku membuatmu kesakitan!"berbicara datar dan terdiam lagi menatap fokus ke depan.
Kenapa dia terlihat seperti ini,
apa ada yang ia pikirkan?,atau kah ada masalah?
"Apa ada masalah?"Tanya Ajani pelan, mungkin ia juga begitu canggung untuk menanyakannya.
"Itu tidak penting bagimu!,jadi jangan di pertanyakan!"
Cih menyebalkan sekali... kenapa si dia?
Aku kan bertanya baik-baik,
"Apa yang sedang kau lakukan disini?,apa kau sedang menunggu Seseorang?"
"Tidak!,aku hanya ingin mencari udara segar!"Jawab Kinar santai ikut menatap pemandangan depan mata.
"Dengan berpenampilan seperti itu?,aku rasa kau sedang menunggu kekasihmu!"
Danu tidak percaya dan masih saja fokus ke arah depan.
"Tidak!, memangnya kenapa dengan penampilanku?"
Kinar penasaran mendengar perkataannya, apakah ia akan memujinya kali ini, harapannya.
"Tidak!,kau hanya terlihat aneh!"jawabannya singkat tidak bergeming sama sekali dari mimik wajahnya yang datar itu.
Aneh apa maksudnya aneh?,
sekarang penampilan ku yang seperti ini di bilang aneh!,
menyebalkan sekali dia ini...
__ADS_1
Merasa kesal menatap Danu.