
Tak terasa mobil sudah masuk ke parkiran kantor,
Reyhano masih tertidur di pangkuan Ayana, Ayana masih terdiam memandang suaminya yang masih tertidur itu,ia merasa kaku saat akan membangunkannya.
Sementara Danu melepas sead belt-nya dan menengok ke belakang melihat keduanya.
Ayana yang melihat Danu membalikkan wajahnya langsung berbicara tanpa suara,ia bertanya kepada Danu apakah ia harus membangunkannya sekarang, sementara Danu menganggukan kepalanya melihat Nona muda yang bertanya itu.
Ayana menatap lekat suaminya itu, kenapa semakin lama ia menatap suaminya,ia semakin merasa detak jantungnya berdebar semakin kencang.
Kenapa aku jadi deg-degan gini si?,baru pertama kali aku melihat raut wajah suamiku..ee.. maksudku Tuan Muda dari dekat saat terdiam,ia begitu berbeda dari yang biasanya....
Dengan pelan Ayana membangunkan suaminya yang masih tertidur itu, walaupun perasaan gemetar dan kaku yang masih melanda, ia tetap mencoba untuk membangunkannya perlahan.
Ia hanya bisa mengelus rambutnya perlahan sambil memanggilnya pelan.
"Tuan Muda... bangun!, bangun...Tuan Muda..!"
bagaimana bisa Tuan muda bisa terbangun?, jika panggilannya saja sangat lembut begitu...
Danu yang tersenyum mendengarnya.
Sementara Tuan Muda masih tertidur pulas,ia hanya bergerak memindahkan posisi tidurnya dan memiringkan tubuhnya.
"Nona tunggulah lima menit!, mungkin Tuan Muda kurang tidur semalam, saya akan masuk ke dalam kantor terlebih dahulu,Coba nanti Nona bangunkan lagi!, permisi Nona!"
"Iya Dan"
Danu langsung turun dari mobil dan meninggalkan keduanya di dalam mobil, ia terlihat begitu terburu-buru mungkin ada urusan kantor yang mendesak hari ini.
Sudah hampir sepuluh menit Ayana membiarkan suaminya tidur di pangkuannya, hingga sampailah Reyhano terbangun dari tidurnya sendiri.
"Sudah sampai?, kenapa kau tidak membangunkan ku?"Reyhano berdiri dari tidurnya sambil menengok kesana kemari melihat di sekelilingnya.
"E.. maaf Tuan Muda,aku sudah mencoba untuk membangunkan anda,Tapi aku..aku tidak berani mencoba lagi untuk membangunkan Anda, sepertinya anda kurang tidur semalaman"
iya aku memang kurang tidur gara-gara kau mabuk berat semalam, membuatku kepikiran dan tidak bisa tidur karena mu..
"Siapa bilang,lain kali turuti perintah dan kata-kata ku,jika aku menyuruhmu untuk membangunkan ku maka bangun kan!,jika tidak ya tidak!kau mengerti!"Reyhano berbicara Jutek seperti biasanya sambil membenarkan kancing bajunya.
he'h dasar serigala..biasa aja kenapa si..
Ayana yang sudah terbiasa dengan sikap menyebalkannya ini hanya menghela nafasnya perlahan,Andai saja ia memiliki suami yang benar-benar mencintai dan menyayanginya, mungkin ia akan merasa sangat bahagia.
Keduanya langsung turun dari mobil dan memasuki ruangan kantor,
Para karyawan yang melihatnya masuk, memberi sapaan kepada Tuan mudanya seperti biasa.
Ayana hanya jalan tertunduk mengikuti suaminya dari belakang.Tidak ada romantisnya sama sekali,hal ini sangatlah berbeda dengan sikap Tuan Muda yang selalu berangkat dengan Istri pertama,
Istri pertama yang selalu di gandeng,di rangkul dan di manja-manja di hadapan semua karyawan.
kenapa jalannya saja lama sekali si..
Reyhano yang merasa gregetan menghampiri Ayana dan langsung menggandeng tangannya yang begitu jauh tertinggal darinya itu.
"Tu.. Tuan Muda"Ayana yang merasa kaget.
"Diam, bersikaplah layaknya seperti istriku,aku tidak ingin orang berpikiran macam-macam tentang kita berdua"Tuan Muda terus menuntun Ayana sampai masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Reyhano duduk di tempat kerjanya menghadap ke layar leptop, sedangkan Ayana langsung merapikan ruangan kerja suaminya seperti biasanya, Karena jika ia sampai melihat satu sudut yang berantakan, ia merasa gregetan sendiri dan ingin segera merapikannya juga
"Hey..apa yang kau lakukan?, kau pikir kau cleaning servis disini?"Tuan Muda yang tidak suka melihat tingkah istrinya yang selalu bekerja ini.
Akhir-akhir ini,ia selalu merasa tidak tega dan merasa sedih bila ia melihat Ayana selalu melakukan hal-hal seperti pekerjaan layaknya Asisten atau cleaning servis,
__ADS_1
Ia merasa bahwa ia sedikit menyayanginya, Namun apa boleh buat jika perasaan memang sudah ada dan tidak dapat di tunda, Mungkin Reyhano sekarang sedang berusaha agar perasaanya itu biasa saja terhadap istri keduanya,
Namun pada akhirnya melihat tingkah istrinya yang akan bunuh diri semalam membuatnya tidak bisa tidur dan tidak bisa berhenti memikirkannya.
Bayang-bayang lukisan wajahnya benar-benar melayang di otaknya, Mulutnya yang mungil, bibir tipis berwarna merah muda yang memaki-makinya semalam mebuatnya tidak tahan menahan hasratnya, tangisannya, tatapannya, gerutunya, marah-marahnya benar-benar tidak bisa terbuang dari dalam pikirannya.
Kejadian semalam benar-benar menyadarkannya, perasaanya seketika berubah peduli dan dia tidak ingin kehilangannya, terlebih teringat Ayana yang akan mencoba bunuh diri itu yang masih terus terngiang-ngiang di kepalanya dan seolah-olah sedang menghantuinya.
"Tapi..buk.. bukanya.."
"Hentikan!,Jika ada seseorang yang melihatmu berkerja dan kau adalah istri seorang CEO sepertiku ini bagiamana?"Tuan Muda yang sudah menatap Ayana tajam.
Aneh sekali dia....bukanya dia selalu bersikap bodo amat dengan apa yang aku lakukan..
"Tapi bukankah anda tidak pernah menganggapku sebagai istri Tuan Muda?, bukankah aku hanyalah barang ganti rugi bagi Anda?"Tanpa sadar Ayana ingin sekali mengatakan perkataan itu,namun setelah puas mengatakannya ia baru sadar tentang apa yang telah ia katakan adalah kelewatan.
Apa yang telah aku katakan.. kenapa perkataan itu.. keluar dari mulutku begitu saja
Reyhano yang mendengar perkataan itu langsung terdiam,ini terasa begitu menghantam di dalam telinganya,Masuk ke dalam hatinya dan benar-benar meretakkan hatinya yang sedang mulus terkendali itu.
Ia langsung berdiri dengan perasaan kesal menuju ke arah pintu,
Kenapa dia tidak menjawab perkataan ku,dan kenapa dia malah menuju ke arah pintu..
Reyhano mengunci pintu ruangan kerjanya,membalikkan badannya menghampiri Ayana yang masih terdiam berdiri di samping sofa.
Aku kira dia pergi.. kenapa dia malah menghampiriku kembali, pasti dia akan marah-marah mendengar ucapanku tadi
Perasaan kesalnya mendengar perkataan istrinya tadi melonjak begitu saja.
"Berani sekali kau menyangkal semua perkataanku hah?"
"Aku tidak menyangkal Anda Tuan,aku hanya berbicara kenyataan". Ayana, mencoba memberanikan diri untuk menjawab semua perkataanya yang ia mulai sendiri dari perkataanya itu.
Cih kau pikir aku mau menjadi istrimu...jika bukan karena di penjara aku tidak mau menjadi istrimu..
"Tidak!"Dengan singkat menjawab dan mengalihkan pandangannya.
"Bohong!, katakan!,jika kau benar-benar ingin merasakan menjadi istri yang sebenarnya!"
sebenarnya..., bukankah aku ini memang istrimu sebenarnya dan kenyataan,apa maksud perkataannya si..
"Tidak!"Ayana yang tetap bersikeras dan mempunyai pendirian untuk tidak mengatakan iya.
"Katakan!"
"Tidak!"
"katakan!"
"Tidak"
Keempat kalinya Ayana menjawab tidak, hingga membuat Rey geram. mulai mendekatinya selangkah demi selangkah.
Semakin Rey maju semakin menyudutkan Ayana ke tangan-tangan sofa.
"Mulai berani ya kamu , sejak kapan kau belajar untuk membatah ku hah?"
kenapa dia mendekatiku, kenapa dia mendekatiku lagi
Ayana beringsut melihat suaminya yang terus mendekat.
Rey mendekatkan wajahnya ke wajah Ayana dengan cepat hingga membuat Ayana mundur diri dan jatuh ke sofa karena kaget.
Melihat istrinya yang terbaring di atas sofa, langsung saja ia menindih tubuh istrinya yang terbaring itu.
__ADS_1
mau ngapain si dia ini...
ya Tuhan...tolong selamatkan aku dari manusia gila ini
"Hey, kenapa kau menghindar?,kau pikir aku mau mencium mu hah?.. he'h jangan GR!"
Siapa juga yang ingin di cium olehmu, mending cium tiang listrik dari pada dirimu kali..
"Permisi Tuan Muda!.. Permisi!"Ayana, menggerak-gerakan tubuhnya untuk mencoba meloloskan diri dari cengkeramannya.
"Kau pikir kau bisa pergi dariku hah!, Tanggung jawab!, tanggung jawab atas perbuatanmu semalam!"
"Pe..per.. perbuatan, perbuatan apa yang telah aku lakukan kepada anda Tuan Muda?"Ayana masih tidak mengingat juga kejadian semalam bahkan ia terlihat bingung dan penasaran.
"he'h..kau sedang pura-pura lupa atau gimana hah?"
Ayana menggelengkan kepalanya, bahkan ia jujur kalau ia benar-benar tidak mengerti apa yang di katakan suaminya itu.
"Lihat ini baik-baik!,dan jelaskan apa yang telah kau lakukan semalam hingga berani berbuat seperti ini di hadapanku!"
Rey yang menunjukan bukti video yang sudah ia potong dan edit,hanya tingkah Ayana saja yang menggila dan terlihat di dalam video itu.
Gila apa yang telah aku lakukan semalam, kenapa aku bisa menurunkan bajuku di depan hadapannya tanpa ada rasa malu hah...
dan semua perkataanku itu, aku pasti benar-benar gila, bagaimana bisa aku mengatakannya se-lantang itu,apa yang sudah terjadi padaku...apa yang terjadi padaku semalam?... kenapa aku terlihat mabuk dan tak sadarkan diri..
Ayana terdiam dan terbengong ia benar-benar tidak percaya atas apa yang telah ia lakukan semalam,....
"Ak....aku... aku juga tidak tahu tentang hal ini Tuan Muda,aku benar-benar tidak ingat!,Apa yang aku lakukan ini aku benar-benar tidak tahu..!"
"Tidak tahu...bukanya kau sengaja?"
"Tidak Tuan Muda,aku benar-benar tidak tahu".
"Iyah aku tahu kau mabuk, tapi bagaimana bisa kau berani mabuk berat dan berani sekali kau meminum minuman seperti itu!, untuk saja kau menggila di hadapanku,jika kau menggila di depan semua orang di pesta,kau pasti bener-benar menghancurkan reportase ku sebagai CEO!"
"Aku tidak tahu, aku juga tidak berani meminumnya Tuan Muda"
Sebenarnya Ayana sendiri merasa malu dan sekaligus kesal, bagaimana bisa manusia serigala ini bisa membuat Video saat ia mabuk,Ayana rasa ini benar-benar keterlaluan.
"Tapi kenapa Anda memvideokan ku Tuan Muda, untuk apa?,apa anda bisa menghapusnya!"Ayana yang berbicara pelan agar bisa menguasai dirinya.
"Cih,itu terserah diriku untuk apa, kenapa...kau takut?,..hah..kau takut aku menggunakan yang tidak-tidak atas Video ini?"
Rey belum pindah posisi sejak tadi,ia merasa sedikit kenyamanan saat bersentuhan dengan tubuhnya.
"Aku mohon hapus videonya Tuan Muda!,itu memalukan!"Ayana berbicara dengan mata berkaca-kaca menatap wajah suaminya.
"cih.. memalukan hah?,kau saja tidak malu melakukannya di hadapanku, buat apa aku menghapusnya!,bukankah ini menarik!"Rey sambil tersenyum kemenangan.
lelaki jahat ini tak punya hati,dia benar-benar tidak waras, kenapa dia melakukan ini kepadaku,mau dia apakan video itu
"Tuan Muda!.. kenapa anda jahat sekali!, berikan ponsel Anda?"Ayana yang mencoba merebut Ponsel yang masih berada di tangannya,
Dengan spontan Rey langsung mengangkat tangannya menjulur ke atas agar Ayana tidak dapat mengambilnya.
Ayana berusaha berdiri dari bekapannya,ia menjulurkan tangannya ke atas juga agar bisa mengambil ponselnya itu.
tega banget si dia, selalu memperlakukanku seperti ini...
"Aku mohon hapus Tuan Muda!, berikan kepadaku!"Ayana yang mulai merengek karena takut video itu akan di buat tidak-tidak oleh Reyhano.
"Ambil saja kalau bisa!"Tuan Muda, semakin menantang dan menjulurkan tangannya semakin tinggi ke atas sambil tertawa menghadap ke ponselnya sendiri.
Ayana semakin mendekat berusaha untuk menggapai tanganya, tanpa sengaja Tuan Muda yang sedang tertawa senang itu.... membalikkan wajahnya ke arah Ayana, namun tidak sengaja batang hidupnya justru menempel begitu saja di bibir Ayana, keduanya terdiam kaget.
__ADS_1