
Sudah!, aku tidak bisa menahannya lagi...,Ray benar-benar keterlaluan....
beraninya dia ingin merebut istriku secara terang-terangan...
"Dan urus Felly!"Pesan Tuan Muda.
"Baik Tuan Muda,!"Danu segera menghampiri Nona Felly yang masih duduk di sofa.
"Apa Rey ada urusan yang begitu mendesak?"tanya Felly yang melihat suaminya pergi meninggalkannya begitu saja.
Tentu saja nona,dia harus segera mengurus urusan cintanya yang begitu mendesak kali ini...
"Iya Nona,ada masalah penting yang harus Tuan Muda tangani sekarang juga!".
"Sepenting itu?, melebihi acara ini?"
Tentu saja Nona, melebihi apapun .. karena ini menyangkut perasaanya.
"Iya Nona Felly!, katakan saja kepadaku!, jika anda membutuhkan sesuatu!"
"Iya sudah, baiklah!"
*****
"Ikut aku!"Rey melepaskan genggaman tangan keduanya yang belum selesai bicara itu.? dan langsung menarik Ayana untuk mengikutinya.
"Ta....tapi Tuan Muda"Ayana terbata bercampur kaget karena kehadirannya.
"Tanpa terkecuali!"
"Rey apa yang kau lakukan?"Ray memberhentikan langkahnya.
"Urus-urusan pestamu ini!,dan temui para tamu dan Fans mu yang sudah berbondong-bondong datang kemari!, jangan mencampuri urusanku dengan istriku!,kau mengerti!"
Rey terlihat begitu marah dan langsung keluar dari gedung pesta membawa Ayana dan keluar begitu saja tanpa sepengetahuan Felly.
Apa dia akan memenggalku kali ini..., dia terlihat begitu marah..
"Tu.. Tuan Muda!, kita mau kemana?"
Menyuruh istrinya masuk ke dalam mobil tanpa bersuara.
Aku mau di bawa kemana?..
Jantung Ayana kembali berdebar kencang menatap suaminya yang terlihat sangat marah itu,
membuat nyalinya menciut untuk berbicara kembali.
Tuan Muda tidak berbicara sepatah katapun,ia membawa mobil dengan keadaan marah, membuat Ayana semakin tegang menatapnya.
Tidak tahu berapa kilometer yang sudah di tempuh oleh mobil mewahnya itu,
Mobil pun berhenti di sebuah parkiran hotel bintang lima.
__ADS_1
kenapa dia malah membawaku ke hotel?,apa dia akan membunuhku di hotel seperti yang di TV TV.
Masih menarik tangan istrinya dengan keadaan marah,ia belum juga berbicara sepatah katapun, lalu masuk ke gedung hotel menuju ke ruangan resepsionis-nya.
"Manager!" Teriaknya.
manager yang mendengar teriakannya langsung menghampirinya dengan cara terburu-buru.
"Sore Tuan Muda!"
"Kamarku!"
Seolah-olah gayanya memang sudah berkuasa di mana-mana, bahkan sepertinya tak perlu berbicara panjang lebar pun semua orang sudah mematuhinya.
"baik, tunggu sebentar Tuan Muda!"
Manager hotel langsung menelfon bagian penjaga kamar Tuan Mudanya.
"Silahkan Tuan Muda,Naik ke lantai atas!, sudah di persiapkan semuanya!"
Tuan muda tidak menjawab perkataan manager lagi,
Ia langsung membawa istrinya naik ke lantai atas, benar-benar orang kaya yang menyebalkan dan sombong sekali dia ini.
persiapan apah?....,apa yang sudah kau persiapkan manager?..kau sudah menyiapkan ruangan kamar mati untukku...
Menaiki lift menuju ke kamar pribadinya, entah berapa lantai yang sudah di tempuh oleh lift yang sedang ia naikki itu,
Mata Ayana hanya tertuju kepada satu orang yang sedang menggandengnya tanpa suara sejak tadi.
"Silahkan masuk Tuan Muda!"
sapaan kedua penjaga yang sedang berdiri di pintu kamarnya itu.
aku tidak tahu...apa yang akan dia lakukan kepadaku, kenapa dia membawa ku ke tempat ini?..
"Jebrett...!"Bantingan pintu Tuan Muda yang masuk ke dalam kamarnya menbuat Ayana dan kedua orang yang sedang berjaga itu terkejut.
Masih menarik tangan istrinya,dan mulai mendekati ranjang, keduanya bertatapan lama,semua tenggelam di dalam perasaan yang penuh ketakutan, gemetar, dan jantung yang berdebar-debar,
kemewahan yang ada di dalam kamar hotel tidak ada menarik sama sekali.
"Kau sudah puas?, sekarang kau senang karena sudah mendapatkan keinginanmu?"
Suara Tuan Muda pelan, namun menatap Ayana tajam yang sudah terduduk di pinggiran ranjang,
belum juga Ayana menjawabnya ,ia langsung meninggalkan Ayana masuk ke dalam satu ruangan yang ada di dalam kamar hotel itu.
Matanya begitu terlihat ia sedang menahan kekesalan sejak tadi.
"Jebrett.."Bantingan pintu Tuan Muda kembali.
Ada apa dengannya.. kenapa dia malah membawaku ke tempat ini...
__ADS_1
apa dia benar-benar sedang cemburu....
*****
"Aarrgh..."Teriakan suara kesal tuan muda di dalam ruangan, Ayana langsung terbelalak menatap ke arah pintu.
kenapa aku tidak bisa menahan perasaanku sendiri... kenapa..
"Aarrgh... Brakk...Duarr... Cetarr!" Yang terdengar dan menyambar di telinga Ayana di dalam ruangan itu.
"Tuan Muda!, apa yang ia lakukan di dalam sana?" Ayana sangat kaget berlari mendekati pintu ruangan itu.
"Bedebah... beraninya dia datang kembali dan merampas semuanya!,... kenapa kau datang?... kenapa kau datang?... kenapa?... aarrgh..Duarr... cetarr..."
"Dasar lelaki brengsek..!,aarrgh... sialan, sialan"
Suara bantingan barang-barang terdengar di dalam ruangan, bahkan barang-barang berkaca yang ia dengar berulang-ulang yang di banting suaminya.
"Tuan muda...apa yang anda lakukan?...apa yang anda lakukan Tuan Muda...!"
Teriak Ayana sambil menggedor-gedor pintu ruangan itu.
dan wanita itu...apa dia benar-benar menganggapku bercanda... kenapa dia tidak merespon perasaanku... apa dia sangat membenciku... apa dia sangat membenciku...dan apa dia juga menyukai kakakku....
Rey hanya menatap ke arah pintu sebentar, karena Ayana menggedor-gedornya,dan mulai kesal kembali,ia tidak berhenti membanting barang-barang yang ada di kamarnya itu.
Ia benar-benar mengeluarkan amarah, kekesalan dan emosi bercampur cemburu yang sedang ia tahan sejak tadi.
*****
Ayana terdiam di depan pintu itu,mengingat perkataan kakaknya tadi siang, saat memegang tangannya di pesta itu.
"Aku mohon bantu aku Ayana,aku melakukan ini karena aku ingin sifat keras Adiku itu berubah,aku tahu... Adikku sangat mencintaimu, untuk itu balas lah rasa cintanya!,aku mohon kembalikan sifat Adikku yang seperti dulu lagi!, dimana ia selalu tersenyum..dan ceria,mamah sangatlah sedih dan merindukan pelukan dari Rey,aku sudah tahu sifat Felly kepada mamah bagaimana dia selalu bersikap semena-mena terhadap mamah,aku tahu itu, aku sangat tahu Ayana,aku mohon Ayana tolong kakak...!" Ray yang memohon.
"Tapi kak,apa yang kakak bicarakan?, Tuan Muda tidak mungkin mencintaiku dia hanya menyukai nona Felly!"
"Aku dapat melihatnya dari matanya!,dia itu Adiku, dia saudara kembar ku,aku tahu perasaannya... dia itu jatuh cinta kepadamu Ayana, bantu kakak!"
"Tapi kak!"
"kakak mohon!,kau harapkan kakak, cinta itu bisa merubah segalanya Ayana, percayalah kau bisa merubah sifatnya kembali!..,kau tahu mamah pergi kemana sekarang?"
Ayana terdiam sambil menggelengkan kepalanya,ia juga bingung apa yang harus ia lakukan, sedangkan perasaanya sedang campur raduk sekarang.
"Mamah aku tahan di luar negeri!,ia sedang berada di rumahku!,aku tidak ingin melihat mamah yang terus-terusan bersedih di rumah ini,aku melarangnya pulang ke rumah sampai Adiku benar-benar memaafkan ku dan mamah,aku tahu kesediaan yang Rey rasakan waktu itu, saat papah pergi tepat di hadapannya dan saat itu juga aku meninggalkannya bersama mamah, ini memang bukan kesalahannya!,Rey itu baik Ayana,jika kau tahu sifatnya yang dulu dia itu sangat ceria dan sangat baik!,aku percaya kepada mu Ayana!, terimalah cintanya!,kakak mohon,bantu kakak!"
Ayana masih terdiam mendengarkan, sedangkan Ray panjang lebar menjelaskannya.
"Aku melakukan ini,karena aku ingin tahu seberapa dalamnya cinta Rey kepadamu saat ini,aku sengaja melakukan ini hanya karena ingin melihat bagaimana kecemburuannya dia jika dia benar-benar mencintaimu!, Ayana.. bantu kakak.. aku mohon..aku sangat rindu Adiku yang dulu...jika bukan kamu siapa lagi?"
Ketika Ayana belum sempat menjawab lagi perkataan kakaknya, saat itulah Tuan Rey datang dan melepaskan tangan keduanya.
Inilah yang menjadi awal ke-salah pahaman-nya dan membuat Rey cemburu buta saat ini.
__ADS_1
Rey menganggap kakaknya sudah mengatakan cinta kepada Ayana dan harapannya pupus seketika.