Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ke Hotel


__ADS_3

Tak luput dari kata kemarahan, Hatinya masih di penuhi dengan bara api yang membara begitu besar.


Ia langsung keluar dari ruangan meninggalkan kondisi ruangan yang sudah acak-acakan gak jelas.


"Danu Antar aku ke hotel!"


Suara yang terlintas di telinga Danu membuatnya kaget dan berdiri tegak.


"Baik Tuan Muda!"


Kenapa Tuan Muda malah mau pergi ke hotel si... bukanya seharusnya ia menemui Nona Felly untuk menyelesaikan masalah ini...


Pikir Danu heran sambil menyiapkan mobilnya menghampiri Tuan Mudanya untuk mengantarnya ke hotel.


*****


Felly keluar dari kamarnya sambil membawa ponselnya.


Ia langsung meletakkan ponselnya di atas meja makan,


Menghampiri lemari pendingin untuk mengambil minuman vitamin miliknya.


"Kenapa dari semalam Rey tidak membalas Wa-ku?,apa dia sangat sibuk?"


Berulang-ulang Felly mengecek ponselnya menunggu belasan pesan dari suaminya itu, namun tetap saja pesannya belum Rey baca sama sekali.


Suara langkah mulai terdengar di telinganya, membuatnya membalikkan badan dengan segera ke arah tangga.


Melihat penampilan Ray yang begitu keren seperti biasanya, dengan kacamata hitam yang selalu ia cantol-kan di bajunya itu, jaket kulit yang mengkilap dengan balutan sepatu Termahal yang terkenal dimana-mana ia pakai kali ini.


"Kakak Pagi..?, Kakak sudah rapi sekali...mau kemana kak?" Tanya Felly yang heran melihat penampilannya.


Pagi-pagi sudah melihat wanita ini, wanita yang selalu semena-mena terhadap mamah, lihat saja kau pasti akan terlempar dari rumah ini, dan sebentar lagi aku pasti akan memiliki adik ipar yang sangat lembut dan baik hati.


"Felly,Pagi... kakak akan kembali ke luar negeri hari ini juga!"


"Hari ini kak?, kenapa cepat sekali?,apa kakak mau sarapan dulu?"Felly yang hanya basa basi menawarkan untuk kakaknya ini.


"E.. tidak, tidak usah!, jika sarapan...aku akan terlambat!"


Aku tidak mengerti ada saja wanita sepicik ini menjadi adik ipar ku, beraninya dia menolak untuk memiliki keturunan dari Adiku... bedebah...


Rasanya aku ingin sekali menamparnya


Setelah mengetahui semua ini,Rey bukan hanya jijik memandangnya namun ingin sekali tanganya yang gatal itu menamparnya sesekali Namun ia tetap berusaha untuk menahan emosinya itu karena Felly seorang perempuan,tapi ini memang benar-benar kelewat si,


karena ia yakin setelah kejadian ini ada kehidupan baik untuk adiknya kedepannya.

__ADS_1


"Iya sudah!, hati-hati kakak Ipar"


Karena sudah malas bersandiwara sejak dulu, akhirnya Ray hanya tersenyum palsu membalas ucapan Felly.


Lalu segera pergi meninggalkannya yang masih berdiri di meja makan.


Ponsel Bergetar tanda pesan masuk,Ia sudah senang sekali, karena Felly berharap ada jawaban pesan dari suaminya,


Namun yang ia lihat hanya Wa dari teman dekatnya yang mengirim sebuah foto.


"Syafira... ngapaiin sih dia ini?"


Sambil membuka pesan tersebut,


"Rey...." Felly kaget, langsung menutup minumnya dan duduk di kursi makan.


Felly tidak percaya melihat pemandangan di foto ini, dimana Ayana sedang bergandengan tangan dengan Rey di sebuah taman kota,Tak lupa dengan Ayana yang sedang memegang boneka kelinci lucunya itu.


Bukannya Rey ada pertemuan dengan kliennya beberapa malam ini...,


Tapi kenapa... kenapa dia jalan di waktu malam bersama Ayana..


Ini tidak beres, aku tidak terima, jangan bilang Rey ada hubungan khusus dengan Ayana....


"Dari mana kau mendapat foto ini?"Balas Felly yang sudah terpancing dengan kedekatan di foto ini.


"aku kira kamu yang pergi bersama Tuan Muda Felly, namun aku juga merasa gak mungkin si...kalau kamu pergi mau ke tempat pasaran seperti itu, Terus aku cari tahu e... ternyata Rey pergi berduaan bersama istri kedua"Jelas Syafira lewat pesan.


"Brakkk.."Felly menghentakkan ponselnya ke meja lalu bergegas ke kamarnya karena merasa sangat kesal.


Langsung membuka lemarinya dan memiliki pakaian, karena ia akan menyusul kemanapun suaminya berada.


Tidak mungkin Rey cuma pura-pura baik kepada Ayana.....


Ia terlihat begitu dekat dengan Ayana, lagian mana mau Rey pergi ke tempat seperti itu...


Ini tidak boleh di biarin Rey benar-benar keterlaluan...


langsung memasuki kamar mandi.


*****


Perjalanan menuju Hotel begitu sunyi dan sepi, hanya sayup-sayup suara mesin mobil yang terdengar di telinga Danu.


Ia sedikit melirik Tuan mudanya yang berada di bagian belakang dengan kaca spionnya.


Baru kali ini Danu melihat Tuan mudanya yang begitu terdiam memandang pemandangan sekitar,

__ADS_1


Ia terlihat begitu kesal dan melamun memikirkan sesuatu, mungkin kebohongan ini adalah masalah terbesar yang belum ia temui sebelumnya.


Mimpi yang selama ini ia nantikan tidak terwujud juga, yang ada hanya sebuah kebohongan besar yang tersimpan oleh istri yang sangat di sayanginya itu.


Ia begitu mengharap memiliki momongan dari istrinya itu,tapi semenjak ia mengetahui bahwa Felly mandul,ia tetap menerima Felly apa adanya,


hingga ia tidak mau untuk menikah lagi,tapi Felly tetap memaksanya untuk menikah lagi,


Dan Rey di janjikan Felly selama dua tahun untuk waktu nikahnya dengan wanita lain sampai dia memiliki keturunan.


Pada saat itulah Tuan Muda tidak tahan lagi dengan paksaan Felly yang menyuruhnya untuk menikah lagi,


kebetulan pada saat itu juga Tuan Muda bertemu dengan Ayana, gadis yang terlihat biasa saja namun cantik rupanya, yang telah memecahkan patung berliannya itu.


Membuatnya tertarik dan berpikir bagaimana jika ia menikahinya mumpung ada kesempatan,


Kesempatan karena dia melakukan kesalahan kepada Rey dan berpikiran untuk segera menjebaknya,agar dia dapat mendapatkannya begitulah pikirannya.


Tapi memang sepertinya, Tuan Muda juga tertarik pada pandangan pertama waktu itu.


Tak terasa,ternyata mobil yang ia tumpangi sudah berada di gerbang pintu masuk hotel,


Danu segera mengarahkan mobilnya menuju ke pintu masuk hotel,


Tuan Muda segera turun dari mobil,ia masih membungkam mulutnya dengan raut wajah yang masih amat sangat kusam dan terlipat itu.


Tak ada sepatah katapun yang ia tinggalkan untuk Danu,ia terus berjalan meninggalkan mobil dan memasuki gedung hotel.


Suasana hati Tuan Muda sedang memburuk, aku harus segera menyusulnya....


Danu langsung segera memarkirkan mobilnya ke parkiran mobil,ia segera menyusul Tuan mudanya ke lantai atas.


Sementara Rey sudah berada di lantai atas, dan langsung masuk ke kamarnya.


Ayana yang sedang membaca buku tentang Ibu hamil menjadi sangat kaget dan melempar bukunya begitu saja ke kolong ranjang setelah melihat kehadiran suaminya itu.


"Suamiku anda sudah datang?" Rey yang melihatnya melempar sesuatu tidak memperdulikannya karena suasana hatinya yang begitu sangat buruk.


Aku harap dia tidak melihat aku melempar buku tadi,...


Tidak ada sahutan dari Rey, ia hanya memandang istrinya sebentar dan langsung menghampirinya duduk di tepi ranjang.


Ada apa dengannya?,apa dia marah kepadaku?,apa aku melakukan kesalahan..?


Ayana yang bingung melihatnya murung namun tetap menghampiri dirinya.


Reyhano masih terdiam ia berusaha untuk melepas sepatunya sendiri di hadapan Ayana, Ayana yang melihatnya tentu saja merasa tidak nyaman dan langsung duduk menunduk melepaskan sepatu suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2