Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Tidurlah denganku!


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan badan,Rey langsung mengeringkan rambutnya yang masih basah karena habis keramas,


Bahkan ia masih menggunakan handuk yang melekat di pinggangnya,ia juga menggunakan handuk kecil yang ia gosok-gosokan ke rambutnya sambil menatap istrinya yang belum juga sadarkan diri.


Perasaan ku benar-benar kacau, rasanya aku ingin sekali marah-marah kepadanya, bisa-bisanya dia tidak memberi tahuku tentang kehamilannya...


Tapi di satu sisi,ini semua juga salahku,aku membiarkannya bekerja dan dengan bodohnya aku tidak memperhatikannya sepenuhnya..


Oh..aku sungguh tidak rela,jika aku harus kehilangan anak pertamaku...anakku..aku benar-benar tidak rela... kenapa kau pergi.."Tuan Muda tanpa sadar mengelus-elus perut Ayana yang masih terdiam di atas ranjang.


"oh...apa yang aku lakukan, kenapa aku mengelus-elus perutnya,aku pasti sudah gila yah!..". segera menyingkirkan tangganya dari perut Ayana,


Namun masih menatapnya lekat sambil berdiri di samping ranjang.


kenapa semakin aku memandangnya,dia terlihat semakin cantik,..


Tuan Muda semakin mendekat, mendekatkan wajahnya ke arah Ayana, rambutnya yang masih basah itu tak sengaja meneteskan butiran air ke wajah Ayana tepat di bagian matanya, membuat Ayana sedikit tersadar dan menyengkrutkan dahinya karena mungkin merasakan sentuhan sesuatu di wajahnya.


Apa dia akan sadar..


Tuan muda langsung berdiri membenarkan posisinya, sambil mengeringkan rambutnya kembali dan masih berdiri di samping ranjang.


"Aaa... Tuan Muda,apa yang anda lakukan?"


Ayana merasa begitu kaget mendapati Tuan Muda yang sedang berdiri di sampingnya telanjang dada,ia juga merasa bingung karena terbaring di atas ranjang kamar milik suaminya.


"Kau sudah sadar?"Rey yang masih berwajah datar karena bingung harus bersikap bagaimana terhadap istrinya.


"...a...a.apa.. ak.. aku pingsan Tuan Muda?"


Tuan Muda tidak menjawab perkataanya,ia hanya menatap Ayana tajam, tanpa mengatakan sepatah katapun...


"e.. maaf.. maafkan aku Tuan Muda,aku sudah berani tidur di atas ranjang ini...!"


Ayana bergegas berdiri dari ranjang untuk meninggalkan kamarnya, karena sikap Tuan Muda yang terlihat sangat dingin.


"Aahh..." perut Ayana yang masih terasa nyeri kembali, sambil memegangi perutnya.


"Ayana..?"Tuan Muda langsung merasa khawatir.


"aw...awh..."


"Apa kau baik-baik saja?, duduklah jangan pergi ke manapun!"


Nampak mata Tuan Muda yang sedikit berkaca-kaca.


"kenapa perut ku sakit sekali...?"


Apa dia benar-benar tidak tahu kalau dia sedang hamil...


Memegang bahu istrinya dan menyuruhnya duduk perlahan di atas ranjang.


"Kau sengaja tidak memberi tahuku?"Nampak wajah Tuan Muda yang terlihat serius menatap Ayana.


"Memberi tahu tentang apa?.."Ayana yang merasa bingung,


Tuan Muda terus menatap mata Ayana,mata Ayana yang di penuhi dengan kebingungan sepertinya ia benar-benar tidak tahu tentang kehamilannya begitulah pikiran Tuan Muda.


Karena Ayana sendiri tidak mengetahui tentang kehamilannya, jangankan untuk mengecek kehamilan,ia terlalu sibuk melayani Tuan Muda dan Felly,


Istirahat yang kurang karena selalu pulang dari kantor malam, sampai ia lupa kapan terakhir kali ia datang bulan,

__ADS_1


kenapa... apa aku melakukan kesalahan..


Ayana yang semakin berdebar kencang menatap mata suaminya yang sedang menatapnya tajam.


"Apa perutmu masih sakit?"


Ayana menganggukkan kepalanya sambil tertunduk, karena ia tidak bisa mengartikan tatapan Tuan muda yang terlihat serius itu.


"Kau mengalami keguguran!, jadi istirahatlah!, jangan melakukan apapun!"


Tuan muda langsung berdiri dengan diam setelah mengatakannya ia meninggalkan Ayana ke ruang ganti bajunya,ia terlihat begitu kecewa setelah mengatakan hal ini.


Ayana terbelalak,Ia terdiam seperti patung setelah mendengar kabar ini,


ia begitu kaget dan sangat kaget seperti sambaran petir yang sedang menggetarkan hatinya.


"ke..ke.. keguguran?,aa..a..aku keguguran..aku keguguran?..."


berbicara terbata sambil memegangi perutnya yang sedikit masih nyeri, matanya langsung berkaca-kaca tidak percaya dengan semua ini.


Setelah memakai baju Rey keluar dari kamar gantinya,Ia terdiam berdiri di depan pintu mendapati Ayana yang terdiam sambil memegangi perutnya.


Apa dia benar-benar tidak tahu atas kehamilannya,apa dia juga sedih mendengarnya..


bagaimana aku tidak tahu atas kehamilanku sendiri..


bahkan aku lalai dengan diriku sendiri,aku keguguran...?.. i....itu artinya aku kehilangan anak pertamaku,aku bukan pembunuh kan...


aku bukan pembunuh kan...


Derai air mata jatuh di pipi Ayana seketika,ia merasa tidak percaya dengan semua ini..


Tapi dengan bodohnya aku begitu santai dan tidak mengeceknya... kenapa aku bodoh sekali.. kenapa aku bodoh sekali si...apa yang telah aku lakukan... apa yang telah kau lakukan Ayana...


Seharusnya aku minum pil KB sejak awal, agar kehamilanku tertunda,...dan aku juga tidak akan merasa bersalah seperti ini..


Ayana yang menjadi menangis terdiam, karena merasa bersalah sendiri.


***


Ponsel menyala,tanda pesan masuk datang,


"Tuan Muda jangan lampiaskan kemarahan Anda Kepada Nona Ayana!,beri dia ketenangan dan jangan membuatnya trauma, percayalah Nona Ayana bisa hamil lagi, seperti kata dokter tadi, peluangnya masih sangat besar!"Pesan Bayu.


"Diam Bodoh!,aku tahu apa yang harus aku lakukan!"Balasan Tuan Muda.


cih beraninya Tuan Muda mengataiku bodoh, bukanya aku selalu pintar!,jika tidak di ingatkan, pasti dia akan marah-marah dan emosi bukan..


**"


Rey yang melihatnya menangis menjadi tidak tega,dan mendekatinya perlahan.


Ayana yang merasa suaminya mendekat langsung berusaha menghapus air matanya untuk menutupi kesedihannya.


"Sudah jangan menangis!,dia bukan hanya anakmu,tapi anakku juga!, jadi bukan hanya kau yang merasa kehilangan!..."


Tuan Muda yang masih ber-raut wajah kecewa naik ke atas ranjang mendekat ke arah Ayana.


Ayana segera berdiri, menghindari suaminya yang mendekat karena merasa takut padanya...


"Kau mau kemana?" Tangan Rey yang sudah melingkar di pergelangan tangannya,ia menahan Ayana yang agar tidak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"e'...a...aku..aku mau kembali ke kamar Tuan Muda!"


"Kamarmu yang mana?, kau pikir kau memiliki kamar di sini?, Tidurlah denganku!"


Tidak...,aku tidak mau tidur dengannya, bagaimana nasibku nanti jika aku tidur seranjang dengannya...


"Hey apa yang sedang kau pikirkan?,aku menyuruhmu tidur!,hanya menyuruhmu tidur!,bukan untuk meniduri mu, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu!,sini tidurlah denganku!."


Ayana masih berdiri terdiam, pikirannya menjadi kemana-mana.


"Jangan berpikiran macam-macam!, Tidur sekarang atau aku akan..."


"Iya Iyah..aku akan tidur sekarang".


Dengan gemetar Ayana mendekat ke arah ranjang, membaringkan tubuhnya perlahan sambil melirik suaminya yang fokus ke layar ponselnya,ia juga membaringkan tubuhnya dan


begitu jauh di tepian ranjang.


Gila...,apa malam ini aku benar-benar akan tidur dengannya... lindungi aku dari manusia serigala ini ya Tuhan...


Setelah merasa istrinya sudah membaringkan diri di ranjang,Rey langsung menutup layar ponselnya dan menaruhnya di meja lampu kamar samping ranjangnya.


"Kemarilah!"


Suara datar Rey, namun langsung menyambar di telinga Ayana, seketika jantungnya menjadi berdebar kencang...


Mati lah aku, kenapa dia menyuruhku mendekat,apa yang akan ia lakukan kepadaku..


"Apa kau tuli?,aku menyuruhmu bergeser!, kemarilah!"


"Ta...ta...tapi untuk apa Tuan Muda"


"Ayana!"Suara Rey yang sudah meninggi.


Membuat Ayana langsung menggeserkan tubuhnya..,


Apa dia akan menghukumu karena aku keguguran,apa dia mau menghabisi ku malam ini...


Ayana dengan gemetar mendekat ke arah suaminya perlahan...


Tuan Muda yang merasa gregetan langsung menarik tubuh Ayana dan membekapnya...


"Tuan Muda!"Ayana yang merasa kaget karena Rey tiba-tiba memeluknya dengan erat.


"Diam!,aku butuh bantal guling!,aku tidak bisa tidur jika tidak ada bantal guling!"


Sial, dia menganggapku seperti bantal guling hah... sehingga ia mempermainkanku sesuka hatinya .. dasar lelaki bajingan..


Sebenarnya kemana semua bantal guling yang ada di kamar ini, bukankah kemaren banyak....


Ayana yang terus menggerak-gerakan tubuhnya karena ingin melepaskan pelukannya.


"Diam!... apa kau bisa diam!...,aku sudah bilang aku memerlukan bantal guling!, jadi bersikaplah seperti bantal guling!..., tetap diam dan tidak melawan apa pun yang aku lakukan...,kau mengerti!"


Tuan muda yang mempererat pelukannya hingga membuat wajah Ayana terbenam di dada bidangnya...


Apa dia akan membunuhku dengan cara seperti ini,dia pikir aku akan terus bernafas sambil mencium aroma tubuhnya hah...,dia benar-benar membuatku sesak nafas...


Rey langsung tersenyum merasakan sikap Ayana yang terdiam di pelukannya,Ia mulai bermain-main dengan rambutnya,


baik menggelus maupun membelai rambut Ayana....

__ADS_1


__ADS_2