
Tak lama Dokter yang di tunggu-tunggu sudah berada di depan pintu masuk Apartemennya.
Kinar langsung membukakkan pintu untuknya dengan senang hati.
wah Dokter Tampan ini lagi rupanya,tak bosan-bosan yah, dia lagi... dia lagi,Tapi lumayan sih buat cuci mata..
eh gila yah,apa yang sudah aku katakan...
Kinar yang membatin di dalam hatinya dan langsung mengutuki dirinya sendiri setelah menggerutu di dalam hati.
Siapa si yang gak terpesona melihat Kevin, Dokter muda nan Tampan dan baik hati itu.
Kevin langsung masuk ke kamar Tuan Mudanya, sementara semua orang langsung keluar kecuali Dokter dan Ayana.
Bagaimana dia bisa pingsan lagi, aku rasa kondisinya ngedrop kembali...,
Kevin segera memeriksanya,baik dari detak jantungnya,mata dan anggota tubuh lainnya yang dapat ia cek dengan alat medisnya.
Ayana masih terdiam dengan wajah penuh kecemasan menghadap ke arah suaminya yang terbaring itu.
"Bagaimana Dok?,Apa Tuan Muda baik-baik saja?"
hah... Tuan Muda?, bukanya dia ini istrinya, bagaimana ia memanggil suaminya itu Tuan Muda...
pantas saja Tuan Muda menjadi begini sekarang, karena ia sendiri tidak di sayang...
"Sepertinya Rey kurang menjaga kesehatan dirinya!"
Rey dia memanggil Rey,apa dia sangat dekat dengannya?
"Memang si sakitnya kemaren belum terlalu pulih Nona!,namun mungkin ini semua juga efek dari banyak pikiran, karena ia terlalu banyak memikirkan Nona, dan tensi darahnya Juga begitu rendah, matanya terlihat lemah karena yang jelas ia kurang tidur, sepertinya belakangan ini Tuan Muda jarang tidur Nona, mungkin ia tidak bisa tidur tanpa kehadiran Anda!"
Apa maksud perkataannya?..
"Saya serius Nona,saya tidak berbohong!,anda istrinya Rey kan?, saya ini sahabat Tuan Muda Nona!,Imun kekebalan Tuan Muda sangat lemah,ia benar-benar kurang tidur, jadi kondisinya sangat ngedrop, dan Waktu Tuan Muda sakit,saya juga yang menanganinya,jadi tentunya saya Tahu masalah anda dengan Rey!,Itu terserah Nona,mau percaya saya atau tidak, yang jelas Tuan Muda butuh kehadiran anda Nona!,saya permisi Nona!,Karena saya akan mengambil alat infus untuk Tuan Muda!"
Ayana semakin terdiam menatap suaminya yang terbaring sangat pucat itu,ia juga tidak bisa menjawab semua perkataan Dokter tadi, yang jelas pikirannya sedang buyar kemana-mana.
__ADS_1
sedangkan semua orang berharap dan mendukung agar dirinya segera kembali ke pelukan suaminya.
Ia juga merasa bersalah sendiri, melihat kondisi suaminya yang terpuruk seperti ini.
Apa dia benar-benar mencintaiku?, kenapa dia sampai seperti ini,dan apa benar ia sudah menceraikan Felly,dan aku ini istri satu-satunya?...,apa dia benar-benar menginginkan ku?..
Ayana langsung duduk di sofa yang ada di kamar itu,ia tidak bisa melihat keadaan suaminya yang terpuruk begini.
Melihatnya terbaring pucat membuatnya ingin menangis kembali,
Suara seseorang datang mulai terdengar lagi, kini Dokter datang bersama Danu yang sudah membawa peralatan medisnya termasuk cairan infus.
"Tuan Muda ngedrop kembali Vin?"
Danu yang juga sangat khawatir.
"Iyah!,seharusnya setelah pulih dari sakitnya kemaren Tuan Muda tidak boleh beraktifitas langsung, seharusnya ia memiliki waktu untuk beristirahat terlebih dahulu,agar kesehatannya dapat pulih maksimal, tapi sepertinya Tuan Muda tidak tidur beberapa malam terakhir ini, dan kau... apa kau tidak bisa menjaga Tuan muda dengan baik?,apa kau tidak pernah mengecek Tuan muda mu setiap malam?"
"Tuan Muda melarang ku untuk menggangunya di waktu malam, apa lagi sampai melebihi waktu kerja ku,jadi aku hanya bisa menuruti perkataannya!"
"Sudahlah!,batu aku untuk menyiapkan semuanya!, kondisinya benar-benar lemas,ia pasti juga kekurangan cairan!"
Kinar dan Nada pun ikut khawatir dan masuk ke dalam kamar menghampiri Nona muda yang terlihat sedih itu.
"Ayana?...kau tidak papa?"tanya Nada pelan.
"Aku tahu kau masih sangat marah kepada kita berdua Ayana, maafkan kita yah!"
Kinar yang begitu merasa bersalah karena telah membuat Ayana menangis hari ini.
"Iya aku juga mintalah maaf Ayana,kita berdua benar-benar bersalah!"
"Sudah cukup!, Kalian berdua tidak bersalah!, ini semua salahku...,aku yang terlalu egois akan semuanya...,aku juga kurang menyadari karena hatiku terlalu sakit,sampai aku tidak memikirkan semuanya, bahkan aku tidak menyadari....bukan hanya aku saja yang sedang terluka karena kebohongan, tapi Tuan Muda sendiri juga sedang merasakannya kali ini karena di bohongi oleh Felly selama ini,aku benar-benar tidak menyadari itu semua...!"
Ayana yang mulai sadar kayaknya, dan kini rasa marahnya terhadap suaminya sedikit berkurang,
Ia masih menatap Rey dengan penuh kekhawatiran yang sedang di tangani oleh Dokter Kevin.
__ADS_1
Syukurlah!...., semoga setelah ini Ayana akan memaafkan Tuan Muda dan kembali bersamanya nanti,
"Tapi Tuan Muda memang salah Ayana sudah sepantasnya kau marah,tapi lihatnya Tuan Muda!....,ia benar-benar mencintai mu Ayana!,ia tidak bisa hidup tanpamu,ia sangat mencintaimu!...., kondisinya yang begini karena dia tidak bisa kehilanganmu, maafkan Tuan Muda Ayana, kembalilah padanya!,aku ingin melihatmu bahagia hidup bersama Tuan Muda, hanya itu saja makanya kita berdua melakukan hal ini..!"Kinar yang terus berusaha menyakinkan Ayana.
"Iyah Ayana, hiduplah bahagia bersama Tuan Muda,kau adalah istri satu-satunya,demi anakmu juga,kau tidak ingin menjadi single parent kan?"
Nada ikut meyakinkannya juga.
Sementara Ayana langsung menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Single parent.
"Aku tahu kau juga mencintainya Ayana, jangan menahan perasaanmu,jika itu hanya dapat menyiksa dirimu!"
Nada dengan lembut menyakinkan Ayana.
Ayana langsung memeluk erat tubuh Nada..,
"Hiks...hiks..."Tangisan mulai terdengar di pelukan keduanya, Ayana memang ingin sekali menangis dari tadi.
"Pulanglah!, hiduplah bahagia bersama Tuan Muda, Karena jika begitu kami berdua akan merasa sangat senang Ayana!"sambil mengelus punggung sahabatnya.
Melepaskan pelukannya kembali dan berganti memeluk Kinar erat.
"Maafkan aku Kinar,Nada,tak seharusnya aku marah-marah kepada kalian berdua tadi!, maafkan aku...aku kebawa amarah karena sakit hati!... maafkan aku,aku terlalu emosi..!"
Aku harap kau segera memaafkan Tuan Muda Ayana...
Kinar senantiasa terseyum mendengar perkataan Ayana.
"Kau tidak punya kesalahan Ayana!,aku tahu perasaanmu saat ini, Jangan menangis terus,kau sedang mengandung!, jangan biarkan si baby sedih juga!"
Keduanya melepaskan pelukannya dan Ayana kembali menatap suaminya,
Hati Ayana itu sangat lembut, saking lembutnya ia tidak bisa marah terlalu lama, melihat Tuan muda yang begini juga membuatnya begitu khawatir dan gelisah,
Tuan Muda kau tidak papa kan?, bangunlah..!
aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini...,
__ADS_1
aku hanya ingin menenangkan diri
aku memang sangat kecewa kepadamu, tapi bangunlah, jangan sakit seperti ini,aku tidak bisa melihatmu begini.... Tuan Muda.