Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Tidak Tega


__ADS_3

Mata semua orang masih terbelalak menatap keterpurukan Ayana di tengah-tengah keramaian pesta.


"Sayang,aku harus mengurusnya sekarang!,apa kata orang-orang nanti jika melihatku diam saja seperti ini!"


"Iya sayang baiklah"


Tuan Muda langsung berjalan cepat menuju ke arah Ayana meninggalkan Felly.


apa yang terjadi dengan Ayana,ini tidak beres!, tampaknya teman-teman ku melakukan sesuatu kepadanya?..


Felly yang sudah sangat hafal akan sikap teman-teman yang selalu melakukan hal-hal semaunya sendiri untuk bersenang-senang menghibur diri mereka.


Apa yang terjadi dengan Ayana?..., kenapa dia terlihat terpuruk seperti itu...?


Tuan muda yang langsung menunduk mendekatkan diri kepadanya, karena di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia juga merasa khawatir dan gelisah melihat kondisi Ayana


Aku kenapa?.. kenapa kepalaku terasa pusing? mataku ini... kenapa aku tidak bisa melihat?,aku kenapa..?


Ayana yang tidak bisa menahan diri dan langsung pingsan tepat di tangkapan suaminya yang sudah menghampirinya itu.


"Ayana... Ayana..?" Panggilan Tuan Muda yang terlihat panik sambil menepuk-nepuk pelan pipinya


Tidak ada sahutan dari Ayana, karena ia sudah tidak sadarkan diri,


"Nona Ayana ya ampun..!"Danu yang kaget dengan keadaan nona mudanya yang jatuh pingsan.


"Danu cepat ikuti aku!, bukakan pintu kamar!"


Tanpa pikir panjang Tuan Muda langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam kamarnya,Danu bergegas mengikuti langkah Tuan mudanya menuju ke kamar Ayana.


Cantik juga dia kalau sedang pingsan...


"Ya silahkan Tuan Muda!"Danu yang sudah membukakan pintu kamar untuk Tuan mudanya.


Tuan Muda langsung membaringkan istrinya ke atas ranjang,


"Bagaimana ini bisa terjadi?,apa yang terjadi padanya?,kau yang bertugas untuk mengawasinya bukan?"tampak raut wajah tuan muda yang terlihat kesal dan menyengkrut memandangnya.


"Mohon maaf Tuan Muda, tapi kali ini saya tidak tahu, karena Nona Ayana melarang saya untuk mengikutinya,ia juga memohon agar saya pergi meninggalkannya"


"Iya sudah pergilah!"Tuan Muda yang tidak berhenti menatap istrinya yang sedang pingsan di ranjang itu, sambil menyuruh Danu keluar dari kamarnya.


Aku kira tuan muda akan marah-marah tadi...


"Bagaimana Dan?, gimana kondisi Nona Ayana?,apa dia baik-baik saja?"Bayu yang juga melihat keterpurukan Nona mudanya tadi.


"Entah, aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada Nona, kenapa dia tiba-tiba pingsan?,"


"Mungkin Nona kecapean kali?"


"iya menurutku juga begitu"


Danu dan Bayu masih tetap melanjutkan pesta mereka dan menikmati hidangan pesta.


Tuan muda langsung mendekatkan diri dan menundukkan tubuhnya menatap lekat wajah Ayana yang masih terdiam di atas ranjang.

__ADS_1


Cantik sekali dia malam ini.. tapi kenapa aku jadi ingin memandangnya terus..


Tanpa sadar Tuan Muda langsung mencium kening istrinya ini..


cih ...aku pasti sudah gila, bagaimana aku bisa menciumnya tadi


Tuan muda langsung tersadar dan berdiri tegap untuk meninggalkan Ayana,


tapi langkahnya terhenti seketika, karena tangan Ayana yang sudah menahan tangannya terlebih dahulu.


"kau..!kenapa kau ada di sini?.., kenapa aku harus bertemu dengan dirimu?,aku..aku itu sengat membencimu... kenapa aku harus bertemu denganmu hah... kenapa?....."


Ayana yang langsung duduk di ranjang masih memegangi tangan suaminya, menatapnya dengan mata yang masih membuka dan menutup berulang ulang, ia juga berbicara melantur.


Ada apa dengannya?,apa yang sedang ia katakan?,apa dia sedang mabuk hah?


Tuan muda langsung menatap tajam istrinya yang sedang melantur itu.


"Hey apa yang sedang kau katakan?"Tuan Muda yang langsung kesal menatap istrinya.


"Siapa kau?, kenapa kau ada di sini? dan memang apa yang sudah aku katakan kepadamu?"


Ayana mencoba berdiri dari ranjang dan mendekati suaminya, karena keadaannya yang mabuk berat membuatnya lemas dan bolak balik terpuruk di rangkulan suaminya, bahkan ia tidak sadar akan apa yang sedang ia lakukan sekarang.


"Gila...apa kau mabuk hah?, beraninya kau mabuk di depanku?"Rey yang berusaha menahan tubuhnya kembali, karena ia bolak-balik terpuruk


"Apa kau tidak bisa berdiri dengan benar?"


Ayana yang sangat risih mendengar ocehannya langsung saja menatapnya dengan mata sayu yang sedang mabuk itu.


Ayana yang langsung menangis dengan apa yang ia rasakan saat ini, bahkan ia berbicara sambil memukul-mukul dada bidang suaminya, kemudian terpuruk lagi.


Reyhano langsung mengambil ponselnya yang ada di sakunya dan menaruhnya di meja samping ranjangnya.


"Hey kau beraninya kau meminum minuman keras seperti ini?, berdiri yang benar!"Rey yang mencoba menyadarkan istrinya yang sedang melantur itu,ia sebenarnya sangat kesal namun bercampur tidak tega melihatnya seperti ini..


"Lepaskan!, aku benci dirimu!,aku benci sentuhan mu!, lepaskan.. lepaskan!,hiks..hiks.."Ayana masih menangis tidak sadar akan apa yang ia katakan.


"kau ini gila yah?,siapa yang mengajarimu seperti ini?, kenapa kau sampai mabuk berat seperti ini?"Reyhano yang kesal berbicara sambil menatap istrinya.


Namun tatapan Reyhano bukan tatapan biasa, melainkan tatapan terpesonanya akan kecantikan Ayana malam ini.


Ayana langsung melepaskan diri dari suaminya dan berjalan mendekati lemari besar yang ada di dalam kamarnya.


"Aku gila?, hehehe... (Ayana tertawa singkat) iya aku ini memang gila yah!, kenapa aku menikahi seorang lelaki yang sudah beristri!"Ayana sambil membentur-benturk kan kepala berulang-ulang ke pintu lemari,ia benar-benar seperti orang gila malam ini.


Reyhano yang mendengarnya langsung merasa sedih dan semakin menyengkrutkan dahi mendengar segala ucapan yang keluar dari mulut istri keduanya itu.


"aku Pelakor,aku ini Pelakor, terserah!, terserah kalian mau bilang apa kepadaku, kenapa menyedihkan sekali hidupku,aku gila?, Pelakor?,aku ini memang sudah gila!"


"Hey apa yang kau lakukan"Rey langsung memegang bahunya,dan berusaha menghentikan tingkahnya yang terus membenturkan kepalanya itu.


Ayana mengalihkan pandangannya kembali menatap tajam suaminya yang masih berdiri memberkatinya.


"dan kau!, kenapa kau tidak membunuhku saja!,aku sudah bosan hidup di dunia ini!, dunia ini sangat kejam!,aku benci..kau tahu aku benci...aku sangat benci dunia ini!!.."

__ADS_1


Ayana langsung menarik dasi suaminya karena merasa sangat kesal akan perasaanya, walaupun ia tidak sadar apa yang ia lakukan,namun ia tetap mengeluarkan apa saja yang sedang ia rasakan di dalam hatinya.


"Ayo bunuh aku!,aku ingin kau membunuhku!,karena aku tidak ingin bunuh diri!, tapi aku benar-benar sudah bosan hidup di dunia ini,ayo bunuh aku Tuan Muda..bunuh aku..!".


"Ayana...!" Tuan Muda yang semakin kesal mendengarkan ucapannya.


"iya aku memang Ayana!, Ayana yang menyedihkan!, lalu untuk apa aku hidup?, ayo bunuh aku!.."


"Ayana ...,apa kau sudah tidak waras?,apa yang sedang kau katakan hah?"Rey yang langsung menggoyangkan tubuhnya, sambil memegang kedua bahunya, berbicara serius menatap istrinya.


"Kenapa?,kau tidak mau melakukannya?, kenapa kau tidak mau melakukannya?.. lepaskan aku!, akan aku lakukan sendiri!"


Ayana dengan sekeras tenaga melepaskan pegangan tangan suaminya dan menjauhinya.


Berjalan menuju ke tempat meja Rias dan mengambil sebuah gunting yang ada di meja riasnya.


"Ayana apa yang akan kau lakukan?"Tuan Muda yang begitu kaget dan terbelalak menatap tingkah laku istrinya.


"Aku.. aku hanya ingin mengakhiri hidupku Tuan Muda, aku hanya ingin mengakhiri hidupku...."Ayana langsung mengarah ujung gunting dan mengarahkannya ke tubuhnya.


"Ayana.., Turunkan gunting itu!"Tuan Muda yang begitu gelisah melihat tingkah Ayana saat ini.


"Aku benci dirimu!,aku benci hidup ini!"Ayana tidak mendengarkan apa yang di katakan tuan mudanya,ia hanya berbicara sendiri dan berulang ulang mengatakan perkataan itu,


Tak butuh waktu lama, Ayana langsung mencoba mau menusuk gunting itu ke arah tubuhnya, dengan cepat Taun muda langsung memberhentikan tindakan yang menggila itu.


"Stop!,apa yang kau lakukan!,kau benar-benar sudah gila sekarang?"Tuan Muda yang menahan gunting itu di tangannya agar Ayana tidak berbuat nekad.


"Lepaskan!,apa kau ingin melakukannya untukku?"


"Ayana..!"Dengan cepat tuan muda langsung merebut gunting tersebut dari genggamannya dan melemparkannya ke lantai.


"kau membuangnya?, kenapa kau membuangnya?,aku butuh itu....aku butuh itu kau mengerti...aku butuh itu Tuan Muda!...hiks..hiks...,"


Ayana yang masih belum berhenti juga dan akan mengambil gunting itu kembali yang sudah terjatuh di lantai sambil menangis kembali.


"Ayana apa yang kau lakukan?"Rey yang semakin kesal dan panik bagaimana mengatasi istrinya yang sedang mabuk berat ini.


"lepaskan tanganku!,aku butuh gunting itu,lepaskan!.."


"Hey kendalikan dirimu!,apa kau akan berbuat senekat itu hah?" Tuan muda yang terus saja memegangi tangannya, karena mencoba menghentikannya langkahnya yang semakin mengacau ini.


Ayana langsung menjatuhkan dirinya kelantai,


"lepaskan..!"Suara Ayana yang sedikit pelan dan tertunduk.


Tuan Muda benar-benar tidak tega melihatnya begini, Apalagi jika rasa cintanya yang sudah tumbuh di dalam hatinya, membuatnya tidak bisa di bohongi dan di tahan.


"Lepaskan!, lepaskan Tuan Muda!,aku hanya ingin itu!... hiks...hiks... lepaskan!"Suara Ayana yang sudah meniggi menuju ke arah gunting dan menangis terisak.


"Sudah cukup!,apa yang akan kau lakukan kepada dirimu!, Tenanglah..!"Tuan Muda yang langsung saja memeluk Ayana dan membelai rambutnya karena ikut merasa sedih.


"lepaskan!,aku benci ini,aku benci hidupku.. aku benci.."Ayana yang masih menangis di pelukannya


"Sudah cukup!, cukup!,tenanglah!, aku mohon tenanglah" Tuan Muda yang terus membelai rambutnya, menenangkannya dan membiarkan istrinya memukul mukul dada bidangnya di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2