
Pagi yang sangat cerah ini, Tuan Muda menghampiri Ayana yang sedang berjemur di balkon rumahnya.
"Pagi Sayang,apa harimu menyenangkan?"memeluknya dari belakang membuat Ayana kaget saja.
"Rey..!, tentu saja... berkat dirimu!"mengelus rambut suaminya dan terseyum manis kepadanya.
"Jangan lama-lama yah!,entar kamu kepanasan, lihat kulitmu yang putih menjadi memerah!,tuh...kan kamu jadi keringatan!"
mengusap dahi Ayana yang tampak berkeringat.
"Di bawah jam sembilan itu cahaya mataharinya sehat sayang, sebaiknya kau ikut berjemur juga,biar makin sehat yah...!"
Ayana, mencoba melepaskan pelukannya, karena pelukannya itu tentunya mengganggu aktivitasnya yang sedang berjemur di bawah sinar matahari.
"Hem... benarkah?,aku akan ikut berjemur!,tapi jangan melepaskan pelukan ku,jika tidak... ya sudah aku melarangmu berjemur..."
"Jahat sekali..., Nanti kalau baby-nya kekurangan vitamin D gimana?"
"wah.. benarkah?,iya sudah kalau gitu ayo kita jemur!"
Rey justru semakin mempererat pelukannya dan menyenderkan kepalanya di bahu seperti biasanya yang ia lakukan di dalam kamar.
"Sayang.. jangan seperti ini!,malu di lihat banyak orang!"
Ayana, melihat pandangan orang-orang komplek yang sedang joging memperhatikan dirinya dan suaminya itu.
begitu juga para Anak buahnya yang sedang berkerja di lantai bawah, baik yang sedang menyapu halaman, ataupun para supir yang sedang mencuci mobil di halaman rumahnya.
Tentunya pemandangan ini di lihat oleh semuanya, namun tidak ada yang berani menatap kedua majikannya yang sedang bermesraan di balkon depan rumah itu, mereka hanya sesekali melirik,
itu pun hanya curi-curi pandang dan tidak berani melihatnya secara langsung.
Bahkan jika mereka melihat tingkah Ayana dan Rey itu hanya karena ke tidak sengaja-an, dan pastinya mereka langsung mengalihkan pandangan ataupun menundukkan kepalanya karena tidak berani.
"Kenapa harus malu,aku hanya memeluk istriku kan..?,masa tidak boleh?"
"Iyah tapikan...!''
"Muach..."Langsung menutup mulut Ayana dengan satu kali ciuman.
"hust...Jika kau banyak bicara!,aku akan mencium bibirmu yang manis ini di hadapan semua orang....!"
Dasar keras kepala, mengancam ku terus...
Apa kau tidak waras..
"Tin..tin..tin.."
Suara klakson mobil dari arah pintu gerbang terdengar Nyaring.
Satpam yang mendengarnya langsung bergegas membukakkan pintu gerbang.
Wah Tuan Muda, mereka berdua terlihat romantis sekali...
Danu tentunya melihat pemandangan itu dari dalam mobilnya karena posisinya menyetir di depan.
"Siapa itu?, bukankah itu mobilmu sayang?"
__ADS_1
"Itu Danu!"
"Danu... dia sudah berangkat ke kantor?, kenapa dia pulang lagi!"
"Danu kekantor mau ngapain sayang?,jika tanpa aku...,aku saja belum berangkat, lihatlah siapa yang ia bawa..!"
Rey tanpa melepas pelukannya menyuruh Ayana untuk menghadap ke arah mobil yang sedang memasuki halaman rumahnya itu, sedangkan ia menatap ke arah lain.
"Siapa?,apa tamu penting?...!"
"Lihat saja kau pasti akan menyukainya!"
Rey hanya memperhatikan perut Ayana sepenuhnya, ia tidak menghadap ke arah mobil, mungkin dia memang benar-benar belum bisa memaafkan ibunya, namun karena permintaan Ayana ia harus menyuruh mamah-nya pulang.
Masih menatap lekat ke arah mobil, Ayana benar-benar penasaran siapa kah orang yang ada di dalam mobil.
sementara Danu sudah pindah haluan membukakkan pintu mobil bagian belakang.
"Silahkan Nyonya!"
"Terimakasih Danu!"
Danu menganggukan kepalanya sesekali untuk menjawab ucapan terimakasihnya.
"Ma...mamah, mamah pulang sayang,apa kau yang melakukan ini?"
Tanya Ayana kepada Rey yang masih menundukkan kepala menatap perutnya.
"Katakan!, bagaimana perasaanmu, kenapa kamu melakukan hal ini?"
memegang kedua pipi suaminya berbicara lekat memandangnya, Ayana terlihat sangat senang kali ini.
Rey akhirnya terseyum juga, tidak mungkin jika menatap Ayana dia tidak akan tersenyum,
yang ada,dia sulit untuk mengendalikan perasaannya walaupun ia sudah mencoba untuk terdiam tindak ingin terseyum.
"Sekarang?"
Ayana merasa sangat senang, bahkan ia sudah berkaca-kaca karena saking senangnya melihat ibu mertuanya pulang sambil menatap Reyhano.
"Iyah Sayang... pergilah!, bukankah kau sangat merindukan mamah!"
"Terimakasih sayang, Terimakasih...Muach... muach,aku mencintaimu...,!"Ayana memberikan kecupan hangat kepada Rey di kedua pipinya dan akan kabur meninggalkannya,
Kecupan manis tadi benar-benar membuat Reyhano merona di pagi hari, karena kecupan Ayana kali ini benar-benar tulus dari hatinya.
Ayana berhenti dari langkahnya,ia mundur beberapa langkah dan mendekati suaminya lagi,
"Ada apa?"Rey tampak bingung dengan tingkah Ayana yang mendekatinya lagi.
"Muach...aku sangat mencintaimu..!"
Ayana terseyum sambil meninggalkan Reyhano yang berdiri mematung karena kaget melihat Ayana yang memberinya kecupan lagi.
Rey terseyum lebar,
Aku benar-benar sangat senang Ayana, tingkah mu ini benar-benar membuatku tidak tahan,
__ADS_1
begitukah pesona mamah muda jaman sekarang,
Ayana benar-benar membuatku gila..
lihat saja nanti malam..
Tak lepas dari senyumannya,
kebahagiaan di pagi ini membuatnya bersemangat, menatap matahari dan berbicara sendiri,
"Kau tahu Istriku sangat manis bukan?, bagaimana aku tidak bisa tergila-gila coba, dengan tingkahnya yang menggemaskan seperti ini, seandainya ini malam hari...aku pasti sudah tidak tahan lagi menahan ke-gemasan ini!"
Perasaan... ini baru saja pagi Tuan Muda,anda sudah berharap akan malam lagi, sabar yah menahan hasratnya,aku saja baru muncul.
Andai saja matahari bisa berbicara menjawab perkataan Tuan Muda,pasti ia sudah menimpali semua perkataan Tuan Muda kepadanya di balkon depan tadi.
"Mamah..."
Ayana begitu kangennya langsung memeluk erat Ibu mertuanya.
"Ayana..,ya ampun.. kamu makin hari makin cantik sayang...mamah benar-benar merindukan mu!"
pelukan ibu mertuanya juga sangat hangat melepaskan rasa rindunya terhadap Ayana.
"Mamah kenapa baru pulang?,mamah darimana?, apa mamah sudah melupakan Ayana?..., rasanya sepi sekali jika tidak ada mamah di sini?"
Keduanya melepaskan pelukannya bersama.
"Maafkan mamah putriku!,kau pasti tahu apa yang mamah lakukan kan!"
"Pu.. Putriku?"Ayana yang kaget mendengar panggilan dari ibu mertuanya.
"Iyah!, kau bukan hanya menantu bagi Mamah,tapi seorang putri, putri mamah yang paling baik..!"
Rasanya Ayana seperti sedang bersama ibu kandungnya lagi sekarang, sudah lama kehilangan keluarganya,tapi ia sangat bersyukur kali ini di berikan mertua yang sangat baik dan penyayang, terlebih ibu Reyhano menganggapnya seperti putrinya sendiri.
"Terimakasih Mamah, mamah benar-benar membuatku terharu.... hiks.. hiks..!"
Ayana meneteskan air matanya tak kuasa menahan rasa senangnya, sudah lama ia tidak bersanding dengan kehadiran seorang ibu.
"Sudah jangan menangis Ayana!, justru mamah yang sangat berterimakasih kepada mu!"
Memeluk Ayana dengan erat lagi.
"Kau sedang hamil Ayana?"Ibu menatap perut Ayana yang sudah terlihat membesar,lalu mengelusnya.
"Iya Mah Ayana sedang hamil!".
"Ayana kau tahu?..., mamah sangat senang sekali mendengarnya, sekarang kau adalah orang yang sedang mengandung cucu pertama mamah, sudah bertahun-tahun mamah mematikannya, namun...!"
"Sudah mah?,Ayana tahu itu, sebaiknya kita tak usah membahas ini lagi, semuanya sudah berlalu!, sebaiknya mamah Istirahat dulu di kamar, mamah pasti sangat capek habis perjalanan jauh kan!"
"Iya iya baiklah!"
Ayana mengantar Ibu mertuanya masuk ke dalam kamar.
Mereka terlihat akur sekali, bahkan terlihat seperti seorang ibu dan anak,
__ADS_1
Ayana....melihatmu senang seperti itu saja sudah begitu membuatku sangat merasa senang hari ini...
Rey sebenarnya ia sedang memperhatikan keduanya dari belakang.