
"Lepaskan aku!"
Teriak Felly yang sangat kesal sambil menghadap ke arah dua orang yang sedang berdiri ini.
"Reyhano...!"menatap Rey dengan penuh tidak ikhlas di samping Ayana.
"Kenapa?, tak usah menatapku seperti itu!,kau pikir aku masih mencintaimu hah?"
merangkul Ayana dan mengelus lengangnya lembut.
Dia sedang hamil besar?..
"Cih ternyata kau segampang itu ya Ayana..., aku sangat heran kepadamu!, setelah kau di sakiti dan di manfaatkan oleh Rey, ternyata kau tetap mau bersama Rey,kau pasti menginginkan hartanya kan?"
"Plakkk..."Tamparan keras Ayana.
"Tutup mulutmu rapat-rapat!,Jika bukan karena kau dalang dari semua ini,maka Reyhano tidak akan melakukan ini!,kau mengerti!"suara Ayana yang begitu tegas menatap Felly,tak segan-segan ia menampar karena tanganya sudah sangat gatal mendengar perkataannya.
Felly sangat kesal mendapatkan tamparan Ayana begitu saja.
"Beraninya kau menamparku?"
Felly yang sudah sangat kesal,ia mau memukul Ayana dengan kedua tangan yang sudah di borgol itu,namun terhalang oleh lindungan Rey.
"Jangan berani menyentuh istriku!, apalagi sampai istriku terluka ataupun lecet sedikit pun karena aku tidak akan segan-segan menghajar mu pastinya!"
"Cih lepaskan!"
"Ayana baru menamparmu sekali hari ini!, seharusnya kau berterimakasih padanya!, jika Ayana tidak mempunyai hati mungkin ia sudah menamparmu berkali-kali atas apa yang kau lakukan selama ini...!"
"Masukan dia kedalam penjara sekarang juga!"Perintah Rey tegas.
"Baik Tuan Muda!"Para polisi segera membawanya ke dalam ruangan sel penjara.
"Awas saja Ayana..Reyhano,aku tidak akan segan-segan untuk membalas semua ini pada kalian berdua!"Teriakan Felly sambil meronta-ronta ingin melepaskan diri.
"hah apa?,aku tidak salah dengar kan?,e'...Sebaiknya kau belajarlah hidup di dalam sel penjara kali ini!, sebelum kau berniatan untuk bermacam-macam dengan ku ataupun keluarga ku...kau paham!"
perkataan Rey menatap Felly begitu benci.
"Kau tidak papa sayang?"Tanya Reyhano khawatir, melihat Ayana yang terdiam menatap ke bawah!"
"Tidak!,aku tidak papa!"
Ada apa dengan perutku..
"iya sudah sebaiknya kita pulang sekarang!,kau pasti sangat lelah kan?"
"Iya sayang Ayo kita pulang!"Memegang tangan suaminya dan mengikuti langkahnya untuk pulang ke rumah.
Mobil sudah memasuki halaman rumah istananya, dan segera terparkir di halaman.
Keduanya langsung turun menuju ke dalam rumah,
Terdapat suara seseorang yang sedang mengobrol di lantai atas.
"Apa ada tamu?"Tanya Ayana kepada Rey penasaran.
"Entahlah!,aku juga tidak tahu sayang!"
__ADS_1
Terus berjalan dan Keduanya tiba di ruangan keluarga.
"Ray...!"Suara Rey yang kaget melihat kembarannya sudah berada di rumahnya.
"Rey,kau sudah kembali?, Ayana.. lama tidak bertemu...!"
Ray melihat kehadiran Rey langsung saja bertanya dan mengapa adik iparnya.
"Kenapa kau pulang?, dan kenapa tanpa sepengetahuanku dulu jika kau pulang hari ini?"Rey terlihat marah dan berjalan menuju ke kamarnya,ia bahkan tidak menyapanya sama sekali.
"Sa.. sayang!"
Panggilan Ayana yang melihatnya pergi begitu saja meninggalkan ibu dan Ray yang sedang duduk di sofa ruangan.
"Maafkan aku kakak!, selamat datang kemari!,aku benar-benar tidak tahu jika kakak pulang hari ini, jadi aku tidak memberitahu Rey terlebih dahulu..!"
"Tidak papa Ayana,temuilah Rey mungkin dia masih marah kepada kakak!"
"Iyah sudah permisi Mah, kakak!"
Ayana meninggalkan ruangan untuk menemui suaminya yang terlihat marah.
"Sayang...?"Panggilan pelannya sambil masuk ke dalam kamar.
Tidak ada sahutan dari Reyhano,ia tampak terdiam menghadap ke arah jendela kamarnya yang besar itu.
"Sayang kenapa kau disini!, bukankah seharusnya kau menyambut kedatangan saudaramu?"
"Tidak!, aku tidak akan menyambutnya, kenapa dia harus pulang kemari?"
Jawab Reyhano dengan raut wajah kusamnya.
"Intinya aku tidak suka!"
"Tapi kenapa, kenapa sayang katakan!"
"Karena dia menyukaimu,aku tidak suka dia kembali kesini,aku tidak ingin melihatnya!"
"Apah?, kakak menyukaiku?"Tanya Ayana heran menatap suaminya lekat.
Rey pun langsung menganggukkan kepalanya tidak terima dan terlihat begitu kesal.
"Haha...Rey..Rey.. kenapa kamu lucu sekali si!"Ayana malah tertawa melihat raut wajah suaminya yang terlihat kusut sekali.
"Kenapa kau malah tertawa?"
"Tentu saja aku tertawa, kakak memang menyukaiku Rey... tapi sebagai adik, dan kakak juga berpesan Kepadaku sejak dulu untuk menjagamu!,dia begitu sayang kepadamu dia kakak yang sangat baik, dari mana jalannya dia menyukai adik iparnya sendiri!"
"Kau percaya dengan ucapannya?"Tanya Rey geram
"Tentu saja aku percaya, selama ini aku sangat dekat dengan kakakmu!,dia yang mengajariku untuk membedakan mana suami ku dan mana yang bukan, Reyhano yang memiliki lesung pipi di sebelah kanan dan ia terlihat tambah ganteng ketika sedang marah-marah..., dan satu lagi,ada tanda titik kecil di sebelah pipimu, yaitu di sebelah kiri kan?, aku selalu memperhatikan itu, percayalah kakak sangat menyayangi mu Rey!"
Reyhano masih tidak percaya juga, wajahnya masih terlihat kusut.
"Sebentar lagi kakak juga akan menikah!, percayalah!,aku saja sudah sangat dekat dengan calon kakak ipar ku, kami sering kali video call!"
"Apah?, menikah?"
"Iyah, kakak akan menikah bulan depan!, jadi sayang dia itu tidak menyukaiku,dia tahu Aku hanyalah milikmu seorang..!"
__ADS_1
"Jadi selama ini kau begitu dekat dengan kakak?"
"Iya tentu saja, walaupun jarak kita jauh, kita masih tetap bertukar kabar Rey, tidak seperti mu...!, berhenti bersikap seperti ini!,aku hanya mencintai mu... mencintaimu seorang... sayang!.. Muach..., jadi Jangan ragukan cintaku.. percayalah!,aku tidak akan tertarik kepada orang lain,aku berharap kau juga begitu!"mencium pipi suaminya dan merangkulnya,
Keduanya saling bertatapan, Reyhano yang sudah cemberut sejak tadi langsung tersenyum senang.
"Ayana... aku sangat mencintaimu juga!,aku berjanji aku hanya mencintaimu seorang!.. Muach..."mencium bibirnya seketika
"Sudahlah!, Pergilah sekarang!, temui kakakmu dan sapa dia Rey!, tumbuhkan kesuburan di keluarga ini seperti dulu lagi, Agar almarhum Papah lebih tenang di alam sana!"
"Baiklah...Ayana,kau memang yang terbaik untuk ku muach...!" mencium istrinya kembali, dan berjalan meninggalkan ruangan kamar.
Aduh, kenapa perutku terasa sakit sekali...ada apa ini...
Tiba-tiba perut Ayana sangat mulas dan berkontraksi.
"Rey....!"Teriakan Ayana dari dalam kamarnya dan membuat Rey membalikkan badan dan langsung terburu-buru menuju ke kamarnya lagi.
"Ada apa Ayana?...hah.... Ayana!"Rey begitu kaget melihat istrinya yang kesakitan sudah terduduk di atas lantai.
"Ayana... Ayana...kau tidak papah?"Rey panik dan mencoba mengangkat tubuh istrinya yang terpuruk itu dan mendudukkannya ke atas ranjang.
"Pe... perutku....perutku.. sakit sekali Rey...aw..aw...!"
memegangi perutnya dengan rona wajah yang pucat kesakitan.
"Ayana kau kenapa apa ku mau melahirkan?"Rey begitu panik.
"Mah..mamah...!"Teriakan Rey dari dalam kamarnya.
"Ada apa?, kenapa Rey berteriak seperti itu?"Mamah begitu kaget mendengar teriakkan Rey dari dalam kamarnya,ia langsung berlari meninggalkan Rayhano.
"Iya sayang.. tunggu sebentar!"Ibu berlari ke arah kamarnya dan Ray pun penasaran mengikuti langkah ibunya dari belakang.
"Iya ampun Ayana...!"Ibu panik sudah berdiri di depan pintu kamar dan langsung berlari menghampiri Ayana.
"Perutku sakit sekali mah...ada apa dengan perutku..!"
"Sekarang bulan kelahiran mu bukan?,Apa kau mau melahirkan?, perutmu sudah berkontraksi Ayana,sudah berapa lama kau merasa mules?"
"sebenarnya sejak tadi di kantor polisi mah,tapi masih bisa di tahan,kali ini benar-benar terasa sakit..!"
"Ray suruh Danu untuk menyiapkan mobil sekarang!, kita akan segera ke rumah sakit!, Mamah akan mengemasi barang-barang Ayana yang akan di bawa!"
Ray langsung berlari meninggalkan kamar ini, dan menemui Danu,
Sedangkan Reyhano sedang merasa tegang sendiri melihat Ayana yang sedang kesakitan.
"Rey jaga Ayana mamah akan siap-siap sekarang?"
"Iy..iya mah!"mengusap keringat istrinya yang mulai terlihat di keningnya.
"Ayana kau tidak papah?,kau baik-baik saja kan?"mata itu mulai berkaca-kaca menatap wajah istrinya yang terlihat pucat kesakitan.
Rey langsung menyenderkan tubuh Ayana ke dadanya yang bidang dan membelai kepalanya dengan lembut.
"Bersabarlah sayang!,kita akan kerumah sakit sekarang, aku benar-benar tidak tahu Jika di kantor posisi tadi kau sudah merasa mulas!, maafkan aku... maafkan aku!.."mencium kening istrinya karena begitu khawatir.
"Jangan menyalahkan dirimu, aku tidak papah Rey...!"Ayana masih memegangi perutnya di bekapan Rey.
__ADS_1