
Dia pasti tidak bisa tidur akibat semalam, maafkan aku Rey mungkin aku telah membuatmu tertekan tadi malam...
Ayana sudah terbangun dari tidurnya,, memandang suaminya yang masih tertidur pulas itu.
Memainkan dan mengelus rambutnya, melihat Rey menangis semalam membuatnya tidak tega, masih terbayang akan wajahnya yang berlinang air mata semalam.
Lalu tersenyum sendiri, memandang suaminya sambil mengusap-usap alisnya yang tampak indah terbentuk.
Ternyata kau gampang menangis,kau benar-benar berbeda dari yang dulu,
benar apa kata pepatah,tak kenal maka tak sayang....
Sekarang aku sudah mengenalmu sepenuhnya,
kau sangat baik..., bahkan sangat baik...
jauh dari kata baik yang pernah aku bayangkan sebelumnya...
"Muach...,pagi Sayang!"mencium pipinya dan berharap ia segera bangun dari tidurnya.
"Kau tidak ingin bangun?....,kau masih mengantuk,ini sudah siang loh.....?"
Ayana terus memainkan batang hidupnya yang mancung itu, membuat Rey terganggu akan ulahnya.
Ia mulai membuka matanya dan menatap Ayana yang sedang tersenyum manis itu.
"Aku masih ngantuk...hauam..."Menguap dan memeluk tubuh istrinya.
"Ini sudah siang!, bangunlah!,kau tidak ingin pergi ke kantor?"
"Tentu saja... aku akan ke kantor nanti siang..!"
memejamkan matanya kembali dan posisi wajah keduanya saling berhadapan.
"Hem...ya sudah tidurlah!, aku akan membangunkan mu satu jam kemudian!"
Ayana membelai kepala suaminya dengan lembut yang sudah mendekat itu dan membenamkan wajahnya di dadanya.
Semoga saja hari ini.. dan hari-hari yang akan datang akan lebih baik lagi dari hari-hari yang sebelumnya....
Rey benar-benar tertidur kembali,ia terlihat sangat pulas tidur di bekapan dada Istrinya, bahkan membuat Ayana tidak berani bergerak.
Mamah tentunya sudah bangun lebih dulu, bahkan ia sedang memasak dengan tanganya sendiri untuk putranya, melihat putranya yang menikmati makanannya semalam membuatnya terlihat begitu semangat hari ini.
Ia tidak akan berhenti untuk meluluhkan hati putranya yang seperti batu itu,ia terus menunjukkan akan kepeduliannya,rasa sayang dan rasa cintanya terhadap putranya.
Mamah akan tunggu kata maaf dari mu Rey...aku yakin sebentar lagi hatimu akan terbuka untuk mamah...
Danu sudah datang sejak tadi ia bahkan sedang duduk di lantai bawah menunggu Tuan Mudanya untuk berangkat ke kantor, iya walaupun ia tidak tahu jam berapa Rey akan berangkat yang jelas ia sudah siap dan stand by menunggu di sofa duduknya.
__ADS_1
"Ting... tong.."Bel berbunyi pertanda ada seorang tamu yang datang.
"Siapa tamu yang datang pagi-pagi begini?"
Danu menggerutu menghadap ke arah pintu masuk rumah.
"Hay..."Bayu yang melihat Danu sedang menghadap ke arah pintu.
"Bayu..., tumben aku kira siapa!"
Bayu sudah menghampiri Danu dan duduk di dekatnya.
"Huh... suasana rumah yang sama di pagi hari yang sepi,apa Tuan Muda belum bangun jam segini,lama juga yah aku tidak datang kemari?"
Ternya Bayu sambil menyenderkan kepalanya.
"Tentu saja, sudah sangat lama kau tidak kemari!,entahlah aku rasa Tuan Muda belum bangun..., bagaimana keadaanmu kau sudah membaik kan?"
"Alhamdulillah,jika tidak aku tidak akan kemari!"
"Kau bawa mobil sendiri?"
"Tidak, supir yang mengantarku!"
"Tumben mampir kemari!, biasanya rajin ke kantor dulu!"
"Sungguh hebat dirimu,ya walaupun aku tahu kau agak pusing menanganinya...,Tunggu sebentar aku akan mengambilnya, mungkin dikumenya ada di atas meja kerjanya!"
"Iya beginilah kehidupanku yang penuh dengan kesibukan, makanya jomblo terus, kayak kamu..!"
"Cih jomblo sendiri ngatain orang!"
"memang kau sudah punya pacar?"
"iya belum lah..haha..."
"Orang jomblo malah bahagia aneh..."Bayu menggelengkan kepalanya sendiri mendengar perkataan Danu yang sangat santai.
Danu sudah sangat hafal Tuan Muda pasti akan menaruh dokumennya di atas meja jika ada salah satu anak buahnya yang akan mengambilnya di pagi hari.
*****
Rey sudah terbangun dari tidurnya, padahal Ayana belum sempat membangunkannya.
"Hey...kau sudah bangun?"
Tanya Ayana lembut.
"Hem... apa ini sudah sangat siang?"dengan mata sayu-nya menatap istrinya
__ADS_1
"Belum kau saja baru tidur 45 menit yang lalu!"
Reyhano berdiri dari tidurnya, mencoba membuka matanya lebar-lebar yang terasa lengket akibat sangat mengantuk..
"Hem... kau masih mengantuk?" tanya Ayana lagi,
"Lumayan" tersenyum dengan mata sipitnya yang terlipat,lalu menyenderkan kepalanya di bahu Ayana.
"Kau sedang mengingat tentang semalam?"
"Hem..."Jawab Rey lemas bertumpuan dengan bahu Ayana itu
"Aku hanya penasaran,kemana perginya paman dan wanita gila itu?"Tanya Rey begitu penasaran.
"Setahuku mamah mengatakan ia kabur meninggalkan negeri ini setelah semuanya terbongkar,kalau masalah wanita itu... aku sendiri tidak tahu Rey!"
"Apa yang aku lakukan Ayana?,apa yang aku lakukan selama ini?...,aku pasti telah membuat hati mamah terluka!,aku selalu cuek dan tidak pernah menganggapnya ada..., aku akui aku sangat tertekan dengan perginya Papah,itu makanya aku bersikap seperti ini,aku benar-benar keterlaluan...,aku merasa sangat bersalah Ayana....!"
memeluk istrinya dengan erat sambil mengungkapkan perasaannya yang bersalah itu.
"Tenanglah,... tenanglah sayang.., Jangan terus menyalahkan diri mu!,kau tidak bersalah!"Mencoba menenangkan hati suaminya yang terlihat terpuruk itu.
"mulai sekarang... bersikap baiklah kepada mamah!,aku tahu ini sulit,tapi perlahan-lahan Rey..., mulai sekarang jawablah saat kau di tanyai olehnya, bersikaplah seperti seorang Anak, walupun tidak secara langsung tapi aku mohon perlahan-lahan Rey...!"
"Iya baiklah, semua memang bukan salah mamah....aku sudah mengerti sekarang,ini memang sudah terjadi dan sudah seharusnya aku melupakan masa lalu"
"selama ini mamah begitu bersikap baik kepadaku, bahkan ia tidak pernah berhenti untuk berusaha meluluhkan hatiku...,aku begitu bodohnya Ayana...aku memang keras kepala, benar apa kata mu, aku ini keras kepala..., seharusnya aku mendengarkan perkataan mamah dan berbicara baik-baik dengannya,tapi aku terbawa emosi.. Sikapku sangat salah Ayana... sangat salah...!"
"Sudah aku katakan berkali-kali!, ini semua bukan salah dirimu tapi atas dasar salah paham..., berhenti menyalahkan mu, bersikap baik kepada mamah,inilah yang akan membuat hatinya senang sekarang,kau sudah memaafkannya kan?"
"Kau tahu mamah juga sangat merindukan dirimu yang dulu Rey sangat rindu!"
"Tentu saja.. tentu saja sayang, aku memaafkannya,aku memang sakit hati dia meninggalkanku tapi ini juga bukan kesalahannya...jadi aku memaafkannya, aku juga menyesal telah melakukan hal ini kepadanya..,aku juga sangat rindu dimana aku sangat dekat dengannya Ayana!"
"Iya sudah sayang mandilah!, ini sudah semakin siang kau harus ke kantor kan?"
"Iya baiklah!"
Ayana membantu mempersiapkan semua perlengkapan dan pakaian kantornya.
Rey segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Syukurlah aku benar-benar sangat senang kali ini...,
semoga setelah ini akan ada mata kebahagiaan di mata kedua orang yang aku cintai ini ya Tuhan..
Dan semoga saja kehidupan kami akan lebih baik lagi kedepannya... Aamiin...
Ayana sedang tersenyum menatap punggung suaminya yang berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1