
Waktu sudah begitu malam, setelah menyelesaikan semua urusan pekerjaannya Danu mencoba membaringkan dirinya di atas tempat tidur untuk beristirahat.
Sebelum memejamkan matanya,ia kembali mengecek ponselnya untuk memastikan tidak ada pesan yang tertinggal dari majikanya.
Semua urusan sudah beres,Ia menaruh ponselnya di atas meja samping ranjangnya,lalu mulai memejamkan matanya untuk istirahat,
Sesaat setelah itu, mungkin sekitar 8 menit berlalu ponsel berdering dengan keras, menbuat Danu kembali membuka matanya lebar-lebar.
"Huft...."Menghela nafas panjang dan segera mengangkat telfon dari Tuan mudanya.
"Halo... Tuan Muda, Selamat malam!"Sapa Danu terlebih dahulu.
"Kau belum tidur?"Tanya Rey cepat.
Baru sekali mau tidur, Tapi anda malah menelfon begini...
"Belum Tuan Muda, apa ada masalah?"Tanya Danu yang masih terbaring di atas ranjang.
"Masalah Besar!,kau harus mencari kebenaran tentang semua ini!...,baca Wa yang baru saja aku kirimkan!,dan Udang Dokter bodoh itu ke hadapanku besok pagi!, Tanpa terkecuali!" Panggilan mati begitu saja.
"Dok.. Dokter bodoh?, maksudnya Tuan Muda?....ha...halo..halo..!".
Masalah besar?.. masalah apa lagi si..
Danu sambil membuka pesan Wa yang baru di kirim oleh Reyhano,
membaca dengan seksama sebuah foto teks yang di kirimkan Tuan Muda.
Hah.. bagaimana bisa begini si,Nona Felly benar-benar gila yah...
Pesan berikutnya tertulis,
" Aku tidak mau tahu!,Cari tahu semua ini!,Bawa Dokter itu keruangan ku besok pagi!,aku ingin mengetahui kebenarannya!''
"Iyah baik Tuan Muda!".
Gila!!,
ini yang benar yang mana si...., Setahuku bukanya Nona Felly itu mandul yah..
Jika seperti ini masalahnya,ini benar-benar masalah besar....aku harus berbicara dengan Dokter itu...
yang benar yang mana si?...
Rasa ngantuk Danu langsung hilang dengan sendirinya,
Ia langsung mencari data pribadi Dokter dan segera menghubunginya.
*****
Aku benar-benar tidak menyangka jika Felly benar-benar melakukan hal ini kepadaku..
Apa alasannya?.. sehingga dia benar-benar melakukan hal ini...
Dan lihat diriku ini,aku sudah mempermainkan Ayana agar aku bisa mendapatkannya sebagai istriku...tapi apa?... seperti ini kah orang yang aku belain selama ini...
Rey masih memandang layar leptopnya dengan penuh kekesalan dan kemarahan.
__ADS_1
Bahkan ia langsung memandang Ayana yang terbaring di ranjang dengan penuh rasa bersalah.
Semua pikirannya menjadi buyar, entah hilang kemana rasa ngantuk-nya sekarang,yang jelas tak ada lagi rasa ngantuk di dalam dirinya.
Ia terus berpikir sambil memutarkan bangku putarnya karena merasa begitu kesal.
****
Pagi datang,Ayana terbangun dari tidurnya,tapi ia tidak melihat kehadiran suaminya di sampingnya, yang ia lihat hanyalah sebuah bantal...
Membuatnya segera terbangun dan duduk di atas ranjang,dan ia langsung melihat suaminya yang sedang duduk tertidur di kursi kerjanya.
Tuan muda...
apa dari semalam dia tidak tidur, hingga tertidur di kursi kerjanya seperti itu...
Ayana mendekat ke arah suaminya, memandang wajah suaminya yang tertidur pulas sambil tersenyum menatapnya lekat.
Aku bisa membedakan antara Suamiku dan kakak ipar sekarang, karena Tuan Muda memiliki lesung pipi saat ia tersenyum...
Tapi kenapa... kenapa aku jarang melihatnya tersenyum....aku hanya melihatnya tersenyum satu kali... itupun tidak sengaja...rasanya aku ingin sekali melihatnya terseyum lagi..
eh... kenapa aku jadi menatapnya begini si...
"Tuan Muda..e.. salah, Suamiku... suamiku... bangun ini udah siang,apa anda mau pindah di ranjang!"
Ayana membangunkan suaminya perlahan,Rey langsung berasa dan segera terbangun.
"hm,.kau sudah bangun?"Rey, kaget melihat kehadiran istrinya.
"Kenapa anda tidur di sini?, kenapa tidak di ranjang?".
"Aku harus siap-siap, karena aku ada urusan di kantor!"Rey yang masih setengah sadar itu berjalan terburu-buru ke arah kamar mandi.
Kenapa aku merasa tidak senang,dia akan meninggalkan ku se-pagi ini...
Ayana terdiam duduk di tepi ranjang,pekerjaannya hanya duduk dan duduk, tidak ada kegiatan apapun yang bisa ia lakukan kali ini...
Tak lama kemudian Rey keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.
Kemudian Ayana mendekat sambil membawa baju dan kemejanya,ia pun segera memakaikannya.
Ayana terdiam sambil memakaikannya, sementara suaminya terus menatap wajah istrinya yang terdiam lesu.
Mencium aroma wangi baju suaminya tiba-tiba membuatnya merasa enek dan mual.
Aduh kenapa aku enek lagi si..
Ayana masih terus menahannya sambil mengancing baju suaminya itu.
"Huek..." Suara itupun keluar dari mulut Ayana begitu saja.
"Ayana..?" Rey yang mendengarnya langsung mengerutkan keningnya.
"kamu kenapa,?"
"e... tidak papa, perutku masih gak enak,aku mau ke kamar mandi dulu!" Ayana langsung meninggalkan suaminya masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Huek...huek..."Ayana masih merasa mual di dalam kamar mandi.
aduh kenapa si..aku tidak bisa menahannya tadi...
Mencuci muka dengan air, di depan cermin lalu mengelus perutnya yang berisi itu.
Aku harus terus menyembunyikannya, sampai aku benar-benar percaya kalau dia itu mencintaiku...
"Thok..thok..thok.... Ayana kau tidak papa"Teriak Rey yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
Mendengar suaranya, Ayana segera keluar menemui suaminya itu.
"Iyah..aku tidak papa suamiku, mungkin ini efek tadi malam!,kau..mau pergi sekarang?"
"Iyah... karena aku buru-buru!"
"Iya sudah baiklah...!"Tampak wajah Ayana yang sedikit kusut.
"Kenapa kau terlihat lesu...?"
"Tidak.. tidak papa.. pergilah jika anda mau pergi!"
Ayana, langsung duduk di tepi ranjang tanpa menatap wajah suaminya lagi.
"Coba katakan apa ada masalah?"Tanya Rey yang kembali menghampiri Ayana yang terdiam di atas ranjang, karena ia merasa tidak tenang dengan sikap istrinya ini
Ayana menggelengkan kepalanya,
"Katakan saja apa yang kau mau?"
"Aku hanya tidak ingin sendirian.. maksudku... aku bosan di sini Terus....aku bosan..aku sangat bosan...!"Sahut Ayana pelan.
Tidak mungkin aku membawa Ayana sekarang,aku kan mau menyelesaikan permasalah ini...
Aku harus membuktikan mana yang benar mana yang salah...
lagian ini adalah masalah penting, tidak mungkin aku membicarakan masalah ini di hadapan Ayana...
"Iya sudah nanti siang aku akan menjemputmu!,kita pergi keluar!,aku janji... karena pagi ini aku ada urusan mendadak!, jadi mungkin nanti siang kau bisa ikut denganku..!"Bujuk Rey pelan.
"Iya baiklah, pergilah!,aku akan menunggumu..!"
Menungguku..itu artinya dia ada sedikit perasaan untukku kan..
Mendengar perkataannya yang lembut membuat Rey tersenyum kali ini.
"Baiklah!,aku pergi,jaga dirimu baik-baik,aku akan menjemputmu nanti..!, muach..." Tak lupa ciuman kening mendarat setiap kali Tuan Muda berpamitan sekarang.
"Aku pergi!,jaga dirimu baik-baik..!"
Rey langsung terburu-buru meninggalkan ruangan kamarnya, sementara Ayana hanya terdiam menatapnya yang keluar ruangan.
Apa ada masalah begitu penting, sepagi ini...
"Jaga istriku baik-baik!, jangan sampai ada sembarangan orang yang masuk ke kamar ku!, kau mengerti!"
Perintah Tuan Muda Kepada kedua pengawalnya yang berjaga di depan pintu kamar hotelnya.
__ADS_1
"Siap!, baik Tuan Muda!".