Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Ketemu Buku


__ADS_3

"lalu apa yang kau lakukan disini?,apa kamu mau maling?"


Danu melepaskan cengkeramannya, sambil melotot tajam.


"Iya elah Pa,aku masih punya iman kali!..., lagian aku kesini kan mau memastikan kalau Tuan Muda sakit atau tidak!"


eh aku keceplosan


Menutup mulutnya yang sudah berbicara lantang itu.


"Apah kau bilang?, memastikan keadaan Tuan Muda?,hey.. sebenarnya kau ini siapa si?dan apa hubungan mu dengan Tuan Muda?, berani sekali kau mencari tahu!,apa yang kau inginkan sebenarnya hah?"


"Maaf pa..aku hanya ingin melihat Tuan muda, apa dia benar-benar sakit atau tidak, siapa tahu pa Danu berbohong Kepadaku!"


Kinar masih tidak percaya dengan ucapan Danu tadi siang,


"Kau pikir aku pembohong?,untuk apa?, Terus jika kau sudah tahu tentang keadaan Tuan Muda, kau mau apa hah?"


"Mau ngasih tau Nona muda lah kalau Tuan Muda sakit!"


ya ampun ini mulut yah,main jeplak aja....


Lagi-lagi Kinar menutupi mulutnya sendiri menyesali perkataanya.


"Apah?,kau berarti tahu kan dimana Nona muda sekarang?"


Tanya Danu kaget dan penasaran.


"E... tidak.. tidak,aku...aku tidak tahu Pa!"


Kinar yang semakin gugup.


"Jangan pernah berani membohongi diriku!,atau aku pastikan hidupmu tidak akan tenang!, terlebih lagi...berani sekali kau masuk ke dalam mobil ini!"


Danu yang sudah mengancam dengan raut wajah yang serius itu.


gawat sepertinya dia benar-benar mengancam ku....


"Kau teman dekat Nona muda waktu dulu kan?, bersama wanita gila yang tadi menghadang di jalan?,ya kan?,"


"i.. iya...iya..Pa..."


"Pindah ke depan sekarang!, sebelum aku membuang mu ke sungai!"


gila yah,ini orang ngancem mulu dari tadi, jahat sekali dia ini mau membuang ku ke sungai....


Pindah depan?, maksudnya dia menyuruhku untuk duduk di depan bersamanya begitu...


"Hey jangan berpikir yang berlebihan!, cepat aku sedang terburu-buru!, kau mengerti!"


Danu semakin menaikkan suaranya,ia merasa kalau ia mendapatkan sinyal dari perempuan ini tentang Nona mudanya.


Aku yakin dia itu tahu dimana Nona muda sekarang,..


Danu fokus menyetir dan langsung menghadap ke depan tanpa tengok kanan kiri.


*****


"Biarkan aku masuk!, kalian gila yah!, kalian berani melawanku sekarang?,"

__ADS_1


Felly yang sudah marah-marah di depan pintu kamar hotelnya, karena di larang masuk oleh kedua pengawal yang berjaga di depan pintu.


"Maaf Nona!, untuk sementara waktu Anda di larang untuk bertemu Tuan Muda!


"Hey dia itu suamiku!,aku berhak bertemu dengannya!, lepaskan!,siapa yang melarang ku untuk bertemu suamiku sendiri hah?,apa Danu yang memerintah kalian?"


Ada apa si ribut-ribut?, heran gak tahu ada orang lagi sakit apah!.


Kevin sebenarnya merasa penasaran namun ia enggan untuk keluar dari kamar itu.


Felly mencoba datang ke hotel lagi hanya ingin bertemu dengan suaminya,ia juga merasa tidak rela jika harus kehilangan suaminya yang kaya raya itu.


Ia merasa sangat menyesal telah melakukan hal ini kepada Rey.


Namun sayang, pengawal melarangnya masuk sesuai perintah dari Danu, kerena apapun itu Felly adalah penyebab sakitnya Tuan Muda.


"Anda tidak perlu tahu Nona!, Pergilah!, sebelum anda di usir oleh pa Danu dari tempat ini!"


Danu,sialan...


lelaki itu benar-benar kurang ajar, berani sekali dia melakukan hal ini kepadaku..


ohh... jadi dia itu berkuasa sekarang..


awas aja Danu, aku tidak akan memaafkan mu


Felly merasa begitu kesal saat pergi meninggalkan hotel, ia merasa sangat marah tadi, rasanya ia ingin sekali menjambak rambut para pengawal sialan itu.


"Kondisinya sudah semakin membaik, kenapa ia belum sadar juga!"


Kevin yang menunggu kepulihan Reyhano sejak tadi,


Tak lama Reyhano terbangun dari pingsannya, melihat seseorang yang sibuk membaca buku membuatnya berbicara.


"Danu..."Suara Tuan muda pelan


Siapa yang memanggil nama Danu apa aku tidak salah dengar....


Merinding sendiri dan meneruskan membaca bukunya,..


Reyhano yang melihat Danu tidak berkutik sama sekali, membuatnya mengambil minum sendiri di samping ranjangnya,


Tangannya yang sangat lemas membuatnya tidak bisa mengangkat gelas dan tidak sengaja menjatuhkannya.


"Brakkk.. Cetarr!"


Kevin sendiri sangat kaget dan menjatuhkan bukunya ke lantai


"Rey apa yang kau lakukan?"


"Kevin..!"


Rey merasa kaget juga dengan Kehadiran Kevin, karena ia mengira sejak tadi itu adalah Danu.


"Iyah aku Kevin,lama tidak bertemu!,oh..apa kau yang memanggil Danu tadi!"


"Iyah...aku kira kau Danu!"


"Sorry Rey!, aku kira aku salah mendengar tadi, kau mau minum?, sebentar akan aku

__ADS_1


ambilkan!"


Kevin segera mengambil minuman, dan tentunya pecahan gelas minuman masih berserakan di lantai.


"Awas... berhati-hatilah!"Pinta Rey pelan.


"Iya aku tahu!,ini minumlah!, sehabis ini kau harus mengisi perutmu dan meminum obat!"


"Apa istriku sudah kembali?"


"Belum!, bersabarlah istrimu pasti akan kembali!"


"kalau begitu jangan menyuruhku makan sebelum istriku kembali!"


dia ini benar-benar keras kepala,lah...kalau nona muda belum di temukan juga bagaimana?...


"Jangan begitu Rey, kesehatanmu lebih penting!"


Kevin berjongkok untuk membersihkan pecahan gelas beling yang ada di lantai kamarnya ini dengan sapu kecil yang tersedia di ujung ruangan.


Tuan muda terdiam, matanya begitu sayu, badannya begitu lemas seperti tanpa tulang ia benar-benar terbaring di atas ranjang tidak bisa berdiri.


Dengan hati-hati Kevin membersihkan pecahan beling itu, mengambil bukunya yang terjatuh dan menaruhnya di atas meja,


setelah itu ia berjongkok lagi berusaha membersihkan pecahan beling itu sampai ke kolong ranjang hingga bersih!,namun ia merasa ada benda berat menyangkut di sapu kecilnya itu.


"Apaan sih ini?, tidak mungkin kan pecahan beling seberat ini!"


"Ada apa?" Tanya Rey pelan menatap Kevin yang sedang membersihkan kolong ranjang.


"Entahlah ada sesuatu di dalam kolong"


Kevin mencoba melihatnya, ternyata ia melihat sebuah buku yang tergeletak di bawah ranjang ini.


"Bukan apa-apa Rey!, ini hanya sebuah buku!"


Kevin berusaha mengambilnya dengan tangan panjangnya itu.


"Buku?, bagaimana bisa ada buku disitu?,aku tidak pernah membaca buku sebelumnya, Felly juga tidak mungkin!, ia tidak suka membaca buku!"


"Tapi ini bukan buku cerita ataupun Novel!,ini adalah buku Bumil,Buku orang hamil dan berserta panduannya!, bagaimana cara merawat kandungan janin dengan baik, maupun ibunya yang mengandung!"


Kevin membuka lebar demi lembar buku itu,


"Apa istrimu sedang hamil?, kenapa dia mempelajari tentang kandungan dan kehamilan?"


Rey terdiam, ia mengingat-ingat kembali tentang Ayana yang melempar sesuatu ke kolong ranjang,ia merasa bahwa yang di pegang Ayana itu adalah sebuah buku bukan benda lain.


Iyah...bukanya Ayana yang melempar sebuah buku kemaren ke bawah ranjang, aku melihatnya sekilas...,


namun aku tidak perduli apa yang di lemparnya Karena kemaren keadaan ku sedang marah...


"Tidak mungkin!, kenapa dia tidak bilang Kepadaku kalau dia itu sedang hamil?"


"iya terus jika dia tidak hamil, bagaimana bisa dengan tiba-tiba ia mempelajari buku panduan ini!?..,coba kamu ingat-ingat deh ada tanda-tanda ngidam gak Nona Ayana waktu-waktu yang lalu, misal mual-mual mungkin!"


Rey teringat saat Ayana yang berjalan-jalan denganya,ia muntah-muntah saat habis makan makanan jajanan,


Ia juga teringat akan Ayana yang mual di hadapannya saat mengancing bajunya sesekali,ia juga mendengarnya di dalam kamar mandi Ayana mual-mual,tapi Rey masih mengira itu akibat Ayana salah makan waktu lalu.

__ADS_1


__ADS_2