
Mobil mewahnya sudah memasuki lingkungan hotel bintang lima-nya.
Lingkungan yang terlihat asri bersih dan indah tentunya terpapar memancarkan keindahannya bersama cahaya mentari sore hari,
Kinar yang pertama kali melihat tempat seperti ini membuatnya terbelalak kagum.
"Pa..Anda ini membawaku kemana?"
Tanya Kinar yang sedikit bingung bercampur takut,.
"Kau tidak tahu ini tempat apa?"
Tanya Danu Kembali sambil tersenyum sinis, sedangkan ia fokus memarkirkan mobilnya kembali,
"Tahu, ini Hotel kan?"
"Iyah ini Hotel, karena kau sudah berani lancang mengikutiku jadi sebaiknya aku membawamu ke hotel sekalian!"
Sekalian?,apa maksudnya sekalian..?
Sekali-kali dengan cibiran bibirnya yang penuh tanda tanya itu Danu tunjukkan kepada Kinar, membuat Kinar yang melihatnya semakin merinding dan menelan ludahnya.
"Pa... kenapa anda membawaku ke tempat seperti ini?,aku tidak mau pa.. sebaiknya aku pulang saja!"
Kinar terlihat begitu ketakutan dan langsung keluar dari dalam mobil.
"Iya silahkan saja!,kau lihat para penjaga itu?"
Kinar mengikuti arahannya dan menatap para penjaga yang berjaga itu,
"Tidak akan ada orang yang mau membukakkan pintu keluar untuk mu, setelah kau berani masuk ke sini,maka jangan harap kau bisa kembali, kau mengerti!"
Aduh...gila yah,apa yang aku lakukan, kenapa berani sekali aku mengikuti orang kaya sepertinya...
Dan kenapa dia membawaku ke tempat seperti ini...ya Tuhan tolonglah aku kali ini... bagaimana ini?..
semoga tidak terjadi apa-apa kepadaku..
Pikiran Kinar sudah buyar kemana-mana,ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang,ia merasa begitu takut mendengar ucapan Danu yang begitu serius itu,
"Hey gadis bodoh!,kau ini Aneh sekali bukanya ini kemauan mu?,kau juga kan yang berani mengikutiku tadi?,jadi tanggung resikonya sendiri,jika mau pulang!, pulanglah!"
Danu dengan santainya meninggal Kinar dan akan masuk ke dalam gedung Hotel.
"Nada, aku benar-benar ingin pulang!, bagaimana ini?,apa yang harus aku lakukan,aku ketahuan,dan dia membawaku ke sebuah hotel,aku tidak tahu ini di mana,aku sangat takut, Kenapa dia membawaku kemari....."
Pesan Kinar, yang ia kirim lewat WhatsApp-nya ke Nada.
"Pa Danu tunggu!"
Kinar yang langsung mengikutinya dari belakang.
Dasar wanita aneh, kenapa semua perempuan itu aneh-aneh sekali si, pasti pikirannya jorok...dia pikir aku ini penjahat apah?,
__ADS_1
Danu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kinar yang terlihat sangat gugup sejak tadi, bahkan sebenarnya Danu ingin sekali tertawa melihatnya ketakutan, namun ia harus terlihat berwibawa seperti biasanya.
Para pekerja hotel yang melihat kedatangan Danu langsung saja menyapanya dengan sopan dan santun.
"Sore Pa Danu!,Sore Pa Danu selamat datang,sore Pa!!"
Sapaan para karyawan hotel bergantian, membuat Kinar semakin merasa bahwa ia sedang berjalan dengan seorang sultan.
Berjalan dengan tangan kanannya saja rasanya begini, lalu bagaimana Ayana yah, berjalan dengan Tuan Muda beneran..
"Ah...kau ini jalan saja lambat sekali!"
Danu langsung menarik tangan Kinar yang berjalan sangat lambat di belakangnya,ia merasa gregetan sendiri karena ia sedang terburu-buru untuk melihat keadaan Tuan mudanya.
"Pa..pa..pa..Anda mau membawa saya kemana?"
Kinar yang merasa keget,ia berbicara begitu keras membuat semua mata orang karyawan hotel menatap sinis karena iri.
"Diam,apa kau tidak bisa diam!, sudah ku bilang siapa suruh kau mengikutiku?,jadi turuti saja kemauanku!"
Bisik Danu di telinga Kinar, membuatnya semakin merinding dan ketakutan.
Aku pasti sudah gila mengikutinya,... bagaimana ini?... dia mau membawaku kemana?...
Danu masih menggandeng tangan Kinar masuk ke dalam lift,
membuat orang-orang sekitar hotel yang melihatnya semakin memanas.
"Bagaimana bisa Pa Danu bersama cleaning servis murahan itu..., cantik kan juga aku,ih.. dasar wanita penggoda,aku saja yang menggemarinya sejak dulu belum pernah bergandengan tangan denganya!".
Bahkan Manager hotel yang menggemari Danu sejak dulu merasa sangat kesal dan iri, karena yang ia gendeng bukanlah wanita cantik saingannya namun wanita rendahan menurutnya.
Di dalam lift hanya terdapat mereka berdua,Danu fokus memainkan ponselnya,ia bahkan lupa akan tanganya yang terus menggandeng tangan Kinar.
Dia ini sengaja atau bagaimana?, kenapa ia terus menggandeng tanganku... apa dia benar-benar tidak waras...
Dia beneran tidak akan membiarkan aku keluar dari hotel ini karena sudah lancang begitu..?..
*****
Sehabis membereskan ruangan rapat,Nada langsung menaruh peralatan pembersih ruangan ke dalam ruangan belakang kantor.
Ia segera mencuci tangannya untuk istirahat ke ruangan.
Ponselnya yang terlihat berkedip-kedip, membuatnya segera membukanya karena penasaran,
"Nada, kenapa dia?"
Mencoba membuka pesan dan segera membacanya.
"Gila yah....pa Danu membawa Kinar ke hotel!,apa yang akan ia lakukan?,ini tidak boleh terjadi!"
Nada pun ikut semakin panik dan mencoba menelfon Kinar berulang-ulang, namun tidak ada jawaban dari Kinar karena posisinya ponselnya sedang di silent.
__ADS_1
"Aduh mampus!...,kenapa tidak di angkat juga si telfon ku, tidak terjadi apa-apa padanya kan?"
Nada mencoba berpikir apa yang harus ia lakukan,apa Ia harus mencarinya atau bagaimana,Nada semakin panik dan bingung kali ini.
"Masuklah!"
Danu sudah membukakkan pintu kamar hotelnya dan menyuruh Kinar untuk segera masuk.
Eh...gila yah?,dia benar-benar menyuruhku untuk masuk ke kamar hotel,
Apa dia kira aku ini wanita jalang..., wanita murahan begitu..
Kinar tidak bergerak sama sekali,ia merasa sangat tegang sekali,terlebih dengan kedua penjaga yang sedang berjaga dengan mimik wajah yang maksimal seriusnya.
"Cepat masuk!,"
Danu yang sudah semakin Kesal dan menggandeng tangannya kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Pa Anda jangan memaksaku pa!,aku mohon ampuni saya, jangan memaksaku pa...aku mohon ampuni saya!"
"Kau gila yah?..,jangan membuatkan malu di depan anak buah ku!,memang apa yang akan aku lakukan kepadamu hah, jangan GR!, aku hanya menyuruhmu masuk!"
Bisikan Danu ke telinga Kinar dan langsung menutup pintu begitu saja setelah keduanya sudah masuk ke dalam ruangan kamar.
Tuhan selamatkan aku,..dari bahaya dan petaka..., lindungi aku dari segala hal yang merugikan ku nantinya...
Ruangan Terdengar sayup-sayup orang berbicara pelan, membuat Kinar mengerutkan keningnya mendengar suara orang-orang tersebut.
Apa ada orang juga di dalam,
"Siang Tuan Muda!,anda sudah sadar?"
Sapa Danu dengan sangat sopan seperti biasanya.
Eh...Itu Tuan Muda?, ternyata dia benar, kalau Tuan Muda sedang sakit,
kenapa aku malah berpikiran macam-macam tadi,ih..aku pasti sudah tidak waras, lagi-lagi aku tidak mengaca diri....
Kinar masih memperhatikan semuanya,ia benar-benar melihat tubuh Tuan muda yang sudah di baluti dengan peralatan medis, tentunya tidak ada kebohongan untuk semua ini, cairan infus juga terlihat di situ.
"Danu, kau bersama siapa?"
Tanya Kevin yang penasaran melihat kehadiran-nya yang membawa seorang wanita.
"Tanyakan saja pada dirinya,aku juga tidak tahu, katanya ia ingin menjenguk Tuan Muda!"
Danu dengan santainya berbicara dan langsung duduk di sofa.
Ih..aku kan gak bilang kalau aku mau jenguk Tuan Muda,
lagian aku gak bawa apa-apa kan,
Sialan!,Pa Danu benar-benar keterlaluan,
__ADS_1
aku harus bersikap bagaimana sekarang?..